Selasa, 24 Oktober 2017

KESAKSIAN NITA PELAMONIA DISEMBUHKAN DARI PENYAKITNYA : PENYAKIT KARENA TIDAK MAU MENGAMPUNI ORANG LAIN

Awalnya mengalami sakit kulit, gatal-gatal akibat terkelupasnya kulit di sekujur tubuhnya.Dimulai dari 2 titik seperti bintil merah pada sisi perut bagian kiri dan kanan. Lalu bergerak terus dari hari ke hari ke atas dan ke bawah sehingga seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit kulit seperti eksim yang gatal sekali dan menebal di kulit. Setelah 2 bulan berjalan saya diserang oleh satu penyakit yang saya tidak tahu itu apa tetapi saya mendadak mengalami dehidrasi (kehilangan cairan) dan buang air besar secara mendadak sekaligus. Saya diantar oleh suami saya ke dokter karena perasaan saya sudah tidak enak dirumah.

Akhirnya pada waktu sampai di rumah sakit, saya pingsan dan cairan itu keluar sekaligus. Untung dokter bisa mengatasi hal itu dengan memberikan infus secepatnya sehingga saya terselamatkan. Selama 1 minggu saya dirawat di rumah sakit tetapi tidak dapat ditemukan penyakitnya apa. Setelah itu saya pulang ke rumah. Waktu tiba di rumah saya melakukan aktivitas seperti biasa. Kira-kira 5 hari kemudian saya merasakan sakit ditusuk-tusuk dari luar seperti orang ditusuk oleh pisau lalu dicabut lagi. Tidak tertahankan sakitnya. Ketika saya dirawat, biasanya saya bisa diinfus tetapi saya tidak bisa diinfus lagi karena nadi vena yang biasa dipakai untuk menusukkan jarum infus itu pecah walaupun pakai jarum untuk bayi. Urine saya warnanya coklat seperti coca cola dan feses saya putih seperti kapas .

Pengecekan oleh dokter pada air seni dan muntahannya tidak memberikan hasil. Diagnosa dokter gagal untuk memastikan apa penyakitnya . Saat itu suami nyonya Nita memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan isterinya. Hamba Tuhan itu menanyakan kepada saya, apakah saya pernah menyakiti dan membenci seseorang dan tidak bisa mengampuninya ?

Lalu saya mulai berpikir apakah urusannya dengan penyakit saya, tetapi ketika dijelaskan bahwa Tuhan akan mengampuni kamu jika kamu mengampuni orang yang telah menyakiti hati kamu. Saat itu saya teringat bahwa saya benci kepada ayah saya sendiri. Lalu hamba Tuhan itu bertanya kepada saya, “Maukah kamu sembuh, kamu harus mengampuni ayahmu.” Itulah syarat untuk saya sembuh. Saya didoakan dan saya melihat bagaimana Tuhan bekerja. Jam 09.00 malam saya merasakan serangan yang luar biasa. Saatnya mungkin saya harus pergi meninggalkan dunia ini karena kematian datang dari ujung kaki simetris ke arah tangan berjalan bersama-sama seperti tidak mempunyai rasa, tubuh saya mati dari ujung kaki dan terus merambat keperut sampai kelambung nafas hanyai sampai di dada dan leher.

Rasanya Tuhan saya tidak kuat lagi. Jika saya mau diambil Tuhan tolong saya, tetapi kalau saya masih diberi kesmpatan untuk hidup, pakai saya. Tuhan tolong saya, tolong saya. Pada saat itu dalam keadaan yang seperti itu dimana pikiran saya masih utuh tetapi badan saya tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak merasa mempunyai badan, tiba-tiba ada sinar yang terang benderang turun persis di sekujur tubuh saya. Terangnya bukan main pada saat yang bersamaan saya melihat orang-orang di sekeliling saya seperti xtrim. Bisa dibayangkan begitu takutnya saya waktu itu, saya pikir itulah saat kematian saya sambil berteriak Tuhan tolong saya, tolong saya.

Esok harinya nyonya Nita diperiksa dokter dan hasilnya sungguh luar biasa. Penyakit tersebut hilang menurut pengecekan dokter. Tubuh saya, kulit saya yang sebelumnya merah padam dan berair jadi kering dan menjadi kulit yang terkelupas dan perut saya yang besar itu menjadi kempes dan rasanya yang tidak karuan dan sakit sekali itu hilang sirna. Saya bangun benar-benar sehat.

Kuasa mujizat Yesus sungguh menyembuhkan segala penyakit nyonya Nita dan saat ini nyonya Nita aktif bersama suaminya membuat program acara keluarga di televisi.

Semuanya yang saya alami ini tentunya karena Tuhan Yesus Kristus. Tuhan kita.

(2 Tawarikh 20:9 [LAI TB] Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar