Minggu, 29 Juli 2018

BERSERAH KEPADA TUHAN

Berawal dari kenaikan kelas 12 SMA, aku pun bertanya-tanya dalam hatiku, apakah yang bisa aku lakukan setelah lulus SMA nanti. Melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau langsung mencari pekerjaan?
Akhirnya aku pun memantapkan pilihan dengan di dorong oleh orangtua bahwa aku memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang perkuliahan di salah satu pergurungan tinggi kedinasan.
Sebenarnya aku adalah seorang anak yang memiliki pergaulan yang sangat kelam. Dari kecil aku bergaul dengan teman-teman yang bersikap sangat bertentangan dengan ajaran Tuhan. Akan tetapi semenjak aku menginjak kelas 12, aku mulai menjauhi pergaulan yang buruk dengan tujuan menggapai cita-cita yaitu sekolah kedinasan.
Hampir setiap hari selama satu tahun aku belajar dengan giat untuk menggapai cita-citaku. Aku mengikuti bimbingan belajar hingga larut malam dan tidak lupa juga berdoa kepada Tuhan demi kelancaran persiapanku.
Singkat waktu, pendaftaran masuk perguruan tinggi kedinasan pun dibuka. Dengan kesiapan yang kurasa sudah sangat matang, aku pun mendaftarkan diri. Satu hari sebelum ujian berlangsung, jantungku sangat berdebar. Di hari ujian, aku pun saat teduh pada waktu subuh untuk berdoa kepada Tuhan agar aku dapat melewati ujian ini.
Setelah selesai mengikuti ujian, aku sangat optimis bahwa akan lulus. Waktu untuk menunggu pengumuman kelulusan cukup lama yaitu 10 hari. Selama 10 hari, aku selalu berdoa bahkan setiap jam dalam hatiku meminta untuk Tuhan meluluskan aku.
Tetapi salahnya, aku seperti memaksa Tuhan untuk meluluskan aku. Aku meminta untuk Tuhan menjadikan kehendakku yang terjadi dan bukan kehendak-Nya. Hari pengumuman pun tiba dan aku dinyatakan tidak lulus.
Aku sangat kecewa bahkan sampai seminggu setelah pengumuman itu aku selalu berpikir mengapa Tuhan tidak mau membantuku. Aku sempat berpikir dimanakah Tuhan? Mengapa Tuhan membiarkan anaknya jatuh terpuruk?
Setelah kekecewaan yang panjang, aku pun mulai bangkit pada ujian perguruan tinggi yang lain akan tetapi dengan setengah hati. Saat itu aku tidak meminta bantuan Tuhan, alhasil aku pun gagal hingga 4 kali.
Sampai suatu ketika aku membaca beberapa ayat yang menyentuh hatiku dalam Yesaya 55:8 “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” Mazmur 37:5 “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” Amsal 23:18 “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”
Sejak saat itu, aku sering membaca Firman Tuhan dan berserah kepada Tuhan. Singkat cerita masih ada 1 ujian Perguruan Tinggi Negeri yang masih membuka pendaftaran. Aku pun mendaftar dengan mengandalkan kekuatan Tuhan dan berserah kepada Tuhan. Lulus atau pun gagal dalam ujian ini, aku yakin bahwa Tuhan memiliki rencana yang terbaik.
Puji Tuhan, pada pengumuman aku pun dinyatakan lulus. Aku sangat bahagia karena merasakan pertolongan Tuhan. Sungguh tangan Tuhan tidak pernah terlambat untuk menopang anak-anakNya. Aku ingin mengajak teman-teman jika memiliki pergumulan untuk jangan sekali-kali mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi andalkanlah kekuatan Tuhan sebab Firman Tuhan berkata di dalam Yeremia 17:7 “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Tuhan Yesus memberkati.
Kiriman kesaksian dari: Nababan
Bandung

copas : www.beritakeselatamatan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar