Kamis, 22 November 2018

SEBAGAI ISTRI, AKU BERDOA UNTUK BISA SELINGKUH, INILAH BAGAIMANA TUHAN MENJAWABKU

Pernah merasa buntu dalam kehidupan pernikahan? Aku pernah merasakannya. Suamiku tidak pulang selama tiga hari. Alasan Papa sibuk karena pekerjaan pun harus aku layangkan kepada anak-anak agar mereka tidak mengetahui alasan sebenarnya.
Kami sering sekali ribut. Sepertinya tiap pertemuan kami, keributan akan selalu terjadi. Uang seringkali menjadi masalahnya. Bukan karena kekurangan, justru sebaliknya, kehidupan keluarga kami lebih dari kata cukup.
Usaha yang kami jalani bisa dikatakan sukses. Karyawan selalu bisa kami bayar tepat waktu, pendapatan meningkat setiap bulannya. Aku menyibukkan diri dengan semua urusanku, mengurusi semua kebutuhan usaha, kebutuhan rumah, bahkan kebutuhan anak-anak.
“Kemana saja kamu, Pa?” Tanyaku pada suamiku pada kepulangannya di hari ketiga. Bukannya menjawab, ia malah pergi. Setiap kami ribut, suamiku akan pergi meninggalkan rumah selama berhari-hari.
Suamiku menghadapi 10 bulan masa percobaan
Baru kuketahui setelahnya kalau selama pergi ia akan berkunjung ke klub malam, bahkan wanita. Hal inipun kuketahui setelah kehadiran satu orang wanita yang mendatangi kami untuk meminta pertanggungjawaban. 
Ulah suamiku tidak menyebabkan dirinya sampai harus mendekam dibalik jeruji besi. Hanya saja, ia harus menjalani masa percobaan selama 10 bulan. Satu bulan berlalu, tidak ada tanda-tanda perubahan dari dirinya. Ia jarang pulang dan sekalipun pulang, satu rumah hanya akan dipenuhi oleh keributan kami berdua.
Satu hari kami menghadapi sebuah konflik hebat. Tentang dirinya yang meminta sebuah pembagian pendapatan. Tentu saja aku tidak memberikannya. Aku merasa belum cukup mempercayainya. Seusai perdebatan dan teriakan kami, aku menangis sejadi-jadinya kepada Tuhan. Aku minta kepada Tuhan agar diberikan kesempatan untuk selingkuh.
Tuhan mengabulkan permohonanku. Ia memberiku kesempatan untuk berselingkuh
Pada masa pencobaannya di bulan ke tiga, aku bertemu dengan seorang teman lama bernama Rico. Dirinya sangat ramah. Darinya, aku menemukan sebuah kenyamanan yang tidak pernah kudapatkan saat berada bersama suamiku.
Bagiku, Rico adalah sebuah tempat pelarian. Tangisanku mampu ia ubah dengan tawa yang lepas. Sudah lama sepertinya aku tidak merasakan hal yang seperti ini. Tidak ada satu haripun yang tidak aku habiskan bersamanya melalui telepon.
Dari rasa nyaman, aku mengubahnya jadi rasa percaya
Aku tahu kalau kondisi keuangan Rico sedang tidak baik. Ia baru saja memulai sebuah bisnis namun sedikit mengalami kesulitan dalam keuangannya. Aku merasa iba dan mencoba untuk membantunya. Tanpa disadari, jumlah uang yang kukeluarkan untuknya telah mencapai angka 1,2M. Setiap harinya, kepergian suami selalu menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu. Karena saat tidak ada dirinya, aku bisa dengan bebas berkomunikasi dengan Rico.
Titik balik suamiku
Suamiku mendapati hubunganku bersama Rico. Kendati demikian, tidak ada satupun yang berubah dari sikapnya. Ada satu kerinduan dalam hatinya untuk memperbaiki hubungan pernikahan kami. Ia menemukan sebuah buku dan menyadari kalau pernikahan kami perlu dipulihkan. Sejak saat itu, sikapnya mulai cair dan lembut kepadaku.
Maafkan aku karena telah berselingkuh..
Aku masih mencari-cari sosok Rico. Bagiku, Rico adalah satu-satunya orang yang paling aku butuhkan. Hingga suatu hari Rico memutuskan untuk tidak lagi menghubungiku. Aku kerap mengancamnya dengan hutang yang mencapai milyaran, tetapi tetap saja dirinya tidak mau kembali kepadaku. Hal ini membuatku stres, depresi dan merasa kesepian. Aku sering jatuh pingsan dan kondisi kesehatanku kian hari kian buruk.
Hal ini membuatku sadar kalau suamiku telah berubah. Ia bersamaku saat aku berada pada kondisi seperti ini. Aku memohon ampun dan minta maaf atas semua kesalahanku. Aku kira ia akan langsung marah dan emosi menanggapinya. Tapi tidak, tanpa berkata apa pun, ia membuka tangannya untuk memelukku. Tangis kami berdua pecah saat itu. Aku percaya kalau keluarga kami akan dipulihkan.
Kami mengalami pemulihan
Setelah jujur tentang Rico, aku dan suami menghampiri Rico untuk menyelesaikan semua perihal uang yang telah dipinjamnya. Ia mau bertanggung jawab dan Puji Tuhan keluarga kami tidak sampai mengalami kerugian karena kecerobohanku ini.
Keluarga kami setiap harinya menjadi semakin dekat dengan Tuhan. Tidak ada lagi jeritan, amarah, maupun perkataan dengan nada kasar di rumah kami. Tuhan telah memulihkan rumah tangga kami. Aku percaya bahwa pernikahan adalah sebuah ikatan kudus yang tidak boleh dipisahkan oleh kita sebagai manusia.
Ketika kita menyerahkan seluruh masalah kepada Tuhan dan memohon ampun atas segala kesalahan kita pada Tuhan, maka ia akan memulihkan seluruh kehidupan kita. 
Sumber : solusi
jawaban.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar