Sabtu, 15 Februari 2020

DIBAWAH KEPUNGAN DAN SERANGAN IBLIS KASIH TUHAN MENEMANINYA UNTUK MELEWATI KESULITAN


Di bawah kepungan dan serangan Iblis, kasih Tuhan menemaninya untuk melewati kesulitan

Lili, Hong Kong
Pada tahun 2015, temanku memberitakan Injil Kerajaan Tuhan Yang Mahakuasa kepadaku. Ia bersekutu denganku, katanya: “Ketika manusia diciptakan oleh Tuhan pada mulanya, manusia tidak berdosa. Kemudian, umat manusia tergoda oleh Iblis dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, dan mereka pun kemudian memiliki racun Iblis dalam diri mereka dan hidup di bawah pengaruh Iblis; secara bertahap, mereka semakin lama semakin dirusak oleh Iblis, benar-benar kehilangan keserupaan mereka dengan manusia yang normal. Misalnya, demi mendapatkan keuntungan dan status, orang-orang berlaku licik satu sama lain, iri hati dan berebut ketenaran dan keuntungan, hidup dalam penderitaan. Demi menyelamatkan kita dari pengaruh kuasa gelap Iblis, Tuhan secara pribadi menjadi manusia datang di antara umat manusia dan mengungkapkan kebenaran untuk menyelamatkan kita, sehingga kita dapat hidup di bawah bimbingan-Nya dan mendapatkan perlindungan dan berkat-Nya. Ini adalah kasih dan keselamatan Tuhan bagi kita.” Setelah mendengar penjelasan temanku, aku memiliki sedikit pengetahuan tentang pekerjaan Tuhan, juga tentang kasih dan keselamatan Tuhan bagi umat manusia; aku merasa sangat tersentuh dan ingin tahu lebih banyak tentang Tuhan. Oleh karena itu, setelah beberapa persekutuan dengan temanku, aku secara resmi menghadiri kehidupan bergereja. Di gereja, aku melihat saudara-saudari semuanya penuh kasih. Tidak peduli siapa yang lemah atau melakukan kesalahan, mereka semua membantu dan mendukung satu sama lain dengan hati yang penuh kasih. Di gereja, ketika saudara dan saudari mengalami masalah, mereka dapat mengejar kebenaran, merenungkan, dan mengenal kekurangan mereka sendiri sesuai dengan firman Tuhan, dan mencari kebenaran untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Di Gereja Tuhan Yang Mahakuasa, aku merasa seolah berada di dunia lain, merasa sangat damai, aman, bebas, dan merdeka. Namun, beberapa hari kemudian, hal-hal tak terduga mendatangiku. …
Suatu hari, putri kecilku yang berusia 2 tahun lebih tiba-tiba sakit demam. Dia minum obat selama beberapa hari tetapi tidak sembuh sama sekali; akhirnya dia dirawat di rumah sakit karena demam tinggi terus-menerus. Selama periode ini, setiap kali putriku bersin, hidungnya akan berdarah. Aku bertanya kepada dokter tentang kondisi anakku, tetapi dia mengatakan bahwa penyebab penyakit itu masih belum diketahui. Jawaban dokter membuatku sangat khawatir dan cemas, tetapi aku tidak punya cara lain, dan hanya bisa menunggu hasil pengobatan. Hal yang tak terduga berikutnya, pada hari keempat setelah putriku dirawat di rumah sakit, suamiku juga sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa kondisi suamiku sangat serius: dia tidak hanya perlu melakukan tes darah ganda, tetapi juga perlu menjalani pemeriksaan sumsum tulang belakang. Mendengarnya mengatakan ini, aku merasa patah hati, sangat sedih dan menderita, pikirku: aku percaya kepada Tuhan, mengapa aku masih menghadapi hal-hal seperti itu? Mengapa Tuhan tidak melindungiku? Mengapa keluargaku dirawat di rumah sakit satu demi satu? Kami harus membesarkan dua orang anak, dan suamiku harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga kami. Tetapi sekarang dia juga sakit parah; jika dia sakit, bagaimana keluargaku bisa hidup? Pukulan keras ini membuat hatiku hancur, dan aku sangat marah, merasa putus asa. Tepat pada saat aku merasa begitu pedih, bingung, gelap dan kehilangan arah, aku tiba-tiba teringat firman Tuhan: “Dari segala sesuatu yang ada di alam semesta, tidak ada satu pun yang mengenainya Aku tidak mengambil keputusan yang terakhir. Apakah ada sesuatu, yang tidak berada di tangan-Ku? Semua yang Aku katakan terjadi …” Firman Tuhan, bagaikan terang, menerangi jalanku dan membuat hatiku yang berat merasa sangat dilepaskan. Benar, alam semesta dan segala sesuatu berada dalam tangan Tuhan. Aku harus mengandalkan dan berharap kepada Tuhan!
Kemudian, saudara-saudari di gereja mengetahui kesulitanku. Beberapa saudari membantuku menjaga putraku, dan yang lainnya membacakan firman Tuhan untukku dan menyampaikan kehendak Tuhan demi membantu dan menghiburku. Satu bagian dari firman Tuhan berkata: “Tuhan yang Mahakuasa, Kepala segala sesuatu, menjalankan kuasa kerajaan-Nya dari takhta-Nya. Dia memerintah atas alam semesta dan segala sesuatu dan Dia menuntun kita di seluruh muka bumi. Kita harus kerap kali mendekat kepada-Nya dan menghampiri Dia dalam kesunyian. Jangan pernah kita ingin kehilangan saat seperti ini sejenak pun, dan selalu ada hal-hal untuk dipelajari setiap waktu. Lingkungan di sekitar kita, demikian juga orang-orang, perkara-perkara, dan berbagai hal, semuanya diizinkan oleh takhta-Nya. Jangan mempunyai hati yang bersungut-sungut, atau Tuhan tidak akan mencurahkan kasih karunia-Nya kepadamu. Ketika terjadi sakit, hal itu dikarenakan kasih Tuhan dan pasti ada maksud-maksud baik-Nya dibalik semua itu. Bahkan ketika tubuhmu mengalami penderitaan, jangan dengarkan gagasan si Iblis. Pujilah Tuhan di tengah keadaan sakit dan nikmati Tuhan di tengah puji-pujianmu. Jangan tawar hati di hadapan sakit penyakit, tetaplah mencari dan jangan pernah menyerah, dan Tuhan akan menyinarkan cahaya-Nya atasmu. Seberapa setiakah Ayub? Tuhan Yang Mahakuasa adalah dokter yang maha mampu! Berdiam dalam penyakit adalah sakit, namun berdiam di dalam roh adalah sehat. Seandainya engkau tinggal mempunyai satu tarikan nafas terakhir, Tuhan takkan pernah membiarkanmu mati.
Dari firman Tuhan, aku menyadari hal ini: Tuhan itu mahakuasa dan maha bijaksana; Tuhan menciptakan segala sesuatu, dan Dia juga berkuasa atas semua itu; masa depan dan nasib semua orang, kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semuanya ada di tangan Tuhan. Hari ini, aku menghadapi masalah-masalah ini adalah karena Tuhan sedang menguji imanku kepada-Nya, untuk melihat apakah aku dapat menjadi kesaksian bagi Dia. Setelah mengetahui kehendak Tuhan, aku bersedia untuk menyerahkan semua kesulitanku ke dalam tangan Tuhan; tak peduli apa hasilnya, aku tidak akan mengeluh dan salah paham terhadap Tuhan, sebaliknya aku akan berdoa kepada-Nya, bergantung kepada-Nya, dan menaati kedaulatan dan pengaturan-Nya. Sejak itu, aku sering datang ke hadapan Tuhan dan berdoa kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu aku tidak dewasa dan tidak memiliki iman yang benar kepada-Mu. Kumohon Engkau memberiku iman dan kekuatan untuk membuatku rela menaati-Mu.” Setelah berdoa, aku merasa sangat aman dan damai.
Suatu kali dalam sebuah pertemuan, seorang saudari membacakan sebuah bagian dari firman Tuhan bagiku: “Tuhan bekerja, Tuhan peduli kepada seseorang, memperhatikan seseorang, dan Iblis membuntuti setiap langkah-Nya. Siapa pun yang disukai Tuhan, Iblis juga memperhatikan, mengikuti di belakang. Jika Tuhan menginginkan orang ini, Iblis akan melakukan segala daya untuk menghalangi Tuhan, menggunakan berbagai cara jahat untuk menggoda, mengganggu, dan menggagalkan pekerjaan yang Tuhan lakukan untuk mencapai tujuan tersembunyinya. Apa tujuan Iblis? Iblis tidak ingin Tuhan memiliki siapa pun; Iblis menginginkan semua yang diinginkan Tuhan, merasuki mereka, mengendalikan mereka, menguasai mereka sehingga mereka menyembahnya, sehingga mereka melakukan tindakan jahat bersamanya. Bukankah ini motif Iblis yang jahat? Biasanya, engkau semua sering mengatakan bahwa Iblis sangat jahat, sangat buruk, tetapi sudahkah engkau semua melihatnya? Engkau hanya dapat melihat betapa buruknya manusia dan belum pernah melihat dalam kenyataan betapa jahat Iblis sebenarnya. Tetapi apakah engkau melihatnya dalam masalah mengenai Ayub ini? (Ya.) Masalah ini telah membuat wajah Iblis yang mengerikan dan esensinya menjadi sangat jelas. Iblis sedang berperang dengan Tuhan dan selalu mengikuti di belakang Dia. Tujuannya adalah untuk menghancurkan semua pekerjaan yang Tuhan ingin lakukan, untuk merasuki dan mengendalikan orang-orang yang Tuhan inginkan, untuk sepenuhnya memusnahkan orang-orang yang Tuhan inginkan. Jika mereka tidak dimusnahkan, maka mereka dikuasai Iblis untuk digunakan olehnya—inilah tujuannya.
Saudari itu menjelaskan, “Iblis, si setan, bagaikan singa yang mengaum, dan ingin melahap kita melalui segala macam pencobaan. Sebenarnya, semua hal yang kita temui adalah gangguan Iblis, dan merupakan pertempuran dunia rohani. Tuhan bekerja untuk menyelamatkan kita, tetapi pada saat kita ingin meninggalkan Iblis dan memberontak terhadapnya untuk kembali ke hadapan Tuhan, Iblis tidak rela dikalahkan. Ia mencoba segala cara yang mungkin untuk menyakiti, mengganggu, dan menipu kita, dan bahkan melukai keluarga kita dengan berbagai cara yang jahat—membuat mereka menghadapi penyakit, membuat kita jatuh ke dalam pencobaan sehingga kita salah paham dan menyalahkan Tuhan. Tujuannya adalah untuk membuat kita menyangkal Tuhan, mengkhianati Tuhan, dan kehilangan keselamatan Tuhan, sehingga kita kembali berada dalam wilayah kekuasaannya. Jika kita menjadi pasif dan kehilangan iman kita kepada Tuhan, kita justru jatuh ke dalam tipu muslihat Iblis. Aku merenungkan, ketika Ayub dicobai, Iblis menggunakan cara yang paling jahat untuk menyiksa dan menyakiti Ayub; ia tidak hanya mengambil semua harta dan anak-anaknya, bahkan menyebabkan barah busuk di sekujur tubuhnya, membuatnya berada dalam kesakitan yang mengerikan. Namun, Ayub tetap bisa menjadi kesaksian bagi Tuhan bahkan ketika dia merasa sangat sedih, kuncinya adalah imannya yang sejati kepada Tuhan. Jadi, dalam lingkungan seperti itu, kita harus tahu satu alasan adalah bahwa pencobaan Iblis mendatangi kita, dan yang satu lagi adalah bahwa Tuhan ingin menguji apakah kita memiliki iman yang benar kepada Tuhan, dan untuk melihat apakah kita dapat datang ke hadapan Tuhan, semakin dekat dengan-Nya dan mengandalkan-Nya. Kenyataannya, alasan kita menjadi pasif dan lemah dan bahkan kehilangan iman kita kepada Tuhan setelah kita menemukan hal-hal yang bertentangan dengan konsepsi kita adalah karena ada ketidakmurnian dalam iman kita, yang memberi kepada Iblis kesempatan untuk mencelakakan kita. Firman Tuhan berkata: “Sebagian besar orang percaya pada Tuhan demi perasaan damai dan keuntungan lainnya. Jika tidak menguntungkan bagimu, engkau tidak percaya pada Tuhan, dan jika engkau tidak dapat menerima kasih karunia Tuhan, engkau murung. Bagaimana ini bisa menjadi tingkat pertumbuhan sejatimu? Mengenai peristiwa keluarga yang tak terhindarkan (anak-anak sakit, suami masuk rumah sakit, panen buruk, aniaya pada anggota keluarga, dan sebagainya), engkau bahkan tidak sanggup menjalani hal-hal yang sering terjadi di dalam kehidupan sehari-hari ini. Ketika terjadi hal-hal seperti itu, engkau menjadi panik, tidak tahu harus berbuat apa—dan seringkali engkau mengeluh kepada Tuhan. Engkau mengeluh bahwa firman Tuhan mengelabui engkau, bahwa pekerjaan Tuhan telah mengacaukan engkau. Tidakkah engkau semua memiliki pikiran-pikiran seperti itu? Engkau pikir hal-hal seperti itu jarang terjadi pada engkau semua? Engkau menghabiskan setiap hari dengan hidup di tengah-tengah peristiwa seperti itu. Tidak sedikitpun engkau memikirkan keberhasilan imanmu di dalam Tuhan, dan bagaimana cara memuaskan kehendak Tuhan. Tingkat pertumbuhan sejatimu terlalu kecil, bahkan lebih kecil dari tingkat pertumbuhan anak ayam…Perutmu penuh dengan keluhan, dan terkadang engkau tidak menghadiri ibadah atau makan dan minum firman Tuhan karenanya, engkau cenderung menjadi negatif dalam waktu yang lama.
Setelah saudari itu membaca firman Tuhan, dia berkata: “Firman Tuhan menunjukkan pandangan kita yang salah tentang mencari berkat dalam iman kita kepada Tuhan. Kita selalu berpikir: selama kita percaya kepada Tuhan, Tuhan harus memberkati kita, dan memastikan bahwa semuanya damai dan berjalan baik bagi kita. Begitu kita menemukan hal-hal yang tidak kita inginkan, kita akan segera meminta pertolongan dan perlindungan dari Tuhan, dan jika Tuhan tidak menyelesaikan kesulitan atau masalah kita, kita akan kehilangan iman kita kepada-Nya, dan salah paham serta menyalahkan Dia di dalam hati kita. Iblis benar-benar menggunakan kelemahan utama kita, yakni percaya kepada Tuhan hanya demi mendapat berkat, untuk menyerang dan mengganggu kita, menimbulkan pertentangan di antara kita dan Tuhan. Jika kita tidak dapat melihat tipu muslihat Iblis dari awal sampai akhir, kita akan ditangkap dan dimangsa oleh Iblis. ”
Setelah mendengar persekutuan saudari itu, aku segera merasa jauh lebih mengerti dalam hatiku, mengetahui bahwa masalah yang menimpa keluargaku merupakan tipu muslihat Iblis, dan bahwa Iblis sedang mengganggu dan menyakitiku. Dan sementara itu, Tuhan menggunakan kesempatan ini untuk mengungkapkan pandangan imanku yang salah kepada Tuhan, untuk menyucikan dan mengubah ketidakmurnian dalam imanku. Jadi, dalam hatiku, aku mengucapkan doa ketaatan kepada Tuhan: entah putri kecilku dan suamiku dapat sembuh dari penyakit mereka atau tidak, aku tidak akan mengeluh, aku hanya ingin mengalami pekerjaan Tuhan dan menaati pengaturan dan penetapan-Nya.
Ketika aku mengesampingkan pandangan imanku yang salah kepada Tuhan dan rela menaati Tuhan, hal-hal tak terduga terjadi. Beberapa hari kemudian, kondisi suami dan putriku berangsur-angsur membaik, dan suamiku tidak perlu diperiksa sumsum tulangnya. Setelah satu minggu tinggal di rumah sakit, dia sembuh dan bisa pulang ke rumah. Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa atas perlindungan-Nya yang menakjubkan.
Setelah mengalami masalah ini, aku memiliki beberapa pemahaman tentang substansi jahat Iblis dan bagaimana Iblis menganggu dan merusak kita. Pada saat yang sama, aku juga melihat kasih dan penyelamatan Tuhan terhadapku. Tuhan menggunakan lingkungan semacam itu untuk mengubah pandangan imanku yang salah kepada Tuhan, dan ketika aku mengubah pandanganku dan bersedia untuk menaati pengaturan dan penetapan Tuhan, aku kembali melihat perbuatan Tuhan yang ajaib. Syukur kepada Tuhan! Mulai sekarang, masalah apa pun yang kutemui yang tidak sesuai dengan konsepsiku, aku akan dengan rela bergantung kepada Tuhan, untuk mencari kebenaran dan menaati Tuhan, berusaha menjadi kesaksian untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
COPAS : 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar