Jumat, 28 Desember 2018

KESAKSIAN RIA PUSPITA "PUJI TUHAN MUJIZAT BENAR BENAR TERJADI DI DALAM HIDUP SAYA, TUHAN YESUS PENYELAMATKU"

Ini Kesaksian saya Smoga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.....TUHAN YESUS PENYELAMAT'ku...Pada Tahun 2011 Tepatnya di bulan agustus menjelang hut RI dan lebaran,saya tinggal di daerah Bali tepatnya di kota Gianyar...saya mengalami hal2 aneh setelah saya pindah ke suatu rumah kontrakan disana,tepatnya pada suatu malam saya mengalami mimpi yang aneh.... keesokan harinya saya curhat sama ibu gembala disana,setelah curhat saya pergi ke menara Doa di gereja dan saya berdoa seorang diri disana... setelah itu saya tidak dapat mengontrol diri saya sendiri terutama pikiran saya... saya diingatkan akan masa lalu saya yang begitu pahit.... dan pada akhirnya saya tidak ingat apa2 lagi yang saya ingat hanya suami saya dan seolah2 dia itu adalah Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan hidup saya,kemudian suami,dan orang2 terdekat saya khawatir dengan keadaan saya yang semakin memburuk pada akhirnya saya dibawa ke RS.Jiwa Bangli.. dan dokter menyatakan saya sakit jiwa dan sulit untuk di sembuhkan... suami dan keluarga saya sudah panik semua,kemudian Pak.pendeta dan Ibu dari GBI CIMANGGIS greja dimana kami menikah datang untuk menjemput saya,mereka setiap hari mendoakan saya dan pada akhirnya setelah 1mgu saya dirawat di RS.Jiwa saya di bawa pulang paksa oleh suami saya ke cibinong daerah asal kami tinggal walaupun Dokter tidak mengijinkan tetapi suami dan pendeta saya yakin bahwa ada Mujizat untuk saya, Akhirnya 1hri sebelum lebaran saya pulang ke cibinong dalam keadaan saya tidak tahu apa yang saya rasakan,saya hanya merasa selama ini saya sedang tidur panjang,dan mereka bilang selama saya dirawat saya tidak sadar akan diri saya sendiri....tetapi setelah sampai di bandara jakarta saya mulai sadar akan diri saya sendiri dan saya mulai mengenali keluarga dan anak saya....Puji Tuhan Mujizat benar2 terjadi di dalam hidup saya...dan saya merasa selama ini saya sudah di perbaharui oleh Tuhan Yesus dan hidup saya Sudah benar2 di menangkan OlehNya.... Saya bisa hidup normal kembali dengan keluarga saya dan anak yang begitu menyayangi saya...Tetap Berserah dan berharap hanya kepadaNya... Tuhan Yesus Memberkati...


sumber : https://www.facebook.com/notes/alkitab/kesaksian-ria-puspita-puji-tuhan-mujizat-benar2-terjadi-di-dalam-hidup-saya-tuha/459314467448679/

Senin, 24 Desember 2018

KESAKSIAN IMAN GEORGE MULLER - MISIONARIS INGGRIS


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

Suatu hari ketika hendak menyeberang, seorang nahkoda tidak berani menyeberangkan kapal karena badai. 
Lalu, seorang pengasuh yatim piatu mengajaknya turun kebawah untuk berdoa. 
Doanya sangat sederhana: "Tuhan, Engkau tahu hambaMu harus menyeberang untuk,
menjalankan tugas, Engkau tahu hambaMu tidak pernah tidak menepati janji, kiranya Tuhan meredakan badai." 
Ketika selesai berdoa, mujizat terjadi. Badai reda sehingga ia bersama penumpang lain dapat menyeberang. 
Pengasuh yatim piatu itu adalah George Muller. Kehidupan doa dan imannya telah menjadi inspirasi banyak generasi.

George Muller (1805-1898) adalah seorang misionaris kristen dan kepala dari sebuah rumah yatim piatu di Bristol Inggris. Selama hidupnya ia mengasuh 10,024 anak yatim piatu. 
Tidak hanya dikenal karena menyediakan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak asuhannya, 
tetapi juga karena ia telah meninggalkan teladan iman yang bergantung penuh pada pemeliharaan Allah. Hal ini nampak dari cara kerja dan kehidupan pribadinya.

Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan. 
Kita harus berdoa untuk memiliki iman, dan supaya iman kita bertumbuh. 

Have a Blessed Day....
sumber : ada-jawaban.blogspot.com

Kamis, 20 Desember 2018

KESAKSIAN KESEMBUHAN : TUHAN YESUS SEMBUHKAN INCE DARI SAKIT PINGGANG




Saya seorang ibu rumah tangga anak 1, asli dari Kupang. Pada akhir September 2013 saya mengalami sakit bila buang air kecil pada sisa akhir Saya awalnya tidak ambil pusing. Tapi 3 minggu makin lama makin sakit. Saya ke tukang urut, saat itu kepikiran oleh saya mungkin saya turun berok karena dulu pernah kena tapi sembuh karnea diurut. Itu alasan kenapa saya ke tukang urut. Selesai diurut, makin sakit, tapi saya berpikir positif mungkin dalam proses sembuh.

Namun keesokan harinya saat buang air kecil mengeluarkan darah demikian berlangsung terus menerus. Kondisi ini membuat saya lemah melakukan aktifitas. Hal ini saya tunggu 3 hari, saya tetap buang air kecil dengan mengeluarkan darah. Akhirnya saya dijenguk oleh tetangga saya, atas sarannya saya ke tukang urut yang lain yang lebih baik. Memang tidak mengeluarkan darah. Namun rasa sakitnya menjalar tidak hanya di bawah perut, tapi sampai di pinggang. Saya mencoba sabar mungkin proses. Tapi rasa sakit semakin jadi.

Bulan Desember seminggu sebelum Natal saya putuskan ke Dokter yang Cengkareng. Tetap saja sakit pinggang, dan mengeluarkan darah saat buang air kecil dan juga sakit saat penghabisan belum ada perubahan. Kembali saya mencoba menunggu mungkin proses kesembuhan.   

Akhirnya Januari 2014 saya mencoba kembali ke Puskesmas Cengkareng, dokter menganjurkan periksa darah. Saya menolak dengan alasan saya punya Yesus yang luarbiasa. Pihak Puskesmas memang memberikan obat sebatas mengurangi rasa sakit saja. Hingga suatu hari, beberapa hari sebelum KPPI datang seorang Hamba Tuhan (Murid Duri Kosambi-Wandi) mengundang saya ke KPPI. Saat menerima undangan itu, saya percaya Tuhan akan sembuhkan saya di KPPI.

Saya datang dengan satu iman. Untuk kesembuhan, saya didoakan dan sampai hari ini sakit saya hilang tidak pernah kambuh. Tuhan Yesus sembuhkan saya Puji Tuhan. 

Haleluya!!
Sumber : ada-jawaban.blogspot.com

Minggu, 16 Desember 2018

ALKOHOL JADI CANDU UNTUK SOLUSI KEGAGAPANKU, KINI TUHAN PAKAI AKU SEBAGAI PENGINJIL - JERRY

Siapa sih yang mau berteman dengan seorang yang gagap? Cara bicara yang gagap sering membuatku jadi korban bullying sejak SD. Kalau ditanya kenapa, jawabannya adalah karena ayahku. Sejak kecil, ayah sering sekali memarahi atau membentak yang menjadikanku kehilangan kepercayaan diri. Yang aku ingat, kebiasaan ayah ini membuatku tumbuh jadi pribadi yang mudah ciut dan gagap saat bicara.
Alkohol menyelamatkanku
Sampai tiba waktunya aku masuk ke bangku SMA. Aku mulai berkenalan dengan yang namanya alkohol. Setiap aku minum alkohol, keberanian dalam diriku kembali. Cara bicaraku jadi jauh lebih baik.
Aku bisa menjalin hubungan pertemanan dan saat tidak mengonsumsinya, cara bicaraku yang gagap justru jadi makin parah. Alasan inilah yang membuat aku tidak pernah absen seharipun untuk mengonsumsi alkohol. Nilai di sekolahku tidak begitu baik karena pergaulan dan efek samping dari alkohol. Saat itu, aku sangat jarang pulang ke rumah.
Mulai hidup baru sebagai pengusaha
Setelah lulus SMA dan ayah pensiun, aku diberikan modal untuk mengelola sebuah perkebunan.
“Wah asyik, nih. Keuntungannya nanti akan kupakai untuk beli alkohol sebanyaknya,” pikirku. Dan benar saja, aku masih meneruskan kebiasaanku untuk mengonsumsi alkohol tanpa absen seharipun.
Pada suatu sore, salah satu orang kepercayaanku membangunkanku yang sedang tidur di atas balkon dekat kebun. “Bang, gawat, ada masalah di kebun. Abang harus segera datang ke kebun,” ujarnya panik.
Tanpa pikir panjang, aku langsung meluncur ke kebun. Aku mendapati sebagian hasil kebun di curi oleh orang asing. Belum saja aku mengeluarkan kata-kata dari mulutku, tiba-tiba aku merasakan tubuhku jadi makin berat. Aku terjatuh dan pingsan.
Malaria tropika menjadikanku terbaring lemas di kasur berbulan-bulan
“Pak Jerry, hasil lab sudah keluar. Bapak positif terkena malaria tropika,” ujar seorang dokter menghampiriku. Aku sangat terpukul. Saat itu, aku diberi dua kemungkinan yang akan terjadi padaku. Satu, penyakit ini dapat membunuhku, kedua, kalaupun aku bisa bertahan, bisa dipastikan aku akan menjadi gila.
Gila. Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tubuhku kini hanya bisa terkulai lemas di atas kasur, usaha perkebunanku gagal total. Penyakit yang makin hari makin parah. Aku sudah pasrah atas apa yang akan terjadi dalam hidupku. Justru, saat itu aku berpikir kalau akan lebih baik jika aku mati saja.
Harapan itu pasti ada!
Beberapa hari sebelum ulang tahunku di tahun 1999, ada segerombolan orang dari gereja yang datang untuk menjenguk. Mereka diundang oleh ibuku. Kami mengobrol sedikit dan berdoa untuk kesembuhanku.
Belum satu minggu setelah mereka datang dan mendoakanku, kesehatanku jadi makin baik setiap harinya. Aku mulai menyadari kalau Tuhan itu ada. Tuhan Yesus itu nyata dan hadir di tengah-tengah kita. Berangsur-angsur membaik tidak lantas membuatku langsung berhenti mengonsumsi alkohol atau ganja.
Namun, saat kembali pada kehidupan lama itu, aku tidak lagi merasakan kenikmatan seperti dulu. Aku tinggalkan kehidupan lamaku dan mulai belajar untuk mengenali pribadi Kristus jadi lebih baik lagi. Aku menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatku. Aku menyadari kalau alkohol atau ganja bukan jadi solusi dalam permasalahan yang aku hadapi.
Justru saat aku mendekatkan diri pada Kristus, aku beroleh damai sejahtera dan jawaban atas setiap masalah yang menimpa. Tuhanlah yang memberi keberanian dan kepercayaan diri padaku. Kini, ceritaku sudah menjadi sebuah kesaksian di hadapan orang banyak. Aku kerap menjadi pengkhotbah di depan banyak orang.
Sumber : jc channel
www.jawaban.com

Rabu, 12 Desember 2018

ORANG TUA INGKAR JANJI, KEHIDUPANKU JADI RUNYAM !

Sejak kecil, aku bukanlah pribadi yang bodoh. Justru, aku selalu menjadi murid unggul di SMPku dulu. Aku masih ingat, saat itu, Bapak menjanjikanku sebuah sepeda motor kalau aku bisa dapat peringkat pertama di kelas.
Aku berhasil mencapai tingkat teratas di kelas. Namun, sepeda motor yang dijanjikan oleh Bapak tidak juga sampai ke tanganku. Aku kecewa, tapi mau bagaimana lagi, aku hanya bisa berusaha untuk menerimanya. Kondisi perekonomian bapak saat itu tidak bisa dikatakan mampu.
Kehidupan semasa SMA buat aku makin runyam
Sampai tiba waktunya aku masuk ke bangku SMA. Sebagai anak muda, masuk ke sekolah unggulan di kota tentu jadi tujuanku. Lagi, bapak lebih memilih untuk menyekolahkanku di SMA pinggir desa karena alasan biayanya yang murah.
Aku kecewa sejadi-jadinya. Perasaan ini kubendung jadi sebuah sikap yang tidak terpuji. Aku sering ikut tawuran agar bisa jadi sosok yang disegani oleh teman-teman. Nilai sekolahku anjlok. Saat bersama teman-teman, mabuk adalah cara kami untuk menghabiskan waktu.
Pernah suatu hari aku datang dalam kondisi mabuk, saat aku mendapati kedua orangtuaku di rumah, aku langsung memarahi mereka. Aku marah dengan kondisi keluargaku yang seperti ini. Saat itu, aku bisa melihat tangan ibu yang sampai gemetaran. Amarah tidak bisa kukuasai. Aku mengabaikan hal tersebut.
Kehidupanku sebagai pribadi yang dewasa kuhabiskan untuk bersenang-senang
Selepas SMA, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin kalau aku akan masuk ke sebuah perguruan tinggi karena kondisi bapak dan ibu yang kekurangan. Karena di ajak oleh teman, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja.
Kehidupan bekerja tidak jauh seperti kehidupan SMA. Setiap rupiah yang didapat dari keringatku, aku habiskan untuk bersenang-senang, mabuk, berjudi dan hal lainnya. Aku tahu kalau sebagai anak, sudah sepantasnya aku mengirimkan sedikit rejekiku untuk ibu dan bapak di rumah. Namun semua itu rasanya sulit dengan pikiranku yang mengedepankan kesenangan pribadiku.
Keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi
Aku menghabiskan waktu semalam suntuk untuk mabuk. Tanpa sadar, aku tertidur di depan teras kamar kosku. Ada seorang teman yang hendak pergi ke gereja datang membangunkanku. Mendengar kata gereja, ada timbul keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Aku mulai datang untuk mencari pertolongan. Aku kembali diingatkan kalau sebagai manusia, kita tidak ada yang tidak berdosa. Aku minta kepada Tuhan untuk menunjukkan setiap dosa-dosa yang aku lakukan, kemudian memohon ampun kepadaNya. Sejak mengenal Kristus, aku mulai menyadari kalau kehidupanku semakin dipulihkan.
Rokok, alkohol, perjudian, entah kenapa aku jadi tidak ingin lagi mengenal semua hal itu. Aku mulai berkumpul dengan orang-orang yang positif. Tiba saatnya untuk aku pulang kampung. Kepada ibu dan bapak, aku melepaskan pengampunan dan meminta maaf kepada mereka atas setiap kesalahan yang telah aku lakukan. Aku percaya kalau masa depanku kini penuh dengan pengharapan di dalam Tuhan.  
Sumber : solusi
www.jawaban.com

Sabtu, 08 Desember 2018

PERTOBATAN SEORANG PELAKOR, ISTRI KEDUA YANG RASAKAN SAKITNYA DISELINGKUHI, HERNINA

Tumbuh sebagai pribadi tanpa kasih sayang Ayah membuat batinku mengalami kekosongan. Setelah beranjak dewasa, aku menemukan sosok yang buatku nyaman layaknya figur seorang Ayah dalam sosok kekasihku.
Cinta buatku rela jadi istri kedua
Aku menyayangi kekasihku. Rasa sayang ini membuatku rela menjadi istri dari seorang pria yang sudah menikah. Saat itu, aku tidak mengetahui bahwa menikahi suami orang dapat melukai hati istrinya yang terdahulu. Aku hanya berpikir kalau aku pun berhak untuk bahagia, aku ingin bahagia. Tidaklah menjadi masalah kalau aku harus menjadi istri kedua, selama pria ini tetap berada di sampingku.
Setelah menikah, kehidupanku semakin membaik. Aku bisa tinggal di rumah yang nyaman, semua kebutuhan hidupku bisa terpenuhi dengan baik. Kehidupanku serba berkecukupan dan aku merasa bahagia atas pernikahan ini. Belum lagi, setahun setelah pernikahan, aku dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik.
Setelah lahirnya anakku yang pertama, suami mengajakku untuk pindah ke Jakarta, kota yang menjadi impian bagi orang daerah sepertiku. Kehidupan pernikahan kami sangatlah indah. Aku merasa bahagia memiliki suami dan anak yang menyayangiku.
Kehidupan istri kedua buatku hidup dalam kecemburuan
Namun, ada masa dimana aku harus ‘was-was’ saat suamiku berkata kalau ia tidak akan pulang ke rumah. Aku sadar, posisiku sebagai istri kedua tidak akan pernah menguntungkanku. Ada istri lain yang perlu dipenuhi kebutuhannya, sehingga aku harus rela kalau suamiku tak pulang ke rumah. Cemburu? Sebagai wanita, tentu saja aku merasakannya. Perasaan kesal, marah dan jengkel harus kuurungkan saat aku kembali mengingat siapa aku yang sebenarnya.
Satu kejadian yang tidak akan pernah bisa aku lupakan adalah saat istri pertama suamiku datang ke rumah kami. Kami berdebat, perselisihan yang berakhir pada adu fisik. Untunglah suamiku berhasil melerai kami.
Keesokan harinya, suamiku mempertemukan kedua istrinya ini di suatu tempat. Ia memohon pada kami berdua agar tidak ada lagi perdebatan, sebab baik aku maupun istri pertamanya sudah punya ‘jatah’nya masing-masing.
Tentu saja aku merasa tidak adil. Selain harta, aku juga ingin suamiku berada bersama-sama dengan aku. Agar hal ini tidak lagi terjadi, aku memutuskan untuk pindah rumah dengan harapan istri pertama suamiku tidak akan pernah lagi mendatangi aku dan suamiku karena tidak tahu keberadaan kami.
Aku datangi orang sakti agar suamiku tetap disampingku
Keinginan tersebut membuatku berani untuk mendatangi orang sakti. Aku meminta agar suamiku makin sering pulang ke rumah. Benar saja, pertolongan orang sakti tersebut manjur. Setiap aku minta sesuatu padanya, maka tidak lama kemudian aku akan mendapatkannya. Aku merasa sangat bahagia karenanya.
Meskipun kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Aku bisa melihat ada sesuatu yang berubah dari sosok suamiku. Ia kini jarang pulang, emosinya sering meledak. Sampai akhirnya aku memergoki ia jalan bersama wanita lain.
Aku geram, cemburu, kecewa, sedih. Aku tidak tahu kalau inilah perasaan saat mengetahui pasangan kita jalan dengan wanita lain. Ada perasaan ingin balas dendam atas perilaku suamiku ini. Aku memutuskan kalau dunia malam, adalah pelarianku.
Kebiasaanku pergi ke klub malam dan pulang pagi akhirnya diketahui oleh suamiku. Ia melampiaskan amarahnya kepadaku, menuduh kalau aku menghabiskan waktu bersama dengan pria lain. Setelah itu, aku meratapi hidupku. Betapa menyedihkannya aku harus tinggal sebagai istri kedua.
Aku ingin memulai hidup yang baru, tetapi aku tidak tahu bagaimana. Terlebih, aku masih sangat bergantung pada suamiku, mulai dari makan, pakaian, sampai tempat tinggal. Pisah dari suamiku adalah hal yang mustahil saat itu.
Malam dimana aku merenungi kesalahanku
Malam Natal 2001, aku memutuskan untuk ikut pada sebuah kebaktian keluarga. Di sana, aku merenung, bahwa sebagai orang yang sudah menerima Kristus, aku tidak pernah berjalan seturut dengan kehendakNya. Aku mohon ampun kepadaNya.
Setelah aku didoakan, aku merasakan damai sejahtera. Aku ingin menghentikan kebiasaanku dengan dunia malam. Aku menyadari kalau hidup dalam Tuhan berarti aku tidak lagi boleh hidup sebagai istri kedua. Hal yang sangat mustahil bagiku.
Aku gelisah dan jera atas kehidupanku ini. Akhirnya aku mengambil langkah untuk memutuskan hubunganku dengan suami. Aku percaya, kalau Kristus punya jawaban yang terbaik. Tuhan akan selalu menyediakan. Beberapa hari kemudian, aku juga memberanikan diri untuk meminta maaf pada istri pertama dari suamiku. Hal yang sangat sulit buatku, terlebih karena aku harus rela merendahkan diriku didepannya.
Dalam doa dan keinginan untuk terus hidup dalam Kristus, aku melepaskan semua yang telah salah dalam kehidupanku. Berangsur-angsur, rasa merdeka yang Tuhan berikan kepadaku membuat kehidupan keluarga kami semakin membaik. Bersama anakku, kini aku hidup dengan penuh sukacita dan damai sejahtera. Semua ini hanya karena Kristus yang mau mengulurkan tanganNya untukku. 
Narasumber: Hernina
Sumber : solusi
www.jawaban.com

Selasa, 04 Desember 2018

DEMI MASA DEPAN ANAK, AKU RELA JUAL GANJA, FERNANDO TOBING

 189


Aku sudah menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik. Sebentar lagi, kami akan memiliki anak pertama kami. Tentu saja hal ini adalah sesuatu yang sangat kami  syukuri. Hanya saja, kondisi ekonomi kami bisa dikatakan berkekurangan.
Aku tidak punya sepeserpun uang untuk biaya persalinan nantinya, belum lagi popok dan susunya. Kebutuhan ini membuatku langsung menerima ajakan seorang teman yang memintaku untuk ikut berjualan ganja.
Aku dan istri terlibat dalam penjualan barang ‘haram’
Secara terang-terangan, aku memberitahu niatku ini kepada istri. Meski sempat menolaknya, baik aku maupun istri menyadari kalau anak kami perlu kehidupan yang lebih baik dibandingkan kami berdua. Kami pun mulai berjualan ganja. Biasanya, saya akan pergi untuk mencari pelanggan, sementara istri akan membantu ‘packing’ di rumah.
Setelah beberapa lama, aku memutuskan untuk menjadi seorang bandar. Dimana aku harus mengambil sejumlah barang dengan sistem hutang. Buatku, hal ini merupakan sebuah peluang untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.
Rasa cemas menghampiri saat polisi semakin gesit memburu para pengedar narkoba
Awalnya, memang aku berpikir kalau pekerjaan ini akan sangat menguntungkan. Sampai pada akhirnya salah satu bandar terbesar yang kukenal tertangkap oleh polisi. Berita yang terdengar sampai ke telingaku melalui siaran televisi itu sukses membuatku merasa cemas.
Aku dan istri memutuskan untuk pergi dari Jakarta menuju Tanjung Pinang untuk tinggal bersama dengan orang tuaku. Karena masih punya kewajiban untuk membayar hutang, telepon demi telepon sering kuterima dari bandar pusat.
Saat itu aku tidak menjalani penjualan, sementara hutang harus dibayar. Bukan hanya polisi, aku pun takut tertangkap oleh bandar pusat yang mengancam akan mencelakaiku kalau tidak kunjung membayar hutang.
Buron menjadikanku merasaka cemas dan takut
Sejak menjadi buron, rasanya ada beban yang sangat berat dalam kehidupanku. Istri sedang hamil, sementara aku harus tinggal bersama dengan orang tua. Setiap harinya, hanya ada kecemasan dalam kehidupanku.
Aku sering tidak tidur berhari-hari karena perasaan cemas, tidak bisa tenang dan takut. Sampai akhirnya aku meratapi anakku yang baru saja lahir, dimana aku merasa kalau kehidupan yang kujalani ini sedang berada dalam sebuah kebuntuan.
Pemulihanku berawal dari motivasi untuk mencari kerja
Karena tidak punya pekerjaan, orang tuaku memberi saran untuk datang ke gereja untuk mencari orang-orang yang mau dimintai tolong. Aku pun memutuskan untuk pergi ke gereja.
"Ingatlah saudara, kalau dosa itu bekerja seperti pemburu. Ia memburu kita dari masa lalu untuk menghancurkan masa depan kita," terang pendeta ditengah-tengah khotbahnya. Di akhir khotbah, pendeta ini berkata kalau dia punya kerinduan untuk menghampiri seseorang yang sudah lama dibayangi oleh masa-masa kelam. Ia langsung menunjuk dan memintaku untuk maju dan aku langsung didoakan.
“Apakah Anda ingin ditolong oleh Tuhan?” Aku menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pendeta tersebut dengan tangisan.
Aku heran atas kebaikan Tuhan yang bersedia menolongku.  Aku merasa Tuhan telah menjamahku dan seketika itu pula aku memohon ampun pada Tuhan. Aku melihat anakku, betapa aku mengasihinya. Dari sini aku belajar tentang kasih Bapa yang tidak berkesudahan.
Kalau boleh aku menghitung, rasanya tidak ada satu kebaikan pun yang pernah kuberikan pada Yesus Kristus. Tetapi Ia mau berkorban dan mengulurkan tanganNya kepadaku. Ia memulihkan keluargaku dan menjadikanku sebagai anakNya.
Dulu aku berpikir kalau jual ganja dan narkoba akan mengubahkan kehidupan jadi lebih baik. Aku salah. Hal tersebut justru membuatku semakin terpuruk. Saat kita berjalan bersama Kristus, ada solusi dan jalan keluar yang Ia sediakan agar kita tidak tersesat. 
Sumber : solusi
www.jawaban.com

Senin, 26 November 2018

HATI ANAKKU HANCUR, KAIN KASA TERPAKSA DISEMATKAN DALAM PERUTNYA!

Aku, Agdeslina Gun akan bercerita mengenai keajaiban Tuhan yang ada dalam kehidupan aku dan keluarga. Kent Roshe Algie, anakku yang pertama. Ia adalah sebuah jawaban doa bagi kami, terlebih kalau dari keluarga suamiku, Kent merupakan satu-satunya cucu lelaki yang hadir. Bahagia dan bangga, itulah perasaanku saat melahirkan seorang Kent. Aku rela melakukan apa pun agar Kent bisa tumbuh sehat dan penuh berkat.
Suatu hari aku pergi mengunjungi seorang teman yang sudah lama tidak kutemui. Setelah sampai di rumahnya, Kent kecil langsung turun dari motor dan meminta izin untuk ikut bermain sepeda dengan anak dari temanku tersebut. Belum lama kami bercakap-cakap, tiba-tiba aku mendapati anakku datang bersama anak temanku sambil menangis. Ia terjatuh dari sepeda.
Aku pikir, yang namanya jatuh ya pasti ada luka. Aku mengecek seluruh tubuh Kent, tidak ada yang luka sedikit pun. Namun Kent tetap mengeluh sakit pada bagian perutnya. Setelah aku membuka pakaiannya dan melihat bagian perut Kent, ada memar kebiuan yang kian lama kian membesar.  
Kepanikan membawaku untuk segera menghubungi suami. Kami pergi ke rumah sakit. Betapa terkejutnya aku dan suami saat mengetahui bahwa Kent harus segera dioperasi. Aku tidak pernah membayangkan kalau jatuhnya anakku dari sepeda menimbulkan pendarahan yang dahsyat, bahkan hati Kent pecah.
Aku terkejut sejadi-jadinya. Tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutku kecuali sebuah jeritan kepada Tuhan meminta tanganNya untuk menolong Kent.Tak lama setelahnya Kent menjalani operasi. Dokter bilang, mereka terpaksa harus menaruh sebuah kain kasa di bagian hati kent agar tidak tercerai berai.
Walaupun operasi bisa dibilang sukses, aku belum bisa menarik nafas panjang, mengingat kondisi Kent masih belum sembuh dan harus dirawat di rumah sakit. Seringkali ia mengeluh, menangis, bahkan meraung-raung kesakitan. Dokter pun tidak bisa memastikan bahwa Kent bisa sembuh seperti sedia kala. Satu-satunya yang bisa menyembuhkan Kent hanyalah sebuah keajaiban.
Ibu mana yang tidak hancur hatinya saat mendengar kabar seperti itu? Kami sekeluarga terus menerus mengaliri Kent dengan doa, berharap bahwa Tuhan akan menolong Kent. Kent merupakan anak yang ceria, dia banyak tertawa dan aktif. Sejak berada dalam rumah sakit, kami kehilangan sosok Kent yang ceria, yang ada justru rintihan dan tangisan karena harus menahan sakit.
Ditengah-tengah pergumulam kami, ada satu titik dimana Kent bertanya mengapa Tuhan tidak kunjung memberi kesembuhan padanya. Kain yang ada dalam organ hati Kent pun tidak bisa bertahan lama, karena risiko bakteri yang akan timbul jika terlalu lama. Inilah saatnya dokter harus mengambil kain tersebut dan melihat apakah Kent bisa bertahan atau tidak.  
Satu keinginanku adalah agar Tuhan tidak mengambil Kent. Ditengah-tengah operasi, aku menangis dan berserah kepada Tuhan. Aku tahu kalau Kent adalah milikNya. Aku percaya kalau Tuhan sendiri lah yang akan mengoprasi Kent sehingga ia bisa sembuh seperti sedia kala. Kent berhasil melewati masa kritis di ruang operasi.
Setelah mengalami tiga kali operasi, kami memutuskan untuk pindah rumah sakit. Dokter di rumah sakit yang baru ini tidak lagi menyarankan untuk melakukan operasi lanjutan, meskipun saat itu Kent mengalami pendarahan yang cukup massive dan dengan kondisi hati yang pecah.
“Ma, tolong bacakan Alkitab buat Kent, Ma,” ujar Kent yang masih terbaring di rumah sakit. Aku percaya kalau inilah saatnya Tuhan mau melihat hati Kent sendiri. Aku berkata kepada Kent, “Kent sudah bosan di rumah sakit kan ya nak? Ayo kita minta kepada Tuhan Yesus agar Kent sembuh dan bisa pulang ke rumah.”
“Tuhan sembuhkan Kent biar nggak sakit lagi, amin,” inilah doa Kent. Dua minggu setelahnya kent memperlihatkan perkembangan yang sangat baik. Aku percaya kalau Tuhan lah yang menciptakan organ tubuh Kent, maka ia akan memberikan hati yang baru bagi hati Kent yang sakit dan hancur. Kent dinyatakan sembuh.
Kami sekeluarga berhasil melewati masa kristis dan perjuangan melawan rasa sakit yang di derita oleh anak kami. Kami percaya kalau peristiwa ini juga memberikan kami kekuatan dan menjadikan kami sebagai keluarga yang semakin dewasa di dalam Tuhan. Aku percaya kalau iman kami semua, dan iman Kent lah yang membuat kesembuhan terjadi padanya. 
Sumber : jc channel
jawaban.com

Kamis, 22 November 2018

SEBAGAI ISTRI, AKU BERDOA UNTUK BISA SELINGKUH, INILAH BAGAIMANA TUHAN MENJAWABKU

Pernah merasa buntu dalam kehidupan pernikahan? Aku pernah merasakannya. Suamiku tidak pulang selama tiga hari. Alasan Papa sibuk karena pekerjaan pun harus aku layangkan kepada anak-anak agar mereka tidak mengetahui alasan sebenarnya.
Kami sering sekali ribut. Sepertinya tiap pertemuan kami, keributan akan selalu terjadi. Uang seringkali menjadi masalahnya. Bukan karena kekurangan, justru sebaliknya, kehidupan keluarga kami lebih dari kata cukup.
Usaha yang kami jalani bisa dikatakan sukses. Karyawan selalu bisa kami bayar tepat waktu, pendapatan meningkat setiap bulannya. Aku menyibukkan diri dengan semua urusanku, mengurusi semua kebutuhan usaha, kebutuhan rumah, bahkan kebutuhan anak-anak.
“Kemana saja kamu, Pa?” Tanyaku pada suamiku pada kepulangannya di hari ketiga. Bukannya menjawab, ia malah pergi. Setiap kami ribut, suamiku akan pergi meninggalkan rumah selama berhari-hari.
Suamiku menghadapi 10 bulan masa percobaan
Baru kuketahui setelahnya kalau selama pergi ia akan berkunjung ke klub malam, bahkan wanita. Hal inipun kuketahui setelah kehadiran satu orang wanita yang mendatangi kami untuk meminta pertanggungjawaban. 
Ulah suamiku tidak menyebabkan dirinya sampai harus mendekam dibalik jeruji besi. Hanya saja, ia harus menjalani masa percobaan selama 10 bulan. Satu bulan berlalu, tidak ada tanda-tanda perubahan dari dirinya. Ia jarang pulang dan sekalipun pulang, satu rumah hanya akan dipenuhi oleh keributan kami berdua.
Satu hari kami menghadapi sebuah konflik hebat. Tentang dirinya yang meminta sebuah pembagian pendapatan. Tentu saja aku tidak memberikannya. Aku merasa belum cukup mempercayainya. Seusai perdebatan dan teriakan kami, aku menangis sejadi-jadinya kepada Tuhan. Aku minta kepada Tuhan agar diberikan kesempatan untuk selingkuh.
Tuhan mengabulkan permohonanku. Ia memberiku kesempatan untuk berselingkuh
Pada masa pencobaannya di bulan ke tiga, aku bertemu dengan seorang teman lama bernama Rico. Dirinya sangat ramah. Darinya, aku menemukan sebuah kenyamanan yang tidak pernah kudapatkan saat berada bersama suamiku.
Bagiku, Rico adalah sebuah tempat pelarian. Tangisanku mampu ia ubah dengan tawa yang lepas. Sudah lama sepertinya aku tidak merasakan hal yang seperti ini. Tidak ada satu haripun yang tidak aku habiskan bersamanya melalui telepon.
Dari rasa nyaman, aku mengubahnya jadi rasa percaya
Aku tahu kalau kondisi keuangan Rico sedang tidak baik. Ia baru saja memulai sebuah bisnis namun sedikit mengalami kesulitan dalam keuangannya. Aku merasa iba dan mencoba untuk membantunya. Tanpa disadari, jumlah uang yang kukeluarkan untuknya telah mencapai angka 1,2M. Setiap harinya, kepergian suami selalu menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu. Karena saat tidak ada dirinya, aku bisa dengan bebas berkomunikasi dengan Rico.
Titik balik suamiku
Suamiku mendapati hubunganku bersama Rico. Kendati demikian, tidak ada satupun yang berubah dari sikapnya. Ada satu kerinduan dalam hatinya untuk memperbaiki hubungan pernikahan kami. Ia menemukan sebuah buku dan menyadari kalau pernikahan kami perlu dipulihkan. Sejak saat itu, sikapnya mulai cair dan lembut kepadaku.
Maafkan aku karena telah berselingkuh..
Aku masih mencari-cari sosok Rico. Bagiku, Rico adalah satu-satunya orang yang paling aku butuhkan. Hingga suatu hari Rico memutuskan untuk tidak lagi menghubungiku. Aku kerap mengancamnya dengan hutang yang mencapai milyaran, tetapi tetap saja dirinya tidak mau kembali kepadaku. Hal ini membuatku stres, depresi dan merasa kesepian. Aku sering jatuh pingsan dan kondisi kesehatanku kian hari kian buruk.
Hal ini membuatku sadar kalau suamiku telah berubah. Ia bersamaku saat aku berada pada kondisi seperti ini. Aku memohon ampun dan minta maaf atas semua kesalahanku. Aku kira ia akan langsung marah dan emosi menanggapinya. Tapi tidak, tanpa berkata apa pun, ia membuka tangannya untuk memelukku. Tangis kami berdua pecah saat itu. Aku percaya kalau keluarga kami akan dipulihkan.
Kami mengalami pemulihan
Setelah jujur tentang Rico, aku dan suami menghampiri Rico untuk menyelesaikan semua perihal uang yang telah dipinjamnya. Ia mau bertanggung jawab dan Puji Tuhan keluarga kami tidak sampai mengalami kerugian karena kecerobohanku ini.
Keluarga kami setiap harinya menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Tidak ada lagi jeritan, amarah, maupun perkataan dengan nada kasar di rumah kami. Tuhan telah memulihkan rumah tangga kami. Aku percaya bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan kudus yang tidak boleh dipisahkan oleh kita sebagai manusia.
Ketika kita menyerahkan seluruh masalah kepada Tuhan dan memohon ampun atas segala kesalahan kita pada Tuhan, maka ia akan memulihkan seluruh kehidupan kita. 
Sumber : solusi
jawaban.com

Minggu, 18 November 2018

KISAH NYATA 100% "ADA KESEMBUHAN YANG MENANTI ANDA!"

Kisah Nyata 100% "Ada Kesembuhan Yang Menanti Anda!"


Dokter memanggil Anda keruangannya dengan sebuah ekspresi serius, “Saya punya kabar buruk, Anda sakit kanker..” Jika Anda mengalami vonis ini, mungkin semua harapan Anda hancur dalam sekejab, dan depresi.

Atau Anda mengalami penyakit menanahun yang tidak juga kunjung sembuh. Anda sudah ke dokter, dan menjalani berbagai pengobatan. Tidak hanya itu, Anda juga datang kepada banyak hamba Tuhan untuk di doakan. Setiap kali KKR kesembuhan, Anda dan keluarga memastikan diri ada disana. Namun Anda bertanya, “Mengapa saya tidak kunjung sembuh juga?” Mari kita kembali kepada apa yang Alkitab katakana.
Pertama, Tuhan tidak melarang penggunaan obat dan cara-cara medis. Bahkan di Alkitab mencatat bagaimana Rasul Paulus menyarankan perawatan medis untuk masalah sakit perut yang dialami Timotius (1 Timotius 5:23). Pengobatan dengan cara medis juga merupakan suatu anugrah Tuhan. Namun dalam pelaksanaan pengobatannya, jangan lupa mengundang Tuhan untuk turut campur di dalamnya.
Kedua, Tuhan juga dapat melakukan mukjizat penyembuhan. Itulah sebabnya Dia memiliki gelar Tabib Ajaib. Di kitab Matius di catat bagaimana Yesus melakukan berbagai mukjizat kesembuhan atas banyak orang. Dalam Matius 8:17 menuliskan bahwa Yesus menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit penyakit dan mengusir roh-roh jahat untuk menggenapi nubuatan yang berkata, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
Di Alkitab juga mencatat bahwa dalam beberapa kesempatan Yesus menyembuhkan banyak orang, namun di saat lain Ia hanya menyembuhkan beberapa orang atau bahkan hanya satu orang saja. Hal ini menandakan bahwa Tuhan menyembuhkan mereka yang mencari kesembuhan, tapi Tuhan tidak berkewajiban untuk menyembuhkan. Mengapa Tuhan secara instant menyembuhkan seseorang dan ada yang ditunda sekian lama, itupun merupakan misteri Ilahi. Namun satu hal yang perlu kita garis bawahi bagaimana Yesus melakukan penyembuhan, Dia tidak pernah menggunakan satu metode. Yesus menggunakan berbagai macan cara untuk menyembuhkan mereka yang datang kepada-Nya. Hal yang sama juga berlaku hingga hari ini. Dia memiliki banyak cara untuk menjamah mereka yang haus akan Dia dan memohon kesembuhan kepada-Nya.
Jika Anda sudah berdoa dan memohon kesembuhan kepada-Nya, bukan berarti Dia harus menyembuhkan Anda. Satu hal yang pasti yang Anda harus tanamkan dalam hati Anda, bahwa Tuhan mendengarkan doa Anda dan Dia akan menjawabnya sesuai kekuatan dan kuasa-Nya.
Anda memiliki akses kepada Bapa Sorgawi melalui Yesus Kristus untuk memohon kesembuhan yang dimungkinkan karena Yesus Kristus telah menanggung sakit penyakit Anda di kayu salib. Dalam 1 Petrus 2:24 dituliskan : Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Kata sembuh dalam ayat diatas mengacu pada kesembuhan total, baik roh, jiwa dan tubuh.
Selain itu, dalam Yakobus 5:14 menuliskan, “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.”
Kadang juga, kita perlu untuk mengampuni atau mendapatkan pengampunan untuk mengalmi kesembuhan. Hal ini juga diajarkan oleh Paulus dalam 1 Korintus 11:28-30 berkaitan dengan Perjamuan Kudus. Kita perlu mengakui dosa yang kita sembunyikan dan juga melepaskan pengampunan pada orang lain, sehingga Tuhan dapat bebas bekerja dalam hidup kita tanpa dibatasi oleh dosa.
Jadi, apakah jika seseorang tidak juga sembuh apakah hal itu karena dosa? Tidak juga. Karena Yesus juga pernah berkata ketika ditanya oleh murid-murid-Nya tentang seorang yang buta sejak lahir seperti ini, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Yohanes 9:3. Kadang juga penyakit itu menjadi alat Tuhan untuk mengajar kita tentang suatu hal. Jika hari ini Anda mengalami sakit penyakit, Tuhan menghendaki Anda untuk datang kepada-Nya melalui doa-doa Anda. Peganglah janji Tuhan yang berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:10b). Hal ini termasuk kelimpahan dalam kesehatan jasmani Anda.
Berdoalah untuk mencari kehendak Tuhan atas hidup Anda. Periksa hati Anda, hal apakah yang perlu Anda bereskan. Lepaskanlah pengampunan pada mereka yang telah menyakit dan terimalah juga pengampunan yang akan membebaskan nurani Anda.
Jika Anda hari ini merindukan kesembuhan, Anda bisa mengikuti doa ini:
Tuhan yang kupanggil dalam nama Yesus Kristus, pencipta alam semesta dan juga Tabib yang Ajaib, dengarlah doaku hari ini yang memohon kesembuhan. Saya percaya bahwa Engkau ingin saya mengalami kesembuhan dan kuat, dan saya meminta Engkau untuk menjamah saya dengan kasih karunia-Mu serta kekuatan-Mu. Ampuni dosa saya, angkatlah semua penghalang dari hidup saya yang menghalangi Engkau untuk menyembuhkan saya. Saya mengampuni mereka yang telah menyakiti saya. Sekarang, saya mengambil otoritas di dalam nama-Mu atas sakit penyakit saya dan menengkingnya. Aku berkata kepada sakit penyakitku dan memerintahkan kepadanya untuk keluar dari tubuhku di dalam nama Yesus Kristus. Tuhan, saya juga memberikan kembali hidup saya untuk melayani-Mu dan saya akan memuliakan nama-Mu melalui kesaksian hidup saya. Terima kasih karena telah mendengarkan doa saya, Amin.
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!
Sumber : hidupbersamayesus.blogspot.com