Sabtu, 22 April 2017

PAPA SAYA BERADA DI SURGA (GRACE NATALIA ADRIANA SIMATUPANG)


Sebenarnya, saya merasa tidak layak untuk bercerita tentang pengalaman rohani saya di FB. Namun, sejak bulan Juli 2016 ada dorongan yang terus berkata" kamu harus saksikan apa yg kamu lihat". Di lingkungan internal saya sudah menyaksikannya, namun untuk pertamakali di lingkungan eksternal saya menceritakan pengalaman ini.

Sebenarnya memasuki bulan September ini saya tidak seceria biasanya....karena di September 2015 saya harus melalui ujian iman yg begitu berat.... September 2015 merupakan bulan terkelam dalam hidup saya, saya yang amat sangat menyayangi papi dan mami saya, saya yang rela pindah ke Siantar demi menemani papi mami di hari tua, saya yang rela mengorbankan karir saya di Jakarta dengan meninggalkan sejumlah tawaran praktek di beberapa RS besar di Jakarta harus menerima kenyataan pahit.

Papi saya meninggal mendadak setelah beberapa jam sebelumnya masih mengoperasi dan menyelamatkan nyawa orang. Papi pergi  setelah sebelumnya membangunkan saya di jam 4 pagi dan beberapa menit kemudian pergi begitu saja. Kepahitan hati saya masih ditambah dengan kondisi mami yang tiba2 kankernya aktif setelah 5 tahun mami sehat2, dan dinyatakan bebas kanker. Mami kembali harus melakukan kemoterapi di Jakarta dan mami sedang di Jakarta saat papi dipanggil Tuhan.

Pada saat itu hati saya menolak, saya menangis pada Tuhan, saya berkata: Bapa, kenapa orang yang amat kusayangi dalam hidupku harus begitu cepat Engkau panggil? Dan kenapa Engkau panggil papi dalam kondisi mami yg sedang turun kondisinya?bagaimana cara kami mengatakannya pada mami? Bagaimana cara kami menjaga mami? Bagaimana mami melanjutkan hidup tanpa papi? Aku kan setia padamu Bapa? Kenapa kami harus melalui semua ini? Kami mengikuti perintah Bapa tapi kenapa kami harus mengalami kepahitan seperti ini?"  Penolakan di hati saya terjadi terus menerus....pada saat itu saya bahkan tidak mau melihat anak saya Zaveta, untuk pertama kali dalam hidup Zaveta, saya tidak perduli padanya, saya marah pada semua orang dan marah pada Tuhan Yesus.

Tanggal 7 September pagi kepergian papi, tanggal 7 September malam mami tiba dari Jakarta ke Siantar. Kondisi mami amat sangat lemah. Mami diam tapi mami shock. Ditengah kondisinya yg menurun, mami harus menerima kenyataan kepergian papi. Tanggal 8 September kami melarikan mami ke RS Vita Insani karena mami tidak mampu berdiri, kondisi amat sangat lemah,  trombosit hanya 25.000, tensi hanya 60 per palpasi...pada saat itu tim dokter menyatakan mami SIRS atau sepsis dan harus dirawat untuk mendapat obat2 inotropik karena fungsi jantung melemah. Jadi kami semua harus menahan tangis kami, menegarkan diri, memberi kekuatan dan menemani mami dirawat di RS sementara papi disemayamkan dirumah.

Bagaimana hati saya melihat kondisi mami yang kritis sambil memandang jenazah papi ??? Dunia saya runtuh. Saya setengah waras menjalani ini semua. Saya bilang pada Tuhan Yesus....bawa saya juga sama papi...saya ga sanggup...tega Engkau Tuhan....Baringkan saya disamping papi dan biarlah semua berlalu...saya ga kuat Tuhan...

Puncaknya di tanggal 10 September 2015 hari dimana papi akan dimakamkan. Pada saat itu tim dokter tidak memperbolehkan mami ikut acara pemakaman karena trombosit mami yg hanya 20.000 ( di cek trombosit tiap hari dan hasilnya selalu dibawah 50.000). Tim dokter takut mami syok karena mami juga memakai 3 jenis inotropik untuk membantu kontraksi jantung, dengan kata lain, bila obat dihentikan maka mami tidak mampu bertahan dan ditakutkan terjadi perdarahan spontan pada mami yg dipicu stress karena trombosit mami yg sangat rendah.

Mami berkeras mau melihat papi terakhir kalinya, mami memaksa harus mengantarkan papi ke tempatnya yg terakhir. Ditengah kondisinya yang amat sangat lemah, mami masih berdandan, memakai lipstik dan kaca mata hitamnya. Luar biasa melihat ketabahan hati mami, mami yang tiap hari mempunyai waktu berdoa 1 jam, mami yang dalam setiap helaan nafasnya selalu mengatakan dalam nama Yesus, mami yang selalu mengajarkan dan menguatkan kami, apapun didunia ini adukan saja pada Tuhan Yesus dan biarlah Tuhan yang membimbing jalan hidup kita.

Mami membuktikan imannya, mami kenal Tuhannya,mami tidak berteriak dan menangis2 menjerit, mami hanya meneteskan airmata dan berdoa atas semua kejadian yang dialaminya namun mami tidak marah pada Tuhan.

Mami berangkat ke tempat papi disemayamkan dengan memakai oksigen, memakai kursi roda, memakai infus pump dengan 3 jenis obat penguat jantung ( inotropik) dan ditemani tim medis dan dokter. Pada saat saya sedang mengikuti ibadah yang dilakukan oleh tim FULL GOSPEL (FGBFMI) yang khusus datang dari Jakarta, saat itu saya dipanggil oleh seorang anggota vita insani (Selly), dia berkata " dok, tolong lihat ibu, ibu ga kuat bangkit dari tempat duduk toilet". Segera saya berlari, pada saat itu saya melihat mami sedang duduk di toilet setelah BAK dengan memakai oksigen, infus pump dengan nafas tersengal2...mami bilang" Grace, mami sesak...mami ga kuat bangkit dari sini". Dengan menahan air mataku, aku memeluk mami, aku mengiggit bibirku supaya aku tidak menangis melihat kondisi mami...aku berbisik pada mami" Mi.. ingat Yesus ya mi...mami selalu bilang apa2 dalam nama Tuhan Yesus, sekarang kita coba bangkit sambil mami bilang DALAM NAMA TUHAN YESUS". Mami memandangku dan mengangguk. Aku meletakkan kedua tangan mami di leherku dan akupun memegang pinggang mami sambil berusaha mengangkat mami..."mi, dalam hitungan ketiga mami bilang "DALAM NAMA TUHAN YESUS ya, mami tegakkan kaki mami dan berdiri ya...." mami pun melakukannya dan karena nama YESUS, mami pun berhasil berdiri. Aku segera menyuruh perawat memakaikan baju dalam mami dan memegang mami, tapi aku tidak mau memandang mami karena bila kupandang mami pasti tangisku pecah.....lalu aku segera kabur dari kamar mandi.....aku ga kuat, aku ga mampu tidak menangis, aku berjalan sambil menangis sambil melangkah ke samping  jenazah papi sambil mengikuti kebaktian dari tim Full Gospel....

Sambil mengikuti kebaktian ....air mataku mengalir terus menerus bagaikan sungai derasnya, aku menangis tanpa suara, hatiku sakit melihat kondisi mami dan memandang jenazah papi dan aku hanya mengatakan kata2 ini pada Tuhan " Tuhan, aku ga sanggup lagi, Tuhan tolong aku, Tuhan ambil alih daripadaku...tolong aku Tuhan...Tolong Tuhann.." berkali kali kata2 itu aku ucapkan dan sambil berdoa airmataku tetap mengalir seperti aliran sungai.

Pada saat itu tiba2 aku merasakan lidahku bergoyang sendiri, aku ketakutan karena aku mengira aku bakal kena stroke...aku menutup mulutku dengan satu tangan namun lidahku semakin kuat bergoyang...akhirnya aku menutup mulutku dengan kedua tangan karena aku takut dilihat orang. Namun semakin kuat aku menutup mulutku, bukan hanya lidah yang bergoyang namun mulutku bergoyang sendiri dan tiba2 aku bebahasa roh.....yahhhh aku berbahasa roh. Padahal aku tidak pernah berbahasa roh dan tidak mengerti bagaimana bahasa roh. Aku juga tidak begitu percaya dulu dengan bahasa roh...namun aku mengalaminya....dimana mulutku bergoyang sendiri tanpa bisa kukontrol.

Pada saat berbahasa roh aku menutup mata...pada saat itu aku melihat langit dan melihat YESUS amat sangat besar di langit, Tuhan berkata padaku : Grace, kenapa engkau menangis??? Papimu sudah senang di sorga" dan Tuhan membuka suatu layar dilangit dan tampaklah bagiku satu paduan suara yang sedang bernyanyi. Mereka membentuk dua barisan yang rapi dan memanjang ke kanan. Mereka semua memakai jubah putih panjang dengan tanda salib ungu didadanya.. aku tidak mampu mengenali orang2 lain di paduan suara tersebut karena wajahnya semua sama namun aku mampu melihat papi....yah aku melihat papi berdiri di tengah2 barisan, dengan usia sekitar 45 tahun, dia tampak muda dengan belahan rambut ke samping ( pada saat meninggal belahan rambut papi ke belakang semua).

Papi kurus, muda dan ganteng.....aku melihat papi sedang bernyanyi....aku berteriakkk " PAPIIIIII...aku disini piiii lihattt piiii...aku disini sebelah kiri papiiii.....lihatt piiiii...aku berteriak sekuat tenaga namun papi tidak juga menoleh....lalu aku berkata pada Tuhan...Tuhannn...bilang papi aku disinii...suruh papi menoleh ke kiri....namun papi tetap tidak mendengar aku....karena kecapean aku akhirnya berhenti berteriak dan terdiam sambil terus memandang papi yang sedang bernyanyi. Papi tampak muda dan tampak ganteng dengan jubah putihnya....

Tiba2 penglihatanku berubah....aku melihat satu lapangan sepak bola besarrrrr dan ratusan ribu penontonnya...anehnya penontonnya semua memakai jubah putih dan wajah mereka sama semua...mereka sedang bernyanyi2 lagu pujian . Setelah melihat penglihatan tersebut aku tersadar....namun aku tidak mampu menghentikan bahasa roh sampai akhirnya pendeta Hutagaol yang mendoakan aku...dia berkata " terimakasih Bapa, Engkau memberikan roh penghibur kepada anak ini..kuatkan anak ini Bapa" pada saat itulah aku mengerti mengapa aku bisa berbahasa roh, ternyata Tuhan mengirimkan roh kudus penghiburnya padaku...dan pada saat itulahhh aku mendengar seseorang berkata di telinga kiriku " MARILAH KEPADAKU SEMUA YANG LEMAH LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT, AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADAMU" (Matius 11: 28)

Pada saat suara itu berhenti, aku merasakan bebanku yang berat, bebanku yang hitam kelam dan membuatku sesak terangkatttt langsung...pada saat itulah aku mampu tersenyum dan pada saat itulah aku tidak mampu menangisi papi seperti sebelumnya...aku merasa ringan, aku merasa kuat dan aku merasakan kasih Tuhan....aku berteriak2 kepada mami...." mamiiiii..aku melihat papi di sorga....mami tenang sajaa..papi di sorga...aku berteriak2 pada mami....pada saat itu mami menangis sambil berkata " halelluyaaaa Tuhan...terimakasihhh Tuhannnnn"

Aku pun lalu mengikuti acara keberangkatan papi dengan hati yang kuat dan tenang...aku akhirnya merelakan kepergian papi. Kami semya dapat melepas kepergian papi dengan tenang dan setelah itu mami kembali ke RS untuk kembali dirawat..

Aku bertanya tanya kepada Tuhan kenapa Tuhan memperlihatkan tempat papi di sorga, karena menurut beberapa pendeta, itu adalah satu karunia... aku merasa tidak layak karena aku orang berdosa, aku masih banyak kekurangan dan belum bisa menjadi orang yg mempunyai buah roh.....

Ternyata tujuan Tuhan lain...Tuhan memberikanku penglihatan untuk menguatkanku dalam proses berikutnya  karena memang aku harus menghadapi proses pemanggilan Tuhan terhadap mami....aku harus menghadapi kondisi mami yang semakin menurun sampai akhirnya mami masuk ventilator di RS Columbia Asia Medan. kami memutuskan memindahkan mami ke RS Medistra Jakarta dengan memakai pesawat yang ada ventilatornya dari Medan ke Jakarta.  Dan saya, suami, Zaveta serta 2 perawat kami sudah sampai duluan di Bandara Soekarno Hatta untuk menerima mami di bandara.... Namun proses ini gagal karena mami sudah meninggal di bandara Kualanamu persis didepan pesawat yang sudah tiba dari Jakarta..jadi saya menyaksikan detik2 mami meninggal dan di resusitasi oleh tim Siloam Jakarta dengan LINE yg dinyalakan oleh abang saya selama mami kritis ...saya yg waktu itu baru saja nyampe di bandara Soetta menangis histeris melihat detik2 kepergian mami melalui video call....dan saya harus kembali lagi ke Medan...betapa berat beban yang harus saya alami....

Kembali 26 hari kemudian setelah kepergian papi, kami harus merelakan kepergian mami kami....dalam waktu 1 bulan kami menguburkan kedua orangtua kami...kedua orangtua kami yang amat sangat kami sayangi, bahkan di tahun 2009, tahun pertama kali mami didiagnosis kanker multiple mieloma grade IIIb ( late stage) dan prof hematologi yang mengatakan usia mami tidak lebih dari 3 bulan karena kankernya sudah metastasis ke tulang dan ginjal dan kaknker sudah menyebar 70% keseluruh tubuh.  Saya yang sedang menjalani masa PPDS Anak di RSCM selalu menangis setiap hari melihat kondisi mami sampai saya selalu memakai masker supaya teman2 tidak melihat wajah dan  mata saya yang selalu bengkak. Setelah cape menangis, akhirnya sambil berdoa saya membuat tawaran pada Tuhan" Tuhan...saya masih muda, saya tidak punya anak dan tidak akan ada yang kehilangan saya...saya mohon pada Tuhan, jangan ambil nyawa mamiku tapi saya rela Tuhan ambil nyawaku sebagai ganti nyawa mami"

Tuhan menjawab doaku dengan memberikan mujizat mami hidup lebih panjang, semua teman2nya dengan sakit yang sama meninggal namun mami bertahan dan bahkan sehat selama 5 tahun terakhir...mami mampu jalan2 ke mana mana dan melakukan aktivitasnya sehari hari....namun ternyata Tuhan memanggil papi dan mami bersamaan.

Setelah kejadian ini, saya mengerti..kita yang mengikut Tuhan tidak akan terbebas dari masalah...Tuhan tidak pernah menjanjikan kita akan bebas masalah namun Tuhan selalu menjanjikan KEKUATAN. Pada saat imanmu diuji, pada saat itulah Tuhan menilaimu...sanggupkah engkau melewati ujian atau tidak dan apakah engkau tetap bersyukur pada Tuhan atau tidak...karena mereka yang tahan uji dan tetap setia pada Tuhan akan menerima mahkota ( Yakobus 1:  12) namun mereka yang lemah dan menyerah akan menerima kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya.

Sejak kepergian papi mami, fokus hidup saya berubah. Kalau dulu saya berfokus menjadi dokter anak yang kaya raya, dokter anak terkenal dan hebat....namun sekarang fokus saya berubah....saya berusaha semampu yg saya bisa untuk menolong orang atau pasien saya...saya butuh duit tapi saya tidak fokus menjadi orang yang kaya raya.
Kekayaan tidak terlalu menarik lagi bagi saya, karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri....rumah papi mami, mobilnya, harta bendanya ditinggal begitu saja pada waktu Tuhan panggil....jadi bila semua itu tidak kekal, untuk apa saya berlomba2 mengejarnya?

Meskipun saya tidak terlalu ngotot mencari uang, namun PUJI TUHAN....dengan masa kerja saya yg baru aktif 9 bulan, Tuhan membuka pintu2 rejekinya dengan amat sangat luar biasa sehingga saya terheran heran....pada waktu itulah saya membuktikan kata kata firman " berkat Tuhan yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahi" (Amsal 10:22)

Beberapa orang merasa heran melihat saya dan abang serta adik saya yang merasa begitu kehilangan orangtuanya, padahal banyak orang yang ditinggal orangtuanya tidak sesedih dan sedepresi kami. 

Jawabannya sederhana, tidak semua orang punya hubungan yang kuat dengan orangtuanya, banyak yg tidak terlalu akrab dengan orangtuanya. Namun,  hubungan kasih kami dengan mami papi amat sangat kuat, kami benar benar dicintai dan dikasihi oleh mami papi. Kami selalu menyempatkan diri kami pulang di hari2 ulangtahun mami papi sebagai bentuk terimakasih kami pada mereka berdua...tanpa didikan mereka berdua, kami hanyalah manusia yang sekedar bernafas...namun karena didikan mereka, kami bukan hanya bernafas namun kami mampu melakukan sesuatu yang baik pada orang lain.


Cerita ini saya ceritakan apa adanya, kejadian pada waktu saya berbahasa roh dan melihat papi di sorga disaksikan hampir 200 an orang yang memang sedang mengikuti prosesi pemakaman papi. Saya tidak menambahi atau mengurangi cerita ini, biarlah pengalaman ini menjadi kekuatan bagi mereka yg mebutuhkan dan menjadi saksi bagi mereka yang belum percaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar