Rabu, 29 November 2017

KESAKSIAN KISAH NYATA ! DISEMBUHKAN DARI KELUMPUHAN ANEH

Shalom sahabat Kerajaan, dahsyat!

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-raendirincangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:11

"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." - Yesaya 53:4-5

Sahabat, saya sering menyampaikan kesaksian orang lain yang sungguh membangun iman kita. Tetapi kali ini, melalui blog ini, saya mau menyaksikan secara ringkas, sebuah kisah nyata yang pernah saya alami sendiri, bagaimana Tuhan Yesus, telah menyembuhkan saya dari penyakit kelumpuhan yang aneh, yang telah saya alami selama kurang lebih 10 tahun (1992-2002).

Nama saya, Yakobus Edy Susanto (bisa juga dikenal James Edy). Saya bertobat sejak tahun 1988 sampai sekarang. Sejak tahun 1990, saya telah menyerahkan diri kepada Tuhan untuk melayaniNya dan belajar di sebuah Seminari di Jakarta (Institut Theologia dan Keguruan Bethel Jakarta - ITKI Bethel Jakarta). Namun sejak tahun 1992, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, saya mengidap sebuah penyakit kelumpuhan yang aneh. Kelumpuhan ini saya alami ketika saya sedang mengikuti kuliah di seminari tersebut. Diawali dengan sakit pinggang, tiba-tiba saya kehilangan kemampuan untuk berdiri dan berjalan.

Suatu hari, ketika saya baru selesai mengikuti sebuah kuliah, tiba-tiba saya tidak mampu berdiri. Seluruh tubuh lunglai. Saya hanya mampu menggerakkan leher saja. Saya dibawa ke dokter, tetapi dokter belum bisa menemukan apa sebenarnya penyakit yang saya alami. Sampai tahun 1997, sudah sekitar 5 kali saya diopname di RS karena penyakit ini.

Sejak saat itu, saya terus mengalami kelumpuhan setiap 2 minggu sekali. Setiap kali lumpuh, saya alami selama 4-5 hari. Setelah itu, secara aneh, penyakit itu berangsur-angsur mereda dengan sendirinya, lalu akan kumat lagi 2 minggu kemudian. Hal ini terus terjadi bahkan sampai ketika saya sudah pindah ke Pontianak untuk melayani Tuhan secara fulltime di gereja Psalm 21 Succesfull Community , Pontianak, sebagai penulis warta gereja, renungan, wartawan Psalm 21 Magazine, edittor buku-buku terbitan Psalm 21 Publishing, serta melayani juga sebagai pengkotbah/pengajar, pemusik (keyboard), serta instruktur keyboard/piano di Psalm 21 School. Bisa anda bayangkan? Dengan kegiatan yang "segudang", kelumpuhan aneh ini masih terus menghantui saya.

Namun puji Tuhan, Dia mulai membuka jalan bagi kesembuhan saya. Menurut analisa seorang sahabat dari Jakarta, yang juga adalah dokter ahli penyakit dalam, kelumpuhan saya ini terjadi akibat dari kurangnya vitamin Kalium dalam tubuh. Ini adalah jenis penyakit langka, hanya 1 dari 1000 jiwa yang memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini. Saya harus mengkonsumsi vitamin Kalium dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 6 butir/hari, seumur hidup. Ini cukup menyulitkan saya karena harganya lumayan mahal untuk ukuran kantong saya. Belum lagi efek sampingnya, karena kelebihan dosis vitamin ini, dapat menyebabkan penyakit jantung dan ginjal. Untuk dapat mengonsumsi dosis yang tepat, maka saya harus cek di laboratorium medis setiap 3 bulan sekali, untuk mengetahui kadar Kalium yang saya butuhkan.

Namun, keadaan yang menyulitkan ini, tidak menyurutkan semangat saya untuk memenuhi panggilan pelayanan. Di atas sudah saya ceritakan bahwa sejak Tahun 1993, saya bergabung dengan Psalm 21 Successful Community, Pontianak. Namun penyakit itu tidak kunjung sembuh. Bahkan setiap kali kambuh, saya tetap melayani sebagai musisi. Banyak teman-teman sepelayanan yang sering menggotong saya untuk turun-naik ke mimbar, ketika saya sakit. Dalam kondisi seperti ini, sayu tetap melayani, bahkan juga sampai ke daerah pedalaman Kalbar. Semua Kabupaten sudah pernah saya kunjungi dalam rangka pelayanan, kecuali Kabupaten Ketapang yang belum pernah.

Suatu ketika, di tahun 1997. Ketika itu, penyakit ini sedang kambuh. Saya berdoa sesuai dengan iman yang timbul dari perenungan kedua ayat di atas. Saya percaya, Tuhan Yesus tidak pernah merancangkan penyakit untuk saya. Mungkin penyakit ini terjadi atas dosa saya di masa lampau. Saya sujud dan mengakui semua dosa saya. Selain itu saya juga percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menanggung penyakit saya. Saya bertekad bahwa saya harus sembuh! Saya tidak mau terus-menerus mengkonsumsi vitamin Kalium lagi.

Iman saya timbul. Dengan iman ini, saya bersemangat untuk melawan penyakit ini. Ketika itu, sudah hampir pukul 24 malam, seluruh tubuh saya masih lunglai. Setelah berdoa, di dalam nama Tuhan Yesus, saya mencoba untuk duduk. Berkali-kali saya gagal, namun berkali-kali itu juga saya terus mencoba dengan semangat. Akhirnya secara ajiab saya mampu duduk sendiri, di dalam kamar tidur, tanpa dibantu oleh siapapun.

Sudah berhasil duduk, saya mencoba berdiri. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya puji Tuhan, saya bisa! Saya sangat lelah, keringat bercucuran. Tapi saya tetap semangat mencoba. Dengan berpegangan, saya mencoba untuk berjalan. Singkat cerita, ketika pukul 6 pagi, besoknya, saya sudah mampu berjalan.

Haleluyah, itulah pengalaman terakhir saya mengalami kelumpuhan. Tahun 1997 saya menikah. Sejak saat itu, kelumpuhan aneh yang saya alami, disembuhkan Tuhan Yesus secara ajaib. Sampai saat ini, puji Tuhan, saya tidak lagi pernah mengalami kelumpuhan ini. Vitamin Kalium, yang seharusnya saya terus konsumsi seumur hidup, tidak pernah lagi saya minum.Saat ini, saya hidup bahagia dengan seorang istri yang cantik dan cinta Tuhan, Elizabeth Oi Su dan dikaruniakan 2 anak, yaitu seorang putri, Michelle Gracia Susanto dan seorang putra, Dave Jonathan Susanto.

Copas : edy-fajarpengharapan.blogspot.co.id

Sabtu, 25 November 2017

KESAKSIAN SESEORANG YANG TERLIBAT DENGAN ALIRAN SATANISME





Salam kenal, sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya. Saya lahir di sebuah kota kecil di daerah Sulawesi Tengah dan dari keluarga kristen pantekosta, sejak kecil saya adalah anak kristen yang taat ke gereja bahkan ikut persekutuan-persekutuan doa. Namun, sebenarnya di keluarga kami masih sangat percaya akan dunia okultisme (perdukunan). Bahkan, mempraktekkannya terutama paman-paman dan oma dari keluarga papa saya, karena kami hidup dan menetap di sebuah kota kecil bahkan sangat dekat dengan pedesaan. Hal ini berlangsung turun temurun, padahal oma saya adalah anggota majelis di gereja kami.

Kehidupan keuangan keluarga kami pun bisa di bilang berkecukupan bahkan berlebih untuk ukuran di kampung saya ini karena orang tua saya punya usaha toko kelontong grosiran. Langganan toko kami pun banyak dari pedagang-pedagang kelontong dari desa sekitar bahkan dari pulau-pulau kecil di sekitar. Sungguh, berkat Tuhan begitu melimpah buat keluarga kami pada waktu itu. Namun, suatu ketika cobaan pun datang dalam kehidupan keluarga kami. Papa saya terlibat perselingkuhan dengan perempuan di kampung sebelah. Hal itu sebenarnya sangat tertutup rapat dan tidak diketahui oleh kami sekeluarga. Tapi memang insting seorang istri sekaligus mama saya dibukakan oleh Tuhan sehingga mama saya mulai curiga dengan gelagat papa saya yang suka marah-marah ga jelas.

Akhirnya puncaknya terjadilah keributan antara mama dan papa di rumah, saat itu pun saya sebagai seorang anak yang sudah dewasa (19th) merasa saya harus membela mama saya apalagi papa kalo marah suka mukul.

Saya segera melerai keributan mama dan papa malam itu, tetapi yang terjadi adalah papa malah tambah emosi dan akhirnya saya pun ikut terpancing emosi dan kami pun berkelahi. Sungguh hal yang tak pernah saya pikirkan saya memukul jatuh papa saya. Namun, itu tidak membuat suasana tenang malah tambah parah. Papa segera ke dapur untuk mengambil parang/golok dan kembali mengejar saya. Perkelahian maut yang tak terelakan lagi. Beruntung tetangga berdatangan melerai kami bahkan saya ingat pada waktu itu juga polisi datang tapi diusir oleh papa saya.

Malam itu setelah dilerai, papa saya dibawa oleh paman saya untuk sementara tidur di rumahnya. Mama begitu sedih dan frustasi melihat keadaan ini dan akhirnya mama memutuskan dan menyuruh agar saya segera berangkat ke Jakarta esok harinya.

Di Jakarta inilah awal baru kehidupan saya dimulai. (Oh iya sebelumnya ketika masih di kampung, kelakuan saya pun nakal, saya sering ikut balapan liar, mabuk-mabukan bahkan berkelahi). Selama 4 tahun hidup di Jakarta, saya sangat taat terhadap Tuhan, rajin gereja, berdoa, bahkan puasa dan penyembahan pribadi dengan Tuhan pun sering saya lakukan.

Namun, mungkin karena dosa kutukan keturunan (praktek okultisme oleh keluarga sebelumnya) iblis berusaha menggoyahkan iman saya lagi, dan akhirnya saya pun jatuh kedalam dosa jebakan iblis ini melalui godaan kehidupan glamour ibukota. Saya sering ke diskotik dan tempat-tempat hiburan malam lainnya sehingga terjerumus dalam dosa perzinahan. Iblis begitu kuat mencengkram kehidupan saya dan membuat saya berpikir bahwa uang adalah segalanya di dunia ini. Pikiran saya hanya uang dan bagaimana menghasilkan uang dengan cepat dan banyak yang akhirnya membawa saya masuk dan terjerumus lagi dalam dunia perjudian. Sungguh jebakan iblis itu sangat terencana dan rapi sehingga kita pun tidak menyadari semakin dalam sudah masuk dalam cengkramannya.

Oh iya, saya juga saat itu sudah mulai lagi dibuat ingat oleh iblis akan dunia okultisme yang dulu pernah dilakuin keluarga saya, dan saya pun tergoda untuk mencari lagi praktek ini. Karena teknologi sudah canggih pencarian pun saya lakukan melalui internet dan saya mendapat suatu hal menarik yang membahas soal dunia malaikat dan malaikat jatuh (fallen angel “Lucifer dkk”) ternyata itu adalah sebuah cerita tulisan dari seorang pengikut aliran Satanic. Saya pun memberanikan diri menghubunginya dan setelah dia tanya-tanya akhirnya saya diijinkan untuk datang ke alamatnya.

Kesan pertama yang saya dapat dari para pengikut Satanic ini adalah mereka cukup ramah terhadap siapa saja (ini adalah trik mereka, agar orang baru merasa nyaman dan tertarik akan perkataan-perkataan mereka). Berteman dengan orang ini membuat saya semakin jauh mendalami dunia dan aliran ini, bahkan saya berkenalan lagi dengan beberapa orang lainnya dari aliran berbeda seperti Necronomic, Afro, Paganism, Kejawen, Thai Amulet dll. Yang semuanya pada intinya adalah aliran kepercayaan akan kekuatan-kekuatan magis dari suatu benda isian (jimat/amulet) dan kepercayaan akan Satan/Setan/Iblis/Lucifer dkk.

Sebagai orang yang senang akan sesuatu yang misteri dan rahasia, saya pun sangat mendalami dan senang akan semua artikel bacaan, cerita-cerita dari semua aliran ini dan saya pun terlibat dalam ritual dan memakai jimatnya. Bantuan-bantuan mistis itu memang nyata dalam kehidupan saya, terutama dalam hal perjudian saya selalu menang dan sedikit kalah, saya takabur menjadi sombong dan foya-foya, makin parah dalam perzinahan sampai suatu saat Tuhan bilang, “Cukup anak-Ku.!!” Dan semuanya pun selesai, segala kesenangan saya selama ini berbalik drastis, judi yang tadinya selalu menang menjadi kalah terus. Bahkan, tidak bisa sekalipun menang/untung.

Saya masih belum juga sadar pada waktu itu. Saya berpikir mungkin lagi sial dan saya makin bergelut lagi dengan setan-setan sembahan saya (waktu itu saya menyembah demon barbatos, noferathu dan mamon), tetapi hasilnya sama saya kalah dan baru sadar ketika uang kemenangan saya sebelumnya habis sudah dan sekarang menjadi minus alias saya berhutang kepada bandar judi dan untuk menutupi hutang itu sementara saya belum bisa bayar, saya diajak bekerja pada bandar judi tersebut sebagai bagian penagihan hutang.

Selain frustasi hutang yang menumpuk sana sini, cobaan lain pun datang. Perselingkuhan perzinahan saya di dunia malam ketahuan istri saya. Sungguh bagai geledek menyambar saya rasanya istri bener-benar shock tahu sifat saya selama ini. Keributan yang benar-benar tak terhindarkan lagi bahkan hampir berujung pada perceraian. Beruntung Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan meluluhkan hati istri saya dan mertua saya sehingga ketika kami duduk bersama semua keluarga untuk merundingkan masalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan opsi perceraian pun dibatalkan (Puji Tuhan).

Tapi cobaan tidak berhenti sampai dsini, usaha orang tua saya di kampung pun mengalami cobaan, toko yg tadinya ramai menjadi sepi bahkan hutang sudah jatuh tempo belum bisa terbayar sehingga membuat toko mengalami kebangkrutan dan ditutup. Untuk membayar hutang kepada bank, rumah di kampung menjadi aset sitaan, juga tanah, mobil dan emas perhiasan yang pernah di beli mama sebagai aset simpanan itu pun juga harus dijual untuk membayar hutang kepada supplier. Semua habis sudah dijual dan membuat kedua orang tua saya untuk hijrah ke daerah Manado tempat dimana adik saya kuliah dan mereka memulai hidup baru disana. Mereka hidup mengontrak rumah kecil dan papa memulai usaha baru yaitu bengkel kecil untuk tambal ban dan oli motor. (Puji Tuhan) Tuhan masih memberi berkat meski kecil, kepada orang tua saya.

Namun cobaan lain juga masih datang, iblis selalu saja tidak tinggal diam, papa saya terkena stroke ringan dan mama terkena penyakit kelenjar getah bening, makin hari kondisi mereka semakin memburuk. Papa dan mama yang tadinya gemuk berisi jadi kurus kering hampir seperti tulang dibungkus kulit. Sedih hati ini ketika saya melihat mereka lagi ketika mereka datang ke Jakarta untuk berobat.

Berbagai Pendeta sudah membantu mendoakan supaya penyakit orang tua saya disembuhkan terutama mama yang kaki dan perutnya membesar karena cairan dari kelenjar getah bening tersebut. Bahkan, kaki mama yang bengkak sampai keluar air/nanah terus. Menurut beberapa Pendeta yg pernah mendoakan orang tua saya ini, kata mereka ini adalah pekerjaan roh jahat/ santet. Orang tua saya telah disantet oleh lawan dagang di kampung kami sehingga toko bangkrut dan orang tua saya juga tiba-tiba mendapat penyakit ini (padahal tadinya sehat-sehat saja).

Oh Tuhan, saya hampir putus asa sampai dipersoalan ini, saya mulai bertanya dimanakah Tuhan, apakah Tuhan mendengarkan doa kami?

Sampai saat itupun iblis masih tetap menggoda saya dan menguji iman saya sehingga saya berpikir apabila berobat ke dokter tidak sembuh, didoakan Pendeta juga sama saja, maka masih ada satu cara lagi yaitu pengobatan ala satanic (di aliran satanic ada diajarkan mantera untuk menyembuhkan seseorang dari sakit). Saya sempat berpikir cara itu, tapi untungnya Tuhan bekerja luar biasa dalam hati saya, meneguhkan saya agar tidak terjerumus lagi ke dalam dunia okultisme itu. Saya ingin bertobat dan kembali dalam lindungan kasih Tuhan.

Sampai saat kesaksian ini saya buat orang tua saya masih tetap dalam kondisinya dan telah kembali ke manado karena tidak adanya biaya lagi untuk berobat, tetapi Puji Tuhan kabar terakhir dari kakak dan adik saya bahwa kondisi mama sudah mulai membaik, kakinya saya bengkak mulai turun bengkaknya dengan cuma mengkonsumsi obat saya kami beli sendri tanpa resep dari dokter.

Dan bagi siapa saja saya membaca kesaksian saya ini, saya mohon bantuan doanya agar kondisi orang tua saya kembali dipulihkan seperti sedia kala, usaha mereka pun diberkati lagi, dan saya juga agar saya bisa melunasi hutang-hutang saya kepada bandar judi sehingga saya dapat berhenti dari pekerjaan saya menagih hutang. Karena saya ingin hidup normal kembali, bekerja normal, tidak ada tuntutan dan yang terpenting tidak ada hutang, sehingga keluarga saya dapat hidup tenang.

Saya percaya Tuhan saya Yesus Kristus Allah yg hidup dan akan membantu saya menyelesaikan masalah saya ini dalam rencana Nya, Amin.


Catatan tambahan dari kebenaranalkitabmain.blogspot.com:
Dari kesaksian di atas, kita bisa menarik pelajaran bahwa janganlah sekali-kali kita bermain-main dengan kuasa roh-roh jahat, dukun-dukun atau setan-setan. Mereka semua hanya menawarkan kenikmatan sesaat saja, tetapi setelah itu mereka akan menuntut jiwa kita karena kita telah mengikat perjanjian dengan mereka.

Tuhan sendiri sangat tidak senang jika kita menduakan Dia dimana kita sambil menyembah Tuhan Yesus, tetapi kita juga menyembah roh-roh jahat. Ada begitu banyak orang-orang Kristen saat ini yang meskipun mereka sering hadir di gereja, bahkan tidak sedikit di antaranya adalah pendeta, majelis, dll, tetapi ternyata mereka semua terlibat dalam praktek-praktek perdukunan dan mengikat perjanjian dengan roh-roh jahat.

Ingat! Tuhan kita adalah Tuhan yang pencemburu dan sangat tidak senang jika kita menyembah ilah-ilah lain. Dia akan menghajar kita jika kita menyembah ilah-ilah lain.

(Keluaran 20:2 [LAI TB] Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,)

Tuhan tidak akan segan-segan menghajar kita jika kita bermain-main dengan roh-roh jahat dan bersekutu dengan roh-roh jahat. Tuhan akan memukul kita dan menimpakan tulah ke atas kepala kita karena kita telah mengikat perjanjian dengan roh-roh jahat.

Jadi, jika saat ini kita sedang bermain-main dengan roh-roh jahat dan sedang bersekutu dengan mereka atau sedang memasang banyak jimat, segeralah bertobat karena Tuhan serius dalam firman-Nya.

Well, orang yang telah menulis kesaksiannya di atas (yang kita tidak tahu siapa namanya), semoga kiranya Tuhan Yesus memberikan jalan keluar bagi masalah yang sedang dia hadapi dan Tuhan Yesus mengadakan pemulihan bagi keluarganya. Mari kita sama-sama doakan dia. 

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

Jumat, 24 November 2017

PEREKONOMIAN KELUARGA DIPULIHKAN


Pada tahun 1990, dengan maksud membawa keluarga keluar dari himpitan ekonomi, Sri justru terjebak ke arah yang salah. Sri terjerat dalam hutang yang luar biasa besar. Karena sangat takut pada suami, Sri tidak berani memberitahukan masalah yang ia alami pada suaminya, Edy. Setelah Edy tahu bahwa istrinya mempunyai hutang yang banyak, lalu bangkitlah murkanya karena Edy merasa tidak mempunyai hutang pada siapapun.Lalu mereka berdua bekerja keras untuk melunasi hutang tersebut. Namun hal itu tidaklah mudah. Membutuhkan waktu yang lama untuk membayar semua itu. Mereka mencari uang, tetapi tidak pernah cukup untuk membayar hutang tersebut. Setelah mereka hitung-hitung semua hutang mereka, memerlukan waktu sampai mereka berusia 80 tahun baru hutang mereka terbayar semuanya. Mereka juga mengalami hal yang buruk.

Pertengkaran tidak dapat dihindari. Mereka bertengkar setiap hari, suasana rumah menjadi tidak harmonis. Kebutuhan anak-anak pun tidak dapat terpenuhi.Bukan hanya keadaan ekonomi yang morat-marit, tetapi mereka juga tertekan karena penagih hutang yang datang hampir setiap hari. Penagih hutang itu menekan mereka sedemikian rupa supaya mereka membayar hutang mereka. Bahkan ada yang membawa preman, polisi bahkan tentara. Depresi dan ketakutan menghantui keluarga ini. Mereka tidak dapat tidur dengan tenang. Hal ini menjadi lingkaran setan dalam hidup mereka.Mereka merasa hidup mereka melarat, mereka kepahitan dan banyak lagi hal yang tercampur aduk. Didalam kekecewaan mereka, mereka berpikir untuk bunuh diri, dengan bunuh diri mereka merasa masalah pasti akan selesai. Tetapi ditengah-tengah kekalutan mereka, ada suara lembut yang timbul dalam hati Sri. Suara itu mengingatkan Sri bahwa bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan menambah masalah. Belum lagi anak-anak mereka yang masih membutuhkan orangtua.Tetapi karena Sri rajin beribadah, maka Sri tersadar dan minta ampun kepada Tuhan karena sudah berpikir bodoh seperti itu.

Sri pun bertobat dan dengan suaminya berkomitmen untuk mencari Tuhan dan meminta pertolongan Tuhan. Mulai saat itu mereka berdua mencari Tuhan dengan benar. Mereka membaca Firman, mereka berdoa dan meminta belas kasihan Tuhan atas kehidupan keluarga merekaSetelah itu mereka setia mencari kehendak Tuahn, kehidupan mereka berubah total. Mereka mengalami hal yang tidak pernah mereka pikirkan dan bayangkan. Sri yang sebelumnya tidak bisa memasak, menjadi pintar memasak dan membuka usaha katering. Mulai dari hanya 3 orang lalu menjadi 300 orang. Bahkan karena terlalu banyaknya pesanan, Sri sampai harus menolak beberapa pesanan. Edy juga mempunyai toko. Dari hanya 1 toko menjadi 5 toko. Merekapun memiliki tanah, rumah dan kendaraan.Kehidupan mereka diberkati dengan luar biasa. Tuhan mempercayakan banyak hal dalam hidup mereka dengan berlimpah. Ekonomi dan hubungan dalam keluarga mereka dipulihkan. Mereka hidup bahagia dan itu semua karena kebaikan Tuhan.

(Kesaksian ini ditayangkan 9 Desember 2008 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

sumber kesaksian:Edy dan Sri Palastri
http://yesuskristus.com/index.php?option=com_content&task=view&id=106&Itemid=28

Selasa, 21 November 2017

Kesaksian Soedono Wijaya Terbebas dari Jerat Narkoba



Kesaksian

Ketika badai krisis moneter menerpa negeri ini, pada tanggal 5 Juni  1997, kami memutuskan untuk pindah dari kota Medan dan meneruskan  kembali bisnis properti dan jual beli mobil di kota kelahiran saya,  Surabaya. Ketika usaha tersebut sudah berjalan dengan baik, saya menyerahkannya kepada anak dan istri untuk mereka kelola, sehingga  saya mulai mempunyai banyak waktu senggang. Saat itu, salah seorang  saudara dari istri mengajak saya untuk pergi ke gereja. Namun, setelah berada di ruang ibadah, saya melihat orang-orang di situ bernyanyi  sambil berdiri dan bertepuk tangan penuh sorak-sorai. Sambil tertawa kecut, hati saya mulai mengatakan bahwa tempat ini bukanlah tempat  yang cocok bagi saya. Maka, saya mengurungkan niat untuk percaya pada Tuhan Yesus dan tidak pernah menginjak gereja itu lagi.

Pada tahun 2000 yang lalu, karena mempunyai waktu senggang, saya mulai melakukan lagi kebiasaan-kebiasaan jelek yang pernah saya lakukan  bersama dengan teman-teman waktu masih tinggal di Medan, sekitar tahun  1993-1995. Berjudi sambil bersenang-senang di diskotek dan menikmati  alunan musik bingar-bingar di ruangan yang remang-remang, ternyata jauh lebih menarik bila dibandingkan dengan alunan musik di gereja.

Setelah berkali-kali menggunakan ekstasi, kawan-kawan saya mulai menawarkan untuk mencoba mengisap sabu-sabu. Tetapi karena badan saya agak besar, mengisapnya 5 kali tidaklah terlalu terasa dampaknya. Oleh  karena itu, saya dianjurkan untuk mengisapnya sebanyak 10 kali. Mula- mula, menggunakan obat-obat tersebut hanyalah sebagai pemacu semangat  kerja saya. Namun beberapa bulan kemudian, obat-obatan itu mulai  menjerat saya, terutama jika terjadi masalah di rumah atau pada bisnis  saya. Pilihan saya hanya tertuju pada barang haram itu, menghisapnya  lagi dan lagi, sampai akhirnya menjadi ketergantungan dan tidak bisa terlepas darinya.

Sebenarnya, saya ingin berhenti dari obat-obatan itu. Saya dan istri  saya mulai mencari jalan keluar dengan mendatangi dukun-dukun, bahkan  meminta pertolongan pada berhala-berhala kami. Seperti anjuran para  dukun tersebut, saya pun mulai mencoba untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan itu. Namun, badan saya mulai sakit dan tulang-tulang saya  terasa ngilu seperti ditusuk ribuan jarum. Karena tidak dapat menahan  rasa sakit tersebut, saya mengisap sabu-sabu lagi untuk membuat badan
saya fit kembali.

Kalau batang itu tidak masuk ke dalam tubuh saya, saya akan menderita "sakau (ketagihan)" dan kalau hal itu dibiarkan, saya akan mengalami paranoid. Apabila saya terserang paranoid, maka akan mudah tersinggung  dan curiga pada semua orang, akibatnya istri dan anak-anak sayalah yang menjadi sasarannya.

Suatu hari, setelah semalaman berpesta ekstasi dan sabu-sabu dengan  kawan-kawan di diskotek, pagi harinya saya tidak langsung kembali ke  rumah. Tanpa berpamitan terlebih dulu pada istri, saya bersama teman-teman berangkat untuk bersenang-senang di salah satu diskotek di  Jakarta. Karena hingga malam saya belum kembali ke rumah, istri dan  anak-anak saya mencoba menghubungi teman-teman saya. Namun, tak  seorang pun dari mereka yang mengetahui keberadaan saya. Maka, mereka  mulai mencari-cari saya ke setiap diskotek yang ada di Surabaya. Pada  hari yang ketiga setelah segala upaya yang dilakukan untuk mencari  saya tidak berhasil, istri saya mulai khawatir dan stres. Akhirnya, ia  pun jatuh sakit. Anak-anak yang memerhatikan ibunya dalam keadaan  seperti itu, segera melarikannya ke Rumah Sakit Mitra di Surabaya.

Ketika istri saya sedang dirawat intensif di ruang ICU, telepon  genggam yang baru saja saya aktifkan malam itu, tiba-tiba berbunyi.  Karena hanya teman-teman yang menelepon dan mengabarkan bahwa istri  saya sakit, saya tidak mempercayainya. Saya berpikir itu hanyalah upaya  untuk membuat saya segera pulang ke Surabaya. Tetapi tidak lama  kemudian, seorang tetangga kami, Dokter Hendro Gunawan, yang merawat  istri saya di rumah sakit, menelepon dan mengatakan bahwa istri saya sedang dirawat di rumah sakit, bahkan sekarang ini sedang ditangani  secara serius di ICU.

Setelah saya meyakini bahwa seorang dokter tak mungkin berbohong, maka saya segera membeli tiket pesawat untuk keberangkatan pada jam pertama besok pagi. Sesampainya di Surabaya, saya segera mencari istri saya ke rumah. Tetapi, saya tidak menemukannya sehingga saya segera menuju  rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, saya menemukan istri saya  sedang didoakan oleh beberapa orang pria. Sebenarnya, saya tidak  setuju dengan itu. Bahkan, hati saya sangat jengkel kepada mereka karena saya pikir cara itu tidak mungkin dapat membuat istri saya  sembuh dan sadar kembali.

Setelah didoakan oleh orang-orang tersebut, yang belakangan saya  ketahui bahwa mereka adalah anggota dari FGBMFI Surabaya, Kertajaya  Chapter, tak lama kemudian istri saya benar-benar sadar dan siuman.  Sejak saat itulah, istri saya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Sejak hari itu pulalah, istri saya mendoakan saya secara  terus-menerus, agar saya bertobat dan berhenti dari narkoba.

Seminggu kemudian, ketika saya tetap meneruskan petualangan saya di  dunia remang-remang diskotek, sekitar pukul 01.00 pagi, saya sedang triping berat. Tetapi tiba-tiba, kepala saya berhenti bergeleng-geleng, seolah menginjak rem. Tiba-tiba saya merasakan kesepian yang luar biasa dan langsung teringat pada Tuhan Yesus yang belum pernah  saya kenal sebelumnya. Saya mengatakan kepada Tuhan bahwa jika saya  bisa berhenti dari ekstasi, sabu-sabu, dan obat-obatan lainnya, saya  akan bertobat dan menerima Dia masuk ke dalam hati saya. Saya akan  beribadah kepada-Nya di gereja.

Sekitar lima sampai sepuluh menit kemudian, saya melihat wajah orang-orang yang sedang menari di depan saya menjadi seperti hantu. Ada juga  yang berwajah polos dan hitam, seperti katak yang sedang melompat-lompat, atau seperti binatang yang seram, yang akan menerkam saya.

Ketika saya berdiri, saya melihat pelayan-pelayan yang sedang membawa nampan minuman, berjalan tanpa wajah. Ketika saya menengok ke kiri,  saya melihat beberapa pelayan perempuan yang membawa minuman tetapi  tidak berjalan, seperti melompat-lompat. Karena sangat ketakutan, saya  segera melarikan diri ke luar ruangan. Para satpam yang mencegat saya  terlihat bertanya-tanya, tetapi karena tak berani mengatakan bahwa  saya baru saja melihat setan, maka saya hanya mengatakan bahwa saya  sedang kurang sehat. Teman-teman yang menyusul saya ke luar ruangan  melihat bahwa wajah saya masih merah padam karena pengaruh obat. Jika  saya pulang dalam keadaan seperti itu, maka bisa dipastikan bahwa saya  akan over dosis, kemudian sesak napas, dan meninggal. Sejak saya  terikat dengan narkoba, istri dan anak-anak saya telah melarang saya  untuk menyetir sendiri. Tetapi malam itu, saya mengatakan kepada  teman-teman bahwa saya harus pulang saat itu juga.

Sesampainya di rumah, istri saya yang membukakan pintu. Sambil melihat wajah saya yang masih merah padam, ia menanyakan tentang kepulangan saya, yang kurang lebih pukul 01.30 itu. Saya menjelaskan peristiwa  yang saya alami dan janji yang saya ucapkan kepada Tuhan di diskotek  tadi. Dengan tidak percaya, istri saya mengatakan bahwa saya sudah  gila atau sedang mengalami paranoid. Biasanya, saya bisa fit selama  tiga sampai empat hari hanya dengan tidur selama satu hari karena  pengaruh obat. Tetapi pada subuh itu, saya langsung merebahkan diri di  tempat tidur dan terlelap.

Biasanya, sarapan pagi saya adalah sabu-sabu yang sudah siap untuk  diisap, tetapi pagi itu saya tidak ingin menghisapnya lagi. Sepanjang  hari itu, lebih dari lima kali saya keluar masuk karaoke untuk mengisap sabu-sabu, tetapi setiap kali saya berusaha melakukannya,  saya tidak ingin memakainya lagi. Biasanya, jika tidak mengkonsumsi  sabu-sabu dalam dua hari, badan saya akan terasa tidak enak dan tulang-tulang saya terasa sangat sakit. Tetapi anehnya, saat itu sudah  hari keempat saya tidak mengkonsumsi sabu-sabu dan badan saya tidak terasa sakit seperti biasanya.

Beberapa hari kemudian, istri saya mengajak saya pergi ke rumah sakit  untuk direhabilitasi (cuci darah-urin). Setelah disuntik dan diinfus,  saya tidak sadarkan diri selama tiga hari. Pada hari yang keempat,  saya mulai siuman, tetapi seperti terkena parkinson. Kaki dan tangan  saya tak berhenti bergetar.

Melihat keadaan saya yang seperti itu, keluarga membawa saya untuk diperiksa oleh dokter saraf dan psikiater. Setelah diberikan terapi  namun belum mendapat kesembuhan juga, pada akhir Desember 2000 saya  dibawa oleh anak dan istri saya berjalan-jalan ke Eropa. Sebenarnya,  saya tidak ingin ikut bersama mereka karena keadaan badan saya yang  belum sembuh. Tetapi karena mereka sudah membeli tiket dan saya tak  ingin mengecewakan mereka, akhirnya saya ikut juga. Pada hari pertama  tiba di Eropa, saya dibawa untuk melihat-lihat bangunan gereja. Saya  sempat menggerutu bahwa kalau hanya ingin melihat gereja, di Surabaya  pun banyak gereja dan bangunannya jauh lebih bagus daripada di situ.  Keesokan harinya, walaupun saya menggerutu, ketika mereka kembali  membawa saya melihat suatu gereja, saya ingin berlama-lama tinggal di  gereja itu. Setelah satu jam berlalu, istri dan anak-anak mengajak  saya keluar dari gereja itu. Karena masih ingin berada di gereja itu,  saya mengatakan kepada istri saya dan pemimpin rombongan untuk keluar terlebih dulu, dan saya akan menyusul mereka lima menit kemudian.  Dalam waktu lima menit itu, tiba-tiba Tuhan mengingatkan saya pada  janji yang saya ucapkan pada Tuhan, bahwa saya akan bertobat dan datang ke gereja.

Di dalam gereja itu, saya berjanji bahwa sepulangnya dari Eropa, saya  akan bertobat dan mau ke gereja. Saya juga mau dibaptis. Tiga sampai  empat hari kemudian, istri dan anak-anak saya mengatakan pada saya  bahwa badan saya sudah tidak bergetar-getar lagi. Saya menjawab mereka  bahwa Tuhan Yesus-lah yang telah menyembuhkan saya.

Saat berada di Surabaya, kami sekeluarga menyerahkan diri pada Kristus  dan telah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Seiring dengan  pertobatan tersebut, Dr. Hendro Gunawan dan kawan-kawan dari FGBMFI  Kertajaya Chapter Surabaya membimbing kerohanian saya. Dalam sebuah  outreach meeting, mereka mengajak saya untuk bergabung menjadi anggota  FGBMFI. Sekarang, bukan hati saya saja yang semakin dipenuhi dengan  sukacita dan damai sejahtera oleh Tuhan, melainkan bisnis dan keluarga  kami pun dipulihkan hingga bertambah harmonis.

Soedono Wijaya sekarang menjadi anggota FGBMFI Chapter Surabaya. Pengusaha otomotif dan garmen di Jasmin Jaya ini, bersama istrinya,  Christina Irani, serta anak-anaknya, Tommy W., Fera Carolina W., Hendry W., Denny W., dan Jeanifer Yasmin W., bergereja di Mawar Sharon Surabaya.

Diambil dari: Judul buletin: SUARA (Full Gospel Business Men`s VOICE Indonesia)

Jumat, 17 November 2017

KESAKSIAN JAMES DONARDONO BERSEKUTU DENGAN SETAN : SETAN ADALAH TEMAN SEJAK KECILKU

Danardono sudah menjalin komunikasi dengan roh halus sejak kecil. Ketiadaan ayah yang sering pergi ke luar kota dan ibu yang kerap sakit-sakitan membuat James kerap melamun. Di dalam kesendirian inilah, ia berbicara dengan setan yang mendatanginya.


Tidak hanya menemani mengobrol, makhluk kasat mata ini juga memberikan bantuan ketika James sedang mengalami kesulitan dari teman-temannya. Pada saat dikerjai oleh anak-anak sebayanya, “kawan”-nya ini pun turun tangan membalas tindakan mereka.

Beranjak remaja, James pindah ke luar kota bersama keluarga. Di lingkungan barunya ini, ia bergaul karib dengan para preman. Oleh karena kedekatannya itu, ia pun selalu ikut serta dalam keributan-keributan dengan kelompok lain.

“Dan itu seringkali, kami seringkali ribut, tawuran dan tidak sedikit yang mati makanya dengan itu saya minta roh membantu saya dan rekan-rekan saya. Selain melindungi kami, juga dapat membuat kami kebal saat ditebas pedang dan benda-benda tajam lainnya,” Berjalan dengan waktu, setan menginginkan ‘hubungan yang lebih’ dengan James. Dalam hubungan yang barunya, setan mau tinggal di dalam diri James. Mendengar hal ini, James pun menolak permintaan setan tersebut.

Namun ternyata keputusannya ini hanya sebentar. Seiring dengan semakin banyaknya musuh yang ia miliki, James akhirnya bersedia menerima tawaran setan. Dengan kesadaran penuh, ia pun mau mengikuti sejumlah ritual-ritual menyeramkan yang dipersyaratkan kepadanya.

Hanya saja, belum setengahnya menjalani persyaratan, James sudah lari tunggang langgang. Ia pergi dari tempat dimana ia akan melakukan ritual karena ia merasakan ketakutan yang sangat.

Di tengah keadaan seperti itu, James memanggil nama Tuhan Yesus. Ia bisa melakukannya karena ia sempat diajarkan oleh sang kakak bahwa jika ia takut akan setan, sebutlah nama Tuhan Yesus.

Singkat kisah, James pun memutus hubungan dengan si setan. Akan tetapi, keputusannya ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kehidupannya semenjak itu terus diteror oleh makhluk-makhluk halus.

Tidak mendapatkan kedamaian di dalam rumahnya sendiri, James akhirnya mengungsi sejenak ke tempat sang kakak. Berharap situasi akan berubah ternyata itu salah besar. Situasi justru semakin buruk.

Bila dulu perasaan tidak nyaman hanya dirasakan oleh James, sejak kepindahannya itu sang kakak juga merasakannya.

Mengetahui adanya ketidakberesan ini, sang kakak suatu hari menawarkannya untuk didoakan oleh seorang hamba Tuhan. Walaupun dari lubuk hati terdalam enggan menyetujui, ia pun pada akhirnya mengiyakan juga.

Akhirnya dipanggil juga hamba Tuhan. Pada saat hamba Tuhan itu ketemu saya, ia langsung nembak, ‘Udah ngaku aja ilmu apa yang kamu pelajari?’ Mendengar itu saya pun langsung emosi dan memintanya langsung mendoakan saya”

“Ketika ia mulai mengangkat tangannya, saya tidak tahu mengapa seperti ada tangan yang besar yang mendorong saya ke bawah. Saya pun mulai melawannya dan membacakan mantra. Tetapi saat hendak mengucapkannya, mulut saya tidak bisa ngapain-ngapain”

Segala usaha penolakan yang dilakukan oleh James seperti sia-sia saat itu. Tubuhnya bahkan tiba-tiba menjadi kaku. Tidak lama sesudah itu, setan yang berdiam di tubuhnya pun keluar.

Kedamaian melingkupi James. Pencarian akan penerimaan dan kasih pun ikut berakhir saat ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya pada hari itu.

Kini, James hidup bahagia. Bersama dengan orang-orang yang ia cintai, ia menjalani hari-harinya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.

Senin, 13 November 2017

KESAKSIAN LASTRI TAMPUBOLON DIBEBASKAN DARI PERDUKUNAN

Kesaksian Lastri Tampubolon Dibebaskan dari Perdukunan

Perdukunan
Sejak usia lima tahun, Lastri Tampubolon telah melihat hantu dan setan yang sangat banyak. Hal itu membuatnya ketakutan. Roh jahat itu meneror hampir setiap malamnya. Akibat terganggu atas hal tersebut, tak jarang sang ayah sering bertindak kasar terhadapnya. Hal ini yang membuatnya menjadi pribadi yang kasar.

Suatu hari lastri mengalami gangguan selama satu minggu layaknya orang yang kerasukan. Hal ini membuat keluarganya memanggil seorang dukun. Namun pernyataan seorang dukun itu sungguh tidak masuk akal. Menurutnya Lastri tidak perlu diobati karena Lastri akan menjadi seorang dukun yang hebat. Karena menurut sang dukun itu, terdapat banyak roh halus didalam jiwa Lastri. Orangtua Lastri pun percaya akan hal itu karena faktor ketidaktegaan terhadap penderitaan yang dialami anaknya.

Kejadian itu belum usai. Suatu malam Lastri mengaku kemasukan roh dari nenek moyangnya. Hidupnya seketika berubah. “Ada kekuatan yang luar biasa, saya jadi suka untuk mengobati yang sakit. Dan saya digerakan oleh roh itu, untuk mengobati.” Karena hal ini, desanya pun gempar akan ketenarannya mengobati warga. Hal ini membuat sang ayahnya yang terpandang di desa itu melarangnya untuk membuka praktek pengobatan itu.

Ketika tak berapa lama sang ayah meninggal, Lastri pun bertambah kuat ilmu dan membuka praktek pengobatannya. Adakalanya dirinya dapat terbang dan mengambil roh orang lain untuk digunakan memuaskan nafsunya. Namun, hanya orang yang hidup didalam Tuhanlah yang tidak mampu diganggunya.

Adakalanya dirinya merasa terganggu dengan masa depannya ketika melihat teman-teman lainnya telah sukses dalam usaha, telah berumah tangga dan mencapai taraf hidup yang memuaskan. Dikala kekuatannya bertambah, tetapu kekhawatiran akan masa depan, terus menghantuinya.

Hingga suatu ketika dirinya berteriak di sebuah kebunnya untuk mempertanyakan hadirat Tuhan. Lastri merasa ada suara yang menyuruhnya untuk memilih dua jalan, jalan kanan untuk menjadi dukun yang besar dengan konsekuensi menjadi gila, dan jalan kiri untuk mengikut Tuhan. Hal itu membuatnya meminta saran kepada salah satu karibnya. Karibnya pun menghendaki dirinya untuk tidak memilih suara menjadi dukun. Namun, mendoakan yang terbaik baginya

Lastri pun memohon kepada Tuhan, agar didatangkan hamba Tuhan untuk membantunya berdiskusi dan mengenal Firman Tuhan. Ketika beberapa hamba Tuhan berdoa untuknya, Lastri pun mulai bermanifestasi. Seketika itu pula dirinya melihat ada roh ular, roh babi dan roh orang mati yang membuatnya ketakutan saat ini.

Ketika roh itu keluar, Lastri merasa bebannya terangkat dan dirinya merasa kelegaan dan kelepasan. “dan disitulah saya bertobat, dan saya terima Tuhan Yesus, jadi Tuhanlah Juruselamat saya.” Ungkapnya.

Setelah mengalami pemulihan, dirinya berangkat ke Jakarta. Disanalah dirinya bertumbuh di dalam Tuhan Yesus dan meninggalkan perdukunan. “Iblis atau roh perdukunan itu hanya menjatuhkan dan membodohi saya. Yesus baik telah mengubahkan kehidupan saya, telah menyembuhkan saya, telah melepaskan saya.”

Sumber: http://www.kisahnyatakristen.com/2012/06/24/ilmu-hitam-dan-perdukunan-rusak-hidupku/

Kamis, 09 November 2017

KESAKSIAN DOLLY DIBEBASKAN DARI NARKOBA


Sejak kelas lima SD, Dolly mulai coba-coba menggunakan narkoba hingga akhirnya ketagihan. Setiap hari dosisnya makin bertambah. Beberapa tahun kemudian tubuhnya menjadi sangat kurus karena diracuni oleh narkoba dan dalam melakukan aktifitas apa pun, dia harus mengkonsumsinya terlebih dahulu agar timbul rasa percaya dirinya. Sampai kelas tiga SMA, barang tersebut masih dikonsumsinya. Dia menyadari bahwa hidupnya menderita karena keterikatannya terhadap barang tersebut dan dia ingin sekali melepaskan diri dari keterikatannya.

Lulus SMA, Dolly berjuang untuk berhenti dan melepaskan diri dari keterikatannya. Kurang lebih dua tahun, dia berjuang sehingga ia pun dapat berhenti total. Namun tanpa disadarinya narkoba yang dikonsumsi selama ini menyebabkan banyak sekali kerusakan pada organ bagian dalam tubuhnya. Hal ini diketahui setelah setahun sejak ia berhenti total. Saat itu, dia sedang sakit dan harus dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, Dolly dinyatakan terkena Leukimia. Selain itu, ia mengalami kerusakan pada bagian ginjal, lever, dan lambung

Akhirnya ia dirawat di rumah sakit. Karena kekurangan biaya, Dolly ditempatkan di kamar yang berisi lebih dari dua puluh orang pasien dengan penyakit yang bermacam-macam. Keadaan ini tidak memberikan dampak positif bagi kesembuhannnya karena kamar yang sesak serta pengobatan yang kurang intensif. Tidak adanya perubahan membuat keluarga Dolly pasrah dan memutuskan untuk membawanya pulang ke rumah.

Kondisinya semakin buruk, setiap kali berdiri langsung terjatuh. Kulitnya pun menjadi kuning dan menyebarkan aroma yang bau amis. Keluarganya tidak dapat berbuat apa-apa, mereka hanya dapat menatapnya dengan penuh rasa iba dan berpikir mungkin sebentar lagi Dolly akan meninggal dunia.

Dolly sadar bahwa apa yang dialaminya hingga saat ini adalah karena kesalahannya sendiri. Dalam keputusasaannya dia diingatkan untuk berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kehidupannya.

Mulai saat itu, dalam setiap kesempatan dimana pun dia bertemu dengan orang lain, dia bercerita akan kebaikan Tuhan terhadap dirinya. Seiring waktu yang terus berjalan, tanpa disadari, Dolly mengalami suatu keajaiban dalam dirinya. Dia merasakan dirinya sehat dan dia tahu, bahwa dia telah disembuhkan, dia pun tahu bahwa yang telah memulihkannya adalah Tuhan dan dia sadar karena Tuhan telah memberikan kesempatan bagi dirinya. Namun, keluarganya tidak percaya begitu saja sehingga untuk memastikan bahwa Dolly telah sembuh total dari Leukimia dan kerusakan organ tubuhnya, mereka membawanya ke dokter untuk diperiksa ulang.

Ternyata hasil pemeriksaan menyatakan bahwa Dolly benar telah sembuh total. Bahkan tanda-tanda ia pernah sakit hilang sama sekali tanpa ada bekasnya. Sampai saat ini penyakit yang pernah dideritanya tidak ada yang kambuh sama sekali. Dolly hidup dengan sehat dan menjadi wanita karir saat ini.

Sumber: http://www.kisahnyatakristen.com/2012/08/03/penyakit-akibat-penyalahgunaan-narkoba/

Minggu, 05 November 2017

KESAKSIAN ACHIN DISEMBUHKAN DARI 12 TULANG RUSUKNYA YANG PATAH


Tulang Rusuk Patah
Suatu pagi pasangan Achin dan Yeyen pergi ke stasiun gambir untuk mengantarkan ibunya yang akan ke Bandung. Pada waktu itu ada sebuah truk yang melindas kaki Yeyen dan menabrak Achin. Lalu Achin terjatuh dan masuk ke kolong truk dan terseret untuk beberapa saat lamanya. Akhirnya ban truk itu melindas dada sebelah kirinya. Keadaannya sangat parah dan ia ditinggalkan sendirian terlentang di tengah jalan tak berdaya. 

Banyak korban kecelakaan terjadi di jalan arteri Palmerah. Pasangan Achin dan Yeyen mengalami kecelakaan yang tragis. “Pada suatu hari saya bersama suami dan anak-anak mau pergi ke stasiun gambir. Saat itu saya melihat ada truk yang berjalan di pinggir. Truk itu tiba-tiba melindas kaki saya dan saya menjatuhkan diri ke samping yang ada pohon-pohon. Lalu saya berteriak : Yesus tolong!”

Pengakuan pak Achin, “Saya dengar isteri saya berteriak, ‘awas ada mobil!’ Waktu saya menoleh ke belakang, mobil itu langsung menabrak muka saya. Achin terdorong dan akhirnya ia terjatuh di kolong truk. Saya tidak berdaya di kolong truk saat itu. Saya pasrahkan semua itu dan ternyata saya terlindas oleh ban mobil belakang. Achin terlindas mobil setelah terseret truk beberapa lama dan truk itu langsung kabur. Waktu saya sudah terlindas truk, saya terlentang di tengah jalan dan sesudah itu dada saya terasa dingin.”

Pengakuan ibu Yeyen, “Secara manusia saat itu saya berpikir suami saya tidakakan hidup. Achin ditinggalkan di tengah jalan dalam keadaan parah tidak berdaya. Saat itu saya menangis dan berkata kepada Tuhan, ‘Tuhan saya tidak kuat karena saat itu saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri.’ Sakit rasanya, dia yang terlindas tapi saya juga ikut merasakannya dan sakit sekali.”

Pengakuan pak Achin, “Waktu saya masuk ke UGD saya berpikir hidup saya akan berakhir. Saya sudah pasrahkan hidup saya kepada Tuhan”

Keadaan sangat kritis, 12 pasang tulang rusuknya patah sehingga paru-parunya tidak dapat berfungsi normal. Dokter harus membuat 2 lubang di paru-parunya untuk dapat menyedot darah. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Ketika korban di bawa ke rumah sakit subuh itu keadaannya masih cukup sadar, tetapi menurut pemeriksaan foto dada, yang kita lihat itu rusuknya hampir semua patah di depan dan di belakang. Dan sebenarnya tidak ada harapan lagi baginya untuk hidup!”

Pengakuan ibu Yeyen, “Dokter secara manusia sudah angkat tangan. Hampir setiap hari saya menangis di rumah sakit dan berseru kepada Tuhan.” Yeyen diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan. Hari demi hari yang dijalani terasa lambat. “Saat saya menangis, dari dalam hati saya ada suara Roh Kudus yang berkata, ‘Tuhan menguji kamu tidak melampaui kekuatanmu.’ Tuhan itu baik dan saat itu saya mendapatkan kekuatan baru. Saat itu saya menjadi tenang sekali.”

Di tengah kegalauan hatinya, Yeyen teringat pada Solusi sebuah program televisi yang pernah di lihatnya. “Saat saya membutuhkan doa, saya teringat akan solusi. Pada sabtu siang, saya telepon Solusi 021-6513344 untuk minta dukungan doa. Semua permohonan doa saya di doakan oleh Solusi. Saya langsung mengimani setiap doa yang didoakan dari Solusi dan memang benar-benar dahsyat Kuasa Tuhan yang saya rasakan”

Yeyen terus setia berdoa bagi suaminya. Bagi Yeyen setiap saat adalah kesempatan untuk berdoa. “Pada saat saya mau tidur, saya serahkan suami saya ke dalam tangan Tuhan dan pada saat saya bangun, saya bersyukur suami saya masih bernafas.”

Kondisi Achin tidak stabil, sangat kecil kesempatan bagi Achin untuk pulih. Namun, saat itu satu hal yang indah terjadi. “Kamis malamnya saya berkumpul bersama anak saya, saya berdoa di depan lift. Teman anak saya melihat ada suatu cahaya yang terang sekali. Ia melihat terang itu dan merasakan damai dan sejahtera. Sejak itu langsung saya berdoa : Tuhan Yesus terima kasih. Saya percaya Tuhan Yesus sedang melawat suami saya.”

Doa yang tulus menggerakkan tangan Tuhan. Keadaan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Saat itu terjadi titik balik dalam kehidupan Achin. Achin pulih dengan mengesankan. Tulang-tulang rusuknya yang patah, tertauh dan berfaal serta fungsi tubuhnya kembali normal. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Kalau 1,2,3 tulang rusuk yang patah kemudian tertaut mungkin dapat kita lihat tiap hari, tapi kalau 12 pasang tulang rusuk patah depan- belakang dan tertaut kembali itu bukan karya dari dokter dan selalu saya yakin karena karya dari Kristus”

Achin mengalami pemulihan yang sempurna. Pada tanggal 30 Desember 1999 Achin berjalan keluar dari rumah sakit dan menjalani kehidupannya seperti dahulu. “Saya bersyukur kepada Tuhan yang begitu baik dan telah memulihkan kesehatan suami saya. Kini ia telah kembali bekerja seperti biasa. Achin berkata, “Saya pulang dari rumah sakit dengan kondisi sehat. Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Saya bersyukur sekali mempunyai Tuhan yang hebat”

Sumber: http://www.kisahnyatakristen.com/2012/08/17/12-tulang-rusuk-patah/

Rabu, 01 November 2017

KESAKSIAN ELIZABET BUDI MENGENAI KESEMBUHANNYA DARI PENYAKIT KISTA


kista
Seorang wanita karir terpaksa berhenti melakukan pekerjaannya oleh karena mengidap suatu penyakit yang cukup berat yaitu terdapat kista di kandungannya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan mantan direktur sebuah bank di Jakarta. Dia adalah Elizabet Budi. Mula-mula dia menganggap bahwa sakit di perutnya adalah sakit ringan dan tidak dihiraukannya. Setiap hari dia merasakan sakit di perut. Namun, pada suatu hari ketika dia kembali dari kantor, sakit di perut terasa hebat sehingga tak dapat ditahan. Pada hari itu juga, Elizabet bersama suaminya pergi ke dokter ahli gynekolog. Dokter memeriksa kandungan Elizabet melalui alat USG. Dari hasil pemeriksaan, ternyata di kandungan Elizabet terdapat kista yang sudah membusuk dan menghitam.

Dokter memberikan jalan keluar satu-satunya yaitu harus menjalani operasi agar kista yang ada di kandungan diangkat. Menurut diagnosa dokter bahwa jikalau tidak dilakukan operasi maka kista akan pecah dalam waktu tiga hari dan umur kehidupan Elizabet tinggal tiga hari juga. Namun Elizabet berkeras tidak mau di operasi oleh karena trauma pada saat melahirkan anak yang kedua juga melalui operasi, tidak sadarkan diri selama kurang lebih lima jam. Dalam keyakinan iman Elizabet bahwa masih ada seseorang yang mampu menyembuhkannya yaitu Tuhan. Dia sangat yakin bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakitnya. Selama tiga hari, dia terbaring di tempat tidur sambil berdoa dan meyerahkan pergumulannya pada Tuhan agar Tuhan memberikan kekuatan dan umur panjang. Ada banyak saudara dan handai taolan turut mendoakannya. Di dalam kesakitannya, dia masih menyempatkan diri menghadiri ibadah di gereja sebab dia yakin bahwa di dalam kuasa Tuhan segala sesuatu dapat terjadi.

Dari hari ke hari, penyakit Elizabet semakin memburuk, tetapi tidak melunturkan iman dan kepercayaan pada kasih dan kuasa Tuhan yang suatu saat akan menganugerahkan kesembuhan atas dirinya. Pada suatu saat, ketika dia tertidur pulas, terdengar isak tangis anaknya. Elizabet langsung bangun dan berdiri seolah-olah tidak merasa sakit dalam dirinya.Dia menghampiri anaknya yang sedang dimandikan oleh baby sitter.Ternyata anaknya menangis oleh karena sedang dimandikan. Elizabet juga merasa haus dan kemudian menuju meja makan mengambil air. Tanpa disadarinya, ia dapat berjalan dan berdiri.

Ia kemudian menyadari bahwa dirinya sedang sakit dan tak dapat bangun dari tempat tidur.Betapa terkejutnya dia pada saat itu melihat dirinya mampu berjalan, berdiri dan perutnya kempes di saat mengalami penyakit yang cukup parah yang hanya dapat terkulai lemas di tempat tidur. Elizabet masih meragukan apa yang dialaminya, kembali dia mencoba meloncat-loncat ternyata tidak merasa sakit. Elizabet kemudian membangunkan suaminya dan mengatakan bahwa dirinya sembuh. Hal pertama yang mereka lakukan adalah berdoa dan mengucap syukur pada Tuhan.

Pada keesokan harinya, mereka berdua ke dokter memeriksakan diri sambil memastikan bahwa penyakit Elizabet benar-benar sembuh. Dokter melakukan USG dan hasilnya kista yang ada di kandungan Elizabet benar-benar hilang dan itu berarti Elizabet sembuh. Dokter juga membandingkan hasil USG pada waktu kista masih ada di kandungannya. Dokter tetap tidak yakin pada hasil pemeriksaan sehingga dia bertanya apakah Elizabet pergi berobat ke dokter lain. Elizabet mengatakan bahwa dia tidak pernah berobat ke dokter lain. Selama ini yang dilakukannya adalah menyerahkan penuh segala keberadaannya pada Tuhan yang diyakininya sanggup mengobati penyakitnya.Akhirnya dokter dapat memahami bahwa ini adalah karya Tuhan dalam kehidupan seseorang yang tak dapat disangsikan.

Elizabet sekeluarga sangat bersukacita dan mengucap syukur atas pertolongan Tuhan yang terjadi dalam keluarga. Sebagai ungkapan syukur pribadi, Elizabet kini menyerahkan seluruh kehidupannya bagi pekerjaan pelayanan Tuhan.

Sumber: http://www.kisahnyatakristen.com/2012/08/22/kista-membusuk-di-kandunganku/