Kamis, 27 Oktober 2016

KESAKSIAN : PERTOLONGAN TUHAN ATAS PERMASALAHAN HUTANG

     


       Shalom, saya mau kesaksian. Kejadian berawal sejak usaha grosir tas saya berhenti total karena saingan banyak. Apalagi usaha toko suamiku juga sedang tidak bisa berjalan. Biaya hidup yang terlanjur tinggi +/- 20 juta per bulan mulai mencekikku, sampai aku harus gadaikan mobil pemberian orangtuaku. Mereka bukan orang yang tidak punya, tapi saya bukan orang yang berani mengakui kegagalan, karena saat itu uang cash orangtua juga untuk bangun rumah semua. Saat itu saya sudah kenal Tuhan Yesus, saya sudah cinta Dia, hampir tiap hari ada jadwal ibadah, FA, doa malam, doa puasa, dsb. Tapi saat itu saya menyerah pada keadaan, saya berseru Yesus Yesus tapi saya tidak pernah buka hatiku. Justru sebaliknya saya simpan kemarahan pada keadaan, kenapa orangtuaku tidak kasih saya uang, kenapa suamiku juga belum bisa menyokongku. Kepahitan itu membuat saya semakin jauh dari kasih Yesus. Saya terbelit banyak hutang, uang hutang saya pakai buat traktir teman-teman. Saya datang FA dan berseru sama Yesus, but, I can't find His love because I'm not opening my heart (tapi, saya tidak dapat menemukan kasih-Nya karena saya tidak membuka hati saya).

       Bulan Oktober tekanan itu makin kuat, himpitan ekonomi+kondisi kemarahanku, buat keluargaku hampir hancur. Suamiku pergi ke rumah kakaknya di Jakarta, saya sama orangtuaku juga jaga jarak. Saat itu saya sudah tidak tahu lagi harus bayar pakai apa hutang-hutangku yang mencapai ratusan juta. Uang di atm sisa 36 rupiah, sampai mau makan apa saja bingung. Untung uang sekolah anakku sudah terbayar 3 bulan. Saat itu saya merasakan kuasa Tuhan. Yesus kasih-Nya begitu sempurna. Dia beri saya kekuatan untuk bangkit. Dia ubah semua sel-sel di otakku. Dari yang selalu sakit, kepahitan, mengasihani diri, menjadi terbuka sedikit demi sedikit. Saya mulai bersyukur meskipun hanya makan mie instant di rumah (saat itu saya sedang hamil muda). Saat suamiku menyalahkan saya atas semua hutangku, awalnya saya tidak terima, tapi Tuhan Yesus membuat saya cepat melepaskan beban itu kepada-Nya, sehingga tidak berujung kepahitan. Hubunganku dengan orangtuaku mulai saya perbaiki. Tapi saya belum bisa mengakui semua hutangku. Sampai suamiku pulang Surabaya di bulan Desember. Keadaaan ekonomiku msh hancur lebur, + judgement (penghakiman) suamiku. Tapi responku sudah berubah. Suara Yesus terus bergema di hatiku. Lepaskan, jangan marah, jangan kasihani dirimu.

       Hari demi hari saya lalui dengan hanya bersandar pada Yesus. Apalagi semua hutang menghimpit saya, hutang gadai mobil, hutang supplier tas, hutang kartu kredit. Secara manusia saya sudah menyerah. Tapi Yesus tidak pernah berhenti. Selalu ada kekuatan baru untuk menghadapi hari demi hari. Bulan Januari, rumah mewah yang dibangunkan orangtuaku sudah siap pakai. Saya dulu begitu kepahitan dengan rumah ini, karena orangtuaku masukkan semua uangnya kesini tanpa memberiku bantuan sedikitpun. Saya dulu berjanji tidak akan pindah ke rumah baru. Tapi saat Yesus bekerja di hatiku, dia perbaiki sel-sel otakku 24 jam per hari, ada tuntunan untuk selalu berpikir positif. Saya berusaha terus memberikan respon yang tepat untuk tiap masalah.

       Bulan Februari, suami saya mempunyai ide untuk buka rumah makan dimsum di rumah kami yang baru. Saya waktu itu meminta modal kecil ke orangtuaku. Dan saya percaya Tuhan Yesus karena kasih karunia-Nya telah menyelamatkan hidupku, Dia ampuni dosaku, karena tiap respon yang saya punya saya tahu itu campur tangan Yesus. Dimsum yang dibuka dan dipersiapkan dalam waktu 10 hari, dengan modal yang sangat minim, mampu memberikan hasil yang sangat besar tanpa merintis. Bulan pertama sampai ketiga luar Biasa Yesus berkarya.

       Tapi pergumulan saya tidak berhenti sampai disini. Setiap hari saya menangis bersyukur, karena hasil berjualan makanan yang luar biasa. Namun, hambatan hutang-hutangku yang harus saya cicil juga besar. Hutang cicilan mobil sebesar 7 juta/ bulan, belum cicilan lain-lain. Saya terus bergumul. Apa yang harus saya lakukan. Kalo seperti ini bekerja untuk bayar hutang. Ternyata Yesus menunjukkan Kasih-NYA. Dia tidak membiarkan saya bergumul sendirian. Suatu hari, karena telat membayar, tiba tiba mobilku disita. Tanpa saya tahu, mobil dipaksa dibawa ke kantor bersama mama saya yg saat itu sedang memakai mobil tersebut. Saat itu rasanya langit runtuh. Bagaimana saya bisa mempertanggungjawabkan kepada orang tuaku. Pasti mereka marah besar. Saya berdoa meminta mujizat, sebagai manusia, tentu saya minta mobil itu kembali, entah Tuhan Yesus mengirimkan orang yang bisa membayar pelunasan dan bisa saya cicil dengan harga yang lebih rendah atau bagaimana. Selama dua hari saya puasa, karena memang saya sedang dalam kondisi labil. Ditambah reaksi awal mamaku yang belum memberikan dukungan. Saya memperbanyak jam doaku, jam 9 pagi-12 siang-3sore-6 sore-9 malam. Saya menangis, saya mengaku dosa, saya minta ampun. 

        Suatu hari saat saya datang ke Persekutuan Doa (hari ke-4 setelah mobil saya disita), seorang Pendeta bernubuat mengatakan, "anak-ku doamu tidak akan sia-sia." Saya mendapatkan ayat Matius 21:22, "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." Berpegang pada ayat itu, saya menangis, saya merasa Tuhan Yesus begitu baik kepada saya, saya tetap diberi janji-janji-NYA. Terus saya berdoa agar mobilku bisa kembali. Sehingga saya tidak perlu menghadapi lagi reaksi orang-orang terdekatku. Seminggu berlalu, beberapa kali suamiku dan mamaku bertanya gimana mblnya, saya bilang saya sedang menunggu proses. Padahal saya tidak melakukan apa-apa, karena memang tidak ada yang bisa saya lakukan. Setiap kali saya lelah, saya membaca Firman Tuhan yang menguatkan, saya membaca kesaksian-kesaksian bahwa mujizat masih terjadi.

       Sampai pada hari sabtu (hampir 2 minggu setelah terjadi sita jaminan), mamaku yang kepikiran masalah ini datang ke kantor leasing menanyakan jumlah pasti sisa pelunasan. Dan dia mengajukan tawaran untuk melunasi, karena dia sayang mobil itu. Waktu dia pulang dan bilang ke saya, saya menjelaskan bahwa kalau leasing itu dilunasi justru akan mendapatkan harga tinggi, karena kita harus membayar penalti ditambah bunga, dsbnya. Sedangkan kita dipaksa beli mobil kita sendiri jauh dari harga pasaran. Saya bilang kalau mama harus relakan mobil itu. Anggap kita tidak bisa membayarnya. Ternyata mama bisa mengerti, saat aku menceritakan kronologis kenapa saya sampai mengambil keputusan nekat. Sungguh di luar dugaan mamaku memberikan reaksi positif, hanya saja saya belum berani berterus terang sama papaku. Saya bilang masih menunggu waktu. Tapi secara diam-diam, mamaku meneruskan sms ku ke papaku. Sungguh di luar dugaan, reaksi papaku juga sangat positif. Yang awalnya ketakutanku sudah sangat besar, kehilangan mobil dan reaksi orangtuku, ternyata Tuhan Yesus memberikan penyelesaian dalam satu hari. Mujizat itu nyata, bukan Tuhan Yesus mengirimkan uang untuk aku kembalikan mobil itu, tapi Tuhan Yesus selesaikan hutangku dengan dukungan orang-orang terdekatku. Malam ini, saya bisa tidur nyenyak, karena saya sudah berjanji pada diriku, tiap langkahku saya akan meminta izin Yesus membimbingku.

Kesaksian ini menceritakan tentang bagaimana Karya Tuhan Yesus dan kasih-Nya sungguh tidak pernah habis dalam hidup saya, bahkan dalam menanggung tanggung jawab yang seharusnya menjadi tanggung jawab saya, Tuhan Yesus tetap buat segalanya mudah. (Nancy Tania - Surabaya City)

---------------------------------------------------------------------------------------------
(Isi kesaksian dan pencantuman nama dan tempat adalah atas permintaan dari yang bersangkutan, dimohon untuk tidak merubah isi kesaksian, copy dengan mencantumkan alamat web :www.catatankesaksianharian.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar