Kamis, 30 Agustus 2018

YAKINLAH BAHWA TUHAN SANGGUP MENOLONG

Shalom saudara di dalam Tuhan Yesus Kristus. Perkenalkan nama saya Olivianti Chatrin Tani. Saya biasa dipanggil Chatrin.
Sebelumnya, saya belum pernah memberikan kesaksian. Saat saya membuka instagram, dan melihat instagram berita keselamatan yang memberikan alamat email agar dapat mengirim kesaksian, di sini hati saya tergerak. Saya yakin bahwa Tuhan yang menggerakkan hati saya. Saya minta maaf bila dalam menyampaikan kesaksian ini terdapat kata-kata yang mungkin saja tidak jelas atau tidak bisa dimengerti, karena jujur saja saya tidak pandai dalam berbahasa indonesia yang baik dan benar.
Saya asli Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud. Saya anak ke dua dari tiga bersaudara. Saya punya kakak dan adik. Kami bertiga sama-sama perempuan. Saya dibesarkan bersama saudara saya dalam keluarga yang memiliki tingkat ekonomi rendah atau berkekurangan. Dari kecil sampai saya SMA, saya mempunyai cita-cita untuk menjadi seorang guru. Saya dikenal paling tomboi dari kami bertiga. Oleh karena itu saya sangat bandel dan bahkan tidak pernah mendengar perintah orangtua.
Pengalaman saya semasa SMP sekitar tahun 2010, karena ketidakpatuhan saya terhadap orangtua, saya ditendang sama papa saya. Hal itu terjadi 2 kali. Walaupun dari kecil saya telah dibiasa ikut sekolah minggu, tapi saya masih saja tidak berubah. Pada masa itu juga saya bergaul dengan teman-teman yang biasa merokok, suka minum minuman keras, dan lain sebagainya. Tapi Puji Tuhan, saya tidak terpengaruh saat itu.
Masa SMP juga saya sudah mulai pacaran, saya terpengaruh oleh teman-teman saya dalam hal ini. Tetapi karena ada kesalahpahaman antara saya dan salah satu sahabat saya saat itu, saya dijauhi oleh mereka. Waktu terus berjalan, tapi saya belum menyadari benar setiap proses yang terjadi dalam kehidupan saya, bahwa Tuhan turut bercampur tangan.
Ketika saya SMA kelas 1 semester 2, saya dipertemukan dengan seorang lelaki yang pada saat itu dia adalah kakak kelas saya. Sebut saja si doi. Dalam beberapa minggu saja kami saling mengenal satu sama lain sampai kami mengambil keputusan untuk pacaran tepatnya tanggal 28 April 2013. Tahun 2013 tersebut adalah tahun kelulusannya.  Sampai dia berniat untuk mengikuti tes di sekolah kepolisian Manado. Tahun 2013 dia tidak lulus dalam mengikuti tes. Tahun berikutnya dia mencoba lagi, san tidak lulus juga. Tahun ketiga yaitu tahun 2015 ada seorang saudaranya berkata kepada dia “berjuang itu bukan hanya bergantung pada diri sendiri, tetapi harus ada campur tangan Tuhan. Cobalah untuk bersaat teduh dan terus berpengharapan kepada Tuhan”. Nasehat yang doi dapatkan itu, kemudian ia lakukan dan ternyata dia berhasil.
Dari tahun 2013 sampai 2015, saya masih pacaran sama doi dan terus memberikan support kepada dia. Tahun 2015 adalah tahun kelulusan saya juga, tapi saya tidak langsung ke PT. Oleh sebab biaya, jadi saya berhenti satu tahun dimana pada saat itu juga kakak saya masih sementara kuliah.
Tahun 2015 itulah saat di mana saya menyadari seperti apa hidup itu sebenarnya. Saya bekerja di salon tante saya, dengan tidak ada pengalaman apa-apa, saya menemukan banyak kegagalan dalam melayani dan tentunya kritik dari tante saya. Kira-kira setengah tahun saya bekerja, kemudian saya ditawarkan untuk bekerja di salah satu minishop. Saya mengiyakan pekerjaan itu. Saya merasakan betapa beratnya mencari uang dan lelah. Saya yang dulunya malas dan sangat bandel sama orang tua saya, entah mengapa niat untuk mengambil pekerjaan ini. Suatu waktu ketika malam tiba dan bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba hujan turun begitu deras. Saya bingung harus bagaimana, mengingat waktu telah menunjukkan kurang lebih 21.00.
Saat itu saya menangis dan memilih berjalan di derasnya hujan saat itu karena saya tidak membawa payung saat itu. Saya benar2 menyadari arti hidup yg sebenarnya. Tahun 2015 itu juga saya mengetahui bahwa orangtua dari pacar saya sangat tidak menyukai saya. Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa mereka membenci saya. Bagitu banyak hal yang saya sadari saat itu, begitu pula saat di mana saya menyadari bahwa Tuhan melihat dan membuat saya tegar dengan masalah yang saya hadapi.
Saya dan doi selama pacaran dari tahun 2013-2015 itu, orangtua saya juga tahu karena ketika dia ada di Talaud sering ke rumah. Orangtua saya menerima dengan baik kedatangannya. Begitu pula dengan orangtuanya, mengetahui tetapi sangat tidak menyukai saya. Mereka dari keluarga berada. Saya juga pernah berdoa untuk hubungan kami.
Awal tahun 2016, tiba-tiba saya ingin sekolah teologi. Ortu sy awalnya tidak setuju, disaat itulah saya bersaat teduh dan benar-benar berserah kepada Tuhan agar keinginan saya dijawab oleh Tuhan. Saya memilih PT UKSW Salatiga Jawa tengah. Alhasil, ketika mendaftar saya dinyatakan lulus, ditrima di UKSW sebagai mahasiswa teologi. Saya mencoba berkomunikasi dengan pacar saya tentang hal itu, awalnya dia tidak terima, namun karena penjelasan yang saya sampaikan dia akhirnya dapat menerimanya. Kami berjanji untuk saling setia, mengingat kami pacaran sudah 3 tahun lebih pada saat itu. 
Sampailah saat dimana saya sudah harus berangkat, namun sayangnya doi tidak bisa menemani sampai di pelabuhan saat itu, karena ada tugas.
Setibanya saya di Salatiga, komunikasi kami terus berjalan lancar. Beberapa bulan kemudian, ada nomor baru yang menelpon saya, ternyata itu adalah mamanya. Saat itu saya dimarahi, dibentak habis-habisan sama orgtuanya. Saya ditegur saat itu.
Saya tidak bisa bicara, saya hanya bisa menangis saat itu. Tapi saya tetap yakin karena satu keyakinan saya, Tuhan hakim yang adil. Tanpa memikirkan kesalahan saya. Saya menyampaikan hal itu kepada pacar saya, dan pacar saya mencoba untuk menenangkan dan berusaha untuk mencari solusi akan hal itu.
Bulan berikutnya, ada nomor baru juga yang kembali menelpon sy, dan ternyata itu adalah kakak dari pacar saya. Saat itu saya benar-benar bingung, saya kmbali ditegur, dimarahi, dilarang, dan disuruh memutuskan hubungan dengan dia.
Saya berpikir untuk menyerah, tapi pacar saya tetap mempertahankan saya, saya pun mengerti dan karena saya menyayangi doi juga. Waktu terus berjln, dan Tuhan terus memproses kehidupan saya dengan pergumulan itu yang menurut saya sangat berat, dimana pada saat itu juga kondisi ekonomi keluarga saya sudah sangat minim, dipecat dengan alasan yang tidak jelas.
Papa saya kemudian jatuh sakit, bahkan sampai sekarang yang sebenarnya harus terus melakukan pengobatan batu ginjalnya, karena biaya, jadi tdk bisa. Saya terus berdoa pada saat itu agar dapat penguatan dari Tuhan.
Saya dan pacar mulai bertengkar hebat di bulan Desember 2016, karena satu dan lain hal. Sampai akhir dimana pada tgl 12 januari 2017, kami mengakhiri hubungan kami. Mengakhiri hubungan dengan bertengkar, tidak dengan baik-baik. 
Saya menyadari setiap masalah yang Tuhan hadirkan dalam kehidupan saya adalah untuk membentuk saya, karena saya memilih untuk melayani. Dua bulan telah berlalu dan di antara kami sudah tidak ada kontak sama sekali, walaupun saya berusaha untuk mncari dia lagi untuk memperbaiki keadaan dengan tidak ada maksud untuk meminta untuk kembali. 
Beberapa hari lalu, saya mendapat informasi bahwa doi akan menikah. Saya sangat sedih saat itu, saya berpikir apakah secepat itu ? Bahkan saya menyatakan bahwa Tuhan tidak adil dalam hidup saya, karena ego saya, yang belum bisa menerima hal itu. Tapi Tuhan tetap menguatkan dan menyadarkan saya bahwa dia bukanlah yg terbaik. 😊
Walaupun 3 tahun 8 bulan yg kami lalui itu bukanlah waktu yg singkat, tapi Tuhan membuat saya tegar dalam masalah hidup yg berat ini. 
Tuhan bilang kepada saya, saatnya kamu melayani, dan tugasmu telah selesai dengan dia. Tuhan terus memampukan saya dalam masalah hidup saya yang berat ini. 
Saudara-saudara, dengan melihat semua peristiwa yg saya alami, bahwa Tuhan ketika kita telah bertekad untuk melayani Tuhan, cobaan itu akan selalu ada dan Tuhan mau kita tetap kuat. Air mata kita akan menjadi tawa kebahagiaan dan itu kita persembahkan kepada Tuhan. 😊😇
Kasih Tuhan sungguh luar biasa, saya merasa sangat berharga di mata Tuhan Yesus. Apapun masalah kalian saat ini, seberat apapun itu, tetaplah kuatkan iman kalian, yakinlah bahwa Tuhan sanggup menolong saudara. Amin.
Sekarang saya mahasiswi UKSW semester 2 fakultas teologi angkatan 2016. Setiap minggu saya melayani di salah satu gereja di Salatiga, yaitu GKJ Randuares. Pelayanan kami itu juga adalah PPL, guna untuk mengembangkan iman kami. Saya terus bersemangat dalam pelayanan, dan merasakan cinta kasih Tuhan yang besar dalam hidup saya. 😊😇
Demikianlah kesaksian saya, sekali lagi saya minta maaf apabila ada kesalahan kata. Tuhan memberkati saudara dan saya.
Kesaksian dari: Olivianti Chatrin Tani
Sulawesi Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud

copas : www.beritakeselamatan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar