Jumat, 28 Desember 2018

KESAKSIAN RIA PUSPITA "PUJI TUHAN MUJIZAT BENAR BENAR TERJADI DI DALAM HIDUP SAYA, TUHAN YESUS PENYELAMATKU"

Ini Kesaksian saya Smoga dapat menjadi berkat bagi banyak orang.....TUHAN YESUS PENYELAMAT'ku...Pada Tahun 2011 Tepatnya di bulan agustus menjelang hut RI dan lebaran,saya tinggal di daerah Bali tepatnya di kota Gianyar...saya mengalami hal2 aneh setelah saya pindah ke suatu rumah kontrakan disana,tepatnya pada suatu malam saya mengalami mimpi yang aneh.... keesokan harinya saya curhat sama ibu gembala disana,setelah curhat saya pergi ke menara Doa di gereja dan saya berdoa seorang diri disana... setelah itu saya tidak dapat mengontrol diri saya sendiri terutama pikiran saya... saya diingatkan akan masa lalu saya yang begitu pahit.... dan pada akhirnya saya tidak ingat apa2 lagi yang saya ingat hanya suami saya dan seolah2 dia itu adalah Tuhan Yesus yang dapat menyelamatkan hidup saya,kemudian suami,dan orang2 terdekat saya khawatir dengan keadaan saya yang semakin memburuk pada akhirnya saya dibawa ke RS.Jiwa Bangli.. dan dokter menyatakan saya sakit jiwa dan sulit untuk di sembuhkan... suami dan keluarga saya sudah panik semua,kemudian Pak.pendeta dan Ibu dari GBI CIMANGGIS greja dimana kami menikah datang untuk menjemput saya,mereka setiap hari mendoakan saya dan pada akhirnya setelah 1mgu saya dirawat di RS.Jiwa saya di bawa pulang paksa oleh suami saya ke cibinong daerah asal kami tinggal walaupun Dokter tidak mengijinkan tetapi suami dan pendeta saya yakin bahwa ada Mujizat untuk saya, Akhirnya 1hri sebelum lebaran saya pulang ke cibinong dalam keadaan saya tidak tahu apa yang saya rasakan,saya hanya merasa selama ini saya sedang tidur panjang,dan mereka bilang selama saya dirawat saya tidak sadar akan diri saya sendiri....tetapi setelah sampai di bandara jakarta saya mulai sadar akan diri saya sendiri dan saya mulai mengenali keluarga dan anak saya....Puji Tuhan Mujizat benar2 terjadi di dalam hidup saya...dan saya merasa selama ini saya sudah di perbaharui oleh Tuhan Yesus dan hidup saya Sudah benar2 di menangkan OlehNya.... Saya bisa hidup normal kembali dengan keluarga saya dan anak yang begitu menyayangi saya...Tetap Berserah dan berharap hanya kepadaNya... Tuhan Yesus Memberkati...


sumber : https://www.facebook.com/notes/alkitab/kesaksian-ria-puspita-puji-tuhan-mujizat-benar2-terjadi-di-dalam-hidup-saya-tuha/459314467448679/

Senin, 24 Desember 2018

KESAKSIAN IMAN GEORGE MULLER - MISIONARIS INGGRIS


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan
dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1)

Suatu hari ketika hendak menyeberang, seorang nahkoda tidak berani menyeberangkan kapal karena badai. 
Lalu, seorang pengasuh yatim piatu mengajaknya turun kebawah untuk berdoa. 
Doanya sangat sederhana: "Tuhan, Engkau tahu hambaMu harus menyeberang untuk,
menjalankan tugas, Engkau tahu hambaMu tidak pernah tidak menepati janji, kiranya Tuhan meredakan badai." 
Ketika selesai berdoa, mujizat terjadi. Badai reda sehingga ia bersama penumpang lain dapat menyeberang. 
Pengasuh yatim piatu itu adalah George Muller. Kehidupan doa dan imannya telah menjadi inspirasi banyak generasi.

George Muller (1805-1898) adalah seorang misionaris kristen dan kepala dari sebuah rumah yatim piatu di Bristol Inggris. Selama hidupnya ia mengasuh 10,024 anak yatim piatu. 
Tidak hanya dikenal karena menyediakan kebutuhan pendidikan bagi anak-anak asuhannya, 
tetapi juga karena ia telah meninggalkan teladan iman yang bergantung penuh pada pemeliharaan Allah. Hal ini nampak dari cara kerja dan kehidupan pribadinya.

Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan. 
Kita harus berdoa untuk memiliki iman, dan supaya iman kita bertumbuh. 

Have a Blessed Day....
sumber : ada-jawaban.blogspot.com

Kamis, 20 Desember 2018

KESAKSIAN KESEMBUHAN : TUHAN YESUS SEMBUHKAN INCE DARI SAKIT PINGGANG




Saya seorang ibu rumah tangga anak 1, asli dari Kupang. Pada akhir September 2013 saya mengalami sakit bila buang air kecil pada sisa akhir Saya awalnya tidak ambil pusing. Tapi 3 minggu makin lama makin sakit. Saya ke tukang urut, saat itu kepikiran oleh saya mungkin saya turun berok karena dulu pernah kena tapi sembuh karnea diurut. Itu alasan kenapa saya ke tukang urut. Selesai diurut, makin sakit, tapi saya berpikir positif mungkin dalam proses sembuh.

Namun keesokan harinya saat buang air kecil mengeluarkan darah demikian berlangsung terus menerus. Kondisi ini membuat saya lemah melakukan aktifitas. Hal ini saya tunggu 3 hari, saya tetap buang air kecil dengan mengeluarkan darah. Akhirnya saya dijenguk oleh tetangga saya, atas sarannya saya ke tukang urut yang lain yang lebih baik. Memang tidak mengeluarkan darah. Namun rasa sakitnya menjalar tidak hanya di bawah perut, tapi sampai di pinggang. Saya mencoba sabar mungkin proses. Tapi rasa sakit semakin jadi.

Bulan Desember seminggu sebelum Natal saya putuskan ke Dokter yang Cengkareng. Tetap saja sakit pinggang, dan mengeluarkan darah saat buang air kecil dan juga sakit saat penghabisan belum ada perubahan. Kembali saya mencoba menunggu mungkin proses kesembuhan.   

Akhirnya Januari 2014 saya mencoba kembali ke Puskesmas Cengkareng, dokter menganjurkan periksa darah. Saya menolak dengan alasan saya punya Yesus yang luarbiasa. Pihak Puskesmas memang memberikan obat sebatas mengurangi rasa sakit saja. Hingga suatu hari, beberapa hari sebelum KPPI datang seorang Hamba Tuhan (Murid Duri Kosambi-Wandi) mengundang saya ke KPPI. Saat menerima undangan itu, saya percaya Tuhan akan sembuhkan saya di KPPI.

Saya datang dengan satu iman. Untuk kesembuhan, saya didoakan dan sampai hari ini sakit saya hilang tidak pernah kambuh. Tuhan Yesus sembuhkan saya Puji Tuhan. 

Haleluya!!
Sumber : ada-jawaban.blogspot.com

Minggu, 16 Desember 2018

ALKOHOL JADI CANDU UNTUK SOLUSI KEGAGAPANKU, KINI TUHAN PAKAI AKU SEBAGAI PENGINJIL - JERRY

Siapa sih yang mau berteman dengan seorang yang gagap? Cara bicara yang gagap sering membuatku jadi korban bullying sejak SD. Kalau ditanya kenapa, jawabannya adalah karena ayahku. Sejak kecil, ayah sering sekali memarahi atau membentak yang menjadikanku kehilangan kepercayaan diri. Yang aku ingat, kebiasaan ayah ini membuatku tumbuh jadi pribadi yang mudah ciut dan gagap saat bicara.
Alkohol menyelamatkanku
Sampai tiba waktunya aku masuk ke bangku SMA. Aku mulai berkenalan dengan yang namanya alkohol. Setiap aku minum alkohol, keberanian dalam diriku kembali. Cara bicaraku jadi jauh lebih baik.
Aku bisa menjalin hubungan pertemanan dan saat tidak mengonsumsinya, cara bicaraku yang gagap justru jadi makin parah. Alasan inilah yang membuat aku tidak pernah absen seharipun untuk mengonsumsi alkohol. Nilai di sekolahku tidak begitu baik karena pergaulan dan efek samping dari alkohol. Saat itu, aku sangat jarang pulang ke rumah.
Mulai hidup baru sebagai pengusaha
Setelah lulus SMA dan ayah pensiun, aku diberikan modal untuk mengelola sebuah perkebunan.
“Wah asyik, nih. Keuntungannya nanti akan kupakai untuk beli alkohol sebanyaknya,” pikirku. Dan benar saja, aku masih meneruskan kebiasaanku untuk mengonsumsi alkohol tanpa absen seharipun.
Pada suatu sore, salah satu orang kepercayaanku membangunkanku yang sedang tidur di atas balkon dekat kebun. “Bang, gawat, ada masalah di kebun. Abang harus segera datang ke kebun,” ujarnya panik.
Tanpa pikir panjang, aku langsung meluncur ke kebun. Aku mendapati sebagian hasil kebun di curi oleh orang asing. Belum saja aku mengeluarkan kata-kata dari mulutku, tiba-tiba aku merasakan tubuhku jadi makin berat. Aku terjatuh dan pingsan.
Malaria tropika menjadikanku terbaring lemas di kasur berbulan-bulan
“Pak Jerry, hasil lab sudah keluar. Bapak positif terkena malaria tropika,” ujar seorang dokter menghampiriku. Aku sangat terpukul. Saat itu, aku diberi dua kemungkinan yang akan terjadi padaku. Satu, penyakit ini dapat membunuhku, kedua, kalaupun aku bisa bertahan, bisa dipastikan aku akan menjadi gila.
Gila. Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Tubuhku kini hanya bisa terkulai lemas di atas kasur, usaha perkebunanku gagal total. Penyakit yang makin hari makin parah. Aku sudah pasrah atas apa yang akan terjadi dalam hidupku. Justru, saat itu aku berpikir kalau akan lebih baik jika aku mati saja.
Harapan itu pasti ada!
Beberapa hari sebelum ulang tahunku di tahun 1999, ada segerombolan orang dari gereja yang datang untuk menjenguk. Mereka diundang oleh ibuku. Kami mengobrol sedikit dan berdoa untuk kesembuhanku.
Belum satu minggu setelah mereka datang dan mendoakanku, kesehatanku jadi makin baik setiap harinya. Aku mulai menyadari kalau Tuhan itu ada. Tuhan Yesus itu nyata dan hadir di tengah-tengah kita. Berangsur-angsur membaik tidak lantas membuatku langsung berhenti mengonsumsi alkohol atau ganja.
Namun, saat kembali pada kehidupan lama itu, aku tidak lagi merasakan kenikmatan seperti dulu. Aku tinggalkan kehidupan lamaku dan mulai belajar untuk mengenali pribadi Kristus jadi lebih baik lagi. Aku menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatku. Aku menyadari kalau alkohol atau ganja bukan jadi solusi dalam permasalahan yang aku hadapi.
Justru saat aku mendekatkan diri pada Kristus, aku beroleh damai sejahtera dan jawaban atas setiap masalah yang menimpa. Tuhanlah yang memberi keberanian dan kepercayaan diri padaku. Kini, ceritaku sudah menjadi sebuah kesaksian di hadapan orang banyak. Aku kerap menjadi pengkhotbah di depan banyak orang.
Sumber : jc channel
www.jawaban.com

Rabu, 12 Desember 2018

ORANG TUA INGKAR JANJI, KEHIDUPANKU JADI RUNYAM !

Sejak kecil, aku bukanlah pribadi yang bodoh. Justru, aku selalu menjadi murid unggul di SMPku dulu. Aku masih ingat, saat itu, Bapak menjanjikanku sebuah sepeda motor kalau aku bisa dapat peringkat pertama di kelas.
Aku berhasil mencapai tingkat teratas di kelas. Namun, sepeda motor yang dijanjikan oleh Bapak tidak juga sampai ke tanganku. Aku kecewa, tapi mau bagaimana lagi, aku hanya bisa berusaha untuk menerimanya. Kondisi perekonomian bapak saat itu tidak bisa dikatakan mampu.
Kehidupan semasa SMA buat aku makin runyam
Sampai tiba waktunya aku masuk ke bangku SMA. Sebagai anak muda, masuk ke sekolah unggulan di kota tentu jadi tujuanku. Lagi, bapak lebih memilih untuk menyekolahkanku di SMA pinggir desa karena alasan biayanya yang murah.
Aku kecewa sejadi-jadinya. Perasaan ini kubendung jadi sebuah sikap yang tidak terpuji. Aku sering ikut tawuran agar bisa jadi sosok yang disegani oleh teman-teman. Nilai sekolahku anjlok. Saat bersama teman-teman, mabuk adalah cara kami untuk menghabiskan waktu.
Pernah suatu hari aku datang dalam kondisi mabuk, saat aku mendapati kedua orangtuaku di rumah, aku langsung memarahi mereka. Aku marah dengan kondisi keluargaku yang seperti ini. Saat itu, aku bisa melihat tangan ibu yang sampai gemetaran. Amarah tidak bisa kukuasai. Aku mengabaikan hal tersebut.
Kehidupanku sebagai pribadi yang dewasa kuhabiskan untuk bersenang-senang
Selepas SMA, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tidak mungkin kalau aku akan masuk ke sebuah perguruan tinggi karena kondisi bapak dan ibu yang kekurangan. Karena di ajak oleh teman, akhirnya aku memutuskan untuk bekerja.
Kehidupan bekerja tidak jauh seperti kehidupan SMA. Setiap rupiah yang didapat dari keringatku, aku habiskan untuk bersenang-senang, mabuk, berjudi dan hal lainnya. Aku tahu kalau sebagai anak, sudah sepantasnya aku mengirimkan sedikit rejekiku untuk ibu dan bapak di rumah. Namun semua itu rasanya sulit dengan pikiranku yang mengedepankan kesenangan pribadiku.
Keinginan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi
Aku menghabiskan waktu semalam suntuk untuk mabuk. Tanpa sadar, aku tertidur di depan teras kamar kosku. Ada seorang teman yang hendak pergi ke gereja datang membangunkanku. Mendengar kata gereja, ada timbul keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Aku mulai datang untuk mencari pertolongan. Aku kembali diingatkan kalau sebagai manusia, kita tidak ada yang tidak berdosa. Aku minta kepada Tuhan untuk menunjukkan setiap dosa-dosa yang aku lakukan, kemudian memohon ampun kepadaNya. Sejak mengenal Kristus, aku mulai menyadari kalau kehidupanku semakin dipulihkan.
Rokok, alkohol, perjudian, entah kenapa aku jadi tidak ingin lagi mengenal semua hal itu. Aku mulai berkumpul dengan orang-orang yang positif. Tiba saatnya untuk aku pulang kampung. Kepada ibu dan bapak, aku melepaskan pengampunan dan meminta maaf kepada mereka atas setiap kesalahan yang telah aku lakukan. Aku percaya kalau masa depanku kini penuh dengan pengharapan di dalam Tuhan.  
Sumber : solusi
www.jawaban.com

Sabtu, 08 Desember 2018

PERTOBATAN SEORANG PELAKOR, ISTRI KEDUA YANG RASAKAN SAKITNYA DISELINGKUHI, HERNINA

Tumbuh sebagai pribadi tanpa kasih sayang Ayah membuat batinku mengalami kekosongan. Setelah beranjak dewasa, aku menemukan sosok yang buatku nyaman layaknya figur seorang Ayah dalam sosok kekasihku.
Cinta buatku rela jadi istri kedua
Aku menyayangi kekasihku. Rasa sayang ini membuatku rela menjadi istri dari seorang pria yang sudah menikah. Saat itu, aku tidak mengetahui bahwa menikahi suami orang dapat melukai hati istrinya yang terdahulu. Aku hanya berpikir kalau aku pun berhak untuk bahagia, aku ingin bahagia. Tidaklah menjadi masalah kalau aku harus menjadi istri kedua, selama pria ini tetap berada di sampingku.
Setelah menikah, kehidupanku semakin membaik. Aku bisa tinggal di rumah yang nyaman, semua kebutuhan hidupku bisa terpenuhi dengan baik. Kehidupanku serba berkecukupan dan aku merasa bahagia atas pernikahan ini. Belum lagi, setahun setelah pernikahan, aku dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik.
Setelah lahirnya anakku yang pertama, suami mengajakku untuk pindah ke Jakarta, kota yang menjadi impian bagi orang daerah sepertiku. Kehidupan pernikahan kami sangatlah indah. Aku merasa bahagia memiliki suami dan anak yang menyayangiku.
Kehidupan istri kedua buatku hidup dalam kecemburuan
Namun, ada masa dimana aku harus ‘was-was’ saat suamiku berkata kalau ia tidak akan pulang ke rumah. Aku sadar, posisiku sebagai istri kedua tidak akan pernah menguntungkanku. Ada istri lain yang perlu dipenuhi kebutuhannya, sehingga aku harus rela kalau suamiku tak pulang ke rumah. Cemburu? Sebagai wanita, tentu saja aku merasakannya. Perasaan kesal, marah dan jengkel harus kuurungkan saat aku kembali mengingat siapa aku yang sebenarnya.
Satu kejadian yang tidak akan pernah bisa aku lupakan adalah saat istri pertama suamiku datang ke rumah kami. Kami berdebat, perselisihan yang berakhir pada adu fisik. Untunglah suamiku berhasil melerai kami.
Keesokan harinya, suamiku mempertemukan kedua istrinya ini di suatu tempat. Ia memohon pada kami berdua agar tidak ada lagi perdebatan, sebab baik aku maupun istri pertamanya sudah punya ‘jatah’nya masing-masing.
Tentu saja aku merasa tidak adil. Selain harta, aku juga ingin suamiku berada bersama-sama dengan aku. Agar hal ini tidak lagi terjadi, aku memutuskan untuk pindah rumah dengan harapan istri pertama suamiku tidak akan pernah lagi mendatangi aku dan suamiku karena tidak tahu keberadaan kami.
Aku datangi orang sakti agar suamiku tetap disampingku
Keinginan tersebut membuatku berani untuk mendatangi orang sakti. Aku meminta agar suamiku makin sering pulang ke rumah. Benar saja, pertolongan orang sakti tersebut manjur. Setiap aku minta sesuatu padanya, maka tidak lama kemudian aku akan mendapatkannya. Aku merasa sangat bahagia karenanya.
Meskipun kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Aku bisa melihat ada sesuatu yang berubah dari sosok suamiku. Ia kini jarang pulang, emosinya sering meledak. Sampai akhirnya aku memergoki ia jalan bersama wanita lain.
Aku geram, cemburu, kecewa, sedih. Aku tidak tahu kalau inilah perasaan saat mengetahui pasangan kita jalan dengan wanita lain. Ada perasaan ingin balas dendam atas perilaku suamiku ini. Aku memutuskan kalau dunia malam, adalah pelarianku.
Kebiasaanku pergi ke klub malam dan pulang pagi akhirnya diketahui oleh suamiku. Ia melampiaskan amarahnya kepadaku, menuduh kalau aku menghabiskan waktu bersama dengan pria lain. Setelah itu, aku meratapi hidupku. Betapa menyedihkannya aku harus tinggal sebagai istri kedua.
Aku ingin memulai hidup yang baru, tetapi aku tidak tahu bagaimana. Terlebih, aku masih sangat bergantung pada suamiku, mulai dari makan, pakaian, sampai tempat tinggal. Pisah dari suamiku adalah hal yang mustahil saat itu.
Malam dimana aku merenungi kesalahanku
Malam Natal 2001, aku memutuskan untuk ikut pada sebuah kebaktian keluarga. Di sana, aku merenung, bahwa sebagai orang yang sudah menerima Kristus, aku tidak pernah berjalan seturut dengan kehendakNya. Aku mohon ampun kepadaNya.
Setelah aku didoakan, aku merasakan damai sejahtera. Aku ingin menghentikan kebiasaanku dengan dunia malam. Aku menyadari kalau hidup dalam Tuhan berarti aku tidak lagi boleh hidup sebagai istri kedua. Hal yang sangat mustahil bagiku.
Aku gelisah dan jera atas kehidupanku ini. Akhirnya aku mengambil langkah untuk memutuskan hubunganku dengan suami. Aku percaya, kalau Kristus punya jawaban yang terbaik. Tuhan akan selalu menyediakan. Beberapa hari kemudian, aku juga memberanikan diri untuk meminta maaf pada istri pertama dari suamiku. Hal yang sangat sulit buatku, terlebih karena aku harus rela merendahkan diriku didepannya.
Dalam doa dan keinginan untuk terus hidup dalam Kristus, aku melepaskan semua yang telah salah dalam kehidupanku. Berangsur-angsur, rasa merdeka yang Tuhan berikan kepadaku membuat kehidupan keluarga kami semakin membaik. Bersama anakku, kini aku hidup dengan penuh sukacita dan damai sejahtera. Semua ini hanya karena Kristus yang mau mengulurkan tanganNya untukku. 
Narasumber: Hernina
Sumber : solusi
www.jawaban.com

Selasa, 04 Desember 2018

DEMI MASA DEPAN ANAK, AKU RELA JUAL GANJA, FERNANDO TOBING

 189


Aku sudah menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik. Sebentar lagi, kami akan memiliki anak pertama kami. Tentu saja hal ini adalah sesuatu yang sangat kami  syukuri. Hanya saja, kondisi ekonomi kami bisa dikatakan berkekurangan.
Aku tidak punya sepeserpun uang untuk biaya persalinan nantinya, belum lagi popok dan susunya. Kebutuhan ini membuatku langsung menerima ajakan seorang teman yang memintaku untuk ikut berjualan ganja.
Aku dan istri terlibat dalam penjualan barang ‘haram’
Secara terang-terangan, aku memberitahu niatku ini kepada istri. Meski sempat menolaknya, baik aku maupun istri menyadari kalau anak kami perlu kehidupan yang lebih baik dibandingkan kami berdua. Kami pun mulai berjualan ganja. Biasanya, saya akan pergi untuk mencari pelanggan, sementara istri akan membantu ‘packing’ di rumah.
Setelah beberapa lama, aku memutuskan untuk menjadi seorang bandar. Dimana aku harus mengambil sejumlah barang dengan sistem hutang. Buatku, hal ini merupakan sebuah peluang untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya.
Rasa cemas menghampiri saat polisi semakin gesit memburu para pengedar narkoba
Awalnya, memang aku berpikir kalau pekerjaan ini akan sangat menguntungkan. Sampai pada akhirnya salah satu bandar terbesar yang kukenal tertangkap oleh polisi. Berita yang terdengar sampai ke telingaku melalui siaran televisi itu sukses membuatku merasa cemas.
Aku dan istri memutuskan untuk pergi dari Jakarta menuju Tanjung Pinang untuk tinggal bersama dengan orang tuaku. Karena masih punya kewajiban untuk membayar hutang, telepon demi telepon sering kuterima dari bandar pusat.
Saat itu aku tidak menjalani penjualan, sementara hutang harus dibayar. Bukan hanya polisi, aku pun takut tertangkap oleh bandar pusat yang mengancam akan mencelakaiku kalau tidak kunjung membayar hutang.
Buron menjadikanku merasaka cemas dan takut
Sejak menjadi buron, rasanya ada beban yang sangat berat dalam kehidupanku. Istri sedang hamil, sementara aku harus tinggal bersama dengan orang tua. Setiap harinya, hanya ada kecemasan dalam kehidupanku.
Aku sering tidak tidur berhari-hari karena perasaan cemas, tidak bisa tenang dan takut. Sampai akhirnya aku meratapi anakku yang baru saja lahir, dimana aku merasa kalau kehidupan yang kujalani ini sedang berada dalam sebuah kebuntuan.
Pemulihanku berawal dari motivasi untuk mencari kerja
Karena tidak punya pekerjaan, orang tuaku memberi saran untuk datang ke gereja untuk mencari orang-orang yang mau dimintai tolong. Aku pun memutuskan untuk pergi ke gereja.
"Ingatlah saudara, kalau dosa itu bekerja seperti pemburu. Ia memburu kita dari masa lalu untuk menghancurkan masa depan kita," terang pendeta ditengah-tengah khotbahnya. Di akhir khotbah, pendeta ini berkata kalau dia punya kerinduan untuk menghampiri seseorang yang sudah lama dibayangi oleh masa-masa kelam. Ia langsung menunjuk dan memintaku untuk maju dan aku langsung didoakan.
“Apakah Anda ingin ditolong oleh Tuhan?” Aku menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pendeta tersebut dengan tangisan.
Aku heran atas kebaikan Tuhan yang bersedia menolongku.  Aku merasa Tuhan telah menjamahku dan seketika itu pula aku memohon ampun pada Tuhan. Aku melihat anakku, betapa aku mengasihinya. Dari sini aku belajar tentang kasih Bapa yang tidak berkesudahan.
Kalau boleh aku menghitung, rasanya tidak ada satu kebaikan pun yang pernah kuberikan pada Yesus Kristus. Tetapi Ia mau berkorban dan mengulurkan tanganNya kepadaku. Ia memulihkan keluargaku dan menjadikanku sebagai anakNya.
Dulu aku berpikir kalau jual ganja dan narkoba akan mengubahkan kehidupan jadi lebih baik. Aku salah. Hal tersebut justru membuatku semakin terpuruk. Saat kita berjalan bersama Kristus, ada solusi dan jalan keluar yang Ia sediakan agar kita tidak tersesat. 
Sumber : solusi
www.jawaban.com