Senin, 25 Mei 2020

RUT FELICIA, AKHIRNYA BISA HAMIL SETELAH DIVONIS MANDUL 7 DOKTER

Satu tahun setelah menikah, Rut Felicia dan suami Adrianus mulai bertanya-tanya kenapa mereka tak kunjung dikarunia anak.
Di tahun 2016, Rut memutuskan untuk menjalani pemeriksaan ke dokter kandungan. Bukannya mendapat kabar baik, Rut malah divonis mandul. Gak puas dengan satu hasil pemeriksaan, pasangan ini lalu mencari dokter kandungan lain untuk hasil pemeriksaan yang mungkin bisa berbeda. Sayangnya, lebih dari 7 dokter menyampaikan hasil yang sama bahkan kondisi kesehatan Rut sangat tidak memungkinkannya untuk mempunyai anak karena mengidap penyakit PCOS (sindrom ovarium polikistik) dan juga miom yang cukup besar di dalam rahimnya.
“Kita hancur hati ya pada waktu itu. Terlebih istri sudah divonis lebih dari 7 dokter tidak dapat mengandung. Karena 90% dokter mengatakan bahwa tidak dapat mengandung dari hasil USG karena ada kista dan ada pcos nya,” kata Adrianus suaminya.
Secara pribadi, Rut juga mengakui bahwa divonis mandul benar-benar membuatnya terpuruk. Dia bahkan gak bisa menerima kenapa Tuhan harus mengijinkannya untuk mengidap penyakit tersebut.
“Sebagai seorang wanita, tentu saya merasa sangat gagal. Saya tidak bisa menjadi seorang ibu. Padahal impian seorang wanita salah satunya adalah bisa menjadi seorang ibu,” terang Rut.
Tanpa bisa berbuat apa-apa, Rut dan Adrianus pun hanya bisa berdoa setiap hari. Berharap Tuhan masih memberi mereka kesempatan untuk menjadi orangtua bagi anak-anak mereka.
Dinubuatkan Akan Hamil
Divonis mandul memang membuat pasangan ini hanya bsia sedikit berharap kepada Tuhan.
Tapi siapa sangka, tahun 2017 adalah tahun dimana mereka menerima kabar baik saat menghadiri sebuah ibadah di kota tempat mereka tinggal, Yogyakarta.
“Tanggal 5 April 2017, saat itu akan diadakan suatu ibadah. Di akhir ibadah hamba Tuhan tersebut mengatakan ‘Bagi pasangan suami istri yang ingin memiliki anak, tetapi memiliki kendala, atau memiliki hambatan atau dikatakan dokter tidak dapat memiliki anak boleh maju ke depan.’” terang Rut.
Dalam posisi dipenuhi hadirat Tuhan yang begitu penuh, Rut merasakan ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya.
“Kemudian tiba saat ketika saya didoakan, sebelum berdoa hamba Tuhan ini kok berkata kepada saya ‘Mother, next year you’ll have a baby. And your baby is a boy.’ (Ibu tahun depan kamu akan punya seorang anak. Dan anakmu itu laki-laki.) Waktu itu saya amini, saya benar-benar mau percaya kepada Tuhan. Bahwa apa yang dinubuatkan oleh hamba Tuhan itu pasti terjadi dalam kehidupan saya,” ucapnya.
Walaupun secara medis dia mengaku mustahil punya anak, tapi Rut hanya perlu untuk percaya saja dengan nubuatan tersebut.
Positif Hamil
Beberapa waktu Rut mulai berpikir kenapa diriya nggak datang bulan juga. Diapun memutuskan untuk melakukan tespek kehamilan.
Dengan hati yang deg-degan, dia terus menunggu hasilnya. Betapa bahagianya Rut dengan hasil yang dia lihat. Positif hamil!
Untuk memastikan kebenarannya, dia memutuskan untuk memeriksakan kandungannya ke dokter.
“Kemudian dokter melihat hasil tes lab tersebut dan ketika dilakukan USG dokter mengatakan, ‘Ibu pantas saja tidak haid coba dilihat ini ada kantong janin di sini ibu. Ibu tuh hamil!’ Ketika itu saya rasanya seperti terbang di awan-awan. Saya bahagia sekali!”
Mendapat kabar bahagia kalau dirinya hamil membuat Rut merasa kalau Tuhan menjawab doanya dalam waktu yang sangat cepat.
Pada akhir taun 2018, seorang bayi laki-laki lahir di tengah keluarga Rut dan Adrianus. Bagi mereka, kehadiran anak itu jadi bukti mujizat dari Tuhan. “Dan saat itu saya percaya, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan. Ketika kita mengangkat tangan, saya percaya Tuhan turun tangan di dalam kehidupan kita. Dan segala hal yang tidak mungkin itu menjadi mungkin. Segala hal yang sulit itu menjadi sangat mudah di hadapan Tuhan,” terangnya.
Iman yang ditaruh oleh pasangan ini kepada Tuhan membuktikan kalau Tuhan berkuasa membalikkan segala sesuatu dan Dia adalah Tuhan yang mampu mematahkan setiap perkataan mustahil manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar