Sabtu, 31 Maret 2018

KESAKSIAN : TUHAN YESUS MENEGUHKAN IMAN YANG GOYAH



Perjalanan karir saya kalau dilihat-lihat cukup unik juga, sejak masa kuliah saya sudah bekerja paruh waktu dan mendapatkan penghasilan yang lumayan (untuk ukuran mahasiswa). Setelah lulus kuliah, tanpa repot melamar pekerjaan kesana kemari, saya langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang saya pelajari selama berkuliah. Beberapa tahun bekerja dengan penghasilan yang lumayan, saya kemudian terpikir untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2013 tepatnya, saya keluar dari pekerjaan tetap untuk membuka usaha bersama seorang teman. Tidak disangka, setelah saya keluar dari pekerjaan saya, ternyata teman saya membatalkan niatnya untuk membuka usaha bersama saya. Sebaliknya ia tetap bertahan di tempat kerjanya. Awalnya saya masih berusaha untuk tetap tenang, karena saya yakin dengan pengalaman dan ilmu yang saya miliki pastilah saya bisa membuka usaha sendiri.

Ternyata, dunia wirausaha tidak semudah yang saya baca di buku-buku motivasi. Usaha yang saya bentuk tidak memberikan penghasilan yang sesuai. Demi bertahan hidup, akhirnya saya menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman. Meskipun sebenarnya bidang pekerjaannya tidak begitu saya sukai.  Saya hanya bertahan selama dua tahun sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut karena tuntutan pekerjaan yang harus selalu ke luar kota, sementara orangtua saya sakit-sakitan dan berulangkali harus dirawat di rumah sakit.

Selanjutnya dengan modal tabungan dan keyakinan, saya mencoba berwirausaha lagi. Ah! Ternyata lagi-lagi hasilnya tidak sesuai harapan. Antara pengeluaran dan pendapatan berbanding jauh. Dua tahun saya habiskan tanpa hasil. Yang ada malahan tabungan saya terkuras. Jadilah saya bertahan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak menentu. Saya yang tadinya idealis berubah menjadi orang yang bekerja sekedar untuk bertahan hidup.  Sering saya alami perasaan “tidak tahu bulan depan uang masih cukup atau tidak untuk saya dan keluarga saya”.


Usaha mencari pekerjaan tetap selama berbulan-bulan tidak mendapat hasil yang baik. Meskipun sudah dibantu teman-teman. Ada kiriman lamaran pekerjaan yang tidak dapat tanggapan. Ada yang sudah mencapai tahap wawancara tetapi tidak ada panggilan lanjutan lagi. Ada juga yang sudah pada tahap negosiasi tetapi yang ditawarkan benar-benar tidak sesuai (untuk ongkos dan biaya hidup saja tidak cukup).

Kenyataan empat tahun terakhir yang saya jalani memang tidak seindah kotbah-kotbah motivasional yang menekankan kesuksesan dan berkat dari Tuhan. Tetapi saya merasa realita yang saya alami adalah kenyataan yang dihadapi oleh sebagian besar orang percaya. Meskipun percaya Yesus, tetap ada kesulitan dan kesukaran yang harus dihadapi. Meskipun begitu kenyataan-kenyataan pahit ini tetap harus dijalani.

Dalam proses pergumulan, saya seringkali merasa bahwa saya sudah “dibuang” oleh Tuhan. Yah, mungkin karena saya pernah melakukan dosa yang tidak Ia sukai. Tidak hanya mengalami masalah keuangan, saya juga tertekan secara kejiwaan dan merasa depresi. Rasa rendah diri dan mood yang selalu low seperti menjadi sahabat di keseharian saya.

Di tengah masa semakin terperosoknya karir saya entah akan mengarah kemana, justru Tuhan Yesus memperlihatkan wajahNya. Mungkin ini sulit dipercaya, tetapi saya mengimani bahwa saya melihat dan merasakan kehadiran Tuhan secara nyata. Ini benar-benar pengalaman yang mengagumkan sekaligus mengharukan bagi saya secara pribadi.

Saya masih ingat kejadiannya. Di suatu hari beberapa bulan yang lalu, seperti biasa, saya pergi ke sebuah perpustakaan. Saat itu saya juga sedang berpuasa, dengan tujuan memohon petunjuk Tuhan mengenai arah hidup saya. Di perpustakaan tersebut, tidak seperti biasanya dimana saya suka membaca Alkitab atau buku-buku rohani. Hari itu saya agak suntuk, saya main game dan browsing secara asal-asalan di laptop yang saya bawa.  Sampai saat hari menjelang siang, saya berpikir “duh capek banget ya kayaknya, sudah usaha ini itu seperti nggak ada hasilnya”.

Lalu saya bangkit berdiri untuk sekedar berjalan keliling perpustakaan. Tepat saat saya melewati lorong antara rak buku, tiba-tiba tubuh saya tidak bisa bergerak, ketika itu ada cahaya terang diantara lorong rak buku yang saya lewati. Cahaya itu tampak lembut dan tidak menyilaukan. Bergerak perlahan beberapa meter di depan saya. Saya hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Di dalam hati saya merasakan ketenangan dan sukacita yang luar biasa. Saya merasa heran tetapi hanya sejenak, karena hati saya tiba-tiba berkata:

“Ya Tuhanku dan Allahku”.

Peristiwa itu berlangsung tidak lama, mungkin hanya beberapa menit. Setelah cahaya dan kehangatan itu hilang, saya kembali ke tempat duduk, dan merenungkannya. Ketika itu saya tidak tahu apa maksud dari penampakkan tersebut. Bahkan sampai berhari-hari saya tidak tahu apa tujuannya. Karena memang tidak ada suara atau petunjuk apapun, hanya rasa damai dan ketenangan saja.

Tuhan memang tidak berkata-kata secara langsung kepada saya.

Namun setelah melalui doa dan pergumulan, saya menyadari, bahwa melalui penampakkan tersebut, Tuhan ingin mengatakan “Aku tetap menyertaimu”. Penyertaan Tuhan yang mungkin sempat saya lupakan di masa-masa sulit yang sedang terjadi. Barangkali seperti Thomas yang meragukan kebangkitan Tuhan Yesus, sehingga Tuhan Yesus sendiri perlu datang secara pribadi kepada Thomas, demikianlah Tuhan Yesus meneguhkan iman saya.

Dilihat dari sudut pandang yang lain, Thomas yang tidak percaya, mungkin jauh di dalam hatinya tersimpan kerinduan untuk melihat Yesus, seperti yang sudah dialami oleh murid-murid lainnya. Dibalik kekecewaan saya dan mungkin Anda yang membaca tulisan ini, bisa jadi sebenarnya tersembunyi keinginan untuk mendengar petunjuk Tuhan, untuk merasakan kehadiranNya.

Tuhan Yesus pun menjawab kerinduan Thomas melalui kehadiranNya secara pribadi.

Tuhan Yesus ingin menunjukkan bahwa Ia peduli pada setiap pribadi. Baik yang imannya kuat, maupun yang meragukan penyertaanNya. Ia seringkali lebih memberikan damai sejahtera, bukan teguran atau celaan kepada mereka yang tidak sepenuhnya percaya kepada Nya. Tuhan Yesus hadir dalam rupa yang sederhana, bukan dalam bentuk yang mewah atau sebagai Tuhan yang harus ditakuti karena saya meragukannya. Ia datang dalam cahaya yang hangat dan menenangkan. Seperti Ia hadir di depan Thomas dalam rupa yang dikenali oleh Thomas, sebagai guru dan Tuhan yang ia sayangi dan ia harapkan kehadirannya.

Saat ini, meskipun dalam kondisi yang tidak menentu yang Tuhan ijinkan untuk terjadi, saya tetap mengimani bahwa Ia tetap hadir dalam kehidupan saya sehari-hari. Saya yakin, meskipun bukan berupa penampakkan, setiap orang yang percaya kepada Nya tetap akan mendapat penyertaan Nya. Bukan berupa materi atau berkat yang melimpah. Tetapi sekedar kehadiran Nya yang sederhana, bisa berupa teman yang baik, kesehatan, makanan seadanya, dan lain-lainnya

Kiranya kesaksian ini dapat memberi penguatan.

Yakinlah Ia tetap hadir di masa apapun yang sedang Anda alami.
Tuhan Yesus memberkati

*kesaksian ini merupakan pengalaman iman yang saya dapatkan secara pribadi yang mungkin bisa dipandang berbeda oleh orang lain.

Untuk Anda yang sedang dalam pergumulan dan membutuhkan dukungan doa dapat menghubungi kami melalui link berikut :
SUMBER : www.kristusyesus.com

Selasa, 27 Maret 2018

DI BAWAH KAKI YESUS, BERDOA DAN MENJALANI KEHIDUPAN



Berdoa di bawah kaki Yesus,

menjalani di bawah kaki Yesus,

hasilnya diserahkan di bawah kaki Yesus.

Meskipun kelihatan singkat, prinsip ini mempunyai makna yang mendalam. Saat memohon, kita benar-benar datang dengan kerendahan hati sebagai orang berdosa yang sebenarnya tidak layak untuk menghadap Tuhan. Di bawah kaki Tuhan, kita jujur mengungkapkan keluh kesah dan harapan kita, termasuk juga kekecewaan kita pada Tuhan.

Seringkali justru doa yang tanpa kata-kata untuk diucapkan baik melalui mulut maupun di dalam hati dapat lebih dipahamiNya. Ketika kita hanya bisa bercucuran air mata karena tidak tahu apa lagi yang harus kita perbuat. Karena kita mengimani bahwa Ia lebih melihat hati daripada rupa.

Saat menjalani apa yang kita doakan, kita menjalaninya juga dengan kerendah hatian. Menjalaninya dengan terus mengingat bahwa yang menguatkan kita untuk berharap pada hal yang sedang kita doakan adalah Yesus. Bukan sekedar kekuatan dan kepandaian kita yang kita andalkan di dalam berusaha.

Menjalani di bawah kaki Yesus juga berarti kita tahu bahwa usaha yang kita lakukan haruslah berkenan di mata Nya. Kita jalankan yang kita doakan tidak dengan kecurangan atau dengan nafsu duniawi, berkompetisi dengan menjatuhkan orang lain.

Bila hasilnya sesuai harapan, kita tidak berbangga hati karena merasa itu adalah kerja kita, tetapi menyerahkan hasilnya kepada Yesus. Artinya apa yang kita dapat adalah juga milik Yesus, Ia boleh ambil kembali bila Ia berkehendak.

Bila hasilnya tidak sesuai harapan kita, juga kita serahkan pada Yesus, bahwa kita tetap tunduk di bawah kuasa Nya. Kita memasrahkan apa yang sudah kita kerjakan dan doakan dengan maksimal kepada kehendakNya. Karena kita percaya bahwa hikmatNya jauh lebih tinggi dan ada misteri jalanNya yang tidak mampu kita pahami.
Mazmur 91 :9

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu

Copas : www.kristusyesus.com


Jumat, 23 Maret 2018

TUHAN YESUS, MENGAPA JALAN SEMPIT YANG HARUS KAMI LALUI ?



Matius 7 : 13-14
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Demikian tertulis di Alkitab mengenai jalan yang benar (pada Alkitab versi bahasa Indonesia) atau jalan yang sempit (pada Alkitab versi Bahasa Inggris). Jalan yang menuju kehidupan itu digambarkan sebagai jalan yang sempit dengan pintu yang sesak. Berbeda dengan jalan menuju kebinasaan yang luas dan pintu yang lebar.

Membaca bagian Alkitab ini awalnya saya lebih tertarik pada kata-kata “sedikit orang yang mendapatinya” 

Dimana kata ini bisa diterjemahkan dengan artian “sedikit orang yang menemukannya”. Menemukan apa? Tentunya menemukan “kehidupan” itu sendiri, yang merupakan tujuan dari jalan yang benar atau jalan yang sempit.

Kata sedikit orang mendapatinya mengesankan “Kehidupan” yang diinginkan seperti tersembunyi entah dimana. Padahal bila ditawarkan kepada kita, pasti kita mencari yang namanya “kehidupan”, tidak ada tentunya orang yang secara sadar berusaha mencari “kebinasaan”.

Kehidupan, saat mendengar kata ini, kita mungkin terbayang gambaran “surga”, tempat dimana ada kedamaian. Tempat dimana kita tidak mengalami masalah keuangan, tidak ada masalah keluarga, tidak ada kesulitan, tidak ada sakit penyakit, tempat dimana doa-doa kita terjawab sudah dengan memuaskan. 

Perasaan yang ada adalah bahagia, senang, tidak ada lagi tetesan air mata yang tercurah. Semuanya beres dan baik-baik saja, sejalan dengan pergumulan kita.
Betapa baiknya “kehidupan” sebagai tujuan akhir dari jalan yang ditunjukkan Tuhan.
Namun Yesus mengatakan, “sedikit orang yang mendapatinya”.
“Kehidupan” itu ada, tetapi sedikit orang yang mendapatinya.

Ini seperti Yesus mengatakan, “Saya ada sesuatu yang bagus, tetapi sedikit orang yang akan mendapatinya”. Sedikit orang yang akan menemukan hal itu.

Apa yang ada di pikiran saya adalah, “Tuhan Yesus, kalau memang itu sesuatu yang baik yang ingin Kau berikan, mengapa harus disembunyikan? Mengapa Tuhan harus berteka-teki? Mengapa saya harus mencari “kehidupan” itu? Dan belum tentu juga setelah saya mencari, saya akan mendapatkan. Karena Engkau sendiri mengatakan bahwa hanya sedikit orang yang akan mendapatinya”

 “Tuhan, mengapa tidak Engkau tunjukkan saja dengan mudah? Bukankah baik bila semua orang bisa mendapatkannya? Bukankah baik bila semua orang tidak berjalan menuju kebinasaan? Kenapa jalan menuju kehidupan tidak dibuka lebar? “

Dengan kata lain saya ingin menyampaikan kepada Tuhan, mengapa sih harus susah-susah menderita? Kenapa orang harus mengalami masalah keuangan yang membuat dia memilih jalan kebinasaan dengan berbuat dosa? Kenapa orang harus sakit dan tidak ada kesembuhan? Kenapa harus ada orang yang menjadi korban kriminalitas (pelecehan seksual, perampokkan, penipuan) sehingga orang itu menyalahkan Tuhan?

Bukankah lebih mudah bila Tuhan menurunkan harta untuk orang yang membutuhkan, kesembuhan bagi yang sakit, perlindungan bagi semua orang. Dengan begitu makin banyak orang akan percaya kepada Mu. Orang tidak akan menyimpang kesana kemari karena mereka tahu Engkau bisa secara nyata menyediakan semuanya. Daripada hanya “sedikit orang mendapatinya” bukankah lebih baik “semua orang mendapatinya”

Mengapa Engkau menyembunyikan Surga?

Untuk menjawab pertanyaan ini saya perlu untuk membaca berulangkali perumpamaan Yesus mengenai dua jalan. Yang satu luas dengan pintu yang lebar, yang lainnya sempit dengan pintu yang sesak. Untuk jalan yang luas dengan pintu yang lebar, banyak orang yang melaluinya. Sementara yang satu lagi, seperti sudah disebutkan, sedikit yang akan mendapatinya.

Benarkah Yesus menyembunyikan “kehidupan “ itu?

Ada dua jalan, yang satu lebih populer. Yang lainnya tidak.

Jalan yang luas dengan pintu yang lebar, menuju kebinasaan, pastinya Ia tidak ada disana. Karena kita paham betul bahwa Yesus tidak mengarahkan orang menuju ke kebinasaan. Lalu jalan apakah itu? Yang katanya banyak orang melaluinya?

Apa yang dicari orang? Kemudahan hidup, kenyamanan, kehormatan, kepopuleran, dan lain-lain yang dewasa ini mudah kita temukan, dalam diri kita maupun dalam kehidupan masyarakat. Jalan yang lebar, artinya segala sesuatunya lancar, dengan kekayaan, kepopuleran dan hal-hal duniawi, segalanya bisa dikatakan mudah untuk dibereskan. Jalan yang lebar juga artinya bisa berjalan bersama-sama. Tidak ada kesepian karena banyak orang yang mengikuti kita. Kalau populer dan kaya, atau berpenampilan menarik, banyak yang akan dekat dengan kita, mulai dari orang biasa sampai pejabat.
Karenanya jalan ini menjadi menarik dan banyak orang mau melewatinya.

Lalu bagaimana dengan jalan yang satu lagi?

Jalan sempit dengan pintu yang sesak. Jalan ini pastinya susah dilalui. Selain itu akan ada kesepian disana, karena jalannya sempit tidak bisa dilalui beramai-ramai. Ini jalan yang tidak populer. Ini jalan yang tidak enak. Tidak menghasilkan kekayaan, dan apapun yang secara duniawi dihargai. Tidak ada tepuk tangan, tidak ada jutaan likes dan followers. Karena memang jalan ini sempit, sepi.

Karena sedikit orang yang melewatinya, saya pun kurang bisa memberikan gambaran mengenai jalan apakah itu.

Mungkin ini jalan yang dilalui oleh dokter-dokter misi, yang setelah belasan tahun kuliah di fakultas kedokteran, lalu membaktikan diri di tempat-tempat terpencil dengan fasilitas terbatas. Mungkin ini jalan yang dilalui oleh guru-guru yang mengajar di pedalaman, jauh dari sorotan media sosial. Mungkin ini jalan yang dilalui seorang yang benar lalu difitnah dan harus mendekam selama dua tahun di penjara. Mungkin ini jalan orang-orang yang bekerja di penampungan anak jalanan atau para relawan yang harus mengurusi anak-anak berkebutuhan khusus.

Tetapi bisa juga jalan diartikan sebagai gambaran menjalani kehidupan dengan penuh kesulitan dan tekanan.

Jalan sempit ini bisa dikatakan juga jalan yang dilalui oleh korban pelecehan seksual yang memilih bertahan menjalani hidupnya meskipun berat, atau jalan seorang penderita penyakit yang tidak ada obatnya, tetapi ia tetap berusaha tabah melewatinya. Bisa juga ini gambaran hidup orang yang gagal berkali-kali tetapi masiih mau mencoba lagi.
Wah kehidupan macam apa itu? Kehidupan di jalan kebinasaan tampak lebih menarik dibandingkan 

“kehidupan” yang Ia tunjukkan di jalan yang sempit.
Hidup dan mati di dalam Alkitab tidak selalu diartikan hidup dan mati secara harafiah, seperti hidup itu masih bernafas, sementara kalau mati, ya seseorang sudah menjadi mayat.

Hidup artinya mempunyai relasi atau hubungan dengan Tuhan. Sedangkan mati berarti putusnya hubungan dengan Tuhan. Ingatkah Anda waktu Yesus mengatakan di luar pokok anggur, ranting akan mati? Di luar Yesus , orang akan “mati”.

Berada di jalan yang sempit dengan pintu yang sesak, “kehidupan” bukanlah tujuan akhir. Namun “kehidupan” adalah sesuatu yang akan dijalani oleh orang tersebut. Berada di jalan itu, Anda, saya atau siapapun juga akan melihat wajah Tuhan dan tidak mati. Akan ada hubungan pribadi yang dekat dengan Tuhan. Karena di jalan ini tidak ada dosa atau penghalang untuk melihat wajahNya. Ia tidak terhalang oleh kekayaan duniawi, tidak ada hiruk pikuk popularitas yang mengalihkan perhatian kita dari diri Nya. Di jalan ini, saat kita merasa sepi, seolah tidak ada yang mengerti jalan pikiran dan kehidupan kita, kita akan lebih menyadari kehadiranNya yang berjalan bersama dengan kita.

Tidak ada dosa atau sesuatu yang membuat kita malu untuk bersama dengan Nya.

“Kehidupan” itu tidak pernah Ia sembunyikan. “Kehidupan” itu ada, hanya saja sedikit orang yang mendapatinya. Sedikit orang yang ingin melalui jalan tersebut.

Yang memilih jalan sempit akan melihat wajah Tuhan secara nyata dalam bentuk orang-orang yang mereka tolong, murid-murid yang miskin, orang dengan disabilitas, anak jalanan, korban kekerasan, korban ketidak adilan, dan lain sebagainya.

Selain itu di jalan ini, orang juga akan merasakan kehadiranNya secara spiritual. Ia hadir ketika kita memilih jalan doa dibandingkan berkeluh kesah dan marah karena kehidupan. Ia hadir dalam setiap kata dari Firman yang kita baca ketika kita meninggalkan jalan kepalsuan yang menawarkan hiburan sesaat. Dan dalam situasi ini, yang terbaik ialah, Ia melayakkan kita untuk berada dalam “kehidupan”, yakni bertatapan dengan Nya tanpa adanya pembatas suatu pengalaman, yang mungkin memang  “hanya sedikit orang yang mendapatinya”.

Melihat dan merasakan relasi dengan Terang Kasih Tuhan melebihi mujizat apapun yang dapat Ia berikan kepada kita. Karena Ia sendiri, sang pembuat mujizat, kita dapati di jalan yang sempit dan berpintu sesak.

"Masuklah melalui pintu yang sesak itu......"

Demikian harapan Yesus kepada kita semua. Ia berharap kita mengalami “kehidupan” itu, berelasi secara pribadi dengan Nya. 


Sabtu, 17 Maret 2018

KESAKSIAN : TUHAN YESUS MENEGUHKAN IMAN YANG GOYAH


Perjalanan karir saya kalau dilihat-lihat cukup unik juga, sejak masa kuliah saya sudah bekerja paruh waktu dan mendapatkan penghasilan yang lumayan (untuk ukuran mahasiswa). Setelah lulus kuliah, tanpa repot melamar pekerjaan kesana kemari, saya langsung mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang yang saya pelajari selama berkuliah. Beberapa tahun bekerja dengan penghasilan yang lumayan, saya kemudian terpikir untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2013 tepatnya, saya keluar dari pekerjaan tetap untuk membuka usaha bersama seorang teman. Tidak disangka, setelah saya keluar dari pekerjaan saya, ternyata teman saya membatalkan niatnya untuk membuka usaha bersama saya. Sebaliknya ia tetap bertahan di tempat kerjanya. Awalnya saya masih berusaha untuk tetap tenang, karena saya yakin dengan pengalaman dan ilmu yang saya miliki pastilah saya bisa membuka usaha sendiri.

Ternyata, dunia wirausaha tidak semudah yang saya baca di buku-buku motivasi. Usaha yang saya bentuk tidak memberikan penghasilan yang sesuai. Demi bertahan hidup, akhirnya saya menerima tawaran pekerjaan dari seorang teman. Meskipun sebenarnya bidang pekerjaannya tidak begitu saya sukai.  Saya hanya bertahan selama dua tahun sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tersebut karena tuntutan pekerjaan yang harus selalu ke luar kota, sementara orangtua saya sakit-sakitan dan berulangkali harus dirawat di rumah sakit.

Selanjutnya dengan modal tabungan dan keyakinan, saya mencoba berwirausaha lagi. Ah! Ternyata lagi-lagi hasilnya tidak sesuai harapan. Antara pengeluaran dan pendapatan berbanding jauh. Dua tahun saya habiskan tanpa hasil. Yang ada malahan tabungan saya terkuras. Jadilah saya bertahan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak menentu. Saya yang tadinya idealis berubah menjadi orang yang bekerja sekedar untuk bertahan hidup.  Sering saya alami perasaan “tidak tahu bulan depan uang masih cukup atau tidak untuk saya dan keluarga saya”.

Usaha mencari pekerjaan tetap selama berbulan-bulan tidak mendapat hasil yang baik. Meskipun sudah dibantu teman-teman. Ada kiriman lamaran pekerjaan yang tidak dapat tanggapan. Ada yang sudah mencapai tahap wawancara tetapi tidak ada panggilan lanjutan lagi. Ada juga yang sudah pada tahap negosiasi tetapi yang ditawarkan benar-benar tidak sesuai (untuk ongkos dan biaya hidup saja tidak cukup).

Kenyataan empat tahun terakhir yang saya jalani memang tidak seindah kotbah-kotbah motivasional yang menekankan kesuksesan dan berkat dari Tuhan. Tetapi saya merasa realita yang saya alami adalah kenyataan yang dihadapi oleh sebagian besar orang percaya. Meskipun percaya Yesus, tetap ada kesulitan dan kesukaran yang harus dihadapi. Meskipun begitu kenyataan-kenyataan pahit ini tetap harus dijalani.

Dalam proses pergumulan, saya seringkali merasa bahwa saya sudah “dibuang” oleh Tuhan. Yah, mungkin karena saya pernah melakukan dosa yang tidak Ia sukai. Tidak hanya mengalami masalah keuangan, saya juga tertekan secara kejiwaan dan merasa depresi. Rasa rendah diri dan mood yang selalu low seperti menjadi sahabat di keseharian saya.

Di tengah masa semakin terperosoknya karir saya entah akan mengarah kemana, justru Tuhan Yesus memperlihatkan wajahNya. Mungkin ini sulit dipercaya, tetapi saya mengimani bahwa saya melihat dan merasakan kehadiran Tuhan secara nyata. Ini benar-benar pengalaman yang mengagumkan sekaligus mengharukan bagi saya secara pribadi.

Saya masih ingat kejadiannya. Di suatu hari beberapa bulan yang lalu, seperti biasa, saya pergi ke sebuah perpustakaan. Saat itu saya juga sedang berpuasa, dengan tujuan memohon petunjuk Tuhan mengenai arah hidup saya. Di perpustakaan tersebut, tidak seperti biasanya dimana saya suka membaca Alkitab atau buku-buku rohani. Hari itu saya agak suntuk, saya main game dan browsing secara asal-asalan di laptop yang saya bawa.  Sampai saat hari menjelang siang, saya berpikir “duh capek banget ya kayaknya, sudah usaha ini itu seperti nggak ada hasilnya”.

Lalu saya bangkit berdiri untuk sekedar berjalan keliling perpustakaan. Tepat saat saya melewati lorong antara rak buku, tiba-tiba tubuh saya tidak bisa bergerak, ketika itu ada cahaya terang diantara lorong rak buku yang saya lewati. Cahaya itu tampak lembut dan tidak menyilaukan. Bergerak perlahan beberapa meter di depan saya. Saya hanya bisa terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Di dalam hati saya merasakan ketenangan dan sukacita yang luar biasa. Saya merasa heran tetapi hanya sejenak, karena hati saya tiba-tiba berkata:

“Ya Tuhanku dan Allahku”.

Peristiwa itu berlangsung tidak lama, mungkin hanya beberapa menit. Setelah cahaya dan kehangatan itu hilang, saya kembali ke tempat duduk, dan merenungkannya. Ketika itu saya tidak tahu apa maksud dari penampakkan tersebut. Bahkan sampai berhari-hari saya tidak tahu apa tujuannya. Karena memang tidak ada suara atau petunjuk apapun, hanya rasa damai dan ketenangan saja.
Tuhan memang tidak berkata-kata secara langsung kepada saya.

Namun setelah melalui doa dan pergumulan, saya menyadari, bahwa melalui penampakkan tersebut, Tuhan ingin mengatakan “Aku tetap menyertaimu”. Penyertaan Tuhan yang mungkin sempat saya lupakan di masa-masa sulit yang sedang terjadi. Barangkali seperti Thomas yang meragukan kebangkitan Tuhan Yesus, sehingga Tuhan Yesus sendiri perlu datang secara pribadi kepada Thomas, demikianlah Tuhan Yesus meneguhkan iman saya.

Dilihat dari sudut pandang yang lain, Thomas yang tidak percaya, mungkin jauh di dalam hatinya tersimpan kerinduan untuk melihat Yesus, seperti yang sudah dialami oleh murid-murid lainnya. Dibalik kekecewaan saya dan mungkin Anda yang membaca tulisan ini, bisa jadi sebenarnya tersembunyi keinginan untuk mendengar petunjuk Tuhan, untuk merasakan kehadiranNya.

Tuhan Yesus pun menjawab kerinduan Thomas melalui kehadiranNya secara pribadi.
Tuhan Yesus ingin menunjukkan bahwa Ia peduli pada setiap pribadi. Baik yang imannya kuat, maupun yang meragukan penyertaanNya. Ia seringkali lebih memberikan damai sejahtera, bukan teguran atau celaan kepada mereka yang tidak sepenuhnya percaya kepada Nya. Tuhan Yesus hadir dalam rupa yang sederhana, bukan dalam bentuk yang mewah atau sebagai Tuhan yang harus ditakuti karena saya meragukannya. Ia datang dalam cahaya yang hangat dan menenangkan. Seperti Ia hadir di depan Thomas dalam rupa yang dikenali oleh Thomas, sebagai guru dan Tuhan yang ia sayangi dan ia harapkan kehadirannya.

Saat ini, meskipun dalam kondisi yang tidak menentu yang Tuhan ijinkan untuk terjadi, saya tetap mengimani bahwa Ia tetap hadir dalam kehidupan saya sehari-hari. Saya yakin, meskipun bukan berupa penampakkan, setiap orang yang percaya kepada Nya tetap akan mendapat penyertaan Nya. Bukan berupa materi atau berkat yang melimpah. Tetapi sekedar kehadiran Nya yang sederhana, bisa berupa teman yang baik, kesehatan, makanan seadanya, dan lain-lainnya

Kiranya kesaksian ini dapat memberi penguatan.

Yakinlah Ia tetap hadir di masa apapun yang sedang Anda alami.

Tuhan Yesus memberkati

*kesaksian ini merupakan pengalaman iman yang saya dapatkan secara pribadi yang mungkin bisa dipandang berbeda oleh orang lain.


Selasa, 13 Maret 2018

IBU LINA – MUJIZAT MEMILIKI ANAK


Saya menikah pada bulan Agustus 1997. Sebagaimana layaknya sebuah keluarga, saya dan suami saya merindukan hadirnya seorang anak sebagai pelengkap kebahagiaan keluarga kami. Tetapi setelah menunggu 1 tahun lamanya, kami belum juga dikaruniai seorang anak. Hati kami sangat sedih, karena kami betul-betul merindukan hadirnya seorang anak dalam keluarga kami. Saya dan suami mulai berdoa dan berharap pada Tuhan, supaya Tuhan memberi kami keturunan. Kami percaya bahwa Tuhan pasti mendengar dan menjawab doa kami.
Memasuki tahun kedua usia pernikahan kami, saya dan suami semakin berharap pada pertolongan Tuhan dan mulai rajin pergi ke gereja. Kami mulai belajar untuk lebih  mengikuti Tuhan dengan sungguh – sungguh.

Memasuki tahun yang ketiga dan keempat, kami masih belum melihat adanya  perkembangan yang berarti. Hal ini membuat hati kami  merasa sedih, down dan malu pada  keluarga. Tetapi karena saya percaya bahwa Tuhan pasti akan menjawab doa saya, maka saya terus setia berharap dan berdoa kepada Tuhan.

Pada bulan Maret 2001, saya diajak ke KPPI oleh seorang Hamba Tuhan. Sejak saat itu, timbullah harapan dan semangat baru di dalam hati saya.
Pada tanggal 8 Maret 2001, saya datang ke KPPI dengan gembira, penuh pengharapan dan iman bahwa Allah pasti menjawab doa saya. Pada saat Firman Tuhan disampaikan, saya semakin percaya dan iman saya semakin dibangkitkan. Ketika didoakan oleh Hamba – hamba Tuhan di KPPI, saya merasa ada sesuatu yang hangat mengalir di dalam tubuh saya. Pada waktu itu juga, saya yakin bahwa doa saya telah dijawab oleh Tuhan.

Saya datang lagi ke KPPI sebanyak empat kali, terakhir pada bulan Juli 2001.  Enam bulan kemudian, yaitu pada bulan Januari 2002, saya mulai merasa mual-mual dan pusing. Karena rasa sakit yang tidak tertahankan, saya pergi ke dokter terdekat. Ternyata, … berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa saya positif hamil. Haleluya ! Puji Tuhan ! Tuhan telah menjawab doa saya ! Terimakasih Tuhan ! Tidak ada yang mustahil bagi Dia ! Saya tahu bahwa kehamilan ini dari Tuhan. Saya memberitahukan hal ini kepada keluarga saya dan tetangga-tetangga saya.

Bulan demi bulan, saya jalani kehamilan saya dengan satu sukacita serta ucapan syukur.
Pada hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2002, SAYA MELAHIRKAN SEORANG BAYI PEREMPUAN YANG CANTIK SEBERAT 4,1 KG DENGAN SELAMAT. Puji Tuhan, saya merasakan anak ini merupakan pemberian Tuhan bagi kami sekeluarga.
Puji Tuhan!


Copas : ada-jawaban.blogspot.co.id

Jumat, 09 Maret 2018

KESAKSIAN KESEMBUHAN : IBU ANNE DISEMBUHKAN DARI SAKIT STROKE


Sungguh kuasa Tuhan tidak pernah berubah bagi orang yang percaya dan berharap padaNya.

Tuhan menyatakan kuasaNya kepada ibu Aneke yang sembuh dari sakit stroke selama 10th.

Ibu Aneke seorang ibu rumah tangga biasa awalnya ibu Aneke sakit biasa saja yang tidak membuat dia untuk berobat kedokter.

Lama kelamaan ibu Aneke merasa lemas dan tangan,kakinya tidak bisa digerakan dia tidak melakukan aktifitasnya melihat kondisi ibu Aneke semakin menurun akhirnya anaknya mengambil keputusan untuk membawa dia kedokter dan setelah di Ctscan ternyata sakit ibu Aneke kata dokter kolesterol,gula darah tinggi,ibu Aneke mengalami komplikasi itu penyebab dia sakit stroke.

Ibu Aneke sudah berobat kemana-mana tapi sakitnya tidak mengalami perubahan,ibu Aneke tidak menjadi putus asa tiap-tiap hari dia berdoa dan percaya akan kuasa Tuhan.

Pada bulan Maret 2015 ibu Aneke dilayani oleh tim KPPI dan mengundang dia untuk hadir ke KPPI. Ibu Aneke dengan iman percaya pada Tuhan kppi tgl 13 Maret 2015 dia datang berharap Tuhan menyembuhkan akan dia,Puji Tuhan dia mengalami jamahan Tuhan tangan dan kakinya mulai ada perubahan tapi belum sembuh total.Ibu Aneke tidak putus asa dia terus berdoa berharap pada Tuhan.

Kembali Ibu Aneke datang keduakalinya ke KPPI pada tgl 27 Maret 2015 ibu Aneke datang dengan Iman yang percaya pada kuasa Tuhan.

Puji Tuhan saat didoakan ibu Aneke merasa akan jamahan Tuhan ada kuasa yang mengalir dibagian tangan dan kakinya Puji Tuhan ibu Aneke dapat menggerakan tangannya dan kakinya sudah dapat berjalan.

Terpujilah Tuhan sekarang ibu Aneke sudah sembuh dan sakit stroke selama 10 tahun sekarang ibu Aneke kembali dapat melakukan atctivitasnya haleluya ibu Aneke sudah sembuh.



COPAS : ada-jawaban.blogspot.co.id

Senin, 05 Maret 2018

KESAKSIAN KESEMBUHAN : TUHAN YESUS SEMBUHKAN SAKIT RADANG OTAK SELAMA 2 TAHUN

Kembali Tuhan menyatakan kasih setiaNya bagi umatNya. Dinyatakan melalui mujizat yang dialami oleh Ruth Rahel yang disembuhkan dari sakit Radang Otak.

Sekitar 5 – 10 Desember 2015 Ruth mengalami panas yang terus menerus. Obat – obatan yang diminumnya tidak membuatnya sembuh. Tiba -tiba pada tanggal 10 Desember 2004, panasnya naik menjadi 38, 6 C. Dia mulai kejang-kejang dan tangannya mulai mengepal. Ruth dibawa ke Rumah Sakit di daerah Tangerang. Saat itu wajah Ruth sangat pucat dan matanya hanya tampak yang putih saja, ibunya ( Umi Evelina Siagian) sangat kuatir. dirumah sakit Ruth diberi masker oksigen, kakinya diberi infus. Makan dan minum melalui selang yang dipakai dihidungnya. Dan sore harinya dia tidak sadarkan diri, itu berlangsung 4 hari tidak sadarkan diri.

Untuk mengetahui sakit yang Ruth alami, dokter mengambil cairan dari tulang belakang. Hasilnya adalah Ruth menderita sakit Radang Otak ( Encephalitis ) suatu penyakit yang disebabkan oleh Virus yang menyerang susunan syaraf pusat yang mengakibatkan timbulnya gangguan pada syaraf motorik (gerakan) dan syaraf sensorik (penglihatan). Penyakit ini langka dan sulit disembuhkan, sehingga dapat membawa pada kematian.

Hari ke 5 di rumah sakit, Ruth mulai membuka mata, dokter menepuk namun tidak berkedip. Saat disenterpun juga tidak ada reaksi. saat perutnya dicubit juga tidak ada reaksi. Dan juga saat lutut diketuk, maka diketahuilah bahwa Ruth mengalami lumpuh total.

Kemudian 2 Hamba Tuhan dari KPPI datang mengunjungi Ruth dan mendokannya. Keesokan harinya, mujizat terjadi saat jam 5 pagi yang selama ini diam saja, kini bisa menangis. Dan jam 8 pagi tangannya yang lumpuh mulai dapat digerakkan. dan kedua matanya dapat mengikuti cahaya senter yang diarahkan kekiri kekanan juga keatas dan kebawah.

Pada tanggal 17 Desember 2004 masker oksigen dan selang infusnya dicabut. Pada tanggal 5 Januari 2005 hamba Tuhan KPPI datang mengunjungi Ruth di rumah untuk mengajak ke KPPI.

Pada Tanggal 27 Januari 2005 , Ruth dan Ibunya datang ke KPPI. pertama kalinya dan saat didoakan belum ada perubahan. Kembali Ruth dan Ibunya datang kedua kalinya pada tanggal 10 Februari 2005, didoakan kembali saat itu mulai dapat duduk dan berdiri. Dan pada tanggal 28 April 2005 datang kembali untuk yang ke3 kalinya. Kesembuhan Total terjadi Ruth dapat berjalan saat kedatangan KPPI yang ke empat 12 Mei 2005. Ruth didoakan oleh salah seorang hamba Tuhan, ibunya merasakan saat itu panas kakinya Ruth seperti ada aliran listrik. Ibunya percaya saat itu anaknya sudah bisa berjalan.

Ruth dan Ibunya menyaksikan di panggung di KPPI 11 Agustus 2005, 3 bulan setelah mengalami kesembuhan total.

10 tahun kemudian, mujizat kesembuhan yang dialami Ruth Rahel terus berlangsung. Puji Tuhan tim KPPI Jakarta yang sedang melayani di kabupaten Aceh Tenggara lokasinya di desa Lawedeski, kembali bertemu dengan Ibu dari Ruth Rahel yang sekarang ikut melayani Tuhan sebagai konselor. Sungguh besar dan ajaib kuasa Allah yang telah mempertemukan kami kembali setelah hampir 10 tahun lamanya. Dan kesembuhan itu tetap berlangsung sampai saat ini Tuhan terus memelihara Ruth yang sekarang sudah sekolah lulus SD dan akan melanjutkan ke SMP kelas 1. Ruth sungguh bersyukur atas kesembuhan yang dia alami dan Ibunya juga giat melayani Tuhan sekarang ini. Sungguh Dia bapa yang baik bagi semua orang percaya. Terpujilah Tuhan atas kasih setiaNya yang besar ditunjukkanNya bagi orang yang mengasihi Dia !


COPAS : ada-jawaban.blogspot.co.id

Kamis, 01 Maret 2018

KESAKSIAN KESEMBUHAN : SAKIT NYERI OTOT 2 TAHUN TUHAN SEMBUHKAN!


Berasal dari kota Flores Manggarai dan bersekolah di SMAN 1 ELANG dan selama 3 tahun dia mengikuti taekwondo. Setelah lulus SMA dia ke Jakarta untuk kuliah dan selama 3 tahun dia tidak pernah olahraga. Maka terasa sakit dari mata kaki ke betis lalu pangkal paha ke betis.

Lalu dicoba dengan menaruh koyo ke punggung badannya dan obat obatan luar lainnya tetapi tidak berhasil. Akhirnya dia ke dokter untuk memeriksakan diri tapi tidak ditemui satu penyakit pun.

Akibat munculnya Nyeri Otot atau Myalgia Terlalu memaksakan otot saat beraktifitas fisik secara berlebih, cepat, dan terlalu sering. Otot terkilir dan tegang karena cedera atau trauma Ketegangan atau stress yang terjadi pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Dari situ dia mencoba minum obat yang diberikan dokter tapi tetap tidak kunjung sembuh bahkan pada malam hari dia tidak dapat tidur karena sakit. Penyakit yang dialaminya membuatnya sangat menderita sekali tapi dia tetap berharap Tuhan menolongnya.

Suatu ketika ada Hamba Tuhan yang datang mengajak nya ke KPPI dan dia pun datang ke sini. Dan Puji Tuhan di KPPI dia dapat disembuhkan Tuhan secara ajaib. Saat ini sakitnya sudah tidak ada dia dapat beraktifitas dengan normal

Dia sangat bersyukur buat campur tangan Tuhan yang luar biasa.


COPAS : ada-jawaban.blogspot.co.id