Kamis, 07 Desember 2017

TUHAN MENGEMBALIKAN ANAKKU

Pada Tanggal 1 April 1987, saya dan istri saya sangat dibahagiakan oleh kelahiran anak pertama kami, seorang anak laki-laki yang kami beri nama Lai Zhen Seng. Tetapi kebahagiaan kami hanya bertahan sebentar. Ketika suster memberi dia makan pertamanya, susu yang diberikan tidak dapat masuk. Setiap memberikan susu, semuanya dimuntahkan kembali. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menemukan bahwa beberapa bagian dalam organ pencernaannya tidak tersambung dengan baik sehingga susu yang diberikan tidak bisa sampai ke perutnya. Kami diberitahu bahwa bayi kami harus segera dioperasi atau ia bisa meninggal. Dia belum berumur 1 hari! Bagaimana bisa bayi kecil ini bertahan dari cobaan yang begitu menyakitkan? Tetapi Puji Tuhan, Roh Kudus menenangkan saya dan memberikan saya kekuatan untuk mempercayakan kehidupan bayi ini kedalam tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan Sang Pemberi Kehidupan. Ilmu medis mungkin sudah sangat maju tetapi seorang dokter tetap tidak dapat memberikan kehidupan kepada pasien yang sekarat. Hanya Tuhan Yesus yang dapat melakukannya. Setelah dikuatkan oleh Roh Kudus, saya dan istri saya sepenuhnya menyerahkan hidup anak kami kepada Tuhan.

Dokter mengoperasinya keesokan harinya. Ketika ia dibawa keluar dari ruang operasi, penampilannya sudah tidak seperti yang kami kenal. Kepala kecilnya diperban dan banyak selang dengan berbagai ukuran tejulur dari tubuhnya, tubuhnya dipenuhi dengan selang-selang yang berjuluran. Ia lebih terlihat seperti alien dari luar angkasa! Pemandangan itu sangat memilukan hati dan hati saya dipenuhi rasa kasihan kepadanya. Ketika seorang pendeta menjenguk bayi kami, ia menyarankan kami untuk siap akan hal terburuk yang bisa terjadi. Saudara-saudari yang lain juga berkata demikian. Untuk beberapa hari bayi kami ada di dalam ruang perawatan intensif. Ia diberi makan melalui dua selang; satu dipasang di lehernya dan satu lagi di daerah perutnya - pemandangan yang menyedihkan bagi semua orang yang melihatnya.

Tetangga kami menyarankan pada kami untuk tidak mempercayai Tuhan Yesus lagi dan kembali kepada penyembahan berhala untuk meminta bantuan atau bayi kami akan meninggal. Tetapi kami berpegang teguh pada iman kepercayaan kami pada Tuhan dan tidak bimbang dalam iman kami.

Puji Tuhan atas belas kasihan dan kemurahan berkat Tuhan, melalui doa dari saudara-saudari seiman, bayi kami berangsur-angsur pulih setelah 28 hari di rumah sakit. Sekarang dia adalah seorang anak laki-laki berumur delapan tahun yang aktif, menggemaskan dan sehat. Puji Syukur dan kemuliaan pada Tuhan Yang Maha Kuasa!

Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup" (Yoh 11:25)

"Tiada seorangpun berkuasa menahan angin dan tiada seorangpun berkuasa atas hari kematian." (Pkh 8:8)

copas : members.tjc.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar