Rabu, 26 April 2017

KESAKSIAN PELAYANAN MALAIKAT TUHAN

 OLEH JOSEPH RAPHAEL PRIMA


Ibrani 1:14, Bukankah mereka ( malaikat ) semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka ( Orang Percaya Yesus ) yang harus memperoleh keselamatan..?

Inilah dimana TUHAN berkata, 

“ Malaikat-MalaikatKU adalah Partnermu nak, mereka akan membantu engkau, melayani engkau dalam setiap Jalan-JalanKU seperti AKU juga selalu menyertai perjalananmu sebab engkau berjalan bersamaKU dan Malaikat-MalaikatKU yang juga ada bersama-sama denganKU selalu bersama denganmu. “

Ada beberapa kali TUHAN ijinkan saya melihat, menerima pelayanan, bantuan bahkan menjamu Malaikat-MalaikatNYA.

Raphael memberikan arahan untuk Tugas TUHAN dalam sektor Kesembuhan

Yang pertama adalah ketika saya kembali dari hidup lama saya, kembali untuk panggilanNYA yang kedua dimana ketika saya DIA panggil untuk yang pertama kali di tahun 2007, dalam perjalanannya saya ingkari panggilanNYA dan menghindar dariNYA, saya tetap ibadah tapi saya hindari panggilanNYA, dan hidup dalam “abad kegelapan” dalam hidup saya. Hari itu pelayanan saya yang ketiga kalinya bersama GKKD Jogja dalam Ibadah Natal Sekota 2011 yang dilaksanakan Januari 2012 di Magelang. Hari itu saya melayani sebagai Choir, sampai ditempat kami diberitahu bahwa nanti kami harus merangkap sebagai Konselor yang mendoakan orang sakit. Saya berpikir, “ Yang bener aja, aku ini Choir kok malah disuruh jadi pendoa yang doakan orang sakit. Bagaimana aku bisa? Aku baru mulai pelayanan dan hal lainnya. “ Yang memang akhirnya 1 tahun kemudian TUHAN panggil sebagai Pendoa namun sejujurnya hari itu sungguh berat buat saya, buat iman saya.

Sepanjang ibadah dan melayani sebagai Choir saya terpikirkan “tugas konselor” tersebut. Sampai akhirnya tibalah waktu melayani sebagai konselor, saat itu saya hanya pasrah. Ya sudah doakan saja. 1 orang, 3 orang sampai 6 orang saya doakan semua berkata kurang lebih,

“ HaleluYAH, terima kasih TUHAN. Saya sembuh. “

Disitu iman saya mulai naik, mulai ‘pede’ dan langkah tegap dengan percaya ‘diri.’ Sampai saya berjalan ke belakang, keluar gedung karena gedung itu tak cukup menampung orang yang datang. Tiba-tiba ada seorang yang tinggi besar, cukup ganteng dan berpakaian batik biru. Dia pegang pundak saya, keduanya sambil hadapkan muka saya ke muka dia lalu dia putar-putar tubuh saya yang akhirnya kembali ke arah saya sebelum dia pegang pundak saya. Dia rangkul saya, sambil tunjuk satu arah dan berkata,

“ Itu, bapaknya yang baju kuning sakit. Kamu kesana dan doain dia. “

Saya cuma toleh sedikit ke dia dan anggukkan kepala saya. Saya hampiri bapak berbaju kuning dengan mantap, sampai didepan beliau iman saya drop, hilang semua ke’pede’an saya, hilang semua kemantapan saya. Saya lihat ada bulatan daging di bawah rahang sebelah kirinya, besar, sungguh besar. Saya diberitahu keluarganya bahwa itu Tumor, tambah drop saya. Tapi saya ga bisa balik, ga bisa tinggalkan begitu saja karena saya sudah datang dan menawarkan diri mendoakan. Pasrah saya mulai pegang Tumor itu dan berdoa, beberapa waktu saya rasakan Tumor itu mengecil, sungguh mengecil sedikit demi sedikit. Hingga tinggal kecil sekali, saya tanya ke TUHAN bagaimana kok belum hilang..? TUHAN katakan hati, saya tanya kepada bapak itu dan memang dia punya kepahitan, dendam dengan temannya, kami sepakat bapak ampuni dia dan Tumor itu sembuh sempurna. Ketika saya menoleh ke arah belakang saya tak mendapati seorang yang berbatik biru, saya cari tak ada dimanapun bahkan sampai acara selesai ia tak ada. Lalu TUHAN beri tahu kalau dia adalah MalaikatNYA, dan sore ini saya baru tahu siapa Malaikat itu sebenarnya sebab TUHAN baru bukakan identitasnya, dia Raphael.

MalaikatNYA membantu kita dalam pelayanan dengan mengarahkan kita untuk menggenapi Tujuan dan Tugas dariNYA

Abraham dilawat tiga Malaikat TUHAN dan menjamu mereka

Yang kedua hari itu ketika saya pergi ke Indomaret Babarsari di depan UPN Babarsari seusai dari Kampus, saat itu saya berjalan masuk ke Indomaret ada seorang anak kecil seperti keterbelakangan mentalnya, matanya menatap saya dan saya menatap matanya. Saya tahu ada sesuatu tapi saya ga ngerti jadi saya lewati. Setelah membayar belanjaan saya dan keluar menuju ke motor, sampai di motor anak itu lari dengan cepat ke arah saya padahal disitu sedang ramai dan halaman Indomaret penuh dengan motor. Tiba di depan saya, saya tanya dia

“Ada apa?”

Anak itu hanya memperagakan tangannya seperti sedang menyuap makanan ke mulutnya. Saya tahu dia ingin makan, dan saya tanya dia ingin makan apa, ia tak jawab, Jujur ketika lihat itu ROH KUDUS langsung berkata belikan ia makanan, dan sejujurnya uang saya sudah sangat terbatas waktu itu. Namun saya berkata kepada anak itu,

“Oke, tunggu disana yah, duduk aja.”

Dia mengangguk dan lari keteras dimana ia duduk sebelumnya. Lalu saya belikan nasi bungkus dimana saya cari-cari dan muter-muter karena saat itu bertepatan dengan salah satu hari raya jadi tak banyak warung makan yang buka. Saya belikan teh anget sebagai tambahan karena pikir saya biar ga seret makannya. Sampai di indomaret lagi, ia kembali lari mendatangi saya, saya berikan nasi bungkus dan teh angetnya. Dia balik ke teras dimana posisi itu sudah sangat penuh, tertutup dari segala sisi oleh motor dan galon-galon Indomaret, saya hanya menolehkan kepala sebentar saja sejak ia sampai di teras itu hanya untuk membelokkan stang motor, ketika saya lihat ke teras kembali saya kaget, anak itu tak ada di tempat. Hilang, saya hampiri teras tempat ia duduk ada satu bungkusan, ada satu plastik Teh Hangat. Dan saya tanya TUHAN,

“Ini apa?”

TUHAN hanya berkata, “ Engkau menjamu MalaikatKU. “

Saya ingin nangis disitu rasanya, saya tahu ia hanya minta makan, nasi, saya belikan Teh Hangat ia tak ambil, disitu saya juga belajar tentang ketepatan.

Ada waktuNYA kita dilayani oleh MalaikatNYA dan ada waktuNYA juga kita diijinkan menjamu MalaikatNYA

Malaikat TUHAN berperang melawan iblis

Yang ketiga adalah saat saya pulang dari misi EL-fenomena dalam Penerbangan dari Jakarta menuju Jogja, saat itu cuaca tiba-tiba berubah. Dan pesawat saya sempat berputar-putar di atas langit Jogja, saat itu ROH KUDUS beri tanda ada yang tidak beres. Saya langsung berdoa saat itu, karena pesawat berguncang-guncang dengan keras. Beberapa sudah seperti ketakutan, beberapa langsung berdoa. Ketika saya berdoa TUHAN katakan,

“ Aktifkan Pelayanan Malaikat nak, panggil Malaikat-MalaikatKU!”

Dan saya aktifkan, saya lihat keluar jendela benar terjadi peperangan di udara, di sekeliling Pesawat saya. Mata Roh saya DIA buka dan saya melihat jelas Malaikat-MalaikatNYA sedang berperang melawan iblis-iblis di udara. Sampai akhirnya pesawat tak lagi berguncang dan landing dengan selamat.

Malaikat-MalaikatNYA diutus untuk menjagai kita dan berperang bersama-sama dengan kita dalam keadaan apapun

Mikhael, Panglima Malaikat TUHAN

Yang keempat adalah saat ketika saya bersama dengan beberapa orang rekan berdoa untuk Kota Jogja di Menara Doa Jaringan Doa Sekota, Gloria. Saat itu hanya ada 3 Laki-Laki di Menara doa. Sebelum kami melakukan mandat TUHAN kami nyembah, kami berdoa. Ada rekan yang menangkap ada pribadi musuh yang mengintai kami hingga satu detik TUHAN berkata,

“ Aktifkan Pelayanan Malaikat Mikhael nak."

Saya pikir, ini ga main-main berarti sampai TUHAN suruh aktifkan Pelayanan Mikhael, setelah saya berdoa untuk mengaktifkan, tiba-tiba ada satu suara laki-laki ikut bernyanyi dan menyembah bersama kami, suaranya sangat cool, berwibawa, suara sebagus ini belum pernah saya dengar dan di dalam Roh saya merasa ada sosok tinggi besar penuh Kemuliaan TUHAN di sebelah kanan saya, sejujurnya saya bingung suara siapa itu, dan siapa dia namun saya tetap menyembah sampai TUHAN buat saya ngerti bahwa dia adalah Mikhael hingga akhir penyembahan dan doa Mikhael bersama-sama dengan kami menyanyi, menyembah TUHAN. Setelah itupun Mikhael menyertai kami hingga kami selesaikan misi kami hari itu.

MalaikatNYA pun turun untuk menyembah TUHAN, Sang RAJA bersama-sama dengan kita. Mereka bersukacita bersama kita dalam penyembahan yang dalam

Bukan kita menyembah Malaikat, tapi kita ber-partnership dengan mereka untuk kerjakan mandat TUHAN, setiap tugas yang DIA berikan. Sesungguhnya sesedniri-sendirinya kita ada DIA, ribuan bahkan jutaan Orang Kudus dan berlaksa-laksa Malaikat-MalaikatNYA yang bersama dengan kita.

Mari jalan dengan DIA, alami perjumpaan dengan DIA dan bekerjasama dengan Malaikat-MalaikatNYA dalam setiap misi, tugas dan mandat yang kita kerjakan. Mereka sangat siap membantu setiap kita.

Glory to GOD!!! Baruch HaShem, HaleluYAH!!!
TUHAN YESUS Memberkati...

Oleh Kasih Karunia-Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar