Sabtu, 20 Januari 2018

BANGKIT DARI KEBANGKRUTAN


Ayah saya dulu memiliki sebuah bisnis ekspor-impor rotan yang berjalan cukup bagus dan keluarga kami saat itu tergolong cukup mapan. Kemudian terjadi masalah dengan pembayaran bank yang menyebabkan modal ayah saya tersangkut sehingga akhirnya bisnisnya hancur dan bangkrut. Karena ayah saya masih menggunakan hutang bank, maka rumah tempat tinggal kami disita oleh pihak bank karena dijadikan sebagai jaminan.

Kedua orang tua saya bertengkar setiap hari dengan ibu saya yang selalu menyalahkan ayah saya atas semua bencana itu. Saya dan kakak saya merasakan perceraian sudah diambang pintu. Tapi mereka bertahan. Kami kemudian berhasil mendapatkan pinjaman bank untuk pindah ke sebuah rumah yang kecil dan ibu saya yang memang selama itu bekerja, terpaksa menanggung seluruh beban keluarga. Papa saya menganggur selama beberapa tahun karena stress dan karena urusan-urusan pengadilan. Pada saat itu seluruh anggota keluarga saya tidak ada yang mengenal Tuhan. Kepercayaan kami pada Tuhan hanya sebatas tulisan yang tertera di kartu identitas kami.

Dalam masa-masa sulit tersebut, Tuhan mulai bekerja. Dimulai dari kakak saya yang mengalami jamahan Roh Kudus dalam sebuah kebaktian yang dia ikuti karena diundang oleh tetangga kami. Ibu saya juga mulai setiap pagi menyempatkan diri mengikuti ibadah pagi disebuah gereja dekat kantornya. Ayah saya mulai pulih dan mulai bekerja sebagai karyawan swasta. Keadaan terus membaik dan pada tahun 1998 ketika keadaan ekonomi Indonesia merosot, justru menjadi kunci pemulihan ekonomi kami karena kurs dollar yang meroket membuat nilai tabungan dollar ibu saya menjadi naik berkali-kali lipat sampai cukup untuk melunasi rumah kami dari hutang bank dan membeli sebuah mobil tua.

Tuhan dengan cara-caraNya yang unik terus menarik kami semakin dekat kepadaNya. Saya ingat, saat kami semakin mengenal Kristus, semakin keadaan ekonomi kami dipulihkan. Akhirnya kami semua sekeluarga menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat kami dan menerima Roh Kudus didalam hati kami. Hidup kami berubah total sejak itu dan pada saat itu semua pertobatan, semua kerugian awal akibat kebangkrutan ayah saya sudah 100% dikembalikan Tuhan… bahkan lebih!

Melihat kebelakang, saya bersyukur karena pernah mengalami itu semua. Saya tidak akan menjadi orang yang seperti sekarang kalau bukan karena kebangkrutan ayah saya. Kalau saat ini anda tengah menghadapi masalah keuangan, semua itu terjadi hanya untuk satu tujuan yaitu untuk membawa anda lebih dekat kepada Tuhan! Maka jangan tunda lagi, Mendekatlah KepadaNya!

http://www.jerrytrisya.com/bangkit-dari-kebangkrutan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar