Senin, 10 April 2017

KISAH NYATA MASNITA, AKHIRI HIDUP DENGAN TENGGAK OBAT NYAMUK


Ditengah-tengah bahtera rumah tangga yang sudah dibina Masnita sejak akhir tahun 1990, ia pun harus menghadapi kenyataan pahit ketika suami yang dicintainya memperlakukannya dengan sangat kasar. Ia mengakui bahwa setelah satu tahun pernikahan mereka, suaminya tak segan-segan memukuli Masnita dan anak-anaknya.
"Saya pernah melihat anak saya juga dipukul. Itu saya lihat sendiri. Ia dipukul, di tendang, diseret."
Seorang ibu yang melihat perlakuan ayah kandung terhadap anaknya sontak menjadi akar pahit bagi Masnita. Ia tidak dapat menerima perlakuan seorang ayah kandung yang tega menganiaya anak dan istrinya. Perlakuan sakit itu pun harus ditanggungnya hingga bertahun-tahun lamanya. Belum sampai disitu, masnita juga harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya punya simpanan istri muda.
"Tadinya saya tidak tau kalau suami saya punya istri muda. Sampai saya tahu pada saat usia kandungan yang ke delapan bulan. Itu anak yang ke empat, ada perempuan yang menelepon, mencari suami. Ia mengaku bahwa ia adalah istrinya bapak. Saya syok."
Bukan justru mengakui perbuatannya, suami malah menyiksanya hingga ia mengalami pendarahan. Perlakuan kasar suaminya selama itu membuatnya semakin tidak tahan dan tidak lagi betah untuk hidup bersama. Akhirnya mereka cerai dan hutang piutang kembali membelit kehidupannya.
"Saya habis untuk membayar segala hutang piutang, memPHK karyawan dan lain sebagainya. Sampai rumah kami pun yang ditinggalin pun harus ikut terjual dan cari kontrakan rumah petak."
Dengan kenyataan harus kehilangan segala harta benda dan suaminya, Masnita mengalami rasa kecewa dan putus asa terhadap apa yang menimpa kehidupannya. Hingga ia mengakui bahwa ia tak lagi mempercayai Tuhan saat itu.
"Saya sudah tidak berfikir lagi Tuhan..Tuhan, bagi saya itu tidak ada.Itu kecewa yang sangat mendalam kepada Tuhan."
Depresi yang dialaminya sempat melumpuhkan akal sehatnya dengan mengambil keputusan untuk bunuh diri massal bersama keempat anaknya dengan cara meminum racun serangga. Namun tanpa ia pahami, sebuah pertolongan datang menghampirinya dan tiba-tiba sebuah cahaya dan seorang sosok menghampirinya.
"Itu adalah laki-laki putih, berbaju putih, berkerudung. Dia hanya mengatakan, datanglah kerumahku maka aku akan menolongmu."
Sejak saat itu, Masnita tiba-tiba merasa tidak lagi sendiri dan tak berdaya. Ada kekuatan yang dia rasakan dan juga seorang sosok yang akan tetap menopangnya. Hingga keajaiban-keajaiban lainnya pun ia alami dan mengalir begitu saja. Berkat-berkat yang ia terima mengubahkan hidupnya perlahan-lahan.
"Bagi saya, ini hidup saya yang kedua. Saya pertaruhkan, saya serahkan kepada Tuhan. Tidak ada yang lain. Saya ingin membuat orang lain berarti sebagaimana juga Tuhan menolong saya menjadikan hidup saya lebih berarti."
Alhasil, keempat anak-anak Masnita berhasil dalam pendidikannya. Mereka hidup dipenuhi dengan kebahagiaan, semakin mencintai Tuhan dan mengulurkan tangan untuk menolong orang lain.
Demikianlah kisah Masnita, ibu empat anak yang berjuang dalam keterpurukan hidupnya dari seorang yang tidak memiliki apa-apa, merasa tidak berarti dan tak sanggup menghadapi pahitnya kenyatan hidup hingga Tuhan pulihkan dan pelihara menjadi berkat bagi banyak orang.

Sumber kesaksian:
Masnita Sarah Dinata

COPAS : https://www.facebook.com/KesaksianMujizatYesusKristus/posts/517048531691898

Tidak ada komentar:

Posting Komentar