Rabu, 27 Juni 2018

MANTAN DUKUN SAKTI DIKAWAL 40 JIN TOBAT

MANTAN DUKUN SAKTI DIKAWAL 40 JIN TOBAT | MARCOS SUSANTO

“Setelah saya sadar, saya memanggil istri saya, ‘Mah …’ Kemudian istri saya jawab : ‘Kenapa ? … kenapa ?’ Saya bilang ‘Kesini … kesini …’ ‘Ada apa ?’ Kemudian saya berkata ‘Itu diatas ada salib. Salib itu bagus sekali ma. Tolong ma … kamu lihat ma ..’ Istri Marcos ‘Mana ? … mana ? ndak ada ?’ Kemudian saya jawab ‘Itu diatas.’ “.
Marcos Susanto – Kisah Nyata Dukun Ini Dilindungi Oleh Lebih Dari 40 Jin (Obat Malam). Shalom, begini kisahnya :
Marcos Susanto adalah mantan dukun yang mengaku pernah dikawal oleh lebih dari 40 jin. Saat masih menjadi dukun, Marcos mengandalkan berbagai benda-benda gaib seperti pusaka yang kemudian dipercaya menjadi sumber kekuatannya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Marcos : “Saya adalah seorang dukun yang dilindungi oleh lebih dari 40 jin. Pada malam hari ini saya akan menceritakan kisah hidup saya dimasa lampau.”
Profesinya sebagai dukun dimulai sejak ia mengalami sakit selama tiga hari tiga malam lamanya tanpa alasan yang jelas. Hingga akhirnya sang istri Ina, memanggil seorang dukun dan menyampaikan bahwa seorang roh halus butuh dirawat olehnya.
“Menurut keterangan dia (dukun), ini bukan sakit biasa. Ini ada orang roh halus yang minta dirawat,” tutur Marcos.
Bagaimana awalnya anda mendapatkan benda pusaka yang berisi 40 jin ?
Marcos : “Awal saya dapat itu ya … saya sakit tiga hari tiga malam berobat, nggak sembuh-sembuh. Nggak dapat keterangan sakitnya apa. Nah tahu-tahu istri saya memanggil seorang dukun. Panggil kerumah diam-diam minta tolong. Menurut keterangan dia (si dukun) ‘Ini bukan sakit biasa. Ini ada orang halus yang minta dirawat.’ Istri saya bertanya ‘Trus siapa orangnya ?’. Lalu kata si dukun ‘Nanti kan tahu sendiri.’ Dari mana datangnya ? Nanti datang sendiri dalam bentuk pusaka yang berbentuk pisau kecil yang sarungnya dari kayu cendana, gagangnya juga dari kayu cendana. Bagaimana cara dia datang ? Ya nanti dia datang sendiri di kamar.”
Ina Chandra (Istri Marcos) : “Setelah dukun itu ngasih tahu, besoknya tepat jam 12 itu sudah ada di kamar. Lha trus saya kebingungan. Terus saya kasih tahu dia ‘Pah, tu ada pisaunya.’ ”
115_Kisah Nyata Dukun Ini Dilindungi_KSB_JPG
Marcos : “Nah setelah itu saya bertanya-tanya. Ini bagaimana ini pisau diapakan ? Saya tanya kepada teman-teman saya yang sudah berpengalaman ‘Ya udah lu udah ada bagiannya. Lu rawatin aja, ntar juga dia kasih keterangan … gitu.’ Yang ada di pikiran saya, saya bertanya ‘Yang ada didalam pusaka ini siapa? Apa sih maksud tujuannya ?’ Nah suatu ketika dia ngasih mimpi bahwa ‘dia adalah diatas segala makhluk. Saya pangkatnya juga tinggi. Jumlah pasukan saya 40 jin. Saya bisa bantu menyelesaikan penyakit, problem apa aja saya bisa bantu. Asal saya dirawat dengan baik. Apa yang saya minta harus disiapkan. Itu akan saya buktikan.’ Ya saya lakukan, ya saji-sajian. Ada air, buah-buahan, pakai kemenyan. Sesuai yang dia kasih ilham kepada saya, saya ikutin.”

Rasa penasaran dari Marcos membawanya mempercayai dukun tersebut. Ia mulai percaya sejak sebuah pusaka tiba-tiba ada di rumahnya secara ajaib. Pusaka inilah yang membawa Marcos terjun ke dunia okultisme. Dari sinilah dirinya percaya bahwa ia dipakai untuk sesuatu bagian yang supranatural.
Kepercayaan akhirnya tumbuh didalam sukma Marcos, hingga taat melaksanakan berbagai ritual sesajen untuk dipersembahankan kepada mahluk gaib.
Perubahan apa yang terjadi setelah anda mendapatkan benda pustaka ?
Marcos : “Ada keluarga saya yang terkena masalah. Masalahnya terkena guna-guna. Akhirnya adik saya nangis-nangis dan minta bantuan bagaimana caranya masalah anaknya selesai. Ya saya datang ke rumahnya malam-malam. Saya duduk disitu, saya bertapa. Itu ada pocong disitu. Akhirnya keponakan saya ini sembuh. Nah disitu mamahnya cerita. Tetangganya nanya dah ‘Itu anakmu udah sembuh kayaknya. Udah ada di rumah.’ ‘Ya’. ‘Pake apa obatnya.’ Kemudian adik saya menjawab ‘Koko gua kan bisa.’ ‘Masa sih bisa ?’ ‘Ya bisa.’ ”
Tak lama kemudian, ia berhasil menangani penyakit salah seorang dari saudaranya. Sejak itulah Marcos semakin dikenal sebagai dukun sakti yang ampuh menyembuhkan penyakit.
Marcos : “Nah dari situlah orang-orang berdatangan. Mereka dari luar kota, luar kabupaten, trus sampai luar pulau. Pada bertanyalah, yang sakit, ya macam-macam problem lah. Ya kita kasih aja semua solusinya. Itu sukses, banyak berhasil. Ya mulai dari situlah timbul kepercayaan.”
Ina Chandra :”Sebelum jadi dukun biasa emosinya, apanya juga biasa. Setelah jadi dukun, ya itu emosian. Kalau ada dia takut. Anak juga kalau lihat dia juga takut.”
Marcos : “Sombong, kasar dan saya merasa gagah. Merasa diri paling hebat. Nggak ada yang kita takutin. Orang juga melihat kita malah takut. Jadi saya berpikir ‘Ini pengaruh makhluk-makhluk yang ada didalam pusaka.’ ”
Kesombongan dan keangkuhan pun memenuhi hati Marcos. Ia mengklaim diri memiliki kekuatan dan menjadi sosok yang ditakuti banyak orang.
Apakah anda memiliki pusaka-pusaka lain ?
Marcos : “Ada tambahan-tambahan pusaka yang datang sendiri. Yang punya pusaka itu tidak mampu, dia sakit-sakitan, maka dia serahkan kepada saya. Benda itu ada yang menunggu, jin-jin. Akhirnya ditempat saya jumlahnya 20 lebih. Itu menyebabkan saya rumit dalam merawatnya. Semakin banyak jumlahnya, sesajen dan ritualnya juga semakin banyak. Seperti mendatangi tempat makam-makam yang angker-angker, yang di hutan di gunung. Rambut tidak boleh dipotong selama 7 tahun. Saya ndak makan nasi 3,5 tahun hanya me doang. Itu suatu pantangan dia untuk membersihkan diri saya. Ya intinya untuk menambah ilmu saya.”
Namun perilaku itu pun tak bertahan lama, suatu kali pria ini jatuh sakit dan pusaka yang dipakainya bahkan tidak dapat menolongnya. Perasaan ketidakadilan berkecamuk dalam batinnya. Ketidakpercayaan terhadap pusaka itu mulai tumbuh dihatinya sebab ia tidak dapat menyembuhkan dirinya sendiri seperti apa yang selama ini ia lakukan terhadap orang lain.
Apakah benda-benda pusaka itu selalu berpihak kepada anda ?
Marcos : “Pada suatu hari saya sakit. Namanya sakit apa juga kita tidak tahu. Makan obat, diurut juga tidak ada perubahan. Saya punya pusaka sering membantu, menyembuhkan orang sakit dan pada saat saya sakit saya minta bantuan kepada pusaka-pusaka yang ada pada saya. Trus saya lakukan ritual dan saya mohon sama pusaka-pusaka itu. Sakit saya tidak sembuh sembuh. Pada saat itu saya sangat kecewa. Apalah artinya pusaka yang saya rawat bertahun-tahun pada saat saya membutuhkan supaya sakit saya sembuh kok tidak bisa disembuhkan. Kenapa orang-orang sakit yang datang dari mana-mana bisa sembuh, mereka punya masalah bisa kita bantu selesaikan. Kenapa saya punya masalah dia ndak bisa bantu kita. Dari situ pikiran saya mulai berubah, bahwa pusaka ini tidak ada artinya buat saya. Saya sudah tidak punya lagi kepercayaan dengan pusaka itu.”
Beranjak dari itu, sebuah perjalanan supranatural dialaminya ketika ia tiba-tiba rebah sesaat setelah keluar dari kamar mandi dengan kondisi tak sadarkan diri. Saat itulah ia mengakui sedang berada disuatu tempat yang ramai namun sepi.
Marcos : “Saat itu saya sedang keluar dari kamar mandi saya jatuh. Saya tidak sadarkan diri.”
Ina Chandra : “Saya ngeliat. Loh kok roboh gitu ? Waktu itu saya samperin kan. Saya kan ndak kuat ngangkat dia. Ya sudah saya biarkan. Kok putih, dingin semua.”
Marcos : “Saya semacam kayak orang mimpi. Jalan ke tempat yang jauh, jalannya kayak apa gitu ya. Tapi banyak orang tapi sepi. Ngak ada suara apa-apa … sepi. Dan ketika saya berjalan mau masuk pintu gerbang, itu ada suara memberitahu saya: ‘Itu bukan tempat kamu, kamu harus kembali.’ Setelah kembali saya sadar.
Sesaat kemudian Marcos pun terbangun dan tiba-tiba melihat sebuah salib besar di atasnya. Bahkan berkata kepada istrinya.
Setelah saya sadar, saya memanggil istri saya, ‘Mah …’ Kemudian istri saya jawab : ‘Kenapa ? … kenapa ?’ Saya bilang ‘Kesini … kesini …’ ‘Ada apa ?’ Kemudian saya berkata ‘Itu diatas ada salib. Salib itu bagus sekali ma. Tolong ma … kamu lihat ma ..’ Istri Marcos ‘Mana ? … mana ? ndak ada ?’ Kemudian saya jawab ‘Itu diatas.’ “.
“Loh. Atas saya kusen …. ndak lihat apa-apa. Ini Tuhan nih. Tuhan yang mengubah dia,” ujar Ina Chandra.
Marcos : “Pada saat saya melihat salib, saya merasa ‘Ini Tuhan ! … Ini Tuhan ! … Ini Tuhan !’. Sejak saat itu saya memutuskan saya harus bertobat. Karena yang dilakukan pusaka-pusaka itu tidak berarti bagi saya. Ndak bisa menolong saya. Jadi yang bisa menolong saya ya Tuhan. Pada saat saya jatuh sakit, ndak sadarkan diri Tuhan memberi petunjuk bahwa ini Tuhan. Nah saya harus mencari Tuhan. Ya akhirnya saya ikut sama istri ibadah. Nah disitu saya bisa melepaskan segala pusaka itu dengan cara didoakan oleh pendeta dan oleh jemaat-jemaat yang lain. Saya didoakan sehingga dapat terlepas.”
Apakah mudah terlepasa dari ilmu hitam dan semua pusaka yang anda miliki ?
Marcos : “Pada saat saya bertobat maka pusaka-pusaka itu saya bakar. Ada yang ditawar ratusan juga juga saya bakar, saya musnahkan. Setelah saya bakar, nah suatu ketika sampai selama kurang lebih 2 tahun hampir setiap minggu saya kadang-kadang dicekik. Terkadang saya dibuat seperti mau pingsan. Kemudian dibikin sesak nafas saya. Tapi saya tidak lepas dari minta pertolongan kepada Tuhan. Saya berdoa dan mohon pertolongan Tuhan, hingga akhirnya saya bisa betul-betul terlepas.”
Apa yang berbeda dalam hidup anda setelah bertobat ?
Marcos : “Tamu-tamu lama saya yang datang dan ndak tahu. Kalau mereka datang ya saya jelaskan bahwa sekarang saya sudah bertobat. Kalau mau saya doakan dalam nama Tuhan Yesus. Pasiennya mau. Akhirnya ya saya doakan.”
Perubahan apa yang terjadi dalam hidup anda setelah bertobat ?
Marcos : “Bisa merendah, bisa mengalah, bisa mengasihi. Hidup saya juga damai sejahtera, suka cita. Enjoy dah kalau kata anak sekarang.”
Ina Chandra : “Saya sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah mengubah suami saya yang tadinya tidak baik menjadi baik, yang tadinya marah-an sekarang jadi sabar, bisa merendah. Saya bersyukur karena Tuhan Yesus sangat baik.”
Sejak itulah Marcos berpaling dari kuasa-kuasa kegelapan yang ia miliki. Ia berkomitmen untuk bertobat dari ilmu hitam tersebut. Segala pusaka yang ia miliki akhirnya dihancurkan. Perubahan yang ia alami membawanya menjadi saksi atas lawatan Tuhan dalam hidupnya.
Sumber Kesaksian: Marcos Susanto & Ina Chandra
Perjalanan hidup yang dilalui Marcos menyadarkannya bahwa mengandalkan benda-benda gaib merupakan hal yang sia-sia. Ia akhirnya kembali dan dipulihkan serta semakin menjalin keakraban yang intim dengan Tuhan.
Marcos : “Melihat semua yang terjadi didalam hidup saya, saya mengakui kalau dulu saya sangat bodoh. Karena telah percaya kepada benda-benda pusaka, jin-jin dan ilmu-ilmu hitam tapi saya saat ini sangat bersyukur karena saya telah ketemu dengan Tuhan Yesus yang telah mengubahkan hidup saya secara total.”
—– Demikian Marcos Susanto mengakhiri kesaksiannya …

Sabtu, 23 Juni 2018

DUKUN SAKTI MANDRAGUNA TOBAT

DUKUN SAKTI MANDRAGUNA TOBAT | INDAJANA TJANDRANATA

Indajana Tjandranata adalah mantan pemuja ilmu hitam yang menjadikannya sakti mandra guna. Selama bertahun-tahun, ia bahkan melakukan berbagai ritual yang aneh dan akhirnya mengubahkan dirinya menjadi pribadi yang disegani oleh banyak orang.
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).
Kesaksian Indajana Tjandranata. Mantan dukun bertobat ikut Tuhan Yesus. Shalom, begini kisahnya :
Indrajana : “Waktu ibu saya kemasukan, saya tidak dapat berbuat apa-apa. Bagaimana caranya setan itu keluar dari tubuh ibu saya.”
Dalam keadaan kesurupan ibunya berkata kepada Indrajana : “200 tahun baru kita ketemu.”. Kemudian Indrajana bingung menghadapi hal ini. Kemudian ada seorang dukun yang berusaha untuk mengusir setan dari dalam tubuh ibunya.
… Didalam adegan itu seorang dukun ‘berhasil’ mengusir setan dari dalam tubuh ibu Indrajana.
Indrajana : “Lalu ibu saya sadar. Kemudian saya bertanya kepada dukun itu, ‘bapak ini siapa ? bisa mengusir setan.’ ”
Bermula sejak dirinya kagum dengan seorang dukun yang berhasil menyembuhkan ibunya dari kerasukan roh jahat. Dari sanalah, Indajana mulai menggeluti sejumlah ritual-ritual aneh yang dianjurkan oleh sang dukun.
Indrajana : “Pak, bagaimana saya bisa memiliki ilmu seperti yang bapak lakukan tadi ?” …. “Jadi bapak ini mempunyai guru lagi. Jadi saya dibawa kesana. Kemudian dukun itu berkata ‘Ada syaratnya …’ ” … “Jadi saya harus belajar.”
Kemudian Indrajana mengunjungi guru si dukun tersebut.
Indrajana : “Kemudian guru si dukun itu menyalakan rokok semacam ‘lisong – cerutu – red’ dan saya disuruh menjulurkan lidah saya.”
Indrajana rela melakukan hal itu untuk mengikuti keinginan hatinya.
Indrajana : “Kemudian dukun itu berkata ‘panas gak ?’. Kemudian saya menjawab ‘nggak ..’ “
Dukun : “Mulai sekarang jangan panggil embah, panggil guru.”
Indrajana : “Ya guru.”
Kemudian guru ini meniup kearah kepala Indrajana dan memberikan sesuatu sambil mengatakan : ‘Mantera ini rapalkan setiap malam supaya kamu sakti.’
Kemudian Indrajana menganggukkan kepala. Secara terus terang Indrajana menjerumuskan diri kedalam dunia gaib yang akan mempengaruhi hidupnya. Bahkan berbagai ritual anehpun dia lakukan untuk mendapatkan kesaktian.
Indrajana : “Tiap malam saya harus mengulangi mantra-mantra itu, masing-masing dibacakan lagi.
Betsy (Istri Indrajana) : “Yah, ritualnya sekitar setelah jam 12 tengah malam. Saya pikir gini … ini apa ? gitu ya. Karena dari keluarga saya itu tidak ada yang kaya begitu ya. Tapi saya diam saja. Tidak saya tanya. Saya merasa takut sama pak Indrajana gitu.”
Indrajana : “…’Tajam ngak tajamnya’ … katanya begitu, kalau tiap malam harus dibacakan gitu. Akan kelihatan dia punya kasiatnya … gitu”.
Alhasil, ia pun mulai menunjukkan kesaktian yang diperolehnya lewat ilmu gelap yang dipelajarinya. Seringkali ia dipanggil dan mengobati orang-orang yang kerasukan dan berhasil disembuhkan olehnya.
Indrajana : “Kalau ada orang kemasukan, saya sendiri yang datang begitu ya. Kalau dia (yang kerasukan itu) melihat saya … yang mulanya itu kelakuaannya begitu tidak terkendali .. bisa tiba-tiba diam melihat saya. Anehnya orang yang kerasukan itu nyembah sama kita. Saya yakin yang saya pelajari ini hebat ….”
Keberhasilan inilah yang membuat Indajana meyakini bahwa ilmu yang dipelajarinya tidak salah.
Indrajana : “Jadi kalau saya pakai ilmu itu pasti saya disegani orang. Jadi saya menjadi bangga. Setan aja takut sama saya … gitu…”
Ada kebanggaan tersendiri ketika menyadari bahwa di dalam dirinya terjadi sebuah transformasi yang membuatnya sakti mandra guna. Kesaktian itu pun bahkan dipakainya untuk kesenangan pribadi.
Indrajana : “Kadang-kadang saya ingin membuktikan bahwa ilmu yang saya pelajari ini benar-benar manjur. Saya pandang aja mata-nya si perempuan, maka dia tunduk, jadi lengket sama saya. Kemudian si wanita ini dipanggil-panggil sama si cowok ndak mau …”
Indrajana telah menjadi seseorang yang sakti. Tapi sisi lain dari kehidupannya, Indajana sebenarnya menjadi seorang yang selalu dirasuki dengan ketakutan.
Indrajana : “Tiap-tiap mantera atau barang itu ada yang punya. Yang punya itu kebanyakan jin, setan. Jin itu tinggi besar dan hitam. Perasaan takut itu ada.”
Betsy : “Yang saya tahu itu dia suka ngigau ya.”
Indrajana : “Ada sesuatu kekuatiran dan ada suatu perasaan yang ndak nyaman. Tidurpun tidak tenang. Ada perasaan seperti menghimpit diri saya. Yang saya ndak ngerti itu ada perasaan bersalah. Dan juga anehnya saya masih mempelajari ilmi itu.”
Selain ketakutan yang dirasakannya, ia pun perlahan-lahan berubah menjadi seorang yang arogan dan emosional. Perilakunya sangat berdampak buruk terhadap keutuhan keluarganya.
Betsy : “Dia bilang jangan tahu urusan suami. Lu diem aja di rumah. Ndak usah tahu apa-apa.”
Indrajana : ‘”Itu urusan saya. Urusan perempuan itu ngurus anak … bla … bla … bla …”
Betsy : “Karena dia sudah dikuasai oleh iblis ya. Jadi maunya dia itu satu rumah itu harus mendengarkan dia.”
Indrajana menjadi berubah dan menjadi sombong dan kasar kepada istrinya. Keadaan ini pun berlangsung selama bertahun-tahun.
Betsy : “Saya itu udah ndak kuat. Dan saya terlalu berat.” ….. “Waktu itu ibu saya masih ada ya. Saya ingat kata-kata ibu saya: Jangan menangis, ada masalah pergumulan, jangan datang kepada manusia. Datang kepada Tuhan Yesus,” kenang Betsy.
Hingga di suatu titik, perasaan tertekan di dalam diri sang istri Betsy mendorongnya untuk kembali kepada Tuhan. Ia mulai rutin membawa suaminya dalam doa-doa agar suaminya bisa berubah.
Betsy : “Karena saya sering berdoa, menangis di kaki Tuhan. Saya cuma minta ubahkan suami saya, pulihkan dirinya. ”
Meskipun Tuhan tidak segera menjawab doa-doa Betsy untuk mengubahkan suaminya, namun ia tetap setia. Hingga suatu saat sang istri menemukan benda-benda mistik milik suaminya.
Betsy : “Terus saya menemukan satu map. Satu map itu berisi mantera-mantera dan juga jimat. Ada niat untuk membakar. Kemudian saya ambil kaleng dan minyak tanah. Kemudian sebelum saya membakar itu semua saya menyebutkan ‘Dalam nama Tuhan Yesus …’ Kemudian saya mendengar seperti ada suara orang marah, ngomel, ngedumel … begitu … Saya denger suara itu. ”
Hingga tanpa diduga, lewat jalan-jalan Tuhan yang tak terselami, Indajana pun mengalami pertemuan yang luar biasa dengan Tuhan. Melalui seorang sahabat, ia pun mengalami pertobatan total.
Kemudian saat itu Indrajana dengan bangga mengatakan kepada teman-temannya tentang kehebatan ilmunya. Dan salah seorang teman yang bernama Irwan Suwito mengatakan kepada Indrajana.
Irwan Suwito : “Itu bukan ilmu dari Tuhan. Itu ilmu dari iblis.”
Indrajana : “Kemudian saya kaget dan sempat marah disitu … tersinggung gitu kan …”
Irwan Suwito : “Saya mengatakan kepada Indrajana ‘Iblispun dapat menyamar menjadi malaekat terang.’ Kemudian saya lihat dia tidak bisa menjawab hal itu.”
Indrajana : “Pada saat dia bilang kepada saya bahwa Yesus yang terbesar … saya diam saja. Pada saat dia bilang begitu rasanya seperti ada benda menusuk gitu. Sepertinya kaya bagaimana ya mendengar nama Yesus itu.”
Dengar serius Indrajana terus menerus mendengarkan ucapan temannya itu.
Irwan Suwito : “Waktu sudah menunjukkan jam 11.30 malam dan pak Indrajana ini pamit pulang.”
Ketika Indrajana mau pulang, temannya memberikan hadiah yang istimewa.
Irwan Suwito : “Kemudian saya ambil suatu gambar, yaitu gambar Yesus. Jadi saya serahkan … begini … Tapi setelah dikasih dia (Indrajana) langsung merenung …. Terdiam.”
Indrajana : “Kemudian saya bertanya … Tuhan … apakah benar ini wajahmu …”
Irwan Suwito : “Tiba-tiba dia bergetar sendiri. Dia mulai menangis.”
Indrajana : “Ada suatu suara … yang masuk kedalam diri saya … yang begitu bergema … Dan saya tidak pernah mendengar suara yang begitu berwibawa sebelumnya … ‘Ya …. Inilah Aku.” Kemudian saya langsung menangis berteriak sekeras-kerasnya. Yesus sendiri yang berdiri di depan saya menatap saya. Ada sukacita yang tidak pernah saya rasakan. Walaupun saya sudah salah jalan. Masuk kedalam lubang yang sangat dalam, tapi Yesus datang kepada saya dan menarik saya dari lubang itu.”
Indrajana telah lepas dari semua ilmu gaib yang dia pelajari.
Betsy : “Hidupnya sekarang berubah. Karakternya sekarang berubah. Saya bisa merasakannya, bagaimana dia dulu dan bagaimana dia sekarang. Berubah ….”
Indajana mengakui bahwa itulah suara Tuhan. Saat itupun ia merasakan ada satu sukacita yang masuk kedalam dirinya dan mengubahkannya menjadi pribadi yang baru. Kini, hidupnya bahagia dan dipenuhi dengan damai sejahtera. Baginya, tak ada sosok lain yang dapat menjamin kehidupan bahagia selain daripada Yesus sendiri. Hidupnya lebih bahagia dibandingkan pada saat masih memiliki ilmu kesaktiannya dulu.
Sumber Kesaksian: Indajana Tjandranata & Betsy
http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/131104132239/page/400/limit.html
Indrajana : “Sukacita … Kedamaian hidup … damai sejahtera … itulah yang saya rasakan sekarang…” ….. “Yesus adalah Tuhan. Yesus-lah Juruselamat satu-satunya bagi orang percaya. Hanya Yesus-lah yang dapat mengatasi segala-galanya…”
—– Demikian Indrajana mengakhiri kesaksiannya …
  • Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).

Selasa, 19 Juni 2018

DIVONIS MATI DISEMBUHKAN TUHAN YESUS (JACQLIEN CELOSSE)

DIVONIS MATI DISEMBUHKAN TUHAN YESUS | JACQLIEN CELOSSE

Kata dokter yang memeriksa saya, akibat kehamilan di luar kandungan, maka hal ini sangat membahayakan jiwa saya. Bayi itu harus dikuret atau dengan kata lain harus digugurkan. Wah, saya kaget bukan main. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13).
Jacqlien Celosse – Engkau Alasan Ku Hidup. Shalom, begini kisahnya :
Sekilas Jacqline Cellose
Sejak kecil ia hidup dalam keluarga yang “broken home”. Tiada hari tanpa cekcok di antara ayah dan ibunya. Bahkan, di usia 12 tahun, ia divonis mati oleh dokter akibat penyakit syaraf yang dideritanya pada otak bagian kiri. Dia hanya akan tetap hidup kalau makan obat setiap hari.”Tanpa obat, kau takkan berumur panjang” demikian kata dokter. Maka lengkaplah sudah penderitaan hidupnya. Namun, Tuhan menghendaki ia tetap hidup agar melalui dirinya, orang dapat melihat KemuliaanNya. Ditemui di rumahnya, JACQLIEN CELOSSE, wanita kelahiran Manado tanggal 11 Maret 1973, mantan pecandu obat bius yang kini menjadi penginjil mendampingi suaminya, Pdt. David Novendus, menceritakan pengalamannya dijamah oleh Tuhan Yesus Kristus, kepada Pengasuh BULETIN GKJMB.
Sampai di mana kebenaran cerita yang mengatakan bahwa anda menderita penyakit syaraf otak?
Begini ceritanya, sejak kecil sampai 7 atau 8 tahun lalu, saya hidup dalam satu keluarga yang berantakan. Papi dan mami saya bertengkar terus. Pokoknya tiap hari tanpa ribut. Saya stres berat sekali. Setiap kali saya pergi sekolah saya merasa takut. Bukan takut akan sekolahnya. Tetapi, takut kalau-kalau saat saya pulang, papi saya sudah ada di kantor polisi karena terlalu sering ribut sama mami. Saya rindu sekali memiliki orangtua yang rukun kehidupannya. Saya pikir, mengapa banyak teman saya yang memiliki orangtua yang hidupnya rukun dan berbahagia. Saya kok tidak? Rasanya saya kecewa sekali kepada Tuhan. Mungkin, karena terlalu sering memikirkan keadaan ini saya menderita sakit pada kepala saya. Setelah dokter memeriksa, ternyata saya kena sakit syaraf di otak bagian kiri.
Konon, anda divonis mati?
Ya, betul. Kata dokter saya hanya bisa hidup dengan makan obat secara teratur. Tanpa obat saya akan mati. Obat yang saya makan setiap hari memberi dampak buruk bagi kesehatan saya. Mata saya tak bisa melihat dengan baik sehingga harus menggunakan kacamata atau kontak lens. Akibat penggunaan obat yang terus-menerus berakibat buruk pula pada ginjal saya sehingga tak berfungsi dengan baik.
Maaf, ada kabar anda dulunya penyanyi kelab malam. Sebenarnya bagaimana?
Oh, bukan, bukan. Saya bukan penyanyi kelab malam. Dulu semasa masih remaja, saya sering ikut-ikutan nyanyi bersama band anak-anak muda. Mereka anak-anak sekolah juga. Kami manggung atau naik pentas kalau ada pesta sekolahan atau ada rekan yang berulang tahun. Ya, namanya saja anak muda senang musik keras. Bisa bayangkan bagaimana kehidupan remaja saya saat itu. Di rumah, papi mami cekcok terus.Akhirnya tak ada damai sejahtera. Saya mulai mencoba obat-obatan terlarang bahkan menjadi pecandu obat bius. Pokoknya segala jenis pernah saya coba. Dengan minum obat-obatan terlarang saya mencoba menghibur diri. Namun, saya tetap tak bisa memperoleh jalan ke luar. Saya rindu orang tua saya dipulihkan dan rumah tangga kami memperoleh damai sejahtera. Sungguh saya kecewa saat itu. Saya mencoba minum obat pembunuh serangga, Johny walkter ditambah spiritus. Toh, saya tak bisa memperoleh ketenangan. Saya pikir alangkah baiknya jika saya mati saja. Namun, rupanya Tuhan tak menghendaki saya mati dulu.
Lalu, bagaimana anda bisa melepaskan diri dari semuanya itu?
Suatu hari saya berjumpa dengan seseorang. Dia menyalami saya dengan rasa hangat. Ucapannya saat itu sangat menenangkan hati saya. Hati, rasanya lega sekali. Dia berkata, “Tuhan memberkatimu”. Ada sesuatu yang indah mengalir dalam diri dan hati saya. Tak pernah perasaan seperti itu saya alami. Saya percaya, kalau Tuhan memberkati saya, pasti Tuhan akan memberikan saya jalan ke luar dari masalah yang saya alami. Tuhan akan mengampuni segala dosa saya dan Tuhan akan memulihkan keluarga saya. Semuanya pasti akan dipuluhkan. Sejak itu timbullah pengharapan dalam hati saya. Kalau saya percaya kepada Tuhan Yesus. Saya mau diubah olehNya. Suatu saat, ketika saya sedang mengikuti kebaktian, ada seorang Hamba Tuhan yang menumpangkan tangan kepada saya dan berkata.”Pulanglah. Kamu sudah sembuh dan dosamu sudah diampuni olehNya!”. Saya pulang dengan tekad menyerahkan seluruh masalah saya kepada Tuhan. Saya membuang seluruh obat-obatan yang harus saya makan tiap hari. Saya buang seluruh obat saya di dalam nama Yesus Kristus!
Selanjutnya?
Saya mengalami banyak tantangan. Papi saya sendiri sangat menentang keputusan saya itu. Ia merasa ditantang karena saya tak mau minum obat lagi.
Maksud anda?
Papi berpendapat, kalau saya sakit pada syaraf saya, seharusnya tetap minum obat. Bukan membuang obat itu. Papi marah, sehingga suatu saat, selagi saya berada di sebuah gereja mengikuti suatu kebaktian, ia datang sambil membawa parang. Wajahnya begitu merah dan memandang saya seperti mau melumat saya bulat-bulat. Tapi, saya sudah bertekad hidup mengikuti Tuhan. Dia takkan meninggalkan orang yang berseru kepadaNya. Saya berpegang teguh akan Firman Tuhan dalam Bilangan 14 : 28 “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapanKu, demikianlah akan Kulakukan kepadamu!”. Sungguh saya tak merasa gentar sedikitpun.
Perubahan apa yang anda alami setelah menyerahkan seluruh hidup anda kepada Tuhan?
Tanpa obat saya tetap hidup. Kesehatan saya berangsur baik. Suatu hari saya pergi ke dokter dan mengecek mata saya. Ternyata tanpa kontak lens saya bisa melihat dengan jelas. Puji Tuhan. Penyakit ginjal saya akibat terlalu sering makan obat, juga hilang. Setiap malam saya berdoa dan terus doa untuk pemulihan keutuhan rumah tangga kami, yaitu untuk kehidupan papi dan mami saya. Dan, lagi-lagi Tuhan menyatakan kuasaNya. Papi dan mami saya yang tadinya sering cekcok dan ingin bercerai ternyata membatalkan niat mereka. Tak ada perceraian. Papi dan mami saya rukun kembali. Puji Tuhan. Saya rasakan Tuhan begitu baik. Dulu papi dan mami saya memang orang Kristen.Cuma, ya…..namanya doang Kristen namun tak tahu siapa Yesus Kristus itu. Saya ingat, di rumah kami memang ada kalender yang bergambar Tuhan Yesus. Tapi, kami tak tahu siapa Dia sebenarnya.
Belakangan ini anda sering bersaksi di mana-mana. Apa saja kesaksian anda?
Selain divonis takkan hidup tanpa minum obat, sayapun pernah menderita penyakit kanker pada payu dara saya. Payu dara saya mengeras dan kata dokter sudah berwarna hitam di bagian dalamnya seandainya dibelah, akibat penyakit kanker yang saya derita. Dan, jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah ini ialah, saya harus masuk kamar operasi. Bisa anda bayangkan bagaimana mungkin seorang perempuan hidup tanpa payu dara? Rasanya tak sempurna, bukan? Saya lalu berdoa dan berdoa. Terus saya berdoa kepada Tuhan agar penyakit kanker itu itu disembuhkan. Dan, sekali lagi Puji Tuhan! Suatu saat ketika tiba saatnya untuk dioperasi, dokter mengadakan pengecekan terakhir. Dia heran, karena penyakit itu sudah tak ada lagi! Tuhan Yesus telah menyembuhkan penyakit yang saya derita.
Cuma itu?
Masih ada. Ini terjadi setelah saya menikah dan kemudian hamil. Kata dokter saya hamil di luar kandungan dan saat itu usia bayi dalam kandungan saya sudah 2 bulan. Kata dokter yang memeriksa saya, akibat kehamilan di luar kandungan, maka hal ini sangat membahayakan jiwa saya. Bayi itu harus dikuret atau dengan kata lain harus digugurkan. Wah, saya kaget bukan main. Namun, saya tetap memegang Firman Tuhan yang penuh kuasa. Tiap malam saya berdoa bersama suami saya. Tak lupa suami saya menumpangkan tangan pada kandungan saya agar letak bayi kami bisa kembali normal. Tiap malam, kami melakukan hal ini. Ketika saya datang lagi ke dokter untuk memeriksakan bayi saya, ternyata dokter itu geleng-geleng kepala. Bayi saya sudah masuk lagi ke dalam kandungan seperti bayi normal lainnya.
Tak keberatan bercerita mengenai suami anda? Kenalnya di mana?
Ha ha ha…waktu itu saya sedang dalam pelayanan dari Jakarta menuju ke Semarang. Oh, ya. Hampir lupa. Suami saya namanya David Novendus. Dia pendeta. Kami jumpa di Ungaran di Bukit Doa. Kalau saat itu saya dari Jakarta ke Semarang, dia dari Surabaya ke Jakarta. Kebetulan dia juga mau ke Bukit Doa. Nah, kami bertemu di situ. Selanjutnya, Tuhan memang telah menjodohkan kami berdua untuk bersatu menjadi suami istri. Kami menikah tanggal 27 Desember 1995, di Jakarta.
Berapa jumlah anak anda sekarang?
Cuma satu, perempuan. Lahirnya 4 Januari 1997 dan kami beri nama Karen Serona.Mau tahu artinya? Karen, berarti anak cantik yang takut akan Tuhan.
Jadi, kalau tak cantik, tak takut akan Tuhan?
Engga gitu dong.
Arti Serona?
Serona, artinya Song Of Joy. Nama itu saya lihat sewaktu berada di berada di Yerusalem. Saya pikir artinya bagus sekali, sehingga saya abadikan untuk nama putri kami.
Satu pertanyaan lagi. Mengingat anda pernah terlibat obat bius, ada pesan buat generasi sekarang?
Dosa itu enak. Awalnya dia menggoda. Kalau sudah kena, benar-benar menjadi biang bahaya. Karena itu, jauhilah obat bius. Hargailah udara yang kita hirup, nafas kita, yang semuanya itu kita peroleh dari Tuhan.
Kesaksian Jacqline Cellose :
Aku menatap sosok wanita cantik di atas panggung yang megah itu. Wanita itu memang sudah tidak belia lagi, tetapi masih terlihat kecantikannya yang terpancar, bukan hanya dari rambut atau wajahnya, tetapi dari hatinya yang penuh dengan iman. ” Tuhan Yesus itu baik,   bukan karena Dia adalah penyembuh, tetapi karena Dia memang baik” , ucap Jacqline Cellose, seorang penyanyi rohani yang pernah mengidap sebuah penyakit langka selama 4 tahun. Sebuah penyakit yang menyebabkan imun tubuhnya menyerang tubuhnya sendiri. Di tubuhnya ada 15 benjolan.
Masa ketika dia sakit, bukan masa yang mudah dilalui olehnya. Bukan hanya rasa sakit yang menyiksa ketika sakitnya kambuh, namun juga tekanan batin yang harus dia alami. Ada orang-orang yang meminta bantuan dana untuk pengobatannya, tetapi dananya tidak pernah diberikan kepadanya. Ada yang mencibirnya ” Kok, Hamba Tuhan minta-minta sumbangan”, padahal dia sama sekali tidak meminta. Belum lagi suaminya yang adalah seorang hamba Tuhan full time juga kena imbasnya. ada gereja yang mencibir ” istrinya sendiri tidak dapat disembuhkan, bagaimana dia bisa mendoakan orang lain?”
Ada masa-masa yang panjang, dimana rasanya ketika dia berteriak kepada Tuhan, namun rasanya tak ada jawaban. Dia terus berteriak, siang dan malam. Dia mengatakan, dia seperti pengemis buta yang terus berteriak ” Yesus anak Daud, kasihanilah aku!” Dirinya hanya berharap, Tuhan mau berhenti dan melihat dirinya. Ada saatnya rasanya mau give up, sudah tidak tahan lagi. Ada saatnya kadang bertanya ” Tuhan apakah Engkau mengasihi aku?” Namun kemudian dia menangis meminta ampun karena meragukan Tuhan.
Ada saatnya dia hanya dapat mengangkat tangannya kepada Tuhan di atas pembaringan dan mengatakan ” Aku menyembah-Mu Tuhan, bukan karena Engkau adalah penyembuh, tetapi karena Engkau memang layak untuk disembah.” Pada saat itu dia masih terbaring sakit.
Ini adalah video kesaksian dia yang lain
Penolong hidupku by jacqlien cellose BETHEL ATLANTA
KESAKSIAN JACQLIEN CELOSSE
Disaat-saat paling kelam itulah Jacqlien benar-benar mengalami Tuhan lebih lagi. Tuhan yang menyertai dia dan menguatkan dia. Tuhan yang memampukan dirinya melewati semuanya. Dia tahu apapun yang dia alami adalah baik adanya, sekalipun tampaknya tidak baik.
Bukan hanya itu saja, kedua anaknya juga menderita sakit. Yang kecil sakit bocor usus, yang besar sakit yang kalau kata dokter singapore kasus kebanyakan orang biasanya sudah mengarah ke cancer. Anaknya yang besar ini selama 8 bulan berhenti dari sekolah karena depresi. Dia merasa lelah karena harus terus menerus ke dokter. Namun Jacqlien teru menguatkan anaknya ” , ” Walaupun kita tidak mengerti, imanilah bahwa Tuhan itu tetap baik.”
Well, jujur ya, kalau yang bicara adalah orang yang sedang dalam kondisi yang baik-baik saja, saya bisa mendengar sambil lalu. Tetapi perkataan ini keluar dari mulut orang yang seperti sudah jatuh dari tangga, guling-guling tertimpa tangga, diinjak kucing pula. Bayangkan, sampai ada orang yang mengatakan kepadanya ” Kamu pasti kena kutukan turunan. Kamu pasti ada dosa yang belum diakui, dll”  Coba bayangkan sendiri kalau kita ada diposisinya, apa rasanya diperlakukan seperti itu?
Jacqlien terus berdoa agar anaknya dapat benar-benar mengsihi Tuhan. Suatu hari anaknya berkata bahwa dirinya mau melayani Tuhan.
”  Tetapi melayani sebagai apa?”
” Apa saja, kalau kamu bisa menggulung kabel, lakukan itu”
Benar anaknya mulai belajar melayani Tuhan, dalam kondisinya yang masih sakit. Pada saat itu, bukan hanya belajar untuk tetap mempercayai Tuhan bahwa Dia adalah Tuhan yang baik, bahkan anaknya belajar untuk mengasihi Tuhan dan melayani-Nya. Dia melakukan apa saja yang bisa dia kerjakan di gereja. Sampai akhirnya di awal tahun 2012 anaknya sakit karena kelelahan. Pada saat itu, Jacqlien sempat bertanya-tanya kepada Tuhan, ” Anakku melayani Engkau, mengapa justru kondisinya memburuk seperti ini? ” Namun ternyata saat diperiksa, hasil tes menunjukan apa yang dulu positif2, sekarang jadi negatif. 90% anaknya sudah sembuh. kini sudah 100% kesembuhannya.
Puji Tuhan saat ini dirinya juga sudah sembuh dan dia memberikan kesaksian bagi banyak orang.Dirinya bukan hanya bersaksi bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dirinya dan anak-anak-Nya. Namun Tuhan juga adalah Allah yang adalah baik adanya, sekalipun Dia mengijinkan hal yang kelihatannya buruk terjadi di dalam kehidupan kita. Jacqlien memberikan teladan bagaimana tetap mengasihi Tuhan di tengah gelombang badai kehidupan yang begitu besar.
Lagu dibawah ini adalah lagu ciptaan dirinya sendiri, ditulis saat Jacqlien masih dalam lembah kekelaman yang begitu panjang. “Engkaulah Alasan Ku Hidup”
“Engkau Alasan Ku Hidup”
KU HIDUP KARNA ANUGRAH-MU
TIADA SATUPUN DAPAT KUBANGGAKAN
SEMUA KARENA CINTA-MU
INI HIDUPKU, PIMPIN JALANKU
KASIH-MU MENGUBAH HIDUPKU

KAU MEMILIHKU, SLAMATKAN HIDUPKU
SEMUA KARENA CINTA-MU
INI HIDUPKU, PIMPIN JALANKU
Reff :

YESUS PEGANG ERAT TANGANKU
KU TAK DAPAT HIDUP DI LUAR KASIH-MU
BAPA JANGAN TINGGALKAN AKU
ENGKAU ALASAN SLAMA KU HIDUP
Sumber :
jacqlien celosse pernah mengatakan :
“Tuhan, saya tidak tahu apakah Engkau akan menolong saya dan keluarga saya dari sakit penyakit yang saya dan anak saya alami, tapi satu hal yang pasti, saya dan anak saya akan selalu mencintai Engkau, tidak peduli apakah Engkau akan menolong kami atau tidak.”
—– Demikian Jacqlien Celosse mengakhiri kesaksiannya ….
  • Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13).

Jumat, 15 Juni 2018

GRACE CHRISTIAN, BERTAHUN-TAHUN MELAWAN KODRAT DAN HIDUP SEBAGAI LESBIAN

Nama saya Grace Christian. Sebelum menjalani hidup saya sekarang ini, saya memiliki kehidupan yang begitu kelam. Lahir sebagai seorang perempuan, tetapi bertahun-tahun saya hidup sebagai seorang laki-laki.
Bukan hanya bergaya tomboy, tetapi saya menjalin hubungan sesama jenis dengan gadis lain atau dengan kata lain kami hidup sebagai pasangan lesbian. Saya dan gadis tersebut menjalin asmara layaknya orang-orang pada umumnya. Bahkan setelah hubungan kami berjalan tiga tahun, kami mengikat janji sehidup semati.
Bagi saya, perempuan tersebut adalah segalanya. Saya rela mengorbankan apapun untuk membahagiakannya. Namun, pada satu waktu, perempuan itu marah kepada saya. Alasannya, karena ia cemburu melihat saya dengan seorang perempuan lain di satu acara dimana ia juga ada di situ.
Ia membanting hape, laptop, dan segala yang saya sudah kasih kepada dia. Kecemburuan itu tidak terjadi hanya pada satu saat itu saja. Setiap saat saya deket dengan cewek tersebut, dia kesal, dan ia menjadi begitu marah. Tidak tahan dengan tingkahnya, saya pun membalas. Dengan nada yang tinggi, saya mengatakan kepadanya bahwa ikatan diantara mereka seharusnya atas dasar saling kepercayaan.
Waktu pun berlalu…
Pada 2008, saya mengalami sakit paru-paru. Uang di tangan saya bener-benar tidak ada untuk berobat. Saya pun menghubungi pasangan lesbian saya tersebut. Namun, mengagetkan karena dia menolak untuk membantu saya dengan berbagai alasan. Sakit hati saya karena sikap yang ditunjukkan.
Suatu hari, ketika saya sedang berjalan di satu tempat, saya melihat pasangan lesbian saya dengan seorang pria. Di situ, saya memergoki mereka sedang bercumbu. Amarah saya pun bangkit dan saya pun melabrak pasangan lesbian saya tersebut. Setelah kejadian hari itu, kami pun memutuskan untuk tidak bersama lagi.
Dari kecil, saya sesungguhnya sudah benci dengan laki-laki. Kebencian itu timbul karena melihat kelakuan ayah saya yang doyan kawin. Pada 2003, saya punya pacar laki-laki bernama Slamet Riyadi. Saat kami masih bersama akhirnya ketahuan bahwa ia berhubungan dengan wanita lain. Kejadian demi kejadian itu membuat saya benar-benar frustasi. Dendam saya pada laki-laki betul-betul membara.  
Namun, ketika saya berhubungan dengan wanita. Ternyata, kekecewaan juga yang saya rasakan. Saya menganggap diri saya tidak ada gunanya lagi hidup di dunia ini. Pada momen yang hampir bersamaan, majikan saya juga memecat saya.
Ketika itu, jujur saya ingin sendiri dan melampiaskan seluruh emosi saya. Saya pun akhirnya meminum minuman beralkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang lagi, dan kembali merokok.
Hidup saya benar-benar tidak karuan ketika itu. Saya tidur beratapkan langit.
Satu kali, setelah diri saya terbangun dan tersadar dari semua pengaruh minuman beralkohol serta obat-obatan terlarang, saya melihat ada orang yang sedang beribadah. Hati saya ingin berjalan ke sana, tetapi saya malu karena pakaian yang saya kenakan compang-camping.
Lalu seorang ibu menghampiri saya dan mengajak saya beribadah ke tempat tersebut. Saya menolak awalnya, namun kehangatan yang ditunjukkan oleh ibu tersebut membuat saya akhirnya mau mengikutinya. Ia pun mengajak saya tinggal di rumahnya.
Waktu itu, saya sudah tidak memiliki uang dan visa pun mau habis. Selama masa saya susah tersebut, ibu dan anaknya ini sangat peduli kepada saya.  Mereka benar-benar menyayangi saya, padahal mereka tidak mengenal saya. Meski pun mereka pun tahu bahwa saya ini adalah seorang penyuka sesama jenis, tetapi itu tidak mengubah kasih mereka kepada saya.  Mereka juga memberi nama baptis kepada saya yakni Grace.
Perubahan yang saya lakukan saat itu hanyalah di depan mereka. Tanpa direncanakan, ternyata wanita yang dicemburui oleh mantan pasangan lesbian saya ternyata datang ke Makau, domisili saya ketika itu. Ia mengontak saya. Saya pun mau menemuinya karena dia mengaku ingin curhat tentang apa yang ia alami. Tanpa sepengetahuan dari ibu dan keluarganya saya pun menemuinya.
Berduaan bersamanya di tempat pribadi ternyata membuat saya kembali kepada dosa saya yang lama. Saya pun kembali jatuh di dalam hubungan badan sesama jenis. Setelah itu terjadi, saya merasakan ketakutan. Saya takut kepada Tuhan.
Saya sangat menyesal mengotori diri saya kembali. Saya sungguh merasa hancur. Di situ saya gemetar karena merasakan saya berdosa lagi.  
Sekembalinya saya ke rumah ibu dan anaknya tersebut, mereka menanyakan tentang cewek tersebut dan apa yang sudah kami lakukan. Tanpa kata, air mata saya jatuh begitu deras seolah ingin mengatakan bahwa saya ingin bertobat dari semua hal buruk tersebut.
Di momen itu, saya kembali meminta Tuhan mengampuni saya. Bukan itu saja, saya pun mengambil komitmen untuk melepaskan pengampunan kepada papa saya, mantan pacar saya. Ketika itu selesai, saya merasakan damai sejahtera.
Sebagai langkah pertobatan sungguh-sungguh saya, saya mengganti nomor telepon saya. Saya pun meminimalisir untuk pergi keluar dari rumah.
Waktu pun berputar maju…
Di saat saya sedang berkaca, saya berkata-kata dengan diri saya. Saya mengatakan bahwa ini adalah seorang perempuan yang diciptakan Tuhan dengan kodrat seperti itu.
Sebuah permintaan dalam doa pun saya panjatkan kepada Tuhan. Saya katakana kepada Tuhan untuk mengubah saya tidak hanya penampilan luarnya, tetapi sampai kepada hati dan nurani saya.
Hal itu terjadi. Perlahan demi perlahan saya berubah menjadi seorang perempuan seutuhnya.
Oleh anugerah Tuhan, Ia mempertemukan saya dengan seorang pria bernama Deni. Pertemuan itu pun terjadi di sebuah gereja.
Kegigihan dalam mendekati saya dan kemauannya untuk menerima saya apa adanya akhirnya membuat hati saya pun luluh dan menerimanya sebagai suami saya.
Kini, dengannya, kami telah dikaruniai tiga orang anak. Saya percaya anak-anak ini adalah anak-anak yang Tuhan ingin kami bisa jaga dan didik sesuai dengan kehendak-Nya.  
Dari apa yang saya alami ini, saya sungguh bersyukur karena Tuhan telah membentu saya seperti emas yang indah di mata-Nya.  
Sumber : Grace Christian (WWW.JAWABAN.COM)