Kamis, 30 Agustus 2018

YAKINLAH BAHWA TUHAN SANGGUP MENOLONG

Shalom saudara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Perkenalkan nama saya Olivianti Chatrin Tani. Saya biasa dipanggil Chatrin.
Sebelumnya, saya belum pernah memberikan kesaksian. Saat saya membuka instagram, dan melihat instagram berita keselamatan yang memberikan alamat email agar dapat mengirim kesaksian, di sini hati saya tergerak. Saya yakin bahwa Tuhan yang menggerakkan hati saya. Saya minta maaf bila dalam menyampaikan kesaksian ini terdapat kata-kata yang mungkin saja tidak jelas atau tidak bisa dimengerti, karena jujur saja saya tidak pandai dalam berbahasa indonesia yang baik dan benar.
Saya asli Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud. Saya anak ke dua dari tiga bersaudara. Saya punya kakak dan adik. Kami bertiga sama-sama perempuan. Saya dibesarkan bersama saudara saya dalam keluarga yang memiliki tingkat ekonomi rendah atau berkekurangan. Dari kecil sampai saya SMA, saya mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang guru. Saya dikenal paling tomboi dari kami bertiga. Oleh karena itu saya sangat bandel dan bahkan tidak pernah mendengar perintah orangtua.
Pengalaman saya semasa SMP sekitar tahun 2010, karena ketidakpatuhan saya terhadap orangtua, saya ditendang sama papa saya. Hal itu terjadi 2 kali. Walaupun dari kecil saya telah dibiasa ikut sekolah minggu, tapi saya masih saja tidak berubah. Pada masa itu juga saya bergaul dengan teman-teman yang biasa merokok, suka minum minuman keras, dan lain sebagainya. Tapi Puji Tuhan, saya tidak terpengaruh saat itu.
Masa SMP juga saya sudah mulai pacaran, saya terpengaruh oleh teman-teman saya dalam hal ini. Tetapi karena ada kesalahpahaman antara saya dan salah satu sahabat saya saat itu, saya dijauhi oleh mereka. Waktu terus berjalan, tapi saya belum menyadari benar setiap proses yang terjadi dalam kehidupan saya, bahwa Tuhan turut bercampur tangan.
Ketika saya SMA kelas 1 semester 2, saya dipertemukan dengan seorang lelaki yang pada saat itu dia adalah kakak kelas saya. Sebut saja si doi. Dalam beberapa minggu saja kami saling mengenal satu sama lain sampai kami mengambil keputusan untuk pacaran tepatnya tanggal 28 April 2013. Tahun 2013 tersebut adalah tahun kelulusannya.  Sampai dia berniat untuk mengikuti tes di sekolah kepolisian Manado. Tahun 2013 dia tidak lulus dalam mengikuti tes. Tahun berikutnya dia mencoba lagi, san tidak lulus juga. Tahun ketiga yaitu tahun 2015 ada seorang saudaranya berkata kepada dia “berjuang itu bukan hanya bergantung pada diri sendiri, tetapi harus ada campur tangan Tuhan. Cobalah untuk bersaat teduh dan terus berpengharapan kepada Tuhan”. Nasehat yang doi dapatkan itu, kemudian ia lakukan dan ternyata dia berhasil.
Dari tahun 2013 sampai 2015, saya masih pacaran sama doi dan terus memberikan support kepada dia. Tahun 2015 adalah tahun kelulusan saya juga, tapi saya tidak langsung ke PT. Oleh sebab biaya, jadi saya berhenti satu tahun dimana pada saat itu juga kakak saya masih sementara kuliah.
Tahun 2015 itulah saat di mana saya menyadari seperti apa hidup itu sebenarnya. Saya bekerja di salon tante saya, dengan tidak ada pengalaman apa-apa, saya menemukan banyak kegagalan dalam melayani dan tentunya kritik dari tante saya. Kira-kira setengah tahun saya bekerja, kemudian saya ditawarkan untuk bekerja di salah satu minishop. Saya mengiyakan pekerjaan itu. Saya merasakan betapa beratnya mencari uang dan lelah. Saya yang dulunya malas dan sangat bandel sama orang tua saya, entah mengapa niat untuk mengambil pekerjaan ini. Suatu waktu ketika malam tiba dan bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba hujan turun begitu deras. Saya bingung harus bagaimana, mengingat waktu telah menunjukkan kurang lebih 21.00.
Saat itu saya menangis dan memilih berjalan di derasnya hujan saat itu karena saya tidak membawa payung saat itu. Saya benar2 menyadari arti hidup yg sebenarnya. Tahun 2015 itu juga saya mengetahui bahwa orangtua dari pacar saya sangat tidak menyukai saya. Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa mereka membenci saya. Bagitu banyak hal yang saya sadari saat itu, begitu pula saat di mana saya menyadari bahwa Tuhan melihat dan membuat saya tegar dengan masalah yang saya hadapi.
Saya dan doi selama pacaran dari tahun 2013-2015 itu, orangtua saya juga tahu karena ketika dia ada di Talaud sering ke rumah. Orangtua saya menerima dengan baik kedatangannya. Begitu pula dengan orangtuanya, mengetahui tetapi sangat tidak menyukai saya. Mereka dari keluarga berada. Saya juga pernah berdoa untuk hubungan kami.
Awal tahun 2016, tiba-tiba saya ingin sekolah teologi. Ortu sy awalnya tidak setuju, disaat itulah saya bersaat teduh dan benar-benar berserah kepada Tuhan agar keinginan saya dijawab oleh Tuhan. Saya memilih PT UKSW Salatiga Jawa tengah. Alhasil, ketika mendaftar saya dinyatakan lulus, ditrima di UKSW sebagai mahasiswa teologi. Saya mencoba berkomunikasi dengan pacar saya tentang hal itu, awalnya dia tidak terima, namun karena penjelasan yang saya sampaikan dia akhirnya dapat menerimanya. Kami berjanji untuk saling setia, mengingat kami pacaran sudah 3 tahun lebih pada saat itu. 
Sampailah saat dimana saya sudah harus berangkat, namun sayangnya doi tidak bisa menemani sampai di pelabuhan saat itu, karena ada tugas.
Setibanya saya di Salatiga, komunikasi kami terus berjalan lancar. Beberapa bulan kemudian, ada nomor baru yang menelpon saya, ternyata itu adalah mamanya. Saat itu saya dimarahi, dibentak habis-habisan sama orgtuanya. Saya ditegur saat itu.
Saya tidak bisa bicara, saya hanya bisa menangis saat itu. Tapi saya tetap yakin karena satu keyakinan saya, Tuhan hakim yang adil. Tanpa memikirkan kesalahan saya. Saya menyampaikan hal itu kepada pacar saya, dan pacar saya mencoba untuk menenangkan dan berusaha untuk mencari solusi akan hal itu.
Bulan berikutnya, ada nomor baru juga yang kembali menelpon sy, dan ternyata itu adalah kakak dari pacar saya. Saat itu saya benar-benar bingung, saya kmbali ditegur, dimarahi, dilarang, dan disuruh memutuskan hubungan dengan dia.
Saya berpikir untuk menyerah, tapi pacar saya tetap mempertahankan saya, saya pun mengerti dan karena saya menyayangi doi juga. Waktu terus berjln, dan Tuhan terus memproses kehidupan saya dengan pergumulan itu yang menurut saya sangat berat, dimana pada saat itu juga kondisi ekonomi keluarga saya sudah sangat minim, dipecat dengan alasan yang tidak jelas.
Papa saya kemudian jatuh sakit, bahkan sampai sekarang yang sebenarnya harus terus melakukan pengobatan batu ginjalnya, karena biaya, jadi tdk bisa. Saya terus berdoa pada saat itu agar dapat penguatan dari Tuhan.
Saya dan pacar mulai bertengkar hebat di bulan Desember 2016, karena satu dan lain hal. Sampai akhir dimana pada tgl 12 januari 2017, kami mengakhiri hubungan kami. Mengakhiri hubungan dengan bertengkar, tidak dengan baik-baik. 
Saya menyadari setiap masalah yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan saya adalah untuk membentuk saya, karena saya memilih untuk melayani. Dua bulan telah berlalu dan di antara kami sudah tidak ada kontak sama sekali, walaupun saya berusaha untuk mncari dia lagi untuk memperbaiki keadaan dengan tidak ada maksud untuk meminta untuk kembali. 
Beberapa hari lalu, saya mendapat informasi bahwa doi akan menikah. Saya sangat sedih saat itu, saya berpikir apakah secepat itu ? Bahkan saya menyatakan bahwa Tuhan tidak adil dalam hidup saya, karena ego saya, yang belum bisa menerima hal itu. Tapi Tuhan tetap menguatkan dan menyadarkan saya bahwa dia bukanlah yg terbaik. 😊
Walaupun 3 tahun 8 bulan yg kami lalui itu bukanlah waktu yg singkat, tapi Tuhan membuat saya tegar dalam masalah hidup yg berat ini. 
Tuhan bilang kepada saya, saatnya kamu melayani, dan tugasmu telah selesai dengan dia. Tuhan terus memampukan saya dalam masalah hidup saya yang berat ini. 
Saudara-saudara, dengan melihat semua peristiwa yg saya alami, bahwa Tuhan ketika kita telah bertekad untuk melayani Tuhan, cobaan itu akan selalu ada dan Tuhan mau kita tetap kuat. Air mata kita akan menjadi tawa kebahagiaan dan itu kita persembahkan kepada Tuhan. 😊😇
Kasih Tuhan sungguh luar biasa, saya merasa sangat berharga di mata Tuhan Yesus. Apapun masalah kalian saat ini, seberat apapun itu, tetaplah kuatkan iman kalian, yakinlah bahwa Tuhan sanggup menolong saudara. Amin.
Sekarang saya mahasiswi UKSW semester 2 fakultas teologi angkatan 2016. Setiap minggu saya melayani di salah satu gereja di Salatiga, yaitu GKJ Randuares. Pelayanan kami itu juga adalah PPL, guna untuk mengembangkan iman kami. Saya terus bersemangat dalam pelayanan, dan merasakan cinta kasih Tuhan yang besar dalam hidup saya. 😊😇
Demikianlah kesaksian saya, sekali lagi saya minta maaf apabila ada kesalahan kata. Tuhan memberkati saudara dan saya.
Kesaksian dari: Olivianti Chatrin Tani
Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud

copas : www.beritakeselamatan.com

Minggu, 26 Agustus 2018

TUHAN YESUS MEMULIHKANKU DARI DEPRRESI

Shalom, panggil saja saya Sendy dari sulawesi utara, manado.
Saya sangat senang bisa berbagi sebuah pengalaman yg luar biasa yang saya alami semenjak saya terima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, semoga bisa memotivasi kalian yg masih ragu akan keberadaan Tuhan.
Sebelum menerima Tuhan Yesus, hidup saya sangat hancur, tidak punya tujuan hidup, depresi, kesepian, tapi saya nggak lari ke alkohol, ngerokok, seks bebas dll, saya hanya mnyimpan depresi saya sekitar 6 tahun saya menahan depresi saya ini.
Saya pun beberapa kali mencoba bunuh diri karena sudah tidak sanggup lagi, dengan keadaan yang saya alami, dengan depresi yang sudah sangat menumpuk, hingga tiba pada suatu saat, saya sudah sangat putus asa. Saya tidak tahu harus menceritakan kepada siapa, dan sayapun menyalahkan Tuhan.
“Kenapa sih Tuhan ciptakan saya, jika hidup saya seperti ini?”
“Lebih baik saya mati saja Tuhan, tolong ambil nyawa saya sekarang, jika Tuhan sayang”
Di waktu yang sama, saya memegang sebuah pisau hendak untuk bunuh diri.
Tetapi yang terjadi, saya diberi penglihatan oleh Tuhan, dan saya sadar ini bukan suatu tindakan yang terpuji, dan sangat dibenci Tuhan, saya juga takut nasib kedua orang tua saya bagaimana jadinya jika saya melakukan perbuatan seperti ini.
September 2016, saya menerima Tuhan Yesus untuk pertama kalinya sebagai Juru Selamat saya.
Dan saya pun mengalami sebuah sukacita yang sungguh luar biasa. Untuk pertama kalinya saya diberi tanggung jawab yang besar di sebuah kepanitiaan pra natal di fakultas saya waktu itu, saya mulai ikut berbagai kegiatan yang merubah cara hidup saya lebih baik, saya bertemu teman-teman yang begitu baik dan bersama-sama mengasihi Tuhan.
Dan sekarang saya mengikuti sebuah latihan Pemuridan yg diadakan oleh kampus dan diikuti berbagai fakultas yg ada, dimuridkan untuk memuridkan. Amin.
Kesaksian dari: Sendy Kawen
Copas : www.beritakeselamatan.com

Rabu, 22 Agustus 2018

JAMAHAN TUHAN BUKAN BAGI ORANG DEWASA SAJA, NAMUN ANAK-ANAK JUGA

Syalom, saya Alycia, penulis kesaksian “Tuhan Yesus mengasihiku” yang saya ambil dari kehidupan saya. Di kesaksian ke 2 ini, saya akan berbagi cerita sewaktu saya mengikuti retreat pertama saya.
Saat itu tanggal 23 Febuari 2017, hari kedua saya mengikuti retreat “Menjadi Murid Kristus”. Pagi-siangnya saya mengikuti kegiatan biasa-biasa saja. Namun pada saat refleksi malam hari inilah saya merasakan sesuatu yang luar biasa.
Saat refleksi tersebut, saya dan teman-teman menyembah Tuhan dengan lagu “Yesus sahabatku” dan “S’mua baik”. Dari awalnya memang saya sudah menangis, namun lama-kelamaan semakin deras air mata yang mengalir. Saya menangis kepada Tuhan dan meminta maaf kepada Tuhan. Saat itulah saya benar-benar merasakan bahwa Tuhan Yesus hadir di hatiku dan menjamahku. Saat saya mengangkat tangan saya tahu betul bahwa Tuhan ada di ruangan itu, menjamah anak-anak yang ada.
Jamahan Tuhan bisa terjadi pada siapa saja, bukan hanya orang dewasa. Banyak anak-anak yang telah menerima jamahan Tuhan dalam hidupnya.
Oleh karena itu, bapak ibu dan saudara dalam kasih Kristus, kita semua harus bersyukur karena kita semua adalah orang percaya yang telah dijamah dan diselamatkan oleh Tuhan.
Demikian kesaksian saya, Tuhan Yesus Kristus memberkati.
Alycia Michelle, 12 Tahun
Surakarta, Jawa Tengah
Penulis kesaksian: Tuhan Yesus mengasihiku.

copas : www.beritakeselamatan.com

Sabtu, 18 Agustus 2018

KERAGUAN SAYA PADA TUHAN


Saya ingin sedikit bersaksi.
Saya dan keluarga saya tepatnya di SIDIKALANG SUMATERA UTARA kami kemaren mengalami musibah yang menurut saya musibah yang paling besar yaitu tepat pada bulan 05 kemaren saya kehilangan kakak laki-laki yang amat saya cintai, yang 1 sudah berkeluarga mempunyai 2 anak anak laki-laki , yang 1 lagi masih lajang berumuran 24 Mereka meninggal 2 sekaligus akibat terkena sengatan listrik (tegangan tinggi), mereka berdua mati ditempat 😭
Pada saat itu saya, mama, kakak… Merasa kehilangan, terpukul, bahkan lebih dari itu, di situ saya merasa bahwa TUHAN itu tidaklah adil, bahwa TUHAN itu tidak pernah mendengar segala doa-doa saya, karena apa saya berkata seperti itu ??? Saya berkata demikian karena dimana ayah yang amat saya sayangi baru 1 tahun meninggalkan kami, ditambah lagi harus kehilangan kakak laki-laki yang amat saya cintai mulai dari kejadian itu saya seperti orang yang tidak punya kepercayaan lagi, dimana pada saat itu saya mengganggap TUHAN itu tidak ada, saya tidak pernah berdoa, membaca alkitab, bahkan ke gereja saya semakin malas…
Saya memang diajakin mama ke gereja dan bahkan saya sering dipaksa supaya saya ke gereja, tapi hati dan pikiran saya sudah dikuasai oleh iblis sehingga saya memaki-maki balik mama saya tapi bergulirnya waktu saya semakin sadar bahwa apa yang saya perbuat ini sudah keterlaluan, bahkan saya sudah membuat hati mama aku, kakak, abang, adik, dan semua keluarga kecewa bahkan sakit hati, bukan cuma mereka saja, tapi juga melukai dan menghianati TUHAN.
Namun PUJI TUHAN, akhirnya saya semakin dekat, saya semakin rajin berdoa, dan ke gereja . Saya semakin disadarkan oleh NYA, bahwa DIA lebih mencintai mereka dan saya juga pernah mendengar firman bahwa tidak ada rencana TUHAN yang menyebabkan kecelakaan atau pun menyebabkan hal-hal buruk segala rencana NYA adalah rencana yang indah Ini adalah berkat dari NYA, sungguh benar-benar luar biasa, ini mujizat yang saya terima.
Maka dari itu saudara saudara jangan pernah ragu/bimbang padaNYA. Apapun itu masalah yang kita hadapi, kita harus tetap bersyukur bahwa TUHAN ADALAH ALLAH YANG HIDUP…
Amin.
Kesaksian dari: Merliyanti Siregar
Sidikalang
copas : www.beritakeselamatan.com

Selasa, 14 Agustus 2018

AKU ADALAH SALAH SATU DARI JIWA YANG DISELAMATKAN


Shalom semuanya, Tuhan Yesus memberkati Anda dan keluarga selalu…
Saya mau bersaksi tentang pengalaman pribadi saya bersama Tuhan Yesus. Baiklah saya terlahir dari keluarga islam dan miskin,  saya sangat rajin sekali ibadah (sholat 5 waktu, ngaji Al-Qur’an di masjid).
Suatu hari (jaman dulu waktu saya kelas 6 SD)  tergeraklah hati  saya untuk membaca Al-Kitab (waktu itu saya download di Playstore) saya nggak paham betul tentang siapa Kristus itu, saya ikuti cara ibadah orang kristen (awalnya saya mengenal kristen katolik tetapi saya nggak ikut ke gereja).
Saat itu saya berdoa, dan ketahuan oleh guru saya (masih waktu SD kelas 6), dengan paksa guru saya meminta saya kembali ke agama islam dan mengecek HP saya lalu menghapus aplikasi Al-Kitab itu,  nah…  Saat itu saya menangis  seperti ada yang memisahkan saya. Jujur saya merasa damai  ketika saya membaca Al-Kitab, namun seiring bertambahnya waktu saya lulus dan memasuki SMP, (saat ini dimana saya merasa kesepian, saya ingat saat membaca Al-Kitab disitu saya merasa nyaman). Namun  waktu itu  berlangsung singkat,  saya  bertemu dengan Yesus melalui mimpi disaat saya kelas 8 SMP. Saya  akan bercerita  tentang itu
Sepulang sekolah saya merasa galau, karena saya di bully sama teman-teman saya. “Amel pacarnya  Lee Min Ho,  rakjel mana mungkin bisa jadi dokter spesialis bedah dan kuliah di Korea Selatan,  HUH!  Mimpi saja sana” (oh ya…  Nama asli saya Amelia Putri,  dan setelah saya ikut Tuhan Yesus,  Tuhanlah yang memberi saya nama  Alexandra Nathaniel Magdalena untuk nama babtis saya, maklum saya belum dibaptis).
Jujur sebenarnya saya kesal dengan hal itu,  kenapa apakah aku ini  nggak bisa?  Cuma bisa ngekhayal?  Dan pertanyaan itu  memenuhi pikiran saya,  sampai saat dimana bel pulang sekolah berbunyi,  saya masih sedih  karena  masih mengingat ingat pembullyan tadi.  Saya dibully temen itu  juga sampe  di dorong hingga jatuh ke selokan (kebetulan ada selokan di depan kelas buat mencegah banjir)  ketika pulang itu  saya menangis karena baju saya kotor (itu saya pakai baju biru putih). Semua wali murid,  temen temen,  dan guru guru juga  nggak peduli  sama saya.  Hingga saat pulang  saya  menutup pintu kamar saya,  disitu  saya menagis  sambil berharap  ” kok nggak aku saja yang mati gitu?  Percuma hidup,  hidup cuma kayak dibantai saja,  aku menyerah…. “. Lalu disela-sela tangisan saya,  ada  roh yang menggerakkan saya untuk berbaring dan tidur di  kasur saya.
Spontan saya tertidur pulas,  saat tidur dan bermimpi, saya terbangun dan  melihat matahari, semua itu bagaikan gurun.  Lalu seseorang laki-laki  mengulurkan tangannya  kepada saya (bukan Tuhan Yesus  dan bukan murid-Nya) dia berkata  ” sedang apa kau nak?  Kenapa kau berbaring disini?  Apa kau tersesat? ” katanya dengan ramah.
Lalu saya  menerima uluran tangan itu, dan bangkit berdiri. Ya…  Spontan saya menjawab “aku tersesat dan aku tak tahu arah di derah sini, oh ya…  Aku berada dimana  ?” namun  jawaban saya tidak terjawab dan orang itu membawa saya menuju kota dan disitu ramai sekali, lalu  orang itu menghilang setelah kerumunan orang berlari mendahului saya. Saya terjatuh dan  berteriak “Saya dimana? Aku dimana? Seseorang siapapun tolong aku… ” Namun orang orang berbicara dalam bahasa yang tak saya  kenali.
Lalu di saat yang sama saya melihat Kristus dengan jubah yang bersimbah darah serta mahkota duri tertancap di kepalanya.  Dia berjalan dengan para pengawal  (bukan malaikat),  lalu entah dalam hati saya  berfikir “itu pasti sakit,  aku tahu  aku pernah mengenalnya,  aku pernah membacanya, bukankah Dia Yesus? ” pikiran saya kacau,  lalu  ketika pengawal itu pergi meninggalkan Yesus untuk menyiapkan salib, entah roh atau kenapa saya pun mendekat dan berbicara dengan-Nya.
“Sepertinya aku mengenal-Mu, Tuhan , tetapi aku tidak mengingatnya, rasanya ada banyak sekali orang dan kuasa jahat memisahkan kita sebelumnya”
Lalu Tuhan  menjawab ” nak,  Aku mengenalmu bahkan sebelum kau ada,  Aku tahu segalanya tentang dirimu”
Lalu saya kembali melihat Tuhan Yesus  yang jubahnya bersimbah darah  dan seketika itu saya menagis  ” Tuhan  jika boleh aku bertanya, hiks….  Tuhan kenapa? Kenapa Jubah Tuhan bersimbah darah? dan kenapa Tuhan berdarah seperti  itu?  Apa  Tuhan habis dicambuk sama mereka?  Tuhan  hiks… Hiks… aku gantiin ya…  aku tahu kalau  Tuhan menahan sakitnya itu”
Dengan tulus Tuhan menjawab saya  “nak…,  kenapa kamu menagis? sudahlah Aku tidak apa-apa nak,  kenapa kamu disini,  mari sana pulanglah dan sampaikan kepada mereka akan injil”
Saya menjawab  (waktu itu saya masih menangis)  “tapi Tuhan…  ini nggak adil aku berdosa banget,  biarkan aku saja boleh kan Tuhan? ”
Lalu Tuhan menjawab lagi  “nak,  sudahlah…  ayo sana pulanglah dan bersembunyilah,  Aku tak mau anak-Ku dalam bahaya,  sudah ya…, nak kamu punya harapan mengapa kamu seperti itu?  Oke nak,  setelah sampai rumah nanti baca injil Matius pasal 24 ayat  ke 4 ya… ” Tuhan belum melanjutkan kata-katanya, dan saya masih menagis . Pengawal pun datang dan menarik Tuhan Yesus  untuk memikul salib, disitu saya menagis  dan merasa bersalah sekali  dalam hati saya, saya berkata  “oh Tuhan…  aku tahu itu pasti sakit banget,  dan aku tahu bahwa Tuhan menahan sakit itu untuk aku” saya menangis tersedu sedu. Lalu semua itu menjadi gelap  dan saya menemukan saya terbaring lemas di kasur saya,  tentu saja ini adalah kamar saya sendiri…  Lalu saya meraih ponsel saya  dan menyalakan WI-FI untuk langsung  mendownload app Al-Kitab,  saya terkejut ! Ternyata isi dari  injil Matius pasal 24 ayat ke 4  yang dikatakan Tuhan berisi :
Mat 24:4
Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”
Air mata saya menetes dan membaca kitab matius pasal 24 dan pasal 25 secara keseluruhan, kemudian  saya  ikut persekutuan GBI (gereja protestan, entah mengapa roh dalam tubuh saya mengarahkan pada gereja tersebut) mereka menerima saya  dan pak pendeta mengartikan kesaksian saya pak pendeta berkata  “Tuhan mau datang ke dunia,  bersyukurlah kau dek,  sbab kau dipilih untuk diselamatkan, karna kau istimewa Tuhan yang memilihmu langsung,  kami saja iri denganmu dek,  kamu hebat kecil kecil sudah berani memilih jalan yg benar, dek…  ikut Kristus itu nggak gampang banyak banget ujiannya,  tapi  kamu nggak boleh nyerah, percayalah Tuhan punya rencana itulah mengapa kau  dipilih oleh-Nya,  karna Dia ingin kau diselamatkan pada hari akhir dan Dia janjikan masa depan untukmu nantinya, itulah mengapa saat  kamu  di bully, Tuhan melihatmu dengan penuh belas kasihan. Kamu juga harus percaya bahwa 1 orang diselamatkan maka seluruh isi rumah diselamatkan”
Waktu pun berputar cepat,  orang tua saya tidak menerima saya,  dan bahkan saya mau diusir dari rumah.  Tetapi mujizat Tuhan Yesus itu luar biasa,  papa dan mama saya sekarang menerima saya masuk kristen walaupun mereka masih percaya sama agama islam namun mereka tidak memaksa kekehendak saya dalam memilih agama, saya bersyukur  sekali kepada Tuhan
“terima kasih Tuhan,  sekarang aku bisa melayani Engkau, mencari kebenaran, mencari kebebasan bersama dengan Yesus”  walau banyak rintangan untuk mendapatkan mahkota di surga,  saya akan tetap setia melayani Tuhan.  Walaupun saat ini saya dipaksa masuk islam lagi  (pura pura saja,  sebab saya ketahuan berdoa dan saat itu saya dilawat Roh Kudus  juga ketahuan masuk gereja), saya nggak akan tinggalin Yesus karna ku tahu Tuhan teramat baik bagiku..  Walau saat ini kelas 9 saya ikut pelajaran agama islam disekolah…  Aku tetap pilih Kristus sebagai Tuhan dan juru selamat! Aku nggak mau Tuhan lain cuma Yesus Kristus yang saya mau.
Demikian kesaksian saya,  semoga memberkati bagi siapapun yang membacanya. Ini adalah real dari kesaksian saya…
Inilah kabar injil itu,  Tuhan mau datang. Dia punya rencana yang indah buat  Saudara dan saya, Dia Tuhan yang baik. 
GBU always…
Kesaksian dari Alexandra Nathaniel Magdalena
Gresik

copas : www.beritakeselamatan.com

Jumat, 10 Agustus 2018

DIA SUNGGUH SUNGGUH MENGASIHIKU

Dalam tulisan ini aku akan menceritakan bagaimana karya Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. Aku betul-betul merasakan betapa Allah membimbing aku melewati kehidupan ini.

Aku adalah anak ke-4 dari tujuh bersaudara. Aku tinggal di sebuah kota kecil di Sumatra, yakni Jambi. Masa kecilku aku habiskan seperti anak-anak pada umumnya. Hanya ketika aku berusia enam tahun, aku mengalami kecelakaan. Aku ditabrak sebuah mobil ketika aku sedang menyebrangi jalan. ini memang salahku karena aku berlari menyebrang jalan tanpa melihat apakah ada kendaraan yang melintas. Dalam kecelakaan itu aku mengalami luka serius dibagian kepalaku. Aku tidak tahu berapa lama aku tidak sadar. Yang aku ingat ketika aku sadar adalah aku sudah berada di Rumah sakit. Aku juga tidak tahu berapa lama aku dirawat disana. Tapi yang aku tahu bahwa Tuhan masih memberikan kepadaku kesempatan untuk hidup. Kalau dipikir-pikir untuk anak seusiaku yang mengalami kejadian tersebut dengan luka yang serius masih bisa bertahan hidup adalah sebuah keajaiban. Tuhan benar-benar bekerja.

Setelah melewati masa-masa tersebut kehidupanku kembali berjalan seperti biasa.
Suatu hari aku bersama keluarga pergi ke kota kelahiranku, Lubuk Linggau. Kami kesana karena abangku mendapatkan kecelakaan. Puji Tuhan keadaannya tidak parah. Ketika diadakan acara syukuran untuk keselamatan abangku itu, aku bersama sepupuku dan teman-temannya pergi bermain. Kami sampai di sebuah saluran irigasi sawah. Tiba-tiba mereka ingin berenang. Tanpa menunggu lagi mereka membuka baju dan langsung terjun ke air. Melihat mereka bersenang-senang disana dan juga sepertinya arus air kelihatan tidak begitu deras, aku jadi ingin berenang juga walaupun aku tidak pintar berenang. Akupun membuka baju dan terjun ke air. Tapi, kejadian yang tidak pernah aku duga terjadi. Aku tidak dapat menahan arus yang aku pikir tidak deras. Aku kemudian terseret arus. Aku berteriak minta tolong. Kemudian salah seorang sepupuku yang agak besar badannya naik kepermukaan dan mengejarku. Namun arus begitu kuat dan aku begitu cepat terseret. Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Aku pasrah dan meminta pertolongan Tuhan. Aku tidak tahu berapa meter aku sudah terseret arus sampai akhirnya kakiku menginjak sebuah batu yang besar dan disanalah aku berdiri. Aku menopangkan tubuhku diatasnya dan aku tidak terseret arus lagi. Kemudian aku dibawa kepermukaan oleh sepupuku yang berusaha mengejarku tadi. Tuhan kembali mengulurkan tanganNya untuk menolongku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku tidak menginjak batu itu, Tuhan yang menuntun kakiku untuk menginjaknya. Terima kasih Tuhan bisikku dalam hati. Untuk kedua kalinya Tuhan memberikan ku kesempatan untuk tetap hidup.

Keluargaku pindah rumah waktu aku kelas 4 SD. Jarak dari sekolah dan rumah baruku sangat jauh. Aku direncanakan pindah sekolah. Namun, rencana itu tidak terlaksana dengan alasan 2 tahun lagi aku akan lulus. Perjuangan pergi ke sekolah cukup berat. Aku tidak diantar oleh orang tuaku. Tapi aku berangkat bersama adikku. Ada banyak hal yang kualami selama masa-masa itu dan Tuhan selalu menolongku jika aku dalam kesusahan. Hingga aku menginjak kelas 6 SD. Ketika itu pengumuman hasil Ebtanas sudah keluar. Aku mendapat NEM 40,35 dari lima mata pelajaran yang di ujikan. Sesuai rencanaku, aku ingin melanjutkan sekolahku ke SMP 11 yang terletak dekat dengan Sekolah Dasar ku. Aku memilih SMP tersebut karena selain bagus juga karena teman-temanku banyak yang mau kesana. Sampai tiba waktu pendaftaran, aku mengambil formulir dan membawanya pulang kerumah. Aku kemudian mengisi formulir tersebut. Pilihan pertama aku memilih SMP 11 dan kedua SMP 17. Setelah aku mengisinya, aku menunjukkannya kepada ibuku. Diluar dugaan ku yang berpikir bahwa ibuku akan setuju, beliau menyarankan aku untuk masuk ke SMP yang berada dekat dengan rumahku, yakni SMP 22. SMP yang belum lama di bangun. Setelah ibuku memberikan alasan-alasan kepadaku kenapa aku harus kesana, entah kenapa aku mau saja. Padahal sudah cukup lama aku ingin ke SMP 11. Akupun merubah pilihan pertamaku dan menggantikannya menjadi SMP 22. Kemudian formulirpun aku serahkan kembali ke sekolahku. Namun beberapa hari kemudian sesuatu terjadi. Aku merasa menyesal dan ingin kembali masuk ke SMP 11. Aku menyampaikannya kepada ibuku dan ibukupun tidak bisa memaksaku lagi. Lalu aku dan kakakku pergi kesekolahku dengan maksud merubah pilihan pertamaku. Namun ternyata kepala sekolah tidak ada disana. Aku kemudian pergi kerumah wali kelasku. Dari beliau aku tahu bahwa berkas-berkas pendaftaran kami telah diserahkan ke pusat. Aku begitu sedih dan menyesal. Mengapa harus aku ubah?? Tapi, semua sudah terjadi. Aku tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sampai tiba waktu pengumuman diterima atau tidaknya aku di SMP yang aku pilih. Akupun kemudian pergi ke SMP 22 untuk melihat pengumumannya. Ternyata namaku ada disana. Aku diterima. Namun aku tidak begitu senang sampai sesuatu terjadi. Aku mendengar kabar bahwa NIM terendah yang diterima di SMP 11 adalah 43 dan SMP 17 adalah 41. aku terdiam dan begitu heran dengan pimpinan Tuhan. Seandainya aku jadi memilih SMP 11, maka aku bakalan tidak masuk dan akan sekolah di Swasta. Dan itu pasti akan merepotkan orang tuaku. Aku benar-benar bersyukur kepada Tuhan atas apa yang dilakukannya kepadaku. Luar biasa pimpinanNya. Aku jadi mengerti kenapa Dia ingin aku masuk ke SMP 22. Terima kasih Tuhan..
Ternyata banyak hal yang Tuhan kejakan bagiku selama aku sekolah di sini. Salah satunya adalah Aku diberi kesempatan kepada Tuhan untuk menjadi siswa berprestasi disekolah ini. Menjadi Juara Umum dan menjadi pemenang dalam suatu perlombaan tingkat Kota. Dia mengajariku untuk selalu bersyukur atas apapun yang aku dapatkan.
Tanpa terasa masa-masa aku di SMP akan berakhir. Seperti ketika aku SD, aku ingin melanjutkan sekolahku sesuai keinginanku. Aku berencana masuk ke SMA 5 dengan alasan karena bagus dan tidak terlalu jauh.

Namun, hal yang pernah terjadi dulu kembali terjadi. Ceritanya begini. Ketika itu aku hendak menyerahkan sesuatu yang aku lupa apa itu di ruang Tata usaha. Ketika aku tiba disana, ada beberapa orang guru. Kemudian salah seorang dari mereka bertanya kemana aku akan melanjutkan sekolahku. Dan akupun langsung menjawab bahwa aku ingin ke SMA 5. Namun, beliau kemudian berkata mengapa aku tidak masuk kes SMA 1 saja? Alasan beliau karena SMA 1 adalah sekolah terbaik di kotaku dan jarang ada yang masuk kesana dari sekolahku. Setidaknya jika ada yang bisa masuk dapat membanggakan sekolah juga. Aku tidak banyak bekata apa-apa untuk menjawab beliau. Aku kemudian permisi untuk keluar. Tetapi, hal itu kemudian aku fikirkan. Dan akhirnya dalam waktu singkat aku memutuskan untuk ke SMA 1. Aku juga tidak mengerti kenapa. Padahal SMA 5 adalah rencana SMA yang cukup lama juga aku inginkan. Ada perasaan damai dihatiku untuk memilih ke SMA 1 walaupun aku tahu resiko-resiko apa yang akn aku hadapi. Aku mungkin tidak akan ada teman kesana dan sekolah cukup jauh dari rumahku dibandingkan dengan SMA 5. Apalagi aku mendengar dari teman-temanku bahwa disana ada perbedaan pergaulan anatara orang-orang kaya dengan miskin. Meskipun aku tahu hal itu, aku tetap ingin kesana. Dan ternyata selain aku, ada seorang temanku juga yang mau kesana. Aku kemudian menyampaikan hal ini kepada orangtuaku. Dan terjadi pertengkaran kecil antara bapak dan ibuku. Bapak setuju aku masuk SMA 1. Namun ibuku tidak ingin aku kesana. Beliau ingin aku masuk STM agar bisa langsung kerja. Berbeda ketika aku SD yang langsung menuruti ibuku, aku tetap pada pilihannku. Aku membawa ini didalam doaku dan memohon pimpinan Tuhan. Sampai pada waktu penyerahan formulir, aku tetap memilih SMA 1 meskipun banyak tantangan yang aku hadapi dan SMA 5 menjadi pilihan keduaku. Aku serahkan sama Tuhan. Aku yakin Dia akan memimpinku.

Waktu terus berjalan sampai tiba saatnya pengumuman diterima atau tidaknya aku di SMA 1. Dengan perasaan cemas aku pergi melihat pengumuman tersebut. Dan Puji Tuhan aku diterima di SMA 1. Nilaiku memenuhi untuk masuk kesana. Begitu juga dengan temanku. Aku bersyukur kepada Tuhan. Namun aku belum tahu apa kehendak Tuhan aku masuk kesini.
Hari pertama aku menjadi siswa baru di SMA 1 adalah hari yang cukup sulit bagiku karena ku belum mempunyai teman disana. Sementara temanku yang juga lulus sudah memiliki teman yang juga adalah sepupunya. Aku sendiri disini. Tapi tidak, ada Tuhan Yesus bersamaku.

Hari-haripun berlalu. Ternyata aku mampu melewatinya. Aku sudah punya beberapa teman. Hingga suatu hari, tepatnya hari Jumat, disekolahku ada persekutuan bagi anak-anak kristen. Akupun diajak untuk ikut dan dengan senang hati aku ikut. Kali kedua aku ikut persekutuan sekolahku, aku bertemu dengan seorang kakak TPS (Tim Pembimbing Siswa) bernama Kak Yulia. Dia mengajakku untuk ikut dalam KATA (Kebaktian Awal Tahun Ajaran). Akupun menyetujuinya. Namun karena sesuatu hal, akhirnya aku tidak jadi mengikuti kegiatan tersebut.

Seminggu setelah KATA berlangsung dan pada saat itu diadakan persekutuan kembali disekolahku, kak Yulia menghampirku dan memintaku agar besok datang ke PAPSI (Persekutuan Akhir Pekan Siswa) yang diadakan oleh PSKKJ (Persekutuan Siswa Kristen Kota Jambi) dibawah naungan Perkantas (Persekutuan Kristen Antar Universitas). Kata beliau, ada yang mau dibicarakan dengan aku selesai PAPSI. Akupun berjanji akan datang. Keesokan harinya aku menepati janjiku untuk datang. Aku kemudian bertemu dengan kak Yulia dan beberapa teman satu sekolahku yang aku kenal. Akupun mengikuti ibadah sampai selesai. Hingga pada saat pengumuman, namaku disebutkan untuk tinggal sebentar selesai ibadah. Aku tidak tahu apa yang mau dibicarakan. Setelah ibadah selesai, aku beserta beberapa orang yang juga disebutkan namanya saat pengumuman tadi dikumpulkan. Ternyata kami dipilih untuk mengikuti sebuah Kamp di Jakarta yaitu KKSJ (Kamp Kepemimpinan Siswa Jakarta). Aku belum tahu apa-apa tentang KKSJ. Tapi, aku ikuti saja. Untuk mengikuti KKSJ diperlukan dana yang cukup besar. Tapi tangan Allah yang murah mencukupkan segala kebutuhan yang aku perlukan. Sampai akhirnya KKSJpun dilaksanakan. Hari pertama bagiku biasa saja. Namun sejak hari kedua dan setrusnya aku mulai menikmati setiap acara yang diadakan di KKSJ. Terlebih ketika pada saat sesi perenungan. Pada moment itu ada satu lagu yang begitu mengena dan yang pada akhirnya membuat aku sadar mengapa Tuhan menginjinkan aku untuk ikut kegiatan ini. Lagu tersebut berjudul “Why have You choosen me”. Inilah lirik lagunya:

Why have You choosen me
Out of million Your child To be
You know all the wrong that i’ve done
O How could You pardon me
Forgive my iniquty
To save me give Jesus Your Son

But lord help me be what You want me to be
Your word i will strive to obey
My life i now give for You i will live
And walk by Your side all the way

Lewat lagu ini, Aku disadarkan akan satu hal. Mengapa Dia memilih aku, padahal masih banyak orang yang lebih baik dari aku. Aku tidak tahu kenapa aku harus dipilih ikut KKSJ. Aku adalah siswa yang baru masuk. Mereka tidak tahu siapa aku dan bagaimana sifatku (baik ataukah buruk). Mereka mempercayakan aku untuk ikut moment KKSJ yang sebenarnya dibuat untuk mempersiapkan anak-anak Tuhan melayani. Dia yang merubah pilihan pertamaku untuk masuk ke SMA 5 dan menuntunku ke SMA 1 dengan caranyaNya yang ajaib. Ternyata Dia ingin mempersiapkan aku untuk melayani Dia. Aku begitu heran. Allah secara nyata telah memilihku dan mempersiapkanku untuk melayaniNya. Dan inilah saatnya aku dipanggil. Saat aku telah menjadi seorang siswa SMU. Sejak saat itu, aku memberikan diriku sepenuhnya kepada Allah untuk Dia pakai sesuai dengan kehendakNya.

KKSJ pun berlalu. Tiba saatnya aku melayani Dia setelah sebelumNya aku diperlengkapi. Aku mulai rajin mengikuti persekutuan, baik di sekolah maupun di PSKKJ. Aku masuk kedalam KK (Kelompok Kecil) untuk terus dibina. Awal aku mulai melayani adalah dengan menjadi pelayan seperti pengumpul persembahan pada saat ibadah disekolahku. Aku rindu lebih lagi melayaniNya dalam hal yang lain. Akupun lalu mengikuti training MC yang diadakan oleh PSKKJ. Setelah mengikuti training tersebut, aku mulai melayaninya sebagai MC. Suatu hari, aku melihat kekurangan pelayan sebagai gitaris untuk ibadah di sekolahku. Akupun menjadi rindu untuk bisa menjadi gitaris. Aku sampaikan hal ini kepada Tuhan. Aku mulai belajar bermain gitar secara otodidak. Sampai akhirnya aku menyampaikakn hal ini kepada PKK (Pemimpin KK) ku, bang Edu namanya. Beliau kemudian mengajarkanku lebih lagi bagaimana bermain gitar. Beliau pula yang juga mengajarkanku bernyanyi. Hingga akhirnya aku dapat menjadi seorang gitaris di ibadah sekaligus dapat bernyayi. Aku juga dipercaya Tuhan untuk menjadi pengurus sekaligus pelayan di gerejaku sebagai singer. Tuhan telah memberikan kepadaku tiga talenta dan semua aku pergunakan untuk Tuhan. Ketika aku kelas 2, aku mulai mengambil pelayanan sebagai pengurus, tepatnya sebagai Koordinator di persekutuan sekolah dan Seksi Acara di PSKKJ. Dan ketika aku kelas 3, aku dipercaya Tuhan menjadi Koordinator di PSKKJ. Meskipun aku melayaniNya, aku tetap bertanggung jawab terhadap studiku. 100% Studi, 100 % pelayanan.

Tanpa terasa masaku di SMA sudah selesai. Aku ingin melanjutkan ke bangku perkuliahan. Setelah pengumuman kelulusan, aku menyampaikan keinginanku kepada orangtuaku. Mereka mendukungku. Namun ketika aku ingin mengikuti bimbingan belajar intensif untuk menghadapi SPMB, ibuku tidak mengijinkan dengan alasan biaya. Aku begitu sedih. Namun aku tahu Tuhan pasti akan membantuku dengan caraNya yang ajaib. Dia selalu punya cara. Akupun kemudian hanya belajar dirumah saja. Aku mendapatkan pinjaman buku dari kakak tingkatku yang telah lulus sebelumnya. Hingga waktu pendaftaran tiba, aku mendaftarkan diri. Hanya ada satu pilihanku yaitu jurusan Teknik Pertambangan UnSri. Aku tidak tahu lagi mau memilih apa. Hanya jurusan itulah yang terus aku doakan kepada Tuhan. Namun karena pada formulir pendaftaran harus mengisi dua pilihan, aku akhirnya memilih Teknik Kimia UnSri. Dan pada akhirnya aku tahu kalau grade untuk Teknik Kimia lebih tinggi dari pada Teknik Pertambangan. Itu berarti jika aku tidak lulus pilihan pertama, maka pilihan kedua pasti tidak lulus. Namun itu tidak menjadi masalah bagiku karena yang aku inginkan dan doakan adalah Teknik Pertambangan. Melalui buku pedoman yang aku dapat, aku mengetahui bahwa jumlah peminat Teknik Pertambangan begitu banyak. Tahun lalu saja ada 740 orang dan daya tampung hanya 81 orang. Akupun bertanya dalam hati apakah tahun ini aku termasuk yang ke-81 orang itu? Ada perasaan khawatir dalam diriku. Apakah aku bisa lulus sedangkan aku tidak ikut bimbel dan persiapanku pun masih begitu minim? aku hanya bisa pasrah kepada Tuhan dan membawa ini dalam doa. Hingga suatu hari aku mengalami kejadian yang akhirnya membuatku sadar. Kejadiannya terjadi saat aku mengembaliakan formulir pendaftaran dan mengambil nomor peserta. Pada saat itu aku ditemani oleh seorang kakak TPS bernama Kak Lusi. Setelah mendapatkan kartu peserta, aku menaruhnya di dompetku. Kemudian kak Lusi mengajakku makan di kantin. Setelah selesai makan, kami menuju ke bus untuk pulang. Namun ketika aku hendak melihat kartu pesertaku, aku terkejut. Aku tidak mendapati dompetku didalam tas. Dengan perasaan cemas aku menyampaikan hal ini kepada kak Lusi. Kamipun kemudian mencarinya ketempat kami tadi makan. Namun tidak kami temukan. Kamipun kemudian bertanya kepada seorang bapak penjual gorengan. Namun, bapak tersebut tidak tahu. Dengan perasaan sedih, aku dan kak Lusi pergi untuk mengurus kembali kartu peserta SPMBku. Puji Tuhan ternyata semuanya bisa diurus dengan sedikit kerja keras. Akhirnya setelah semua selesai diurus, kamipun pulang. Sampai di rumah aku menceritakan hal ini kapada orangtuaku. Orang tuaku sedikit marah karena aku kurang hati-hati. aku tahu aku salah. Namun tiba-tiba HP bapakku berbunyi dan ketika diangkat, ternyata itu berasal dari seseorang yang menemukan dompetku. Tanpa menunggu waktu lagi, aku dan bapak menuju ke alamat yang diberikan orang tersebut. Setelah kami sampai, alangkah terkejutnya aku ketika mengetahui siapa yang menemukan dompetku. Ternyata orang itu adalah bapak penjual gorengan yang tadi kami tanyakan. Aku heran. Mengapa aku mesti melewati proses yang panjang dulu, baru kemudian menemukan dompet tersebut? Mengapa tidak bapak itu kasih saja waktu kami bertanya? Setelah dompetku kembali aku merenungkan kembali apa maksud Tuhan dengan kejadian ini. Aku akhirnya sadar bahwa Tuhan ingin aku percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan sesuatu yang mustahil bagi anak-anakNya. Dia ingin anak-anakNya melalui proses yang dia kehendaki untuk aku lalui hingga sampai ketujuan walaupun itu sulit kelihatannya. Dengan kejadian tersebut, aku sadar dan meminta ampun atas keraguanku. Aku mendapatkan keyakinan yang baru setelah kejadian tersebut.
Hari ujian SPMB pun datang. Aku diantar oleh kakakku menuju ke tempat ujian dengan menggunakan motor. Dalam perjalanan aku menyanyikan sebuah lagu. Berikut lagu yang aku nyanyikan:

Yesusku kudatang dihadapanMu
Mengaku selalu kecewakanMu
Merasa Kau tak sanggup untuk menolongku
Tak pernah menjawab doaku
Saatku lewat badai kehidupan
Ditengah keraguan kan setiaMu
Kau hadir tunjukkan kasih kuasaMu kepadaku
tanganMu mengangkat wajahku
Tak berubah setiaMu
Selamanya tak pernah mengecewakanku
Trimakasih oh Yesusku
Trang kasihMu lenyapkan segala raguku

Ketika aku menyanyikan lagu itu, tiba-tiba aku menangis. Aku merasa lagu tersebut sesuai dengan yang aku alami. Kakakku tidak mengetahui aku menangis karena waktu itu aku menggunakan helm tertutup dan aku berusaha menahan isak tangis. Allah melawat hatiku dengan lagu itu. Dan setelah kejadian tersebut aku mengikuti SPMB dengan perasaan tenang karena damai sejahtera ada dalam hatiku. Hari-haripun berlalu. Tanpa terasa pengumuman hasil SPMB telah tiba. Dengan perasaan cemas aku menghubungi temanku untuk bertanya apakah aku lulus. Dan berita apa yang akhirnya aku dapatkan? Aku LULUS!!!! Aku tidak tahu harus bagaimana. Yang aku tahu bahwa aku sangat bersukacita mengetahui bahwa aku lulus. aku benar-benar tidak percaya. Akupunpun kemudian pergi kekamar dan berdoa disana. Aku mengucapkan terimakasih kepada Tuhan atas apa yang telah Dia kerjakan bagiku.

Setelah lewat pengumuman, akupun harus segera berangkat ke Inderalaya untuk melakukan pendaftaran ulang di Universitas Sriwijaya. Aku berangkat kesana bersama ibu. Rencananya aku akan tinggal di rumah keluargaku yang berada didekat kampus. Namanya bang Laban.

Hari-hari sebagai mahasiswa baru aku jalani dengan perasaan sedih dan kesepian. Aku rindu dengan keluargaku. Sulit rasanya. Tapi, aku harus bertahan. Perasaan tersebut kemudian berangsur hilang karena aku sudah punya beberapa teman dan kegiatan. Seperti mahasiswa baru yang lainya, di kampus kami diadakan Ospek. Yang paling buatku bimbang untuk mengikutinya adalah ospek orang batak. Hal ini dikarenakan didalamnya terdapat kekerasan. Aku tahu bahwa hal itu tidak dikehendaki Tuhan. tiba waktunya ospek tersebut dilaksanakan. Aku akhirnya memutuskan untuk tidak ikut. Aku serahkan sama Tuhan untuk apapun konsekuensi yang akan aku hadapi. Setelah ospek tersebut berlalu, aku dan teman-teman yang tidak datang dipanggil oleh kakak tingkat untuk dihukum. Aku pasrah dan serahkan kepada Tuhan. Waktu ”penyiksaan” itu datang. aku meminta kekuatan kepada Allah dan Ia menjawab seruanku. Aku bisa melewati masa-masa sulit itu.

Gereja HKBP di tempat tinggalku mengadakan penyambutan mahasiwsa baru kristen. Semua mahasiswa baru disetiap sektor akan membawakan sebuah persembahan yang akan ditampilkan di acara tersebut. Aku yang tinggal di rumah bang Laban tidak tahu masuk ke sektor mana. Akupun tahu ada acara tersebut dari seorang teman satu jurusanku. Aku datang bersama dia suatu hari ketika ada latihan koor digereja. Melihat teman-teman yang lain memberikan persembahan pujian dari setiap sektor, aku jadi ingin mempersembahkan sebuah lagu juga. Lalu aku menjumpai seksi acaranya dan menyampaikan maksudku. Mereka merespon dengan senang. Disaat itu jugalah aku berjumpa dengan bapak pendeta yang melayani jemaat di sana. Namanya Pdt. Hotlan Butarbutar. Beliaulah yang akan mengiringiku bernyanyi. Suatu hari ketika aku latihan bersama beliau, beliau memintaku untuk menjadi pelayan digeraja tersebut sebagai singer. Aku menerima hal tersebut dengan senang hati. Aku bersyukur bisa menjadi pelayannNya di gereja ini. Dan disinilah Tuhan menambahkan kepadaku sebuah talenta lagi, yaitu bermain keyboard. Ceritanya begini. Di gereja ini hanya ada 2 orang yang biasa mengiringi ibadah dengan keybord setiap minggunya. Namanya Kak Ani Sihombing dan Bang Toni Simorangkir. Mereka berdua adalah mahasiswa tingkat akhir. Oleh karena itu, supaya ada penerus mereka nantinya, maka Pdt. Hotlan mengadakan pelatihan kepada orang-orang yang ia tunjuk untuk menjadi calon organis di gereja nanti. Aku tahu hal ini dari Kak Ani. Lalu aku menyampaikan kepada dia bahwa aku juga ingin berlatih. Dan hal itu kemudian disampaikannya kepada Pdt. Hotlan. Beliau menyetujui keinginanku dan aku pun ikut latihan. Aku mengikuti latihan ini dengan sungguh-sungguh. Aku ingin bisa melayani Dia sebagai pemain keyboard. Apa yang aku rindukan akhirnya terjadi. Pdt. Hotlan mempercayaiku menjadi keyboardis untuk ibadah digereja. Disitulah pertama kalinya aku melayani sebagai keyboardis. Aku bersyukur karena Dia memberikan kepadaku talenta ini. Talenta ini akan aku gunakan selamanya untuk melayaniNya. Thanx God,.
Selain digereja, aku juga mengikuti persekutuan di kampusku. Namanya Persekutuan Doa Oikumene Teknik. Sesuai namanya, persekutuan ini ada sebagai wadah bertumbuh untuk anak-anak teknik. Disinilah aku trus mengalami pertumbuhan iman dan kembali melayani. Setahun aku manjadi mahasiswa, aku dipercaya untuk menjadi pengurus. Aku mendoakan hal ini dan akhirnya mengiyakan panggilan ini. Aku menjadi pengurus selama tiga kali periode kepengurusan. Diperiode ketiga aku dipercaya menjadi Koordinator. Demikianlah selama aku menjadi mahasiswa, aku memberi diriku untuk menjadi pelayanNya di kampus dan digerejaku. Bahkan sampai kapanpun dan dimanapun nanti Tuhan menempatkanku, aku akan tetap melayani Dia, Allah yang telah menyelamatkan hidupku dengan KasihNya yang Kekal..
Itulah hal-hal luar biasa yang Tuhan kerjakan dalam hidupku sampai aku mahasiswa. Setiap aku mengingat hal ini, maka aku akan terkagum-kagum dan membuatku terus menyembah Dia. Dia luar biasa dan segalanya di hidupku. Selamanya Dia akan menjadi Tuhanku. Dan aku percaya kehidupanku selanjutnya didunia kerjapun akan tetap Dia sertai. Dia tidak akan pernah meninggalku dan sampai akhir hidupku, Dia akan besertaku.

I LOVE YOU GOD.

