Kamis, 04 Januari 2018

MENGHADAPI 50 SENGATAN UBUR-UBUR


Ada kekuatan yang indah pada laut dan Ian menyukainya. Ian cukup percaya diri saat di laut. Ia lebih suka berada di laut dari pada di daratan. Ia lebih suka berada dilaut dari pada di daratan. Ia suka kekuatan misterius, kecantikan mahluk-mahluk unik di laut. Ia menduga sudah mengetahui seluruh bahaya yang ada di bawah sana. Tapi satu mahluk yang berbahaya yang tidak dipahami. Bahkan kini para ahlipun sedikit yang mengetahuinya. Mahluk itu disebut ubur-ubur. Tampaknya tak berbahaya tetapi dapat membunuh orang dalam waktu 4 menit. Dan Ian McCormack mengalaminya.

Saat saya menyelam, ada sesuatu yang menghantam lengan dan saya merasakan seperti sengatan listrik. Seluruh tangan saya membengkak 2 kali ukuran normal. Saya merasakan racun menjalar dengan cepat melalui darah. Saat itu saya bertanya “Ian, apa saja yang sudah kau lakukan dalam hidupmu ? Hal ini seperti hukuman.” Ian tidak siap untuk mati. Ia masih muda dan penuh gairah hidup. Ia bertualang, berpesta, dan bermain wanita. Ia menggambarkan dirinya sebagai hedonis. Dan saat menghadapi kematian akibat 50 sengatan ubur-ubur, ia dipaksa berhadapan dengan bagaimana kehidupannya dan apa yang akan terjadi kemudian.

Teman-teman meyakinkan saya bahwa cara yang tercepat adalah membawa saya ke pantai dan ditinggalkan tergeletak begitu saja. Dengar, saya akan mencoba mencari bantuan …” Lalu saya berteriak “Jangan tinggalkan saya. Saya perlu ambulance. Saya akan mati…!” Ia begitu panik. Dan ketika terbaring, saya hampir menutup mata saya. Tiba-tiba ada suara pria yang berbicara sangat jelas “Nak, kalau engkau tutup matamu sekarang, engkau tidak akan bangun lagi.” Suara itu jelas berbicara pada saya apakah saya bodoh ? Lalu saya mulai merangkak dan mencari pertolongan.

Ian lalu mencoba untuk berjalan dan akhirnya Ian terjatuh di dekat supir taxi “Tuan, Anda perlu ambulance”, dan ia harus memohon kembali agar nyawanya diselamatkan. “Tolong saya ……” Dalam perjalanan ke RS, supir taxi tidak yakin bahwa penumpangnya yang sekarat akan membawa kebaikan bagi pekerjaannya sehingga ia melakukan hal yang tidak terbayangkan. Ia meninggalkannya di dekat sebuah hotel dalam kondisi sekarat. Untungnya petugas keamanan melihat apa yang terjadi dan memanggil ambulance. Tetapi bagi Ian, mungkin sudah terlambat. Tangan kanan dan muka saya mulai kaku dan kejang.

Saya tahu apa yang sedang terjadi dan bersiap untuk mati. Sementara saya berjuang hidup di dalam ambulance, saya mulai melihat kehidupan yang sudah saya lalui seperti video klip. Kemudian saya melihat wajah ibu saya dan ia berkata, “Nak, seberapapun jauhnya engkau dari Tuhan… jika Engkau memanggilNya dari hatimu, Tuhan akan mendengar doamu.” Saya berkata “Tuhan, kalau engkau bisa mendengar saya dan Engkau itu ada, saya meminta bantulah saya berdoa” dan seperti ada barisan kalimat muncul di depan saya “Ampunilah segala dosa dan kesalahan kami.” Jadi Tuhan, maukah Engkau memaafkan aku untuk semua perbuatanku yg salah ..? Dan wajah ibuku kembali berkata ” Nak, berdoalah dalam hatimu.” Saya berkata, “Tuhan saya minta dengan sungguh pengampunan untuk dosa dan kesalahan saya.” Setelah saya berkata demikian, bayangan kalimat itu hilang. Lalu muncul kalimat lainnya “Ampunilah orang yang bersalah kepadamu.” Wajah pengemudi taxi muncul dalam ingatan saya. Suara itu berkata “Maukah engkau mengampuni orang itu, setelah ia menarikmu keluar dari taxi dan meninggalkanmu di jalan?” Saya ingin sekali membalas dendam tetapi dengan semua ini, saya berpikir “siapakah suara ini ?

Jelas bukan pikiran saya sendiri ? Dan kalimat-kalimat itu ? Apakah saya berbicara kepada Tuhan ? ” Saya sadar bahwa jika saya tidak mengampuni mereka dengan segenap hati maka saya tidak akan bisa berdoa lagi. Lalu saya hanya melihat seluruh Doa Bapa Kami muncul. Sepanjang hidup saya sudah berdoa dengan doa tersebut, tapi kali ini saya megerti arti doa itu. Dan saya menyadari bahwa hal terbaik yang saya bisa lakukan adalah memperoleh damai dari Tuhan. Saya melihat banyak orang disana memberikan suntikan. Saat saya berbaring, saya pergi semakin jauh … jauh… Dan seketika saya berada di tempat lain. Tempat itu begitu menakutkan bagi Ian, yaitu neraka. Ia berkata bukanlah satu masalah bahwa ia tidak mempercayai neraka.

Dan saat berdiri, saya melihat satu cahaya yang mengatasi kegelapan. Saya ditarik mendekati cahaya itu. Saat saya menangis, saya berkata “Tuhan, Engkau tidak mungkin mencintai aku. Aku sudah mengutukiMu.” Tetapi kasih itu mengalir. “Aku sudah memakai obat dan bermain wanita.” Tetapi kasih itu mengalir semakin kuat dalam diriku. Hatiku yang hancur dipulihkan secara total. Tuhan adalah orang yang pertama mengasihi dan menerimaku apa adanya. Hadirat dan kasihMu …. Tidak mungkin aku balas …

Ian lalu teringat kepada seseorang yang mengasihinya yaitu ibunya yang setia berdoa untuk dirinya. Ian bertanya pada Yesus jika ia mungkin untuk kembali. Dan Ian minta disembuhkan secara total. Tuhan berkata “Ian, kalau engkau ingin kembali, kau harus melihat segala sesuatu dengan cara yang baru.” Saat saya hampir kembali ke tubuh saya, mata saya sebelah kanan terbuka dan melihat tubuh saya, kaki kanan saya dinaikkan. Dan saya melihat seorang dokter memegangi kaki saya dengan jarum ditangannya, menusuki tubuh saya seperti orang mati. Dokter hampir menyerah dan saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sambil berbaring saya berpikir apa yang terjadi, apakah saya melihat Tuhan ? Satu hal yang bisa saya katakan, dalam 15 menit Ia melakukannya. Saya merasakan aliran seperti listrik dan hangat mengaliri tubuh saya dan dalam 4 jam seluruh tubuh saya sudah disembuhkan. Keesokan harinya saya sudah keluar dari RS.

Ian McCormack bertobat seperti Rasul Paulus dalam perjalanan ke Damaskus. Tidak di dalam gereja, tidak ada panggilan pertobatan, hanya pertemuan sekejap dengan Tuhan akan satu dunia yang tidak bisa di terangkan dengan kata-kata. Ian masih berkeliling untuk menyampaikan pada orang lain tentang Tuhan yang menyelamatkannya dari kematian dan neraka yang kekal serta memberikan hidup baru.

Sumber Kesaksian:
Ian McCormack (jawaban.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar