Setiap orang pasti melakukan kesalahan atau paling tidak setiap orang pernah berbuat salah, entah karena itu disengaja ataupun tak disengaja. Kesalahan juga banyak wujudnya, bisa berupa tindakan atau melalui perkataan yang mungkin menyakitkan hati orang lain. Banyak sekali orang yang merasa tersakiti karena kata – kata atau tindakan yang salah. Lantas apakah kita sebagai orang Kristen harus mengampuni setiap orang yang berbuat salah pada kita?

Suatu hari ada seorang pengacara muda yang sedang duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Sembari menunggu, ia juga berkonsultasi dengan pengacara lain perihal kasusnya. Tetapi saat tiba waktunya, pengacara senior ini hanya melihat sekilas pada sang pengacara muda dan melontarkan kata – kata hinaan. Mendengar hinaan itu, pengacara muda ini hanya pura – pura tidak mendengarkan dan segera masuk ke ruang persidangan. Saat sidang berlangsung, ternyata pengacara senior ini dapat membela kliennya dengan brilian. Nalarnya bagus dan argumennya tepat dan sang pengacara muda ini pun berniat ingin lebih giat lagi belajar tentang hukum.

Waktu pun berlalu dan singkat cerita, pengacara muda ini tidak hanya menjadi seorang pengacara melainkan ia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat pada tahun 1861. Barangkali kita semua sudah tahu kisah ini dan siapa sang pengacara muda ini. Ya, Abraham Lincoln. Diantara banyak kritikus, ia tetap menghormati sosok pengacara senior yang pernah menghinanya, ia adalah Edwin Stanton. Bahkan, Lincoln tidak membalas dendam malah mengangkat Stanton sebagai sekretaris perang. Lincoln bukan hanya berhasil menjadi seorang presiden, tetapi ia juga berhasil mengalahkan rasa sakit hati atas hinaan yang dilontarkan oleh Stanton. Ia mengampuni Stanton dan melepaskan rasa sakit hati nya.

Dari sepenggal kisah Abraham Lincoln di atas, kita dapat belajar tentang pengampunan. Dalam Kolose 3:13 Firman-Nya berkata, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Ayat ini mengajarkan pada kita untuk saling mengampuni sesama kita. Abraham Lincoln tidak menaruh dendam pada Stanton dan kita bisa melihat bahwa ia menjadi orang yang sukses.

Sebagai orang yang mengenal Tuhan Yesus, hendaknya kita belajar saling mengampuni antar sesama karena Tuhan telah mengampuni setiap dosa kita dan itu adalah sebuah teladan yang patut kita lakukan juga. Mengampuni dapat meredakan kebencian dan membuat hidup kita sendiri merasa damai. Mengampuni itu memang susah dilakukan tetapi itu bukan hal yang tidak mungkin. Asal kita mau belajar untuk mengampuni, maka Tuhan Yesus akan memampukan kita untuk mengampuni orang yang bersalah pada kita. Tuhan Yesus memberkati.

Sumber : Jawaban.com