Kiriman kesaksian dari: David Ferdinand Rumahorbo
Lubuk Linggau

Copas : www.beritakeselamatan.com

Senin, 06 Agustus 2018

JANGAN BIARKAN KETERBATASAN ITU MEMBATASI DIRI KITA

Mujizat yang terjadi di dalam hidup saya, semua karena Tuhan Yesus.
Saya seorang pelajar, yang menyalurkan hobby saya di bidang olahraga tinju (sekarang). Dulu saya adalah anak yang tidak taat, akibatnya saya mendapatkan upahnya, saya yakin itu teguran dari Tuhan, yaitu saya mengalami kecelakaan, kaki saya dilindas oleh mobil yg penuh penumpangnya.
Lebih dari 1 bulan saya tidak bisa berjalan dengan baik, nggak pernah ke dokter, berobat ke rumah sakit manapun juga tidak, ke tukang urut juga tidak. Tetapi, seiring berjalannya waktu, tanpa saya sadari, kaki saya sudah mulai bisa berjalan dengan baik.
Dan ini seperti tidak pernah terjadi di hidup saya karena yang saya rasakan adalah kaki yang saya miliki ini kaki yg sehat, tanpa cacat dan normal, haleluya. Seolah saya terlupa, dan memang tidak ada cacat yg tersisa padahal kalau ingat sakitnya itu bukan main. Kemudian saya menggali kemampuan saya di bidang olahraga tinju, yang di mana, di sana fisik dan mental kita ditempa habis-habisan. 3 tahun sudah berlalu, saya berhasil meraih berbagai macam prestasi dari daerah, provinsi hingga ke tingkat nasional pun saya ikuti beberapa kali dan membuahkan hasil juara. Saya sangat bersyukur, ya, kalau di ingat kecelakaan itu, saya sudah lumpuh, tapi saya tidak peduli sama keterbatasan itu, saya patahkan keterbatasan itu, saya tembus, saya punya Yesus, saya mau berusaha demi kemuliaan Yesus, saya mau menjadi berkat, dan saya mau berusaha.
Puji Tuhan, saya bisa berprestasi atas seizin Tuhan Yesus, saya sangat bersyukur. Dan ke depannya saya serahkan di dalam Nama Tuhan Yesus, kalau saya masih di izinkan menjadi juara ya Puji Tuhan, sekarang saya tetap berusaha terus. Karena lewat olahraga ini, saya semakin dekat dengan Tuhan, sangat nyata saya rasakan.
Sekian kesaksian singkat saya, semoga menjadi berkat bagi semuanya, intinya, jangan biarkan keterbatasan itu membatasi diri kita.
Tetaplah berharap kepada Tuhan Yesus, tetaplah berdoa, tetaplah berusaha, dan tetaplah bersemangat dan bersukacita.
Salam sejahtera, Tuhan Yesus memberkati.
Kiriman kesaksian dari: Giofray Mark
Tenggarong

copas : www.beritakeselamatan.com

Kamis, 02 Agustus 2018

BUTA AKIBAT SOFTLENS

Pada bulan Juli 2017 yang lalu, saya lupa tepatnya tanggal berapa. Saya liburan ke Bali. Saya tinggal di Medan. Saya pergi sendiri tanpa orang tua saya, hanya keluarga dekat saya saja yaitu Bou (Bibi *adik ayah kandung). Singkat cerita pada hari itu saya liburan seharian menggunakan softlens yang menyebabkan mata saya hampir mengalami kebutaan. Jadi waktu saya pergi jalan-jalan seharian saya menggunakan softlens tersebut hanya untuk membuat penampilan saya menarik. Karena saya mempunyai mata yang kecil dan sipit. Jadi saya memutuskan menggunakan softlens jika saya ingin berpenampilan lebih menarik, softlens itu hanya saya jadikan untuk fashion bukan karena saya mempunyai riwayat mata minus atau yang disarankan oleh dokter.
Sebelumnya, mama saya sudah sering memperingati saya agar tidak menggunakan softlens tersebut. Jadi, saat saya pada perjalanan pulang menuju tempat saya menginap saya merasa mata saya seperti berembun dan sangat perih. Karena saat itu juga saya tidak menetesi mata saya dengan cairan softlens tersebut. Alhasil mata saya pedih dan berembun, tapi saya tidak ambil pusing. Saat itu juga saya langsung membuka softlens saya karena keadaan jalan yang macet jadi saya membukanya saat itu juga. Sesampainya di tempat saya menginap saya langsung istirahat karena besok saya juga akan pergi beribadah dan jalan-jalan kembali. Besoknya, saya kembali memakai softlens tersebut saat ibadah. Pada saat ibadah saya menangis saat melalukan penyembahan, pada saat itu juga saya merasa sudah tidak enak dengan mata saya akhirnya saya ke toilet pada saat khotbah karena sudah tidak tahannya saya dengan mata yang gatal, perih, dan berembun. Setelah dari toilet saya masih tetap masih memakai softlens tersebut. Sampai akhirnya, selesai ibadah mata saya terus menerus mengeluarkan air mata.
Akhirnya saya, bou, dan kakak saya memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelumnya saya sudah menghubungi mama saya. Saya menghubungi meminta obat supaya saya bisa mengatasi mata saya ini. Dan saat itu mama saya sudah resah dan marah karena saya tidak mau mendengar perkataan mama saya selama ini untuk tidak menggunakan softlens. Akhirnya, saya membuka softlens saya ketika selesai makan siang.
Ketika saya membuka softlens tersebut mata saya semakin parah keadaanya. Merah, berair, gatal, berembun gak karuan awalnya hanya sebelah kanan yang parah tetapi sebelah kiri juga sudah seperti sebelah kanan. Akhirnya, kami memutuskan pulang dan singgah sebelumnya ke apotik untuk membeli salep obat mata yang saya minta sama mama saya. Ketika sudah sampai di tempat penginapan, saya langsung memakai salep tersebut ke mata saya dan beristirahat. Tetapi, hasilnya sama sekali tidak berkurang malah semakin parah. Pada waktu malam, saya menghubungi orang tua saya kembali. Akhirnya, mama saya nangis begitu juga dengan saya. Mama saya berkata “Itukan nang, uda berapa kali mama bilang supaya gak kau pake lagi softlens itu. Ini yang mama takutkan kalo kau buta gimana”.
Akhirnya hanya penyesalan yang bisa saya lakukan saat itu sambil menangis padahal mata saya sudah semakin parah. Dan akhirnya sebelum memutus telepon mama saya bilang “Ya sudah pake dulu salep itu sampai besok ya nang, berdoa yakin dan imani kalau kau gak akan mengalami kebutaan, ingat ga usah lagi pake softlens mulai dari sekarang”. Tanpa dibilang juga saya sudah berpikir seperti itu. Akhirnya, saya langsung berdoa. Meminta ampun karena saya sudah tidak mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan kepada saya. Meminta pertolongan agar memberikan kesembuhan.
Besok harinya, mata saya tetap masih keadaannya sama. Bahkan mata saya tidak bisa terbuka lagi. Mungkin akibat dari salep mata tersebut. Dan mama saya pun menghubungi saya kembali menanyakan kabar saya, sampai akhirnya memutuskan untuk ke rumah sakit. Akhirnya, saya dengan bou saya pergi ke dokter. Hasilnya, sangat parah bagian selaput mata saya ternyata sudah robek dan luka. Iritasi yang sangat parah dan diberikan resep. Akhirnya, saya menggunakan obat resep dokter. Sambil menggunakan obat tersebut saya berdoa terus menerus memohon agar Tuhan Yesus memberikan kesembuhan melalui obat yang saya konsumsi. Saya tidak bisa tidur saat itu saya sempat pesimis apakah mata saya bisa sembuh? Tapi saya tengking rasa pesimis saya tersebut dengan berdoa, berdoa, dan berdoa. Sampai besoknya, saya datang ke dokter kembali dan Puji Tuhan dokter mengatakan mata saya sudah berkurang drastis luka pada selaput mata saya dan dokter mengakatakan harus mengkonsumsi obatnya sampai habis.  Saya sangat senang Tuhan Yesus sudah mengabulkan doa saya, padahal saya sempat meragukan mata saya tidak bisa normal kembali alias Buta. Akhirnya, saya balik kembali ke Medan. Mama saya sangat senang sekali melihat keadaan saya.
Saat saya sudah berada di Medan dan melakukan kegiatan saya seperti biasa, salah satunya yaitu PA ternyata mama saya meminta kepada gembala PA untuk mendoakan agar mata saya bisa sembuh kembali. Saya sangat terharu mendengar cerita dari para kerabat PA saya. Ternyata saya menyimpulkan Doa benar-benar mengubah segala sesuatu. Dengan Doa dan Iman menghasilkan mujizat yang sangat luar biasa bagi kehidupan kita 🙂
NB : Saat saya berdoa, ketika mata saya masih buta tersebut saya bernazar, berjanji agar membagikan pengalaman atau kesaksian saya ini kepada semua orang yang membutuhkan kesaksian saya. Terimakasih sudah menjadi media kesaksian saya walaupun saya masih belum pas dalam menceritakan detail kejadian kebutaan saya. Lebih kurang gambarannya seperti itu.
Semoga bermanfaat yah, Tuhan Yesus Memberkati.
Kesaksian dari: Aviva Sari Octavia Simanjuntak
Medan
Copas : www.beritakeselamatan.com