Rabu, 29 November 2017

KESAKSIAN KISAH NYATA ! DISEMBUHKAN DARI KELUMPUHAN ANEH

Shalom sahabat Kerajaan, dahsyat!

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-raendirincangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:11

"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh." - Yesaya 53:4-5

Sahabat, saya sering menyampaikan kesaksian orang lain yang sungguh membangun iman kita. Tetapi kali ini, melalui blog ini, saya mau menyaksikan secara ringkas, sebuah kisah nyata yang pernah saya alami sendiri, bagaimana Tuhan Yesus, telah menyembuhkan saya dari penyakit kelumpuhan yang aneh, yang telah saya alami selama kurang lebih 10 tahun (1992-2002).

Nama saya, Yakobus Edy Susanto (bisa juga dikenal James Edy). Saya bertobat sejak tahun 1988 sampai sekarang. Sejak tahun 1990, saya telah menyerahkan diri kepada Tuhan untuk melayaniNya dan belajar di sebuah Seminari di Jakarta (Institut Theologia dan Keguruan Bethel Jakarta - ITKI Bethel Jakarta). Namun sejak tahun 1992, tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, saya mengidap sebuah penyakit kelumpuhan yang aneh. Kelumpuhan ini saya alami ketika saya sedang mengikuti kuliah di seminari tersebut. Diawali dengan sakit pinggang, tiba-tiba saya kehilangan kemampuan untuk berdiri dan berjalan.

Suatu hari, ketika saya baru selesai mengikuti sebuah kuliah, tiba-tiba saya tidak mampu berdiri. Seluruh tubuh lunglai. Saya hanya mampu menggerakkan leher saja. Saya dibawa ke dokter, tetapi dokter belum bisa menemukan apa sebenarnya penyakit yang saya alami. Sampai tahun 1997, sudah sekitar 5 kali saya diopname di RS karena penyakit ini.

Sejak saat itu, saya terus mengalami kelumpuhan setiap 2 minggu sekali. Setiap kali lumpuh, saya alami selama 4-5 hari. Setelah itu, secara aneh, penyakit itu berangsur-angsur mereda dengan sendirinya, lalu akan kumat lagi 2 minggu kemudian. Hal ini terus terjadi bahkan sampai ketika saya sudah pindah ke Pontianak untuk melayani Tuhan secara fulltime di gereja Psalm 21 Succesfull Community , Pontianak, sebagai penulis warta gereja, renungan, wartawan Psalm 21 Magazine, edittor buku-buku terbitan Psalm 21 Publishing, serta melayani juga sebagai pengkotbah/pengajar, pemusik (keyboard), serta instruktur keyboard/piano di Psalm 21 School. Bisa anda bayangkan? Dengan kegiatan yang "segudang", kelumpuhan aneh ini masih terus menghantui saya.

Namun puji Tuhan, Dia mulai membuka jalan bagi kesembuhan saya. Menurut analisa seorang sahabat dari Jakarta, yang juga adalah dokter ahli penyakit dalam, kelumpuhan saya ini terjadi akibat dari kurangnya vitamin Kalium dalam tubuh. Ini adalah jenis penyakit langka, hanya 1 dari 1000 jiwa yang memiliki kemungkinan mengalami penyakit ini. Saya harus mengkonsumsi vitamin Kalium dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 6 butir/hari, seumur hidup. Ini cukup menyulitkan saya karena harganya lumayan mahal untuk ukuran kantong saya. Belum lagi efek sampingnya, karena kelebihan dosis vitamin ini, dapat menyebabkan penyakit jantung dan ginjal. Untuk dapat mengonsumsi dosis yang tepat, maka saya harus cek di laboratorium medis setiap 3 bulan sekali, untuk mengetahui kadar Kalium yang saya butuhkan.

Namun, keadaan yang menyulitkan ini, tidak menyurutkan semangat saya untuk memenuhi panggilan pelayanan. Di atas sudah saya ceritakan bahwa sejak Tahun 1993, saya bergabung dengan Psalm 21 Successful Community, Pontianak. Namun penyakit itu tidak kunjung sembuh. Bahkan setiap kali kambuh, saya tetap melayani sebagai musisi. Banyak teman-teman sepelayanan yang sering menggotong saya untuk turun-naik ke mimbar, ketika saya sakit. Dalam kondisi seperti ini, sayu tetap melayani, bahkan juga sampai ke daerah pedalaman Kalbar. Semua Kabupaten sudah pernah saya kunjungi dalam rangka pelayanan, kecuali Kabupaten Ketapang yang belum pernah.

Suatu ketika, di tahun 1997. Ketika itu, penyakit ini sedang kambuh. Saya berdoa sesuai dengan iman yang timbul dari perenungan kedua ayat di atas. Saya percaya, Tuhan Yesus tidak pernah merancangkan penyakit untuk saya. Mungkin penyakit ini terjadi atas dosa saya di masa lampau. Saya sujud dan mengakui semua dosa saya. Selain itu saya juga percaya bahwa Tuhan Yesus sudah menanggung penyakit saya. Saya bertekad bahwa saya harus sembuh! Saya tidak mau terus-menerus mengkonsumsi vitamin Kalium lagi.

Iman saya timbul. Dengan iman ini, saya bersemangat untuk melawan penyakit ini. Ketika itu, sudah hampir pukul 24 malam, seluruh tubuh saya masih lunglai. Setelah berdoa, di dalam nama Tuhan Yesus, saya mencoba untuk duduk. Berkali-kali saya gagal, namun berkali-kali itu juga saya terus mencoba dengan semangat. Akhirnya secara ajiab saya mampu duduk sendiri, di dalam kamar tidur, tanpa dibantu oleh siapapun.

Sudah berhasil duduk, saya mencoba berdiri. Setelah berkali-kali gagal, akhirnya puji Tuhan, saya bisa! Saya sangat lelah, keringat bercucuran. Tapi saya tetap semangat mencoba. Dengan berpegangan, saya mencoba untuk berjalan. Singkat cerita, ketika pukul 6 pagi, besoknya, saya sudah mampu berjalan.

Haleluyah, itulah pengalaman terakhir saya mengalami kelumpuhan. Tahun 1997 saya menikah. Sejak saat itu, kelumpuhan aneh yang saya alami, disembuhkan Tuhan Yesus secara ajaib. Sampai saat ini, puji Tuhan, saya tidak lagi pernah mengalami kelumpuhan ini. Vitamin Kalium, yang seharusnya saya terus konsumsi seumur hidup, tidak pernah lagi saya minum.Saat ini, saya hidup bahagia dengan seorang istri yang cantik dan cinta Tuhan, Elizabeth Oi Su dan dikaruniakan 2 anak, yaitu seorang putri, Michelle Gracia Susanto dan seorang putra, Dave Jonathan Susanto.

Copas : edy-fajarpengharapan.blogspot.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar