Kamis, 07 Juni 2018

CHANDRA GATOT PRIBADI : AKU RELA LAKUKAN APAPUN SUPAYA DITERIMA TEMAN

“Saya setiap hari diejek sama teman di sekolah, dibilang gendut, dibilang pendek, dibilang ateng” demikian penuturan Chandra Gatot Pribadi saat menceritakan kisahnya.
Postur tubuhnya yang bongsor membuat Gatot kerap menerima olokan dari teman-teman dan juga saudaranya di rumah. Merasa tersinggung dengan segala olokan yang diterimanya, Gatot pun mencoba menurunkan berat badannya dengan tidak makan sama sekali.
Prestasi Gatot sepanjang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) sangat buruk. Meski begitu, dia tetap rajin sekolah dan tidak ikut-ikutan dengan teman-temannya yang nakal.
Perubahan besar dialami Gatot sejak duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Atas bujukan sejumlah teman sekolahnya yang nakal, dia akhirnya terjerumus dalam kebiasaan mabuk-mabukan.
“Saya tahu ini nggak baik, tapi biar saya nggak ditolak, saya lakukan. Saya minum alkohol. Saya mabuk-mabukan, bahkan sampe saya jarang pergi ke sekolah karena saya mabuk. Saya melakukan apapun agar saya tidak ditolak,” terang Gatot.
Tak sampai di situ, kebiasaan buruk itu bahkan berlanjut sampai dia masuk ke perguruan tinggi. Kebiasaan mabuk-mabukan yang dilakoninya sejak SMA telah mengubahnya menjadi pecandu. Bahkan dia kerap bolos, jarang masuk kuliah dan akhirnya di Drop Out (DO) dari kampus.
Namun hal itu tidak membuat Gatot berhenti dari kebiasaan buruk itu. Dia bahkan sama sekali tidak merasa takut dan khawatir dengan kecemasan yang dialami kedua orangtuanya. Dia bahkan menganggap setiap perharian yang mereka berikan kepada Gatot hanyalah kepura-puraan. “Saya jadi anak yang benar-benar berontak, yang benar-benar nggak tau diri sama orangtua. Saya jadi anak yang benar-benar nggak mau menghargai orangtua.”
Namun suatu peristiwa yang tak terduga terjadi di suatu hari. Kejadian itu terjadi ketika Gatot tiba-tiba pingsan sesaat setelah sampai di rumahnya. Kala itu hanya ada sang ibu. Dia mulai panik tak karuan sesaat setelah menyaksikan anak bungsunya itu terkapar di lantai.
“Mungkin itu yang disebut orang mati suri. Saya nggak tahu, pas baru itu. Tapi saya berpindah dari sebuah tempat yang sangat gelap. Cuma ruangan kecil dan cuma ada saya di situ.”
Saat terkapar pingsan, dia mengaku berada di sebuah ruangan sempit, gelap dan mengerikan. Dia tahu persis bahwa tempat itu adalah neraka. “Waktu itu saya tahu itu bukan surga.  Saya tahu itu sebuah kegelapan yang sangat mengerikan. Tidak ada sama sekali kehidupan, tapi entah kenapa Tuhan masih memberi saya hidup. Saya nggak tahu juga,” terang Gatot mengenang peristiwa itu.
Gatot harus melewati masa pemulihan yang cukup panjang. Kisah perjalanan hidupnya seperti sudah diatur oleh Tuhan. Karena tepat pada masa-masa kelemahannya itu, Tuhan mengirim seseorang yang darinya dia mengalami pertobatan sepenuhnya.
“Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tah pada waktu smanakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. “(Wahyu 3: 3)” Ayat inilah yang mendorong Gatot berkomitmen untuk melepaskan semua kebiasaan buruknya yang lama.
“Saya mulai mengambil keputusan untuk saya bertobat. Walaupun sebenarnya itunggak mudah. Saya harus banyak melewati perjalanan. Saya harus belajar melepaskan yang namanya narkoba, melepaskan alkohol, melepaskan rokok, melepaskan pornografi, melepaskan semua kenajisan.”
Saat mengambil keputusan itu, Gatot benar-benar menyerahkan dirinya sepenuhnya dan mengundang Tuhan untuk menolongnya lepas sepenuhnya dari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut. Sejak hari itulah, Tuhan memulihkan hidup Gatot dan menjadikannya saluran berkat bagi banyak orang.
Sumber : Chandra Gatot Pribadi (WWW.JAWABAN.COM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar