Selasa, 25 Februari 2020

DARI HANYA MENDENGAR TENTANG ALLAH HINGGA MELIHAT TUHAN

Qin Ru Wang—Fuqing, China


IMAN TURUN MENURUN

Dalam nama Yesus, saya bersaksi tentang bagaimana saya menemukan iman saya kepada Tuhan. Saya sangat bersyukur bahwa saya dapat tumbuh dalam keluarga Gereja Yesus Sejati. Keluarga saya percaya pada gereja sejati melalui kakek-nenek saya.

Kakek saya dulunya adalah seorang pendeta dari gereja Metodis di Cina, tapi percaya pada Gereja Yesus Sejati setelah ia mendengar tentang ajaran gereja yang benar dan disembuhkan dari penyakit yang sudah lama di deritanya pada tahun 1926. Kemudian, kakek-nenek saya harus menderita banyak penganiayaan dan kesulitan untuk percaya kepada Injil yang benar, tapi mereka masih memegang teguh iman mereka.

Saya dibaptis saat bayi, dan ketika saya berumur satu minggu, saya menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan, juga dikenal sebagai Black Death di Dunia medis Barat. Itu adalah penyakit yang mengerikan, dan terkadang seluruh desa akan habis oleh wabah ini. Orang tua saya akan melakukan apa pun untuk melihat saya disembuhkan. Namun, dokter tidak bisa berbuat apa-apa, dan dia mengatakan kepada orang tua saya bahwa tidak ada yang bisa dilakukan dan bahwa mereka harus kembali ke rumah.

Kemudian Orang tua saya ingat bahwa mereka telah lupa untuk mengandalkan Tuhan dan mereka perlu meminta Belas kasihan Tuhan. Mereka kemudian membawa saya ke sebuah kapel terdekat di mana ada seorang pekerja gereja yang berusia lanjut. Mereka menempatkan saya di tempat tidur pekerja ini, dan mereka bertiga berdoa sepanjang malam.Pada pagi harinya, saya telah sembuh.


APAKAH ALLAH BENAR-BENAR ADA?

Pada tahun 1956, Gereja di daratan Cina berhenti mengadakan kebaktian dan tidak bisa melakukan kegiatan gereja. Tumbuh di bawah pemerintahan komunis dengan pendidikan atheis, aku bersifat masa bodoh dan lemah dalam iman. Ketika orang tua saya meminta saya untuk berdoa, saya berdoa, dan ketika saya menghadapi kesulitan, saya akan berdoa juga. Namun saya mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam hati saya.

Selama Revolusi Kebudayaan di China, seluruh keluarga saya mengalami penderitaan yang berat. Ayah saya dulu seorang dokter gigi terkenal di Fuqing, dan saya dulunya bekerja untuk pemerintah, tapi kami tidak diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan kami seluruh keluarga dibawa ke bukit untuk menjadi petani. Hidup kami sangat keras waktu itu, dan keraguan muncul dalam hati saya; dalam doa saya bertanya " Tuhan, jika Engkau benar-benar ada, mengapa keluarga saya harus melalui begitu banyak penderitaan" ?


AIR YANG MENJADI OBAT

Hidup sebagai petani terasa sulit dan ketika istri saya jatuh sakit, kami tidak punya uang untuk mengobatinya, dan ia harus tinggal di rumah selama dua hari. Suatu hari ketika saya kembali dari lereng bukit, ibu memberitahu ayah bahwa dia ingin mengambil air untuk istri saya dan berdoa sebelum ia meminumnya agar Allah menyembuhkannya. Ayah setuju, lalu ibu mengambil cangkir, mengisinya setengah penuh dan pergi ke kamar saya. Orangtua saya dan saya kemudian berdiri di depan tempat tidur dan mulai berdoa. Setelah berdoa, ayah saya memberi cangkir kepada saya dan menyuruh saya untuk memberikannya ke istri saya. Ketika saya menerima cangkir tersebut, saya mencium aroma obat yang kuat. Orang tua saya pergi, dan saya memberikan cangkir itu kepada istri saya. saya bertanya istri saya bagaimana perasaannya saat ia meminumnya. Dia bertanya mengapa air tersebut memiliki rasa obat yang kuat meskipun tidak ada obat apapun di rumah kami. Istri saya kemudian sembuh. Keajaiban ini memungkinkan saya untuk merasakan Tuhan secara pribadi untuk pertama kalinya dalam hidup saya.


IBLIS DIUSIR

Keajaiban tak terlupakan lainnya terjadi ketika seorang saudara datang ke rumah dan mengetuk pintu di suatu malam. Saya menanyakan apa yang ia butuhkan dan ia meminta ayah untuk berdoa bersama di rumahnya. Jadi ayah dan saya mengambil senter dan diikuti saudara ini. Ketika kami sampai di rumahnya, kami melihat istrinya menari dan bernyanyi. Saya takut karena saya pikir bahwa dia pasti mengalami cacat mental. Saya bertanya-tanya apakah doa akan membantu orang sakit seperti itu dan mungkin lebih baik baginya untuk dikirim ke rumah sakit jiwa.

Ayah menanyakan keluarganya bagaimana saudari itu menjadi seperti ini, dan mereka mengatakan kepadanya bahwa dia bertengkar dengan suaminya malam itu dan telah membuka peluang untuk Iblis. Selanjutnya, ayah saya memerintahkan mereka untuk berlutut dan berdoa. Saya juga berlutut saat berdoa. Namun, saya tidak berani menutup mata saya sepenuhnya karena saya takut bahwa pasien cacat mental ini akan menyerang kita. Saya ingin melihat apa yang akan dia lakukan.

Setelah doa, ayah saya berdiri dan berjalan ke saudari tersebut, mengangkat tangannya dan berkata, "Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, mengusir Iblis!" Dengan Segera, saudari tersebut menjadi tenang, membuka matanya dan menatap kami, bertanya, "Apa yang kamu lakukan di rumahku pada tengah malam?" Seluruh Keluarganya tertawa setelah itu. Ayah saya mendorong mereka untuk menjaga keharmonisan dalam rumah bukannya menimbulkan pertengkaran, agar tidak membuka peluang untuk iblis.


TUHAN ITU ADA!

Setelah itu, kami pulang. Kejadian tersebut menyentuh hati saya begitu dalam. Orang kerasukan Iblis ini bisa dibebaskan dari Iblis melalui doa, yang merupakan hal yang mustahil bagi manusia, tapi hanya dengan kuasa Allah. Kejadian ini menunjukkan bahwa, ketika kami pergi ke rumah saudara ini untuk berdoa, Tuhan Yesus juga ada disana untuk berdoa bersama kami. Dia yang membuat keajaiban ini terjadi. Malam itu, saya begitu terharu sampai saya tidak bisa tertidur.

Keesokan harinya, saya berpuasa dan berdoa selama sehari dan berkata kepada Tuhan, "Saya sekarang merasakan kehadiranMu. Seseorang yang kerasukan Iblis membuktikan bahwa ada tempat seperti neraka, dan fakta bahwa Iblis diusir melalui doa membuktikan keberadaan Tuhan dan surga. Saya tidak ingin pergi ke neraka, tapi saya ingin masuk surga. Semoga Tuhan mengasihani saya sehingga saya tidak akan pernah meninggalkanNya sepanjang hidup saya. "

Setelah Revolusi Kebudayaan mereda, Semua saudara saya dibaptis dalam Kristus, dan kasih karunia Allah datang kembali atas keluarga saya. Orang tua saya melanjutkan profesi mereka yang dahulu. Meskipun saya diberi kesempatan untuk kembali ke pekerjaan saya yang dahulu, saya takut untuk kembali karena saya merasa bahwa saya adalah orang yang lemah dan saya akan kehilangan iman dan kehidupan rohani saya setelah kembali ke dunia. Ketika tahun 1970-an datang dan Revolusi Kebudayaan akan segera berakhir, gereja secara bertahap kembali mengadakan kebaktian dan, melalui bimbingan Allah, gereja mulai bertumbuh dan bertambah makmur.


MENEMUKAN CINTA DALAM GEREJA

Sejak pemerintahan Mao ,seluruh keluarga saya mengalami penganiayaan selama Revolusi Kebudayaan, banyak kerabat dan teman-teman kami takut untuk berkomunikasi dengan kami. Serupa dengan penderita kusta dalam Perjanjian Lama, orang menjauhi kami karena dengan memiliki hubungan yang dekat dengan kami akan mempengaruhi masa depan keluarga mereka. Dengan demikian, banyak dari mereka menolak untuk berinteraksi dengan kami selain saudara perempuan saya beserta suaminya.

Meskipun hal ini sangat menyedihkan, saudara dan saudari dari gereja terus mengunjungi kami, mendorong ayah saya, dan berdoa bagi kita. Melalui peristiwa ini, saya menemukan cinta sejati di dalam gereja. Cinta yang ditemukan di dunia ini adalah cinta yang bersyarat- hanya kasih Allah tidak bersyarat. Saya sangat terharu bahwa saya telah menemukan sebuah gereja yang indah, rumah Allah. Mengapa saya harus kembali ke dunia? Dunia ini tidak stabil dan bergejolak, tetapi saya telah menemukan tempat perlindungan di gereja yang benar, sehingga jiwa saya mendapatkan kedamaian. Melalui pilihan Allah, dan dorongan dari orang tua saya, saya mulai melibatkan diri dalam pelayanan gereja, yang memungkinkan saya untuk mengalami lebih banyak mukjizat dan berkat yang memperkuat iman saya.


MALAIKAT MELAKUKAN OPERASI

Kesaksian-kesaksian ini tidak ada habisnya, tapi saya ingin membagikan dua dari mereka. Ada seorang bernama Tuan Lin di desa saya yang menyembah berhala. Pada tahun 1991, ia menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan, sebuah tumor di lehernya, dan ia dikirim ke rumah sakit terbaik di Fujian untuk pengobatan. Tapi dokter yang melakukan operasi untuknya akhirnya tidak berani untuk mengangkat tumor tersebut. Setelah itu, ia kembali ke rumahnya dengan perasaan sangat sedih. Orang ini baru berusia tiga puluhan, dan keluarganya sangat miskin. Dia menganggap bahwa ia hanya bisa menunggu ajalnya.

Suatu hari, seorang saudari dari gereja kami mengunjunginya, dan ia dan istrinya yang menangis karena merasa bahwa ia tidak punya harapan lagi. Lalu saudari ini memberitahu mereka bahwa meskipun tidak ada harapan di dunia ini, kita masih memiliki harapan di dalam Tuhan Yesus yang merupakan dokter terhebat; tidak ada yang mustahil dihadapan-Nya. Dia berbagi banyak kesaksian tentang bagaimana pasien dengan penyakit parah telah disembuhkan. Setelah mendengarkan kesaksian ini, orang itu sangat tersentuh dan ingin percaya pada Yesus. Istrinya datang ke gereja, dan gereja melihat bahwa istrinya sangat tekun bersungguh-sungguh, lalu gereja mengirim tiga pekerja gereja ke rumah tuan Lin untuk menghapus semua berhala dan untuk berdoa dan berpuasa baginya selama tiga hari.

Suatu hari, beberapa hari setelah mereka pergi, tuan Lin sedang dalam keadaan setengah tertidur di tempat tidurnya, dan istrinya dan putri berada di samping tempat tidurnya,menjahit selimut. Saat ia setengah tertidur, ia melihat dua orang berpakaian putih, seperti dokter, berjalan ke rumahnya. Tiba-tiba ia terbangun dan mengatakan kepada istrinya apa yang telah dilihatnya.

Semenjak istrinya telah mendengar banyak kesaksian tentang bagaimana orang telah disembuhkan, dia langsung berterima kasih kepada Tuhan, mengatakan bahwa Allah telah mengutus dua malaikat ke rumah mereka untuk menyembuhkan suaminya. Dia menyuruh suaminya berlutut, berdoa, dan menghadap dinding dengan kemeja tidak dikancing, sehingga malaikat bisa melakukan operasi. Seluruh keluarga beranggotakan tiga orang tersebut terus dalam doa, dan setelah tuan Lin berdoa, dia tertidur, dan dua malaikat muncul lagi. Dia merasa bahwa para malaikat sedang melakukan operasi di lehernya untuk mengangkat tumor. Setelah itu, mereka mendudukkannya di tempat tidurnya dan menunjukkan tumor tersebut, mengatakan kepadanya bahwa ia telah sembuh. Ketika ia terbangun, ia melihat bahwa istri dan putrinya yang masih berdoa. Dia berseru, "Para malaikat telah menyelesaikan operasi!" Mereka sangat kagum karena ada noda darah di lehernya dan di kerahnya. Sebelum operasi itu, ia tidak bisa menggerakkan lehernya dan menurunkan kepalanya untuk makan, tapi malam itu ia bisa menggerakkan kepalanya dengan bebas.

Kemudian, ia pergi ke gereja Gaoshan di Provinsi Fujian untuk memberikan kesaksian. Sabat itu, saya kebetulan berada di gereja Gaoshan untuk memberikan khotbah. Sabat berikutnya, ia pergi ke gereja lain di daerah itu, gereja Sanshan, untuk memberikan kesaksian ini, dan, sekali lagi, saya kebetulan berada di sana juga. Setelah ia bersaksi, saya bertanya baju apa yang dia pakai selama operasi. Dia menjawab bahwa itu adalah baju yang sama ia kenakan saat berada di Gaoshan, karena itu kemejanya yang paling bagus. Saya diminta untuk melihat kemejanya, dan ia berkata bahwa ia telah mencuci bajunya dua kali, tapi noda darah masih terlihat. Saya mengatakan kepadanya untuk tidak mencuci baju ini lagi, tetapi menyimpannya sebagai kesaksian.

Sejak tahun 1991, lebih dari dua puluh tahun telah berlalu, dan saudara Lin masih sangat sehat. Dia kemudian menawarkan rumahnya sebagai tempat ibadah, dibangun rumah lain, dan memungkinkan gereja untuk membangun sebuah kapel di atas bekas rumahnya.


ROH KUDUS BEKERJA DENGAN LUAR BIASA

Mulai dari tahun 1991, Roh Kudus terus menggerakkan orang untuk datang ke gereja kami untuk mempelajari Alkitab dan mendengarkan firman Allah, terutama siswa yang berasal dari Nanjing Union Theological Seminary. Pada tanggal 1 Maret 1993, lebih dari empat puluh orang dibaptis di Nanjing dan selanjutnya, gereja didirikan.

Pada bulan Mei, banyak pencari kebenaran datang ke gereja kami. Mereka sangat lapar dan haus akan Roh Kudus, tetapi karena tidak ada pengkhotbah, roh jahat mulai bekerja di antara mereka. Di bulan yang sama, saya pergi ke Nanjing dengan pengkhotbah lain, dan setelah mengajar mereka bagaimana untuk membedakan roh, pekerjaan Iblis cepat berakhir.

Ketika kami melakukan baptisan kedua di Nanjing, kami membaptis tiga kali sehari- pagi, sore, dan malam sebelum Perjamuan Kudus; orang-orang terus datang untuk meminta untuk dibaptis. Dengan demikian, Roh Kudus bekerja secara luar biasa, dan setiap malam orang akan menerima Roh Kudus. Bahkan mereka yang pertama kalinya datang untuk mendengarkan juga menerima Roh Kudus. Tidak ada kapel pada saat itu, dan kami berkumpul di rumah seorang saudari. Kami tidak takut untuk berdoa keras, dan setiap malam, kami katakan kepada mereka untuk mengecilkan suara mereka. Selama baptisan kedua, lebih dari empat puluh orang dibaptis.


SEORANG LUMPUH BERJALAN

Suatu malam, setelah kebaktian, beberapa mahasiswa teologi mendekati kami dan kami berbicara sampai sekitar 22:30 ketika mereka harus kembali ke sekolah.Saya mengundang mereka untuk berdoa bersama sebelum mereka pergi.Saat kami hendak berdoa, seorang saudari yang sudah tua, bernama Suster Wang, bergabung dengan kami. Dia berusia enam puluh delapan tahun. Karena ia telah mengalami kecelakaan mobil sebelumnya, kedua kakinya hancur, dan dia menggunakan dua penopang untuk berjalan. Ketika ia melihat bahwa kami ingin berdoa, dia meminta kami untuk berdoa baginya, sehingga ia tidak lagi perlu berjalan dengan penopang dan mampu pergi keluar dan berkhotbah. Karena dia meminta kami, saya tidak ingin menolak permintaannya. Dia tidak bisa berlutut, jadi saya memberi kursi saya kepadanya.

Lalu saya berlutut untuk berdoa dengan pendeta dan mahasiswa teologi yang lain. Saya berdoa kepada Tuhan, mengatakan "Tuhan, gereja Nanjing didirikan oleh Anda. Saya tidak datang ke sini pada kemauan saya sendiri, tetapi Anda telah membawa saya di sini. Tolong wujudkan kekuatan Anda sehingga orang-orang ini akan tahu bahwa Gereja Yesus Sejati adalah gereja yang memiliki kuasa dari Roh Kudus. "Lalu saya menumpangkan tangan saya pada Suster Wang, dan meminta pendeta lain untuk menumpangkan tangan pada Suster Wang juga.

Setelah berdoa, saya menemani para siswa menuju pintu, dan saya tidak menduga bahwa Suster Wang akan berjalan ke arah kami tanpa penopangnya,ia memuji Allah karna dia tidak harus menggunakan penopang lagi. Ketika mahasiswa teologi melihat ini, mereka begitu kagum, terharu, dan iman mereka dikuatkan. Setelah mereka lulus dan kembali ke daerah masing-masing, mereka memberitakan Injil dan mendirikan Gereja Yesus Sejati di sana.


DARI PENDENGARAN UNTUK MELIHAT

Sejak tahun 1926, iman telah diwariskan kepada generasi kelima dalam keluarga saya. Meskipun kami menghadapi banyak cobaan dan kesengsaraan dalam perjalanan iman kami, kesaksian kakek saya sangat menguatkan kami setiap kali kami bertemu dengan kesukaran. Melihat kembali penderitaan kami selama Revolusi Kebudayaan, saya juga dapat mengatakan bahwa penderitaan ini bermanfaat bagi kami. Melalui penderitaan, saya dan keluarga saya berkembang dari hanya mendengar Allah menjadi melihat Allah dengan mata kami sendiri. Iman kami dihidupkan kembali, dan akhirnya semua saudara saya dibaptis. Tuhan juga telah mengijinkan saya untuk menyaksikan banyak mujizat yang memungkinkan saya untuk merasakan Dia secara pribadi, iman saya hidup kembali, dan keraguan saya hilang. Terima kasih Tuhan, semoga semua kemuliaan hanya dalam nama-Nya.

Kamis, 20 Februari 2020

SELAMAT DARI LEMPENGAN BETON

Oleh Sdr. Xiu-Ying Ho

Haleluya, di dalam namaTuhanYesus saya bersaksi. Saya ingin bersaksi bagaimana satu-satunya cucu perempuan saya diselamatkan dari kecelakaan melalui kasih karunia Tuhan. Kecelakaan ini terjadi tahun lalu pada tanggal 13 Mei, ketika cucu perempuan saya, Yong Xing Ho, dan cucu saya yang lain yang satu kelas dengannya sedang bermain.Pada hari itu, orang tua mereka berada di Kao-Xiung dan dua anak-anak tersebut bermain di luar rumah mereka. Pada sekitar 3:30 siang, saya mendengar cucu saya yang satunya berteriak, "Yong Xing jatuh!" Segera saya berlari keluar dan bertemu dengan dua tetangga saya yang berkata kepada saya, "Kami tidak bisa menemukan pekerja bangunan untuk membantu menyelamatkan!" Kebetulan bagian depan dan samping rumah saya sedang dalam proses konstruksi, ada bangunan-bangunan besar yang sedang dibangun. Oleh karena itu, ada terpasang tanda bahaya pada tempat tersebut. 

Salah satu tetangga saya kemudian pergi mencari suaminya. Pada saat itu, saya mulai panik dan menuju ke lokasi pembangunan dan berteriak mencari Yong Xing. "Aku di sini!" Sebuah suara keluar dari bawah beton yang ditempatkan lima kaki di atas sebuah dinding. Kedua anak berjalan di atas beton ketikamereka tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Yong Xing, kemudian terjebak di bawah beton dan dia berseru, "Haleluya!" dan mencoba mengangkat beton. Tapi dia tidak bisa menggerakannya dan merasakankan sakit yang luar biasa di pinggang. Saya melihat bahwa ada potongan-potongan pecahan kaca dan beton di tanah dan saya mendengar suara yang mengatakan bahwa Yong Xing mungkin bisa menjadi cacat.

Saat itu, saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan memohon Dia untuk menyelamatkan cucu perempuan saya satu-satunya dan hanya Dia-lahsatu-satunya yang dapat menyelamatkan cucu saya. Saat itu, saya bisa mendengar langkah kaki suami Ny. Lee yang berhasil mengangkat beton dengan tangannya yang kuat. Cucu saya akhirnya dapat ditarik keluar dari bawah beton. Kecuali untuk beberapa memar di wajahnya, dia tampak baik-baik saja. TerimakasihTuhan! Tangan-Nya yang kuat menahan beton tersebut. Tidak lama kemudian, beton terlepas dari tangan Bp. Lee dan jatuh dengan suara yang keras. Saya membawa Yong Xing pulang dan kami berdoa bersama. Dia segera masuk kekamar untuk tidur tanpa banyak berkata-kata. Setelah selesai berdoa, saya merasa kuatir bahwa dia mungkin menderita luka dalam, jadi saya membawanya ke rumahsakit di Tai-Nan. Dari pemeriksaan medis, tidak ada luka serius namun dia diopname untuk observasi lebih lanjut. Setelah saya memberitahu kronologis kejadian kepada dokter, dokter menempatkan dia dalam kondisi kritis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dia diberi masker oksigen dan diinfus. Pada saat itu, cucu saya merasa mengantuk dan tertidur. Sesaat kemudian dia batuk-batuk darah dan ada luka memar di sisi kiri wajahnya.

Cucu saya bangun keesokan harinya. Ketika ditanya apakah dia merasa sakit, dia menjawab tidak ada. Saat kejadian, dia hanya merasa bahwa wajahnya bengkok namun dia tidak merasa takut sama sekali. Terimakasih Tuhan! Hal ini tentunya penyertaan Tuhan. Setelah enam hari di rumahsakit, kecuali untuk pembengkakan di otaknya, semua memar yang lain telah sepenuhnya menghilang. Hasil observasi menyatakan bahwa darah yang keluar saat dia batuk-batuk waktu itu bukan dari luka dalam tapi dari memarnya. Saya merasa segala sesuatunya sudah beres dan memutuskan untuk membawa Yong Xing pulang. Namun dokter bersikeras agar Yong Xing tetap dirawat di rumahsakit dikarenakan pembengkakan di otaknya masih ada. Jika pembengkakan itu tidak hilang, dia harus menjalani operasi yang bisa saja membuat dia beresiko terinfeksi.

Namun, meskipun beberapa hari kemudian pembengkakan tidak berkurang, kami meminta izin dokter untuk membawa dia pulang. Kami ingin hanya mengandalkan Yesus. Kami kemudian membawanya kembali ke Kao-Xiung bersama dengan obatnya. Malam itu, gereja Shi-Tian berdoa untuk kami. Hari berikutnya bertepatan hari Sabat, di Gereja kami berdoa sepanjang hari tanpa Yong Xing meminum obat sama sekali. Secara ajaib, pembengkakannya mulai menghilang. Keesokan harinya, pembengkakannya hanya sebesar koin. Dari kejadian ini, kita pastinya bisa melihat bahwa hari Sabat adalah hari dimana kita dapat menerima berkat-berkat dari Tuhan. Seminggu kemudian, kami kembali ke Tai-Nan dan dokter memberitahukan bahwa Yong Xing sudah sembuh sepenuhnya. Dia juga tidak perlu menjalani rontgen.

Bersyukur kepada Tuhan atas berkat-Nya yang indah dan menakjubkan. Tidak ada obat lain yang bisa menyembuhkan secepat obat dari Tuhan. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada jemaat-jemaat gerejaTai-Nan, Kai-Yuan dan Shi-Juan untuk kasih mereka dalam doa-doa tak henti-hentinya dan juga untuk pembesukan dari mereka secara terus menerus. Doa-doa mereka yang tidak putus-putus akhirnya didengar oleh Tuhan yang menyembuhkan domba kecil ini. Kejadian ini juga memuliakan nama Tuhan dan juga mengungkapkan mujizat dari Allah kepada orang-orang yang tidak percaya. Beberapa orang bahkan berkomentar, "Seandainya kami tidak melihatnya dengan mata kepala sendiri, kami tidak akan percaya bahwa cucu Anda adalah anak yang mengalami kecelakan ditimpa beton. Harusnya walaupun tidak meninggal, biasanya akan mengalami cacat. Mungkin hal ini disebabkan ibadah Anda yang tulus kepada Tuhanmu sehingga Yesus Kristus melindungi cucu perempuan Anda.” Seperti tercatat dalam Mazmur 34:8, “Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” Segala kemuliaan untuknama-Nya! Amin.

Sabtu, 15 Februari 2020

DIBAWAH KEPUNGAN DAN SERANGAN IBLIS KASIH TUHAN MENEMANINYA UNTUK MELEWATI KESULITAN


Di bawah kepungan dan serangan Iblis, kasih Tuhan menemaninya untuk melewati kesulitan

Lili, Hong Kong
Pada tahun 2015, temanku memberitakan Injil Kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa kepadaku. Ia bersekutu denganku, katanya: “Ketika manusia diciptakan oleh Tuhan pada mulanya, manusia tidak berdosa. Kemudian, umat manusia tergoda oleh Iblis dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, dan mereka pun kemudian memiliki racun Iblis dalam diri mereka dan hidup di bawah pengaruh Iblis; secara bertahap, mereka semakin lama semakin dirusak oleh Iblis, benar-benar kehilangan keserupaan mereka dengan manusia yang normal. Misalnya, demi mendapatkan keuntungan dan status, orang-orang berlaku licik satu sama lain, iri hati dan berebut ketenaran dan keuntungan, hidup dalam penderitaan. Demi menyelamatkan kita dari pengaruh kuasa gelap Iblis, Tuhan secara pribadi menjadi manusia datang di antara umat manusia dan mengungkapkan kebenaran untuk menyelamatkan kita, sehingga kita dapat hidup di bawah bimbingan-Nya dan mendapatkan perlindungan dan berkat-Nya. Ini adalah kasih dan keselamatan Tuhan bagi kita.” Setelah mendengar penjelasan temanku, aku memiliki sedikit pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, juga tentang kasih dan keselamatan Tuhan bagi umat manusia; aku merasa sangat tersentuh dan ingin tahu lebih banyak tentang Tuhan. Oleh karena itu, setelah beberapa persekutuan dengan temanku, aku secara resmi menghadiri kehidupan bergereja. Di gereja, aku melihat saudara-saudari semuanya penuh kasih. Tidak peduli siapa yang lemah atau melakukan kesalahan, mereka semua membantu dan mendukung satu sama lain dengan hati yang penuh kasih. Di gereja, ketika saudara dan saudari mengalami masalah, mereka dapat mengejar kebenaran, merenungkan, dan mengenal kekurangan mereka sendiri sesuai dengan firman Tuhan, dan mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, aku merasa seolah berada di dunia lain, merasa sangat damai, aman, bebas, dan merdeka. Namun, beberapa hari kemudian, hal-hal tak terduga mendatangiku. …
Suatu hari, putri kecilku yang berusia 2 tahun lebih tiba-tiba sakit demam. Dia minum obat selama beberapa hari tetapi tidak sembuh sama sekali; akhirnya dia dirawat di rumah sakit karena demam tinggi terus-menerus. Selama periode ini, setiap kali putriku bersin, hidungnya akan berdarah. Aku bertanya kepada dokter tentang kondisi anakku, tetapi dia mengatakan bahwa penyebab penyakit itu masih belum diketahui. Jawaban dokter membuatku sangat khawatir dan cemas, tetapi aku tidak punya cara lain, dan hanya bisa menunggu hasil pengobatan. Hal yang tak terduga berikutnya, pada hari keempat setelah putriku dirawat di rumah sakit, suamiku juga sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa kondisi suamiku sangat serius: dia tidak hanya perlu melakukan tes darah ganda, tetapi juga perlu menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang. Mendengarnya mengatakan ini, aku merasa patah hati, sangat sedih dan menderita, pikirku: aku percaya kepada Tuhan, mengapa aku masih menghadapi hal-hal seperti itu? Mengapa Tuhan tidak melindungiku? Mengapa keluargaku dirawat di rumah sakit satu demi satu? Kami harus membesarkan dua orang anak, dan suamiku harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga kami. Tetapi sekarang dia juga sakit parah; jika dia sakit, bagaimana keluargaku bisa hidup? Pukulan keras ini membuat hatiku hancur, dan aku sangat marah, merasa putus asa. Tepat pada saat aku merasa begitu pedih, bingung, gelap dan kehilangan arah, aku tiba-tiba teringat firman Tuhan: “Dari segala sesuatu yang ada di alam semesta, tidak ada satu pun yang mengenainya Aku tidak mengambil keputusan yang terakhir. Apakah ada sesuatu, yang tidak berada di tangan-Ku? Semua yang Aku katakan terjadi …” Firman Tuhan, bagaikan terang, menerangi jalanku dan membuat hatiku yang berat merasa sangat dilepaskan. Benar, alam semesta dan segala sesuatu berada dalam tangan Tuhan. Aku harus mengandalkan dan berharap kepada Tuhan!
Kemudian, saudara-saudari di gereja mengetahui kesulitanku. Beberapa saudari membantuku menjaga putraku, dan yang lainnya membacakan firman Tuhan untukku dan menyampaikan kehendak Tuhan demi membantu dan menghiburku. Satu bagian dari firman Tuhan berkata: “Tuhan yang Mahakuasa, Kepala segala sesuatu, menjalankan kuasa kerajaan-Nya dari takhta-Nya. Dia memerintah atas alam semesta dan segala sesuatu dan Dia menuntun kita di seluruh muka bumi. Kita harus kerap kali mendekat kepada-Nya dan menghampiri Dia dalam kesunyian. Jangan pernah kita ingin kehilangan saat seperti ini sejenak pun, dan selalu ada hal-hal untuk dipelajari setiap waktu. Lingkungan di sekitar kita, demikian juga orang-orang, perkara-perkara, dan berbagai hal, semuanya diizinkan oleh takhta-Nya. Jangan mempunyai hati yang bersungut-sungut, atau Tuhan tidak akan mencurahkan kasih karunia-Nya kepadamu. Ketika terjadi sakit, hal itu dikarenakan kasih Tuhan dan pasti ada maksud-maksud baik-Nya dibalik semua itu. Bahkan ketika tubuhmu mengalami penderitaan, jangan dengarkan gagasan si Iblis. Pujilah Tuhan di tengah keadaan sakit dan nikmati Tuhan di tengah puji-pujianmu. Jangan tawar hati di hadapan sakit penyakit, tetaplah mencari dan jangan pernah menyerah, dan Tuhan akan menyinarkan cahaya-Nya atasmu. Seberapa setiakah Ayub? Tuhan Yang Mahakuasa adalah dokter yang maha mampu! Berdiam dalam penyakit adalah sakit, namun berdiam di dalam roh adalah sehat. Seandainya engkau tinggal mempunyai satu tarikan nafas terakhir, Tuhan takkan pernah membiarkanmu mati.
Dari firman Tuhan, aku menyadari hal ini: Tuhan itu mahakuasa dan maha bijaksana; Tuhan menciptakan segala sesuatu, dan Dia juga berkuasa atas semua itu; masa depan dan nasib semua orang, kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semuanya ada di tangan Tuhan. Hari ini, aku menghadapi masalah-masalah ini adalah karena Tuhan sedang menguji imanku kepada-Nya, untuk melihat apakah aku dapat menjadi kesaksian bagi Dia. Setelah mengetahui kehendak Tuhan, aku bersedia untuk menyerahkan semua kesulitanku ke dalam tangan Tuhan; tak peduli apa hasilnya, aku tidak akan mengeluh dan salah paham terhadap Tuhan, sebaliknya aku akan berdoa kepada-Nya, bergantung kepada-Nya, dan menaati kedaulatan dan pengaturan-Nya. Sejak itu, aku sering datang ke hadapan Tuhan dan berdoa kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu aku tidak dewasa dan tidak memiliki iman yang benar kepada-Mu. Kumohon Engkau memberiku iman dan kekuatan untuk membuatku rela menaati-Mu.” Setelah berdoa, aku merasa sangat aman dan damai.
Suatu kali dalam sebuah pertemuan, seorang saudari membacakan sebuah bagian dari firman Tuhan bagiku: “Tuhan bekerja, Tuhan peduli kepada seseorang, memperhatikan seseorang, dan Iblis membuntuti setiap langkah-Nya. Siapa pun yang disukai Tuhan, Iblis juga memperhatikan, mengikuti di belakang. Jika Tuhan menginginkan orang ini, Iblis akan melakukan segala daya untuk menghalangi Tuhan, menggunakan berbagai cara jahat untuk menggoda, mengganggu, dan menggagalkan pekerjaan yang Tuhan lakukan untuk mencapai tujuan tersembunyinya. Apa tujuan Iblis? Iblis tidak ingin Tuhan memiliki siapa pun; Iblis menginginkan semua yang diinginkan Tuhan, merasuki mereka, mengendalikan mereka, menguasai mereka sehingga mereka menyembahnya, sehingga mereka melakukan tindakan jahat bersamanya. Bukankah ini motif Iblis yang jahat? Biasanya, engkau semua sering mengatakan bahwa Iblis sangat jahat, sangat buruk, tetapi sudahkah engkau semua melihatnya? Engkau hanya dapat melihat betapa buruknya manusia dan belum pernah melihat dalam kenyataan betapa jahat Iblis sebenarnya. Tetapi apakah engkau melihatnya dalam masalah mengenai Ayub ini? (Ya.) Masalah ini telah membuat wajah Iblis yang mengerikan dan esensinya menjadi sangat jelas. Iblis sedang berperang dengan Tuhan dan selalu mengikuti di belakang Dia. Tujuannya adalah untuk menghancurkan semua pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, untuk merasuki dan mengendalikan orang-orang yang Tuhan inginkan, untuk sepenuhnya memusnahkan orang-orang yang Tuhan inginkan. Jika mereka tidak dimusnahkan, maka mereka dikuasai Iblis untuk digunakan olehnya—inilah tujuannya.
Saudari itu menjelaskan, “Iblis, si setan, bagaikan singa yang mengaum, dan ingin melahap kita melalui segala macam pencobaan. Sebenarnya, semua hal yang kita temui adalah gangguan Iblis, dan merupakan pertempuran dunia rohani. Tuhan bekerja untuk menyelamatkan kita, tetapi pada saat kita ingin meninggalkan Iblis dan memberontak terhadapnya untuk kembali ke hadapan Tuhan, Iblis tidak rela dikalahkan. Ia mencoba segala cara yang mungkin untuk menyakiti, mengganggu, dan menipu kita, dan bahkan melukai keluarga kita dengan berbagai cara yang jahat—membuat mereka menghadapi penyakit, membuat kita jatuh ke dalam pencobaan sehingga kita salah paham dan menyalahkan Tuhan. Tujuannya adalah untuk membuat kita menyangkal Tuhan, mengkhianati Tuhan, dan kehilangan keselamatan Tuhan, sehingga kita kembali berada dalam wilayah kekuasaannya. Jika kita menjadi pasif dan kehilangan iman kita kepada Tuhan, kita justru jatuh ke dalam tipu muslihat Iblis. Aku merenungkan, ketika Ayub dicobai, Iblis menggunakan cara yang paling jahat untuk menyiksa dan menyakiti Ayub; ia tidak hanya mengambil semua harta dan anak-anaknya, bahkan menyebabkan barah busuk di sekujur tubuhnya, membuatnya berada dalam kesakitan yang mengerikan. Namun, Ayub tetap bisa menjadi kesaksian bagi Tuhan bahkan ketika dia merasa sangat sedih, kuncinya adalah imannya yang sejati kepada Tuhan. Jadi, dalam lingkungan seperti itu, kita harus tahu satu alasan adalah bahwa pencobaan Iblis mendatangi kita, dan yang satu lagi adalah bahwa Tuhan ingin menguji apakah kita memiliki iman yang benar kepada Tuhan, dan untuk melihat apakah kita dapat datang ke hadapan Tuhan, semakin dekat dengan-Nya dan mengandalkan-Nya. Kenyataannya, alasan kita menjadi pasif dan lemah dan bahkan kehilangan iman kita kepada Tuhan setelah kita menemukan hal-hal yang bertentangan dengan konsepsi kita adalah karena ada ketidakmurnian dalam iman kita, yang memberi kepada Iblis kesempatan untuk mencelakakan kita. Firman Tuhan berkata: “Sebagian besar orang percaya pada Tuhan demi perasaan damai dan keuntungan lainnya. Jika tidak menguntungkan bagimu, engkau tidak percaya pada Tuhan, dan jika engkau tidak dapat menerima kasih karunia Tuhan, engkau murung. Bagaimana ini bisa menjadi tingkat pertumbuhan sejatimu? Mengenai peristiwa keluarga yang tak terhindarkan (anak-anak sakit, suami masuk rumah sakit, panen buruk, aniaya pada anggota keluarga, dan sebagainya), engkau bahkan tidak sanggup menjalani hal-hal yang sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari ini. Ketika terjadi hal-hal seperti itu, engkau menjadi panik, tidak tahu harus berbuat apa—dan seringkali engkau mengeluh kepada Tuhan. Engkau mengeluh bahwa firman Tuhan mengelabui engkau, bahwa pekerjaan Tuhan telah mengacaukan engkau. Tidakkah engkau semua memiliki pikiran-pikiran seperti itu? Engkau pikir hal-hal seperti itu jarang terjadi pada engkau semua? Engkau menghabiskan setiap hari dengan hidup di tengah-tengah peristiwa seperti itu. Tidak sedikitpun engkau memikirkan keberhasilan imanmu di dalam Tuhan, dan bagaimana cara memuaskan kehendak Tuhan. Tingkat pertumbuhan sejatimu terlalu kecil, bahkan lebih kecil dari tingkat pertumbuhan anak ayam…Perutmu penuh dengan keluhan, dan terkadang engkau tidak menghadiri ibadah atau makan dan minum firman Tuhan karenanya, engkau cenderung menjadi negatif dalam waktu yang lama.
Setelah saudari itu membaca firman Tuhan, dia berkata: “Firman Tuhan menunjukkan pandangan kita yang salah tentang mencari berkat dalam iman kita kepada Tuhan. Kita selalu berpikir: selama kita percaya kepada Tuhan, Tuhan harus memberkati kita, dan memastikan bahwa semuanya damai dan berjalan baik bagi kita. Begitu kita menemukan hal-hal yang tidak kita inginkan, kita akan segera meminta pertolongan dan perlindungan dari Tuhan, dan jika Tuhan tidak menyelesaikan kesulitan atau masalah kita, kita akan kehilangan iman kita kepada-Nya, dan salah paham serta menyalahkan Dia di dalam hati kita. Iblis benar-benar menggunakan kelemahan utama kita, yakni percaya kepada Tuhan hanya demi mendapat berkat, untuk menyerang dan mengganggu kita, menimbulkan pertentangan di antara kita dan Tuhan. Jika kita tidak dapat melihat tipu muslihat Iblis dari awal sampai akhir, kita akan ditangkap dan dimangsa oleh Iblis. ”
Setelah mendengar persekutuan saudari itu, aku segera merasa jauh lebih mengerti dalam hatiku, mengetahui bahwa masalah yang menimpa keluargaku merupakan tipu muslihat Iblis, dan bahwa Iblis sedang mengganggu dan menyakitiku. Dan sementara itu, Tuhan menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan pandangan imanku yang salah kepada Tuhan, untuk menyucikan dan mengubah ketidakmurnian dalam imanku. Jadi, dalam hatiku, aku mengucapkan doa ketaatan kepada Tuhan: entah putri kecilku dan suamiku dapat sembuh dari penyakit mereka atau tidak, aku tidak akan mengeluh, aku hanya ingin mengalami pekerjaan Tuhan dan menaati pengaturan dan penetapan-Nya.
Ketika aku mengesampingkan pandangan imanku yang salah kepada Tuhan dan rela menaati Tuhan, hal-hal tak terduga terjadi. Beberapa hari kemudian, kondisi suami dan putriku berangsur-angsur membaik, dan suamiku tidak perlu diperiksa sumsum tulangnya. Setelah satu minggu tinggal di rumah sakit, dia sembuh dan bisa pulang ke rumah. Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas perlindungan-Nya yang menakjubkan.
Setelah mengalami masalah ini, aku memiliki beberapa pemahaman tentang substansi jahat Iblis dan bagaimana Iblis menganggu dan merusak kita. Pada saat yang sama, aku juga melihat kasih dan penyelamatan Tuhan terhadapku. Tuhan menggunakan lingkungan semacam itu untuk mengubah pandangan imanku yang salah kepada Tuhan, dan ketika aku mengubah pandanganku dan bersedia untuk menaati pengaturan dan penetapan Tuhan, aku kembali melihat perbuatan Tuhan yang ajaib. Syukur kepada Tuhan! Mulai sekarang, masalah apa pun yang kutemui yang tidak sesuai dengan konsepsiku, aku akan dengan rela bergantung kepada Tuhan, untuk mencari kebenaran dan menaati Tuhan, berusaha menjadi kesaksian untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
COPAS : 






Senin, 10 Februari 2020

DUA KALI DISEMBUHKAN

Dalam nama Tuhan Yesus menyampaikan kesaksian.

Saya lahir pada tahun 1936 dalam keluarga yang belum percaya Tuhan Yesus. Saya sangat bersyukur karena bisa percaya kepada Tuhan Yesus dan menjadi jemaat Gereja Yesus Sejati sejak tahun 1950.

Itu semua bermula dari penderitaan saya. Sejak berumur 6 tahun mata saya selalu merah, berair, dan bengkak. Sebabnya tidak diketahui meskipun sudah berobat ke banyak dokter. Dan dengan bermacam obat serta ramuan pun, hasilnya tetap tidak ada.

Sampai pada suatu hari ada seorang saudari datang ke rumah dan ia mengajak saya ke Gereja Yesus Sejati. Saya tergerak dan ingin mencoba memohon kesembuhan. Jadi setiap hari Sabtu saya datang mengikuti kebaktian Sabat untuk mendengarkan firman Tuhan tentang kuasa Yesus yang dapat menyembuhkan orang sakit. Ketika diadakan sakramen baptisan, saya memberi diri dibaptis.

Beberapa hari setelah dibaptis, mata saya berangsur sembuh. Hal ini membuat heran orang tua saya, karena sakit mata yang telah berlangsung selama 8 tahun itu sekarang sembuh tanpa pengobatan. Dan yang lebih menggembirakan lagi adalah bahwa kedua orang tua dan kelima adik saya akhirnya tergerak untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan mereka pun menjadi jemaat Gereja Yesus Sejati. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena melalui mujizat ini keluarga saya mendapat anugerah keselamatan.

Ada lagi satu anugerah Tuhan yang saya rasakan. Sesudah menikah, tentunya sebagai istri saya harus membantu pekerjaan suami. Karena suami saya adalah seorang yang belum percaya Tuhan dan saya sendiri sibuk mengurus anak dan rumah tangga, saya menjadi jauh dari Tuhan dan jarang mengikuti kebaktian. Dalam satu tahun saya hanya satu kali berkebaktian, yaitu pada kebaktian awal tahun.

Namun rupanya Tuhan masih menyayangi saya, sehingga pada tahun 1985 saya mendapat peringatan dari Tuhan. Saya mengalami kesakitan yang luar biasa di bagian perut yang disertai dengan pendarahan selama 3 bulan terus-menerus. Saya diperiksa oleh beberapa ahli kandungan. Dan semua dokter memastikan bahwa dalam rahim saya ada tumor yang harus segera diangkat. Seketika itu juga saya teringat akan penyakit mata saya dahulu. Saya teringat bahwa hanya Tuhanlah yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Saya memohon ampun kepada Tuhan. Siang-malam saya berdoa dengan pasrah sambil mencucurkan air mata. Akhirnya tanggal untuk operasi pun ditentukan.

Tapi mujizat terjadi kembali. Pada hari yang sudah disepakati untuk operasi, pendarahan itu berhenti. Saya merasa gembira dan amat yakin bahwa Tuhan sudah menyembuhkan saya. Namun untuk lebih memastikan, saya memeriksakan diri kepada dokter yang sedianya akan mengoperasi saya. Dokter itu juga merasa heran karena tumor itu telah mengecil. Ia mengatakan bahwa sementara ini operasi tidak perlu dilakukan.

Sejak itu sakit perut dan pendarahan yang saya alami berhenti sama sekali berkat kasih karunia-Nya. Karena itu saya tidak berani lagi menjauhi ibadah dan meninggalkan Tuhan. Pada Kebaktian Kebangunan Rohani tahun 1985, saya memperoleh Roh Kudus yang sangat saya rindukan. Saya merasa sangat bersukacita dan bertambah yakin dan percaya bahwa Tuhan Yesus yang saya sembah adalah Allah yang hidup, yang dapat menyembuhkan segala penyakit yang bagi manusia mustahil disembuhkan. Saya tidak dapat membalas kasih Tuhan yang begitu besar kepada saya. Semoga melalui kesaksian ini, nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Amin.

Lam Sim Mey - Bandung, Indonesia

Rabu, 05 Februari 2020

KESAKSIAN RATU PENYIHIR DARI EROPA

Kesaksian Doreen Irvine
Saya seorang ratu penyihir dari eropa, saya memiliki kerajaan jahat yang besar di mana saya di sembah dan ditakuti.

Pada awalnya keluargaku sangat miskin, sampai tidak punya perabot rumah dan juga tidak memiliki tempat tidur. Ayah saya sering memukul ibu dan saya sering melihat luka pada bibir dan pelipisnya. Lalu ibu saya meninggalkan saya ketika saya berusia 11 tahun, dia pergi meninggalkan kami semua.

Hal ini membuat saya kepahitan, dalam pertumbuhan saya pada usia 18 tahun, saya sudah berada dijalanan sebagai pecandu heroin dan pencuri. Tak lama kemudian jatuh kedunia yang lebih gelap, dimana tidak menjual tubuh saya, tetapi juga jiwa saya.

Saya bergabung dengan okultisme, yang dimana mereka sembah lucifer dan ilah-ilah lain. Mereka berkata bagaimana ilah-ilah tersebut begitu luar biasa. Saya di ajar menyembah lucifer, dimana mereka memotong leher seekor ayam dan menuangkan darahnya ke sebuah cawan dan lengan sayapun dilukai. Darah saya dituangkan kedalam cawan itu dan saya harus meminumnya. Dan saya harus menandatangi suatu sumpah bahwa saya akan melayani setan seumur hidup saya. Maka saya harus mengikuti dan mentaatinya.

Kekuatan yang saya dapat dari meyembah setan adalah dapat memindahkan barang dan menghilang, saya juga tahu pikirkan orang dan perkataan mereka. Dalam upacara kami harus membawa tubuh-tubuh segar yang berasal dari orang yang baru mati. Kami percaya bilah menpersembahkan tubuh tersebut kepada setan, maka sebagai penyihir ilmu hitam kami sangat kuat.

Meskipun saya sudah menjadi ratu yang memliki kuasa untuk menghilang, mengusir setan, mengutuk dan membunuh. Namun saya tidak bisa memaksa orang untuk mencintai saya, padahal itu yang saya inginkan. Tidak ada seorangpun yang benar-benar mencintai saya.

Sutu malam saya ditugaskan untuk mengganggu sebuah pertemuan ibadah, namun ketika saya sampai disana pesan Firman Tuhan yang disampaikan saat itu menghancurkan hatinya yang gelap dan keras. Ada seorang penyanyi muda yang maju ke depan dan mulai menyanyikan sebuah lagu “tidak ada yang peduli kepadaku seperti Yesus..” ketika ia menyanyi, saya ingat saat sekolah minggu bahkan saya dapat mendengar guru saya bertanya, “maukah kamu memberikan hatimu kepada Yesus, Doreen?” dan saya jawab,”tidak,bu”, lalu saya melihat diri saya dijalanan, saya melihat diri saya dengan para penyihir di bait setan, saya melihat seluruh hidup saya.

Semua itu muncul seperti film. Ada seorang pengkhobah, saat dia mulai berkhotbah, ia berkata “jika anda menerima Kristus, malam ini, maka anda akan memutuskan belenggu ada, dibebaskan dan membuka mata anda dan memiliki, sebuah kehidupan yang baru. Saya bilang,”wow! Ini sebuah kesempatan lagi untuk saya!”tiba-tiba iblis berkata,”kamu adalah milikku, kamu tidak dapat diselamatkan! Kamu adalah milikku” tiba-tiba saya seperti ada ditempat duduk saya, saya berdiri, saya tidak tahu bagaimana itu terjadi, iblis-iblis mulai datang untuk menyerang saya.

Iblis berusaha menghalangi saya untuk maju kedepan, namun saya tetap maju dan menangis. Dan saya berseru”Yesus aku akan masuk.... bawa aku masuk.... aku mau masuk...!” saya dapat melihat Tuhan, tangan-Nya diulurkan kepada saya, mata-Nya penuh kasih, saya tahu, saya milik-Nya, dan Dia milikku. Saya tahu, saya sudah diselamatkan.

Saat ini saya hidup dengan tenang di inggris bersama suami keluarga dan teman-teman. Dan saya sebagai penginjil menceritakan kepada orang lain tetang Tuhan yang Ajaib, yang telah membebaskan hidup saya dari ikatan dosa. Kalau Tuhan dapat menyelamatkan orang seperti saya dari orang pencuri, pecandu obat dan penyihir. Apa yang saya lakukan...? saya tahu Dia hidup, Dia Nyata dan Dia milik saya! Karena Dia mengubah hidup saya.. Amin... Gratis Download Vidio Teks Indo.

Catatan:
Cara kerja setan itu bermacam-macam, kita tahu sebutan nama penyihir sering dipakai oleh dunia barat, sedangkan di indonesia bermacam-macam tergantung dari setiap daerahnya, kalau di pulau jawa sering disebut dukun, sedangkan di papua di sebut suangi. Sihir dibagi menjadi 2 yaitu ilmu putih dan hitam, kalau ilmu putih di indonesia sering disebut orang pintar dan paranormal. Intinya semua kekuatan yang mereka dapat berasal dari setan.

Bagi anda yang masih terikat dengan kuasa okultisme, maka anda harus memutuskan, semua ikatan dengan kuasa setan. Kalau ada katakan saya tidak terikat tetapi hidup saya masih mengalami mimpi buruk, itu tandanya ada ikatan perjanjian dengan kuasa kegelapan, coba ada cek latar belakang keluarga ada sebelumnya, atau di tempat tinggal ada, masih simpan benda-benda ada isinya dengan kuasa kegelapan.

Kita harus memberikan hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan. Karena didalam Tuhan Yesus kita dapat diselamatkan